Share

Porak-Poranda

Beni menatap iba pada laki-laki yang berada di hadapannya ini, luka akibat pukulannya beberapa waktu yang lalu saja masih terlihat di wajahnya walau samar.

Keenan tampak jauh terlihat lebih kacau dari dirinya tempo hari setelah mengetahui bahwa Ana ternyata adalah adiknya. Laki-laki itu bahkan sampai menghabiskan berbotol-botol minuman yang membuat dia jadi tidak berdaya seperti saat ini.

Harusnya Keenan bahagia, mengingat beberapa minggu lagi laki-laki itu akan menikah. Tidak malah mabuk-mabukan dan meminta dirinya untuk menjemputnya di tempat seperti ini. Padahal Beni dulu memutuskan tidak akan pernah datang ke tempat seperti ini lagi, setelah Ana menamparnya tempo hari.

“Hari ini bersejarah banget, Ben. Ayo bantu gue merayakannya.” Keenan memberinya sebuah gelas berisikan minuman lalu dia sendiri yang malah meminumnya. Beni tersenyum kecut, ternyata dirinya hanya disuruh saja memegangkan gelas itu.

“Jadi lo minta gue datang ke sini cu

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status