Teilen

Kendali

last update Veröffentlichungsdatum: 02.06.2026 09:34:05

Pagi hari di apartemen Elena tidak diawali dengan ketenangan. Aroma kopi yang diseduh Maura di dapur sedikit pun tidak mampu mencairkan atmosfer kaku di ruang tengah.

Erick dan Maria duduk di sofa dengan lingkaran hitam di bawah mata mereka, bukti nyata bahwa semalam mereka sama sekali tidak bisa tidur karena dihantui oleh fenomena aneh suara batin sang putri.

“Pokoknya aku tidak akan tinggal diam jika mereka merendahkan kita, apalagi Elena,” tegas Maura.

“Jangan gegabah, bisa jadi ini hanya s
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Suara Hati Istri Rahasia Presdir Kaya   Darah Daging Keluarga Pratama

    Pintu geser ruang VIP terbuka. Samuel berjalan masuk dengan langkah tegap, diikuti Erick Wijaya di belakangnya.Melihat mereka kembali, Elena langsung bangkit dari kursi dan menghampiri Samuel dengan gurat panik. Matanya sibuk meneliti penampilan Samuel dari ujung kepala hingga kaki.[Aduh... di bagian mana Ayah menghajarnya? Dia tidak akan melawan, kan? Bagaimana jika dia melawan?]Elena beralih menoleh ke arah ayahnya, seolah menelusur setiap inci tubuh ayahnya.[Sepertinya Ayah juga baik-baik saja. Lalu, apa yang mereka lakukan sejak tadi?]]Sudut bibir Samuel berkedut menahan tawa mendengar rentetan pertanyaan panik di kepala istrinya. Sementara itu, Erick yang berjalan di belakang Samuel langsung menghela napas berat."Elena..." panggil Erick dengan suara berat yang sengaja ditekan. “A-ah, iya, Yah?”"Suamimu itu baik-baik saja, tidak kurang satu apa pun. Kenapa kau menatap Ayah seolah-olah Ayah ini penjahat yang baru saja menyiksanya?"Uhuk!Maura dan Maria yang duduk di meja

  • Suara Hati Istri Rahasia Presdir Kaya   Kesepakatan Dia Pria

    Di sudut lain restoran, sebuah ruangan privat kecil menjadi saksi bisu pertemuan dua pria yang memiliki pengaruh besar di dunianya masing-masing. Berbeda dengan ruang VIP sebelumnya, atmosfer di sini terasa jauh lebih canggung, dingin, dan sarat akan ketegangan yang tak kasat mata.Erick Wijaya duduk dengan tegap, meraih teko keramik berukir emas untuk menuangkan teh ke dalam cangkir Samuel. Namun, belum sempat air hangat itu mengalir, tangan kekar Samuel menahannya dengan lembut namun tegas. “Biar saya saya, Ayah mertua.”Pria muda itu mengambil alih teko, lalu dengan gerakan tenang dan penuh hormat, justru dialah yang menuangkan teh ke cangkir Erick.“Terima kasih.”Erick memperhatikan gestur itu dengan tatapan datar, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi kayu jati. "Tuan Samuel, kau tidak perlu berpura-pura sopan padaku di ruangan ini. Aku tahu kau dan Elena sedang berbohong."Gerakan tangan Samuel terhenti sesaat sebelum ia meletakkan teko kembali ke tempatnya. Ia menatap san

  • Suara Hati Istri Rahasia Presdir Kaya   Restu

    Suasana di dalam ruang VIP restoran hotel bintang lima itu mendadak berubah layaknya ruang interogasi. Meja makan panjang yang mewah kini menjadi pembatas dua kubu. Samuel dan Elena duduk berdampingan di satu sisi, sementara Erick, Maria, dan Maura duduk berjejer di seberang mereka dengan tatapan menyelidik yang menghujam tajam.Erick Wijaya meletakkan cangkir tehnya dengan ketukan pelan, namun sarat akan wibawa seorang ayah. "Elena... Ayah ingin mendengar langsung dari mulutmu sendiri. Apa benar yang dikatakan Tuan Samuel tadi?”Elena menggigit bibir bawahnya karena gugup. Ia menoleh ke arah Samuel dan mendapati suaminya itu justru sedang tersenyum tanpa dosa sama sekali.[Dasar pria menyebalkan!]“Ayah… aku minta maaf—”“Ya atau tidak?!” potong Erick tegas.Elena tertunduk, lalu mengangguk kecil. “Ya, Ayah. Aku dan Samuel sudah menikah belum lama ini.”“Kenapa?” tanya Erick lagi, menuntut penjelasan.Samuel beralih menggenggam tangan Elena di atas meja, lalu menatap Erick dengan s

  • Suara Hati Istri Rahasia Presdir Kaya   Bukan Karyawan, Tapi Istri.

    "Ini editan! Ini pasti video AI!" Suara Raka memekik histeris, memecah kesunyian ruang makan. Tangannya gemetar menunjuk layar ponsel, lalu beralih menunjuk Samuel dan Elena dengan tatapan murka. "Ayah! Kakek! Jangan percaya ini! Samuel menggunakan teknologinya untuk memfitnahku!" Sofia langsung berdiri, wajahnya memerah padam demi membela sang putra. "Benar Ayah mertua! Putraku tidak mungkin serendah itu! Tega-teganya kalian menjebak Raka yang tulus demi melegalkan perselingkuhan kalian sendiri! Kalian benar-benar jahat!" Pramoedya ikut menggebrak meja hingga gelas kristal berdenting. "Erick, lihat kelakuan putrimu! Dia membawa pria asing untuk menjatuhkan nama baik keluarga kami dengan taktik kotor!" Elena yang berdiri di samping Samuel hanya menatap drama itu dengan pandangan malas. “Itu benar atau tidak, seharusnya kalian lebih tahu dari kami,” ucap Elena. “Dasar jalang sialan! Raka kami tidak sekotor dirimu yang suka berselingkuh!” bantah Sofia, meski jelas

  • Suara Hati Istri Rahasia Presdir Kaya   Video Panas

    Suasana ruang makan kediaman Pratama terasa mencekam. Tak ada lagi tawa ramah atau sambutan hangat yang biasanya menyambut keluarga Wijaya. Meja panjang itu kini terasa seperti kursi pesakitan. Tatapan meremehkan dari Pramoedya dan Sofia tertuju tajam pada Elena, seolah-olah ia adalah noda yang mengotori lantai marmer mereka."Silakan duduk," ucap Pramoedya dingin, tanpa basa-basi.Elena duduk dengan punggung tegak, sementara Erick dan Maria berada di sisinya dengan perasaan yang berkecamuk. Baru saja mereka mendaratkan pantat di kursi, rintihan batin Elena kembali bergema hebat di kepala orang tua dan kakaknya.[Lihat wajah-wajah haus harta itu.] [Kemarin saat butuh suntikan modal, mereka datang merangkak dan menjanjikan pernikahan.][Sekarang, saat merasa sudah di atas angin, mereka menatap kita seperti sampah. Benar-benar keluarga lintah!]Erick dan Maria tersentak, sedangkan Maura makin menggebu-gebu mendengar itu. Maura menggenggam tangan sang adik dengan erat. “Tenang saja,

  • Suara Hati Istri Rahasia Presdir Kaya   Kendali

    Pagi hari di apartemen Elena tidak diawali dengan ketenangan. Aroma kopi yang diseduh Maura di dapur sedikit pun tidak mampu mencairkan atmosfer kaku di ruang tengah. Erick dan Maria duduk di sofa dengan lingkaran hitam di bawah mata mereka, bukti nyata bahwa semalam mereka sama sekali tidak bisa tidur karena dihantui oleh fenomena aneh suara batin sang putri.“Pokoknya aku tidak akan tinggal diam jika mereka merendahkan kita, apalagi Elena,” tegas Maura.“Jangan gegabah, bisa jadi ini hanya salah paham,” ucap Maria yang masih berusaha berpikir positif.Maura mendelik kesal, dia sudah siap untuk menyahut, tapi Elena menahannya.“Kak. Biarkan saja.”Bukan mengakui kalah, tapi Elena justru ingin agar kedua orang tuanya melihat langsung bagaimana sikap keluarga Pratama.Tok, tok, tok!Gedoran pintu yang terbilang kasar itu mengejutkan semua orang. Elena yang baru saja keluar dari kamar dengan pakaian rapi refleks menghentikan langkahnya. Ketika Maura membuka pintu, sosok Raka Pratama l

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status