Início / Romansa / Pak, Jangan! Nanti Ketahuan! / 176| Atlas dan Mulut Manisnya

Compartilhar

176| Atlas dan Mulut Manisnya

Autor: sidonsky
last update Data de publicação: 2026-05-27 01:50:11

Karena jadwal Aruna terlalu padat hari ini, akhirnya pembahasan dilakukan di perjalanan menuju gedung radio. Aruna duduk di captain seat van mewah miliknya sambil mendengarkan penjelasan Vinka yang sejak tadi menunjukkan berbagai konsep di layar tablet.

"Untuk tamu undangan," ujar Vinka profesional. "Perkiraan sementara sekitar tiga sampai lima ribu orang."

Aruna hampir tersedak air mineralnya sendiri.

"Berapa?"

Vinka tersenyum kecil seolah angka itu sesuatu yang normal.

"Karena relasi bisnis k
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   176| Atlas dan Mulut Manisnya

    Karena jadwal Aruna terlalu padat hari ini, akhirnya pembahasan dilakukan di perjalanan menuju gedung radio. Aruna duduk di captain seat van mewah miliknya sambil mendengarkan penjelasan Vinka yang sejak tadi menunjukkan berbagai konsep di layar tablet."Untuk tamu undangan," ujar Vinka profesional. "Perkiraan sementara sekitar tiga sampai lima ribu orang."Aruna hampir tersedak air mineralnya sendiri."Berapa?"Vinka tersenyum kecil seolah angka itu sesuatu yang normal."Karena relasi bisnis keluarga Wicaksono cukup luas. Belum termasuk partner internasional Tuan Atlas."Tablet itu kembali berganti halaman, menampilkan ballroom hotel super mewah dengan chandelier raksasa dan dekorasi bunga putih memenuhi ruangan."Pilihan venue pertama ada di Singapura," jelas Vinka. "Konsep royal modern wedding."Slide berikutnya muncul."Ini opsi kedua. Garden wedding private di Kyoto."Lalu berikutnya lagi."Dan ini untuk konsep intimate luxury dengan after party yacht."Aruna hanya diam. Benar-be

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   175| Wedding Planner

    Setelah badai kecil yang sempat mengguncang hubungan mereka, hidup Aruna perlahan kembali dipenuhi warna-warna cerah.Kesalahpahaman yang sempat membuat semuanya terasa retak kini seperti mulai tertutup kembali, meski bekasnya masih ada di beberapa sudut hati. Namun setiap kali Atlas hadir, setiap kali lelaki itu menatapnya dengan cara yang seolah hanya Aruna satu-satunya orang di dunia ini, semua ketakutan itu perlahan memudar.Dan hari ini, di tengah kesibukan yang nyaris membuat kakinya tak berhenti melangkah sejak pagi, Aruna kembali menyadari satu hal, Atlas selalu punya cara untuk membuat hidupnya terasa berbeda.Studio pemotretan yang hari ini dipenuhi nuansa putih dan pastel tampak sibuk sejak tadi. Beberapa staff mondar-mandir membawa lighting tambahan, stylist sibuk merapikan gaun, sementara tim skincare yang bekerja sama dengannya terus memastikan setiap detail terlihat sempurna di kamera.Hari ini Aruna resmi diumumkan sebagai brand ambassador terbaru sebuah produk kecanti

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   174| Pelukan Sore Hari

    Suasana taman belakang kediaman Camelia perlahan berubah hangat seiring matahari yang mulai turun di ufuk barat. Cahaya jingga sore memantul di permukaan kolam renang panjang yang membelah halaman, membuat airnya berkilau tenang diterpa angin. Deretan lampu gantung kecil mulai menyala satu per satu di antara pepohonan, sementara aroma teh melati dan bunga mawar bercampur samar di udara. Di tengah suasana yang seharusnya terasa damai itu, Atlas justru duduk dengan wajah dingin di sebelah Aruna.Tangannya bergerak perlahan mengusap punggung gadis itu yang masih naik turun menahan sesenggukan. Sementara tatapannya lurus mengarah pada empat wanita di hadapan mereka dengan aura yang begitu mengintimidasi.Gigi dan Lily langsung saling bertukar pandang begitu Atlas datang dengan langkah cepat tadi.Wajah keduanya terlihat sedikit gugup, seolah baru saja ketahuan melakukan sesuatu yang besar. Sementara Camelia terlihat santai menyeruput tehnya dengan senyum tipis di bibir, dan Ratna hanya m

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   173| Empat Bunga

    Kedekatan Aruna dan Atlas memang sudah kembali tercium media. Sejak kemunculan Atlas di lokasi syuting beberapa hari lalu, foto-foto lelaki itu saat berjalan menghampiri Aruna dengan jas gelap dan kacamata hitamnya tersebar cepat di internet. Judul-judul berita mulai bermunculan memenuhi halaman utama portal hiburan, mulai dari yang biasa saja sampai yang cukup sensasional.Setelah rumor putus, keduanya resmi balikan?Dan seperti biasa, publik terbagi menjadi dua kubu. Sebagian besar mendukung hubungan mereka, menganggap semua keributan sebelumnya hanyalah fase buruk pasangan yang sedang belajar memahami satu sama lain. Namun sebagian lain tetap menyalahkan Aruna karena ucapannya di depan media tempo hari dianggap terlalu gegabah dan memancing kegaduhan besar.Akhirnya, Aruna meminta maaf melalui media sosialnya. Ia mengunggah sebuah foto langit sore dengan caption sederhana, mengakui kalau emosinya saat itu terlalu meluap dan meminta maaf jika pernyataannya membuat banyak pihak ter

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   172| Memang Mau Seperti Itu

    Setelah datangnya badai kecil yang sempat membuat hubungan mereka renggang, Aruna kembali dengan warnanya yang begitu cerah. Senyumnya perlahan kembali sering terlihat, tawanya mulai terdengar lagi di setiap sudut ruangan. Bahkan Kelly sampai beberapa kali memergokinya tersenyum sendiri sambil menatap layar ponsel di sela jadwal padat yang biasanya selalu membuat Aruna kelelahan. Seakan hadirnya Atlas benar-benar menjadi pelengkap dalam hidupnya, dan mungkin memang begitu.Karena setelah semua pertengkaran, tangisan, dan rasa takut kehilangan itu, hubungan mereka terasa berbeda sekarang. Lebih hangat, lebih nyata, tidak lagi hanya dipenuhi gengsi dan permainan tarik ulur yang melelahkan. Atlas mulai belajar memberi kabar, hal kecil yang dulu bahkan tidak pernah terpikir akan dilakukan lelaki itu.Pagi ini misalnya. Di tengah kesibukan jadwal syuting sebuah program iklan skincare terbaru, Aruna tengah berdiri di depan kamera dengan balutan dress putih pastel yang jatuh sempurna di t

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   171| Never Be Enough

    Sejak pelukan yang terjalin tadi, Aruna tidak benar-benar berhenti tersenyum.Bahkan di sepanjang jalan menuju rumahnya, dengan Atlas yang duduk di sebelahnya sambil mengemudikan sedan pink metallic milik Aruna, senyum itu masih tertinggal jelas di wajah gadis tersebut. Tanpa pengawal, tanpa sopir, tanpa siapa pun yang mengganggu, malam itu terasa terlalu tenang untuk ukuran hidup mereka yang biasanya selalu dipenuhi keramaian dan tatapan orang lain.Lampu-lampu kota memantul di kaca mobil, menciptakan semburat warna keemasan di interior bernuansa pastel itu. Tangan Aruna menggenggam satu tangan Atlas yang berada di atas persneling, memainkan jemarinya pelan sambil sesekali melirik lelaki di sebelahnya.Bagaimana Atlas dengan setelan gelap dan wajah dinginnya terlihat begitu kontras berada di dalam mobil serba pink itu benar-benar terasa lucu di mata Aruna.Apalagi lelaki itu mengemudikannya dengan ekspresi serius.Sebuah kontras yang begitu menggemaskan.Membuat Aruna tanpa sadar te

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status