LOGINHalo, I'm baccckkkk...! Salam kenal buat pembaca baru Serafina dan apa kabar buat pembaca yang sudah kenal Serafina dari zamannya 'Suami Warisan'? Yuk interaksi di IG @novelbyserafina. Kamu bisa DM, comment atau lihat info terbaru dariku di sana. See you there!!
SE 61 – Survival HacksWadi Rum, Jordan. Sept. 2019 Seumur-umur Carina belum pernah melihat binatang gurun, boro-boro denger nama binatang itu, ngeliatnya aja baru sekarang. Jadi dia hanya bisa melongo melihat Alfred menguliti rubah gurun yang punya nama lain Rubah Fennec. Bentuknya mungil, berbulu orange kekuningan dengan telinga extra besar. It’s cute, sayang banget kalau dimakan.“Kamu yakin kita bisa makan ini?” tanya Carina, dia bertugas menjaga api unggun agar tetap menyala. Untung saja angin tidak terlalu kencang malam ini.Alfred mengangguk, dia membersihkan bulu-bulu yang masih tersisa “Setelah aku memotongnya dan mengambil isi perutnya, kita bisa bakar dagingnya.”Carina memandang tubuh binatang itu dengan jijik “I cannot eat that,” ujarnya.“Why?” tanya Alfred heran “Daging ini lebih dari cukup bagi kita berdua, tadi kita hanya makan biskuit saja. Kamu tidak lapar?”“Hmmm... aku tidak bisa makan daging itu, karena tidak halal. Kamu tidak menyembelihnya dengan benar,” ujar
SE 60 – The Unusual DinnerJakarta, Sept, 2019. Arya sedang membenahi meja kantornya dan menyortir barang apa saja yang diperlukan untuk dibawa selama perjalanannya. Setelah rapat koordinasi bersama dengan Kedutaan Indonesia dan Inggris, mereka sepakat untuk melakukan investigasi selama seminggu ke Jordania.“Ar, ini visa dan dokumen lo. Punya Amir dan yang lainnya juga ada di sini.” Indi datang membawa amplop cokelat dan menyerahkannya pada Arya.“Thanks, Ndi.” Arya memeriksa isi amplop itu dan mengangguk-angguk.Indi tidak langsung pergi, dia malah menyender ke meja kerja Arya, memerhatikan kesibukan laki-laki itu “Jadi selama di sana lo bakal ngapain aja?”Arya menoleh pada Indi, tas gunungnya masih setengah penuh “Yah, ngintilin tim rescue, meliput kegiatan mereka. Ambil gambar, wawancara dengan ketua tim. Kayak biasa aja.”“Mereka udah tahu kira-kira di mana posisi jatuhnya pesawat?”Arya mengangguk “Di sekitar Wadi Rum. Gurun pasir Jordan, dekat Petra.”Indi membelalak “Gak keb
SE 59 – Stupid QuestionWadi Rum, Jordan, Sept, 2019. “Do you have a boyfriend?”“What?” Carina kaget karena pertanyaan Alfred yang tiba-tiba, dia mengeryitkan kedua alisnya dan memandang Alfred “Are you okay?” dia malah balik bertanya.Alfred seperti tersadar, dia mengangguk cepat-cepat “Yea, yeah... I’m all right.”“Kenapa kamu ingin tahu?” tanya Carina.Alfred mengangkat bahunya pura-pura tak acuh “Hanya penasaran saja. Mungkin kamu ingin pulang karena ada orang lain yang menunggumu selain keluargamu.”Carina memandang Alfred sesaat dengan tatapan aneh dan tertawa “Pacar adalah hal terakhir yang bisa kupikirkan saat ini. Masih banyak hal yang perlu kuprioritaskan sekarang, contohnya: AIR. We need water, Al. We’re running out of it.”“Yes. Yes. Of course, sure, yeah,” jawab Alfred salah tingkah, dia bangkit dari duduknya dan bergegas masuk ke dalam gua untuk mengambil perlengkapan mereka.Bodoh! Kenapa dia bertanya seperti itu? Kenapa dia ingin tahu? Alfred mengacak rambutnya denga
SE 58 – The (ex) BoyfriendKantor Carina heboh dengan berita tersebut. Acara berita langsung dipenuhi dengan profil Carina, Duke of Wellington, hilangnya pesawat pribadi sampai nilai harta yang dimiliki oleh Sir James Alfred of Wellington.“Ini maksudnya apa siihhh?” seru Sara heboh, dia menghampiri kelompok rumpi yang sedang berdiri bergerombol di pantry. Sibuk membicarakan berita yang sedang viral itu “Itu seriusan Carina-nya kita?” tanyanya pada Melanie, reporter berita yang menjadi narasumber mereka.Melanie mengangguk “Gue udah konfirmasi ke KBRI, dapet kopi manifest pesawatnya juga, terus ada rekaman CCTV saat mereka di bandara pas mau berangkat. Iya, emang bener itu si Carina.”Sara, Shelly, Indi dan Martha membelalakkan matanya.“Kok bisa sih?” tanya Shelly heran “Si Carin gimana bisa ada di situ?”Mereka nggak prihatin dengan keberadaan Carina yang belum diketahui rimbanya. Mereka malah lebih fokus dengan pertanyaan kenapa Carina, cewek biasa dari Indonesia, bisa kenal sama c
SE 57 – The Missing PersonWadi Rum, Jordan, Sept. 2019.Carina membuka matanya, yang pertama kali dilihatnya adalah sepatu Alfred. Dia mengerjapkan matanya lagi dan baru menyadari kalau saat ini tubuhnya sedang dikubur di dalam tanah sampai lehernya. Carina hendak berteriak tapi malah terbatuk-batuk. Ada pasir di tenggorokannya.Alfred menoleh “Oh, thank God.” dia duduk di dekat kepala Carina “Stay still. Tubuhmu kena serangan panas. Jadi perlu didinginkan. Kamu juga dehidrasi. Ini minumlah...” dia menyodorkan tutup botol yang dijadikan gelas.Carina minum dari gelas dengan rakus. Dia memang kehausan. Setelah meneguk air, Carina mendongak pada Alfred “Kenapa kamu menguburku? Mau aku mati?!” tuduhnya.“Justru aku tidak mau kamu mati, makanya kukubur kamu!” jawab Alfred sambil mengacak rambut Carina “Kamu pingsan, aku harus mengejar tubuhmu yang terseret pasir. Untung saja badanmu kecil, jadi gampang diraih.”Carina mencibir “Lalu, sampai kapan aku dikubur begini?”Alfred merebahkan di
SE 56 – SurvivorsDoha, Qatar. Sept, 2019 Mobil mewah Bentley dengan warna emas mengilap berhenti di depan pintu masuk kedatangan Airport Doha. Khalid yang memakai pakaian khas Arab keluar dari mobilnya dan berjalan masuk bersama dengan bodyguard-nya. Mereka langsung menuju lounge, di dekat pintu seorang petugas bandara menyambutnya.Wanita cantik itu tersenyum pada Khalid dan menyapanya “Assalamu alaikum, Sheik. How can I help you?”Khalid tersenyum ramah “Waalaikum salaam. Aku menunggu teman-temanku yang sebentar lagi mendarat dari London. Private jet, Mr. James Alfred Wellington.”Air muka wanita itu langsung memucat “Is that your friend’s plane, sir?”Khalid mengangguk “Ya. Why?” tanyanya heran.“Can you please follow me?” pinta petugas itu, Khalid menurut. Dia dibawa ke sebuah ruangan “You may sit here, sir. I’ll be back with the authorize officer.”Khalid duduk di sofa dengan bingung. Ada apa ini? Kenapa wajah wanita itu mendadak jadi serius?“Kamu tahu sesuatu?” tanyanya pada







