Beranda / Romansa / Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu. / Bab 41. Marry Yang Sebenarnya

Share

Bab 41. Marry Yang Sebenarnya

Penulis: Sulistiani
last update Tanggal publikasi: 2026-06-15 06:30:22

Hadi lagi-lagi hanya bisa terdiam melihat kedua orang tuanya pergi meninggalkan nya di ruang tamu yang terasa semakin dingin.

Hubungannya dengan kedua orang tua semakin jauh setelah ia memutuskan untuk menikahi Marry, sebab kedua orang tuanya tak pernah menyukai Marry dan tak akan merestui pernikahan mereka.

"Kenapa semua jadi seperti ini? Aku hanya ingin hidup bahagia dengan orang yang ku cintai. Mengapa sulit sekali?" gumam Hadi dalam hati.

Akhirnya Hadi membawa Marry pergi dari rumah kedua o
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 63. Janji Playboy

    "Lala, Sayang. Sebaiknya kita keluar dulu ya, kasih waktu Tante Tia untuk ngobrol sama temannya dulu," ucap Amara membujuk Lala."Tapi om dan Tante ini gak akan bawa pergi mama kan?" tanya Lala khawatir."Enggak, Tante Tia akan tinggal di sini bersama kita."Lala akhirnya setuju untuk keluar kamar, memberikan waktu Tia berbincang dengan sahabatnya. Sementara Hesti dan Marco masih menatap Tia dengan penuh tanda tanya karena gadis kecil itu memanggil Tia sebagai mama."Jangan menatapku seperti itu," ucap Tia sambil tersenyum kikuk."Tadi itu anak siapa, kenapa panggil kamu mama?" tanya Hesti."Lala adalah anak pak Riza, setelah lahir ke dunia dia langsung di tinggal ibunya. Saat aku kabur dari hotel, aku nabrak mobil pak Riza lalu di bawa ke rumah ini, hari itu adalah hari ulang tahun Lala. Dia mengira aku adalah mama yang jatuh dari langit seperti di dongeng, kado dari Tuhan di hari ulang tahunnya."Penjelasan Tia membuat Hesti dan Marco tertawa kecil, lalu Tia menjelaskan jika Amara m

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 62. Ketulusan Sahabat

    Hadi masih terkejut dengan semua fakta tentang kejahatan Marry, ia benar-benar tidak menyangka jika dirinya benar-benar di permainkan oleh wanita yang selama ini ia cintai dan ia bela mati-matian di depan keluarganya."Demi Marry aku menyakiti wanita tidak bersalah, demi Marry aku menentang keluarga, demi Marry aku melakukan segalanya. Namun ternyata Marry hanya mempermainkan ku," gumam Hadi dalam hati.Hatinya hancur, ia kembali mengingat semua ucapan orang tua serta kakeknya dulu. Mereka selalu meminta Hadi untuk menjauh dari Marry, mengatakan jika Marry bukan perempuan baik. Namun, Hadi malah marah dan mengira kakek serta kedua orang tuanya terlalu picik.Sekarang, Hadi benar-benar menyesal karena tidak mendengarkan perkataan keluarganya setelah tahu sifat asli Marry.Tok TokTokSuara ketukan pintu kamar rawat Hanifa memecah keheningan suasana, beberapa detik kemudian pintu terbuka dan seorang pemuda tampan masuk."Rion, bagaimana keadaan di perusahaan?" tanya Hendri.Rion menghe

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 61. Fakta mengejut

    "Siapa wanita yang anda maksud? Jangan bicara sembarangan, perusahaan kami tidak pernah melakukan hal kotor untuk mendapatkan proyek, apalagi sampai menjual wanita pada klien!" ucap Hadi.Amara masih dengan ekspresi tenangnya, sementara Hendri dan Hanifa hanya bisa menghela nafas berat. Mereka tahu Hadi tidak bersalah dalam hal ini, bahkan tidak tahu apa-apa. Ia hanya lalai membiarkan Marry bertindak sesuka hati, hingga membuat nama nya dan nama perusahaan menjadi buruk."Nyonya Amara, kami tidak bisa menerima uang ini. Kami menyayangi Tia seperti anak sendiri, kami tidak pernah ada niat untuk menjualnya," ucap Hanifa."Tia?" tanya Hadi semakin terkejut.Hendri meminta Hadi duduk di sofa, lalu meminta waktu kepada Amara untuk berbicara lebih tenang. Setelah Amara menyetujui Hendri pun menjelaskan pada Hadi apa yang sudah di lakukan Marry pada Tia, awalnya Hadi tidak percaya jika sang pujaan hati bisa melakukan hal setega itu. Namun, Hendri memperlihatkan bukti-bukti yang dikirim anak

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 60. Hadi Tersudutkan

    "Setelah saya pikir-pikir, saya mau terima tawaran untuk jadi baby sitter Lala," ucap Tia.Setelah semalaman Tia di beri waktu berpikir, akhirnya ia memutuskan untuk menerima tawaran tersebut. Tia sadar menjadi baby sitter bukan pekerjaan yang sulit, selain mendapat bayaran, keperluan harian terpenuhi, ia pun aman dari gangguan mantan suaminya tanpa harus membuat Hesti khawatir."Syukurlah kalau kamu terima tawaran saya, kamu bisa mulai kerja setelah tubuh kamu pulih," ucap Amara."Terima kasih, Bu."Amara tersenyum dan mengangguk, lalu keluar dari kamar itu membiarkan Tia beristirahat agar cepat pulih kembali. Sementara di sisi lain.Hanifa di rawat di rumah sakit, wanita paruh baya tersebut pingsan karena syok dan mengalami tekanan darah tinggi. Hendri tak bisa lagi menahan emosi pada anak satu-satunya, karena perbuatannya itu sudah keterlaluan."Lihat apa yang sudah kamu lakukan! Kakek kamu meninggal karena serangan jantung saat kamu bawa Marry ke pesta ulang tahun perusahaan. Se

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 59. Bukan Aku

    "Namaku Hesti, aku adalah sahabat Tia, kami tinggal di kost yang sama. Sudah sehari semalam Tia gak pulang, aku udah coba cari dia kemana-mana, tapi gak ketemu. Aku yakin hilangnya Tia pasti ada hubungannya dengan dia!" ucap Hesti seraya menunjuk Hadi dengan jari telunjuknya."Temanmu tidak pulang, entah apa yang dia lakukan diluar sana. Dia bukan anak kecil lagi, mungkin saja sedang bersenang-senang dengan pacarnya atau dengan lelaki liar lain. Kenapa malah menuduhku yang tidak-tidak!" ucap Hadi kesal karena dituduh oleh Hesti.Hesti menatap Hadi dengan tajam, lalu tanpa ragu menamparnya dengan keras.Plak ..."Aku tahu betul seperti apa Tia. Dia tidak punya pacar, dia wanita baik-baik yang gak mungkin melakukan hal seperti yang kamu katakan!" Teriak Hesti. Wanita itu tak bisa menahan emosinya lagi, melihat Hesti sudah sampai menampar Hadi, membuat Marco takut Hadi emosi dan membalas Hesti. Marco pun berjalan cepat dan kini berada di samping Hesti untuk melindunginya."Beberapa hari

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 58. Kacau

    "Kenapa bengong aja? Cepet telpon temen kamu yang brengsek itu!" bentak Hesti.Marco mengerjapkan mata, lalu mengangguk. Ia menelpon nomor Hadi, tetapi setelah beberapa panggilan ia coba Hadi tak juga mengangkatnya."Gak diangkat," ucap Marco."Kalau gitu anterin aku ke perusahaan atau rumahnya. Aku gak bisa diam aja, aku mau tahu dimana Tia sekarang!" ucap Hesti.Marco mengangguk, membuka pintu mobilnya dan Hesti pun langsung masuk. Marco menyalakan mesin mobil seraya melihat jam di pergelangan tangannya."Kita ke perusahaan Hadi dulu, jam segini mungkin dia sedang kerja," ucap Marco."Cepetan, gak pake lama!" ucap Hesti.Marco kembali menganggukan kepala, ia pun mengendarai mobil tersebut, menebus jalan ibukota, hingga akhirnya tiba di perusahaan keluarga Prayogi.Hesti yang sudah tidak sabar untuk bertemu Hadi, langsung turun dari mobil bahkan meninggal Marco yang baru mematikan mesin mobil."Hesti ... Tunggu!" Teriak Marco.Hesti tak memperdulikan teriakan lelaki Flamboyan itu, ia

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 15. Salah Tingkah

    "Ulang tahun perusahaan akan diadakan mewah, aku akan undang banyak orang penting, tapi ...."Ucapan Hadi menggantung membuat semua keluarganya menunggu, termasuk Tia. Meski yakin Hadi tak akan setuju untuk mengumumkan pernikahan mereka secara resmi, tetapi Tia ingin tahu bagaimana cara Hadi menyam

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 7. Keluarga Baru

    Tia membuka pintu kamar Hadi dengan perlahan, saat ia hendak masuk Hadi menatapnya dengan tajam."Ngapain kamu ke kamar ku?" tanya Hadi sinis.Sejak memasuki rumah tersebut mereka memang tidak tidur satu kamar, Hadi tak peduli Tia tidur dimana asal jangan satu kamar dengannya."Mas, malam ini papa,

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 6. Pergi Selamanya

    Pintu ruang rawat kakek Surya terbuka, dokter keluar sambil membuka masker disusul oleh suster. Tia berdiri dan menghapus air matanya, bertanya pada dokter dengan tergesa."Dokter, bagaimana keadaan kakek saya?" tanya Tia."Kami turut berduka cita, pasien telah meninggal dunia."Dunia Tia terasa ru

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 5. Hutang Nyawa

    "Kamu tenang saja, masalah bi Cucum gampang biar aku yang urus. Yang penting kamu nurut!" ucap Hadi.Tia hanya bisa diam dan menunduk, mengingat Hadi pernah menyelamatkannya waktu kecil, ia merasa punya hutang nyawa pada lelaki tampan itu, ia pun menuruti apa yang dikatakan Hadi."Baik, Mas. Aku ak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status