Share

TAS 279

last update publish date: 2026-05-01 02:21:31
“Siapa itu?” seruan sopir langsung terdengar.

Aku yang masih tercekat langsung sadar begitu melihat kotak kue yang terhempas ke lantai. Secepatnya aku harus kabur dari sana sebelum sopir Max keluar dan menemukanku.

Tanpa berpikir panjang, aku berbalik dan setengah berlari menuju belokan koridor yang cukup jauh dari pintu itu. Aku menekan punggungku ke dinding dingin, berusaha menenangkan diri, sementara napasku sudah tak beraturan. Tanganku refleks menutup dada, mencoba meredam detak jantung
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 322 (EXTRA PART)

    "Sam, kita mau ke mana?" tanyaku heran saat tiba-tiba pria yang resmi kunikahi tadi siang, menculikku dari keriuhan pesta. Resepsi masih berlangsung sore itu, namun Sam sama sekali tidak memberiku kesempatan bertanya lebih banyak. "Ikut saja," ucapnya menarikku masuk ke mobil. Tanpa berpamitan pada semua orang, dia langsung membawaku menuju tempat jet pribadinya menunggu. Aku terpukau. "Apa ini?" Sementara Sam hanya tersenyum misterius. "Hadiah pernikahan." Selanjutnya, sehelai kain lembut sudah menutupi kedua mataku. "Eh! Kenapa harus ditutup?" "Biar jadi kejutan." Aku mendengus pelan. "Kau tahu aku paling tidak suka dibuat penasaran." "Itulah keseruannya." Aku memukul pelan lengannya. Tawa kecil Sam terdengar begitu dekat. Perjalanan terasa cukup lama. Entah berapa jam kami terbang, aku sampai tertidur di bahunya. Saat akhirnya pesawat mendarat, Sam tetap tidak membuka penutup mataku. Dia justru menggenggam tanganku dan menuntunku berjalan perlahan. "Pelan-pel

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 321

    Aku hampir berlutut saat kalimat berikutnya membuatku semakin lemas."Mulai sekarang... tak akan ada lagi kebohongan di keluarga Arsen! Aku tidak mau semua orang bergosip tentang anak yang disembunyikan."Aku menatap wanita tua itu tak percaya.Apa ini artinya, aku kehilangan pekerjaanku, kehilangan Sam, juga kehilangan hak bayiku?Ruangan kembali sunyi.Aku tak tahu harus mengatakan apa lagi. Namun, Sam maju dengan langkah cepat ke sisi Nyonya Miranda."Ibu." Tatapan serta suaranya sangat tegas. "Audrey sedang mengandung anakku. Apa pun yang Ibu lakukan padanya, aku akan tetap bertanggung jawab."Nyonya Miranda perlahan menoleh. Sorot matanya berubah tajam kepada putranya."Justru karena itu!" Suara wanita tua itu menggema memenuhi ruangan."Kau tahu dia mengandung anakmu! Kau tahu dia sendirian! Kau tahu dia terus dihina, dicelakai, bahkan hampir kehilangan bayinya! Tapi kau membiarkannya terus bersembunyi!"Dia lalu menunjuk Sam. "Kenapa sekarang kau peduli?"Sam hanya mampu menund

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 320

    Aku melangkah mendekat."Tamparan itu... karena kau hampir membunuh bayiku semalam."Belum sempat dia bereaksi...PLAK!Tamparan kedua kembali mendarat lebih keras hingga tubuh Cindy kehilangan keseimbangan. Dia jatuh terduduk di beton yang keras. Semua orang tersentak."Dan tamparan ini..." Aku menatapnya tanpa sedikit pun rasa takut lagi. "...karena kau merencanakan kecelakaanku di parkiran klinik."Wajah Sam langsung berubah. "Apa?!"Dia menoleh kepada Cindy. "Jadi itu... bukan kecelakaan?"Aku mengangguk. "Itu rencana pembunuhan."Sam mundur selangkah. Sorot matanya berubah menjadi kemarahan yang belum pernah kulihat sebelumnya. Dia menunjuk Cindy dengan tangan gemetar."Aku... tidak pernah tahu... kalau selama ini, aku menikahi wanita gila sepertimu!"Cindy buru-buru bangkit. "Itu bohong, Sam!""Kau bukan hanya pembohong! Tapi juga seorang pembunuh!"Suara Sam menggema."Tidak!" Cindy menggeleng histeris. "Dia memfitnahku! Dia tak punya bukti."Dia menatap kami satu per satu."K

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 319

    "Nyonya? Anda ke sini?" tanyaku, buru-buru menyembunyikan kegugupan.Wanita tua itu hanya berdiri mematung di ambang pintu. Tatapannya tak lepas dariku. Jantungku berdegup keras.Dari posisi pintu yang begitu dekat dengan ranjangku... mustahil dia tidak mendengar pembicaraan kami.Berbeda dengan Nyonya Miranda, dokter pribadi keluarga Arsen dengan cepat maju menjawab, "Dokter jaga bilang Nona sudah dipindahkan ke ruang rawat, jadi kami datang untuk melihat keadaan Nona," ujarnya sambil membungkuk memunguti beberapa buah yang tergeletak. Perlahan Nyonya Miranda melangkah mendekat."Apa yang baru saja kudengar?" tanyanya lirih.Aku menggigit bibir. "Nyonya...""Kenapa kau mengatakan hal seperti itu tentang Sean?" Suaranya mulai bergetar. "Kenapa kau mengatakan Sean bukan cucuku?"Napasku langsung tercekat. Aku meremas jemariku sendiri di atas selimut. "Saya...""Aku mencoba mempercayai semua yang kau katakan di rumah tadi." Matamnya mulai memerah. "Aku mencoba menerima bahwa mungkin se

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 318

    Mataku perlahan terbuka saat lampu putih di langit-langit ruang pemeriksaan kembali terlihat jelas."Syukurlah." Suara dokter terdengar lega. "Hasil pemeriksaannya baik. Tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada keguguran ataupun pelepasan plasenta."Aku mengembuskan napas panjang. Air mata hangat langsung mengalir di pelipisku."Terima kasih, Tuhan... Bayiku selamat." Aku mengulang kalimat itu dalam hatiku berkali-kali. "Kami juga sudah memberikan suntikan penguat kandungan," lanjut dokter sambil tersenyum menenangkan. "Untuk sementara kondisinya stabil. Namun mengingat Ibu mengalami benturan cukup keras dan sedang mengandung, saya menyarankan rawat inap semalam agar kami bisa terus memantau kondisi Ibu dan janin."Aku mengangguk pelan. "Terima kasih, Dok.""Tidak perlu terlalu banyak bergerak dulu. Kalau muncul nyeri, pusing, atau perdarahan sekecil apa pun, segera panggil perawat."Kalimat itu mengingatkanku pada kecelakaan sebelumnya. Untungnya kali tidak parah. "Baik, Dok."Dokt

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 317

    Jeritan terkejut yang singkat, lolos dari bibirku.Benturan di punggung membuat napasku seolah terhenti. Sesaat, aku hanya bisa memejamkan mata rapat. Rasa nyeri menjalar dari punggung hingga ke pinggang. "Argh..." Erangan pelanku muncul kemudian. Ruangan yang semula dipenuhi pertengkaran mendadak berubah kacau."Audrey!""Astaga!""Kau baik-baik saja?!"Beberapa anggota keluarga Arsen spontan berlari ke sisiku. Fokus mereka yang tadi tertuju pada Cindy kini sepenuhnya beralih kepadaku.Sam bahkan tak berpikir dua kali.Dengan kasar dia mendorong Cindy menjauh hingga wanita itu kehilangan keseimbangan beberapa langkah ke belakang."Kau keterlaluan!" bentaknya marah.Dia langsung berlutut di sampingku. Tanpa memedulikan siapa pun yang melihat, Sam mengangkat tubuhku perlahan lalu memelukku erat.Saat tangan Sam terasa mulai menyentuh kulitku.Aku berusaha bangun, tetapi tubuhku sama sekali tak mau diajak bekerja sama. Kedua tanganku refleks memeluk perutku yang mengeras.Bayiku...J

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 261

    "Sejak ibunya merasa dia perlu seseorang yang benar-benar menjaganya," Max lagi-lagi mengambil alih jawaban. Dengan cara menusuk.Kulihat tangan Sam mengepal kuat. Tatapannya padaku makin dalam. Ini bukan pertanda baik. "Kalau kau tak bisa pulang denganku, kau tak boleh pulang dengannya," katanya

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 260

    Aku membeku sesaat.Ketukan itu kembali berulang, tepat di belakangku. Lebih keras.Tok. Tok.Ekspresi wajah Sam berubah jadi dingin. Sementara aku menoleh cepat kaca jendela.Tanganku refleks menutup mulut yang hampir berseru karena terkejut. Max rupanya menyusul kami. Dia berdiri di luar mobil de

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 259

    Besoknya, mobil Max berhenti tepat di depan gedung kantor lelang. Aku belum sempat membuka pintu saat dia lebih dulu turun, berjalan santai ke sisi penumpang dan membukakan pintu untukku. Gerakannya selalu natural, seolah ini memang rutinitasnya. “Silakan, Nona Audrey,” ucapnya ringan. Aku men

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 258

    Aku menarik napas panjang.Max yang berdiri tidak jauh dari ambang pintu memilih diam. Dia memberi kami ruang, tanpa benar-benar pergi. Tatapannya lurus padaku, seolah berkata bahwa keputusan ini ada di tanganku.Aku menunduk sejenak.Jemari tanganku saling menggenggam erat di pangkuan, mencoba men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status