Obsesi Sang Penguasa

Obsesi Sang Penguasa

last updateLast Updated : 2026-04-17
By:  NawasenaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
104Chapters
227views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Ivanka Biandra Kaveri tidak pernah membayangkan hidupnya akan ditukar dengan sebuah kontrak. Dalam satu malam, ia dipindahkan ke penthouse tertinggi di Obsidian Central, sebuah benteng kaca antipeluru yang lebih menyerupai sangkar emas daripada tempat tinggal. Di sanalah ia harus hidup di bawah kendali Byakta Dinadiyaksa Bagaspati. Pengusaha muda paling berpengaruh di kota. Penguasa sistem yang tak pernah tersentuh hukum. Pria yang dunia gelapnya jauh lebih dalam dari yang terlihat. Tapi semakin Ivanka mencoba melawan, semakin ia menyadari satu hal mengerikan, bahwa Byakta tidak mengikatnya dengan ancaman. Ia mengikatnya dengan perlindungan. Ketika sindikat Arkanza mulai bergerak, ketika masa lalu eksperimen manusia mulai terungkap, ketika pengkhianatan muncul dari orang terdekat, dan ketika rahasia lama keluarga mereka terkuak, Ivanka menemukan kenyataan bahwa kontrak ini bukan sekadar kesepakatan bisnis. Ia adalah bagian dari hutang lama. Bagian dari perang yang sudah dimulai sebelum ia lahir. Disaat dia brusaha menjauh, dia justru kembali mendapat kenyataan kalau semua penderitaan Byakta berpusat dari keluarganya.

View More

Chapter 1

1. Sebuah penolakan Part 1

Sebuah kota dengan gemerlap lampu yang mampu mengubah malam menjadi terang melebihi siang.

Avernal City, kota yang tidak pernah tidur di malam hari. Kota dimana kekuasan tertinggi dimenangkan oleh dia sang pemilik Black Harbour—Byakta Dinaniyaksa Bagaspati. Pria matang berusia 30 tahun yang sudah di latih menjadi manusia berdarah dingin semenjak dia lahir.

Dia terkenal dingin, tak segan menghabisi lawannya, walau tanpa menyentuh atau mengotori tangannya.

Di puncak gedung Bagaspati Grup, Byakta berdiri di depan jendela kaca setinggi langit-langit. Jas hitamnya masih terpasang rapi, ekspresinya tetap datar seperti biasa. Di bawah sana, lampu-lampu kota terlihat seperti seekor kunang-kunang yang bisa ia padamkan kapanpun ia mau.

Pemadangan hangat dan gemerlap yang selalu memanjakan matanya setiap malam. Byakta menghirup napas sebanyak-bayaknya, seolah sedang melepas rindu pada tempat yang sudah satu minggu ini tidak dia lihat.

“Pemandangan ini memang selalu membuatku tenang,” gumamnya pelan, seraya melonggarkan dasi.

Pintu terketuk pelan. Tanpa menoleh, Byakta sudah tahu siapa yang selalu berani mengganggunya disaat seperti ini.

“Dia menolak, Bos,” suara Rival—asisten sekaligus sekretaris Byakta yang khas dengan baritonnya, kini sudah berdiri tegap di belakang Byakta dengan wajah yang selalu ia tundukkan. “Maafkan saya, saya gagal membawanya.”

“Ulangi.”

Rival mengangguk seraya menarik napas gusar. “Nona Ivanka menolak tawaran akuisi kita,” jelasnya. “Dia tidak membeli perusahaan, tapi dia mengambil alih semuanya,” Rahang Rival mengeras, kedua tangannya terkepal kuat disisi tubuh. Kegagalan ini, seperti cambuk tak kasat mata untuknya.

“Maaf saya telah mengecewakan.”

Byakta menyunggingkan senyum khas pemburunya. Perlahan dia berbalik untuk menatap Rival yang sudah gemetar ketakutan. Dia tahu kalau Byakta bukan tipe orang yang mau menerima kegagalan, sekalipun dia memberi penjelasan.

“Maaf, tapi-tapi apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Bos?” tanya Rival, “Apa kita biarkan saja dia? Dan mencari target lain?”

Tatapan Byakta masih terlihat tenang, walau Rival sudah bisa menebak, ada sesuatu yang mulai berubah dari raut wajah sang bos. “Sejak kapan kamu jadi banyak bicara, Rival?”

Rival kembali menundukkan kepalanya. “Maaf,” ucapnya pelan.

“Jadwalkan ulang pertemuannya.”

Rival mengangkat wajahnya ragu, keningnya berkerut beberapa saat. “U-untuk negosiasi ulang?” tanya Rival. “Ta-tapi, Bos, ini hanya akan—”

“Tidak,” jawabnya dengan suara rendah. “Saya tidak suka mengulang,” lanjutnya. “Ini hanya untuk melihat dia secara langsung.”

Benar saja, Byakta memang tidak pernah menerima kekelahan sekecil apapun.

Tak lama, senyum simpul terbit di wajah datar Rival. Dia mengangguk pelan, lalu undur diri. Rival selalu menuruti apapun perintah Byakta, sekalipun itu harus memenggal kepala manusia. Dia tidak peduli dengan aturan ataupun dosa, karena perintah Tuannya ada di atas segalanya.

Sedangkan disudut kota lain, Ivanka masih duduk di meja kerjanya. Wajahnya lelah dengan mata sayu karena kurang tidur. Dia meremas jemarinya. Dia ingin mengumpat dan meludahi orang tua sialan yang sudah merusak bisnis almarhum ibunya dalam sekejap mata.

Dengan gerakan perlahan, dia menutup laptopnya. Wajahnya menengadah menatap.langit-langit yang di terangi cahaya temaram. Tarikan napas berat, lolos dari hidungnya.

“Maaf, Iva udah gagal jaga peninggalan, Mama,” gumamnya pelan.

Ruang kerja kecil itu terasa semakin sesak dan sempit. Dokumen hutang menumpuk di meja. Semua tagihan hutang jatuh tempo dalam hitungan minggu.

“Apa kita benar-benar menolak mereka?” seorang laki-laki setengah tua datang dengan kondisi yang sama lelahnya.

Ivanka tidak bergerak. Dia juga tisak langsung menjawab. Dia memijat keningnya dengan mata terpejam, lalu mengangguk samar. “Kalau kita menerima mereka, perusahaan yang kita bangun susah payah ini bukan lagi milik kita,” ujar Ivanka ragu.

Ivanka sendiri bahkan belum tahu, kalau keputusannya ini benar atau tidak, dia hanya refleks menolak Bagaspati karena tahu sisi gelap dari kepemimpinan mereka. “Mereka hanya akan menjadikan kita mainan. Dan aku tidak suka dipermainkan.”

“Tapi Bagaspati bukan lawan yang kecil, Ivanka.”

“Aku tahu,” Ivanka bangkit dari duduknya. Merapikan dukumen-dokumen sialan itu dengan kasar. “Bahkan semua orang juga tahu kegilaan Bagaspati seperti apa, tapi aku tetap tidak akan menyerahkan bisnis ini begitu saja.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Andini
Andini
Pengen marah ama authornya ......baru aja Ivanka bisa deket ama Byakta, skrg di buat benci lagi ...kapan berlayarnya cinta mereka ini ...
2026-03-25 14:24:31
0
0
Min Ye-Rin
Min Ye-Rin
Ommo ommo... Byakta si paling dingin ketemu sama Ivanka si cewek nggak mau kalah. asli seru pol! nyesel kalo nggak baca ini ...
2026-03-13 15:22:34
3
0
104 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status