首頁 / Mafia / TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA / BAB 139 TERPOJOK DALAM SITUASI GENTING

分享

BAB 139 TERPOJOK DALAM SITUASI GENTING

last update publish date: 2026-06-02 07:00:36

Aku memaksa seulas senyum lebar mengembang, meski telapak tanganku kini mulai digenangi keringat dingin. "Tuan Nikol... kau jangan bercanda. Aku baru saja lending dari Italia semalam. Bukankah... ini pertama kali kita bertemu?"

Aku menyilangkan tangan di dada dengan gerakan elegan. Menatap Nikolai dengan pandangan menggoda dari balik topengku. "Kau... tidak berpikir aku seorang cenayang, bukan?"

Belum sempat Nikolai membalas, Moritz langsung memasang badan di hadapanku, mena
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 190 PERPISAHAN YANG MANIS

    Kalimat jujur itu Adrian lontarkan tanpa ragu, lalu ia menoleh pada Nikolai, menatap sang mantan agen penyamar itu dengan tatapan jantan yang setara. "Tapi aku ikhlas dia menikah denganmu. Aku sadar, aku tidak memaksakan perasaan orang yang sudah tidak mencintaiku."Mendengar untaian kalimat berwibawa dari mulut Adrian, dalam sekejap, gurat wajah Nikolai berubah drastis saat memandang pria di depannya.Ketegangan di rahangnya mengendur, dan sorot matanya yang biasanya penuh amarah serta intimidasi maut perlahan berubah teduh, memberikan rasa hormat yang tulus atas kebesaran hati rivalnya."Maka dari itu, berhentilah bertengkar. Dan jangan biarkan Elianore terluka lagi," lanjut Adrian dengan nada penuh wibawa, menitipkan sebuah pesan mutlak yang tak lagi bisa didebat oleh siapa pun.Nikolai tiba-tiba bergerak maju, mengulurkan tangan kanannya yang kekar untuk mengajak berjabat tangan pada Adrian. "Aku minta maaf," ucapnya tak terduga, meluruhkan eg

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 189 KERELAAN SANG MANTAN

    "Kau melarikan diri dariku untuk menemuinya?" ucap Nikol dengan nada dingin, setiap suku katanya terdengar bagai bilah es yang siap menyayat keheningan koridor. Ia kemudian berjalan mendekat dan berhenti tepat di sampingku, melemparkan sepasang netra elangnya untuk menatap Adrian tajam yang menghunus, memancarkan aura permusuhan yang pekat."Aku hanya kebetulan bertemu dengan Adrian, Nikol," gumamku lirih, menahan rasa panik yang mendadak menyerang dada. Aku bergegas mengulurkan tangan, menarik lengan mantelnya dengan sedikit remasan halus, mencoba meredakan kecemburuannya yang tampak siap membakar tempat ini.Namun, usahaku sia-sia. Nikol memasukkan ke dua tangannya ke kantong mantelnya dengan gerakan angkuh, memutus sentuhanku lalu menatapku penuh peringatan yang tak bisa dibantah. "Urusan kita belum selesai, tapi kau justru pergi ke tempat ini dan bertemu dengan mantan kekasihmu.""Kau yang membuat masalah!" hardiku dengan wajah mene

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 188 KECANGGUNGAN YANG TERUSIK

    Suasana di dalam ruangan mendadak hening. Tuan Jave dan Nikolai saling memandang seolah sedang bertukar sinyal rahasia yang hanya dipahami oleh mereka berdua. Selang beberapa detik, kedua pria itu terbahak bersamaan dengan suara yang cukup keras hingga menggema di ceruk ruangan.Aku yang sama sekali tak mengerti maksud tawa mereka, hanya bisa memaku di tempat. Rasanya seolah harga diriku baru saja diinjak-injak dengan sengaja.Dalam kebingungan yang membakar dada, aku menoleh ke arah Levin yang berdiri tak jauh dari sofa, memperhatikannya yang juga tengah menatap Nikolai dan Tuan Jave secara bergantian dengan ekspresi yang sulit diartikan."Kenapa kau tertawa, Nikol? Apa menurutmu aku terlihat begitu konyol?" desisku dengan wajah sinis, menatap suamiku dengan sorot mata yang sarat akan kekecewaan mendalam.Nikolai memandangku dengan sisa-sisa tawa yang masih menggelitik tenggorokannya, mencoba meredakan geli di dadanya sambil sesekali melirik Tuan

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 187 KLAN RUSIA

    "Tuan Jave?" seru Nikolai dengan senyum lebar dan mata berbinar. Sungguh di luar dugaan dan perkiraanku. Langkah kakiku membeku di ambang pintu. Aku pikir Nikolai akan marah meledak-ledak dan langsung menghunuskan senjatanya setelah bertemu dengan pria ini. Tetapi responsnya justru terbalik; ia menyapanya dengan teramat ramah seolah-olah sedang bertemu dengan seorang teman lama yang sudah bertahun-tahun ia rindukan.Nikol... Mungkinkah kau juga menginginkan kebebasan Nadine?Sebuah pemikiran pahit mendadak menyergap benakku, membuat dadaku terasa nyeri. Dari awal, musuh utama yang diincar Nikolai memang hanya Gideon. Nadine tidak pernah benar-benar ada dalam daftar teratas orang yang harus ia jebloskan ke dalam sel tahanan. Andai saja Ayahku tidak terbunuh secara tragis oleh wanita itu, aku yakin Nikolai pasti akan tetap melindungi Nadine sampai detik ini sebagai tanda balas budi atas utang nyawa di masa lalu."Nikolai..." balas Tuan Ja

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 186 SISA KEKUATAN MUSUH

    "Tidak, Sayang..." sahutku spontan, mencoba memotong kecurigaannya yang kian meradang.Melihat kilat amarah yang siap meledak di matanya, aku bergegas membuat senyum manis yang palsu untuk meredam amarah Nikolai, menyembunyikan getar kegugupan di dalam dada. Jemari lentikku sengaja bermain liar di dadanya yang setengah terbuka di balik kain piyama, mengusap otot-ototnya yang menegang dengan sentuhan yang menenangkan."Mana mungkin aku membela pria lain." Aku mendongakkan wajahku ke atas, mengikis sisa jarak di antara kami hingga bilah bibir kami hampir bersentuhan, mengembuskan napas hangat tepat di permukaan kulitnya."Kau... adalah priaku satu-satunya, Nikol..."Rayuanku rupanya berhasil meruntuhkan dinding esnya. Nikolai menarik pinggangku dengan gerakan menyentak yang posesif, membawa tubuhku merapat erat hingga tidak ada lagi celah di antara kami. "Kita akan saling memiliki selamanya, hm?" bisiknya parau, menuntu

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 185 MASIH NIKOLAI YANG SAMA

    "Hah... Hah... Oke Elianore... cukup," seru Nikolai dengan napas tersengal-sengal yang memburu parau, tepat setelah kami berhasil menuntaskan orgasme ke lima.Ia mulai terkapar lemas di bawahku sambil merentangkan kedua tangannya pasrah di atas seprai yang berantakan, menonjolkan dada bidangnya yang naik-turun dengan cepat berlumur peluh. Sementara aku masih duduk dengan angkuh di atas tubuhnya, menyunggingkan seringai penuh kemenangan karena berhasil menaklukkan stamina gilanya pagi ini."Aku akui kau... cukup hebat..." Ia sempat mengangkat jempolnya padaku dengan sisa tenaga yang ia miliki, sebelum akhirnya lengan kekar itu terjatuh lemas di kasur, benar-benar tak berdaya di bawah kuasaku.Aku mencondongkan tubuhku ke depan, membiarkan helai rambutku menjuntai menyentuh dadanya. "Jadi... Apa sekarang aku sudah boleh kembali ke klinik?" bisikku tepat di depan wajahnya yang penuh keringat, sengaja menuntut imbalan atas kemenangan ini.Me

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 59 RACUN DALAM ANGGUR

    "Tidak... aku tidak pernah mencintaimu." Aku menggeleng pelan, membiarkan butiran bening kian menderas membasahi pipi. Jemariku meremas dada yang terasa kian sesak akibat isak yang kupendam sekuat tenaga. "Bagiku... kau tidak lebih dari pria yang harus kubenci selamanya, Nikol."

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 58 LUKA YANG TERSEMBUNYI

    Untuk sekian detik, aku merasa seperti melihat Adrian berlari panik untuk menolongku. Hingga akhirnya aku merasakan sebuah tangan kokoh menyambar tubuhku sebelum menghantam tanah. 'Syukurlah... Adrian menyelamatkanku dari maut yang mengintai,' batinku dengan napas tersengal-sengal.

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 57 SABOTASE DI ARENA BERKUDA

    Adrian mengangguk mantap. Ia melempar lirikan sinis pada Nikolai yang masih mematung dengan rahang mengeras, lalu menggandeng tanganku dengan protektif, membawaku menjauh dari monster itu."Apa yang terjadi, Eli?" bisik Adrian begitu kami sampai di halaman belakang, dekat arena beekuda.

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 56 LUKA YANG MENGANGA

    Aku selangkah terdorong mundur. Tatapanku yang basah membeku pada Adrian. Sekali lagi, aku tanpa sadar sudah menyakiti hati Adrian dan mengorbankan perasaannya."Apa kau tidak sadar, Nadine memang sengaja merencanakan perjalanan ini untuk menguji kebenaran hubungan kita!" jelas Adrian de

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status