Share

TAS 276

last update publish date: 2026-04-28 01:37:18
“Aku yang akan bicara dengan dokter,” kata Sam terdengar mantap.

Perawat itu mengangguk lega. “Baik. Silakan ikut saya, Tuan.”

Aku langsung bergerak. “Aku juga—”

“Tidak.” Sam menoleh padaku dengan tangan terangkat. “Kau sudah setuju untuk pulang.”

“Apa? Sam, itu tadi berbe—”

“Sopir Max masih di luar,” potongnya. “Minta dia mengantarmu.”

Aku menggeleng, emosiku kembali naik. “Aku tidak akan pergi saat situasinya memburuk.”

“Kau tidak akan membantu apa-apa di sini. Kehadiranmu justr
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 285

    Ruangan itu terasa semakin luas ketika aku dan Sean berdiri saling berhadapan.Jauh di belakang, suara tawa dari ruang tamu terdengar sayup. Sangat hangat, santai, bertolak belakang dengan ketegangan yang kini menekan dadaku."Kau menuduhku sekarang?" tanyaku dengan suara tercekat.Sean menatapku dalam dan tajam, seolah benar-benar yakin dengan tuduhannya."Aku tak bisa menyebut itu tuduhan atau bukan, kau yang lebih tahu apa niatmu.""Aku tidak-" kalimatku terhenti. Aku sadar. Aku memang punya tujuan tertentu mendekati keluarga besar mereka. Meski begitu, dia tak boleh seenaknya menyebut itu balas dendam. Aku hanya berusaha mendapatkan apa yang harusnya jadi milikku.Tanganku mengepal pelan di sisi tubuh. Ada dorongan untuk menjelaskan, untuk menyangkal. Tapi semua kata-kata itu terasa berantakan di dalam kepalaku."Kau menargetkan posisi ibuku, kan?" Pertanyaan Sean kali ini jauh lebih berani.Aku menatapnya tanpa berkedip. Bibirku terkatup rapat. Dia sudah tahu, kenapa masih berta

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 284

    "Bagaimana... kalau ada dokumen atau saksi, yang bisa menjelaskan kelalaiannya?" Ulangku bertanya dengan suara ditekan. Matanya menyipit sedikit, mencoba membaca wajahku, mencari celah apakah aku hanya menggertak atau benar-benar tahu sesuatu."Apa kau... menemukan sesuatu?" tanya Sam lirih. Aku tidak menjawab, juga tidak mengalihkan pandangan Keheningan di antara kami terasa berbeda sekarang. Penuh kecurigaan.Tapi yang dia lakukan selanjutnya justru mundur.“Aku tidak mau ikut campur lagi,” ucap Sam. Suaranya kembali datar, seperti pintu yang ditutup rapat. “Aku sudah mengajukan banding untuk pengajuan perceraian kami.”Aku terdiam dengan alis terangkat. Kalimat itu sungguh mengejutkanku. Kupikir dia sudah menyerah. Tapi sepertinya aku keliru. “Dia dan semua masalahnya, bukan urusanku lagi,” tandasnya. Tidak ada penjelasan tambahan. Setelah itu, dia berbalik pergi.Langkahnya tegas dan panjang, sangat jelas bahwa dia tidak ingin percakapan ini berlanjut. Aku menyusul dengan cepat

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 283

    Kedatangan Sam langsung mengubah pusat perhatian. Bahkan sebelum aku sempat menata ekspresiku kembali, Tuan Henry sudah melangkah mendekat dengan senyum lega yang jelas tidak dibuat-buat.“Ayo, Nak. Kita makan bersama,” ucapnya sambil menepuk bahu Sam. “Kau pasti belum makan setelah rapat tadi.”Di sampingnya, Nyonya Miranda ikut tersenyum, meski ada sedikit ketajaman di matanya yang tidak hilang begitu saja. “Jangan biasakan menunda waktu makanmu.”Sam mengangguk singkat. “Ini hanya sesekali, tidak selalu.”Tuan Henry menatap ke belakang, seolah mencari seseorang. “Kau datang sendiri? Di mana istrimu?”Pertanyaan itu menggantung. Nyonya Miranda langsung menyela dengan nada yang jelas tidak sabar. “Untuk apa mengharapkan wanita itu di sini?”Nada suaranya tidak tinggi, tapi cukup tajam untuk membuat siapa pun mengerti arah pembicaraan ini.“Pertama kali ikut acara keluarga saat lelang kemarin, dia langsung membuat ulah. Bahkan hampir mempermalukan kita di depan semua tamu,” lanjutnya

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 282

    "Menungguku hanya akan membuatnya tertunda lebih lama. Euforia kesuksesan itu akan hilang cepat. Rasanya akan jadi seperti makan biasa," jelas Max panjang lebar.Nyonya Miranda mengangguk pelan. Merasa jawaban Max masuk akal. Tapi bagiku, tidak. Meskipun aku dan tim yang melaksanakan semua proses, Max tetap terlibat. Dia yang mengontrol semuanya.Pintu rumah itu akhirnya tertutup, menyisakan gema langkah kaki yang perlahan menghilang bersama kepergian Tuan dan Nyonya Arsen. Suasana yang tadi hangat dan penuh percakapan mendadak meredup, kembali pada keheningan yang terasa terlalu luas.Aku masih berdiri di ruang tamu, memandangi pintu itu beberapa detik lebih lama dari seharusnya.Di kepalaku, satu hal terus berputar. Ini jelas sebuah respon yang sangat kunantikan.Tapi... tanpa Max?"Bagaimana kami bisa pergi tanpamu?" tanyaku setengah panik pada Max setelah kembali ke ruang Istirahatnya."Kenapa tidak?" balas Max santai. Dia duduk tanpa kekhawatiran sedikitpun. Aku menarik napas pe

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 281

    "Maksudmu?" Alis Max makin berkerut menatapku.“Akan kubiarkan kau memanfaatkan diriku hingga akhir,” jawabku tanpa ragu. “Anggap saja… ini balas budiku padamu.”Max tercengang. Mungkin tak percaya aku masih mau bekerja sama dengannya meskipun telah tahu semua.Aku menarik napas pelan. Meyakinkan diri. “Ini kerja sama yang bagus. Saling menguntungkan.”“Kau sadar apa yang baru saja kau katakan?” tanya Max sambil bergeleng pelan."Kenapa? Kau bisa menemukan pion yang lebih baik dariku?"Max terdiam. Ekspresinya masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Aku bisa melihat itu dengan jelas. Tapi siapa peduli? Dia yang sudah menyeretku sejauh ini.“Kupikir kau mau pulang. Tunggu apa lagi?” tegurku saat Max masih mematung di tempatnya sementara aku sudah melangkah lebih dulu. Menjauh dengan langkah yang tak lagi goyah.**Aku akhirnya pulang bersama mereka.Mesin mobil berdengung halus di bawah kakiku. Getarannya merambat sampai ke tulang, menciptakan suasana sunyi yang tera

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 280

    Max dan sopirnya saling melirik saat melihatku berdiri di depan pintu kamar rawat itu.Ekspresi mereka jelas berubah, seperti tidak menyangka aku akan muncul di sana sepagi ini. Tangan Max masih terbalut perban, tapi dia berdiri tegak, menatapku dengan sorot mata yang sulit kubaca.“Kau… kenapa ke sini?” suaranya terdengar ragu. Aku tidak langsung menjawab. Hanya berdiri di tempat, menatapnya tanpa bergerak. Masih sulit menerima kenyataan pahit yang baru saja kudengar.“Sejak kapan kau di sini?” tanyanya lagi, kali ini lebih hati-hati.Aku menarik napas pelan. “Cukup lama,” jawabku akhirnya. “Cukup untuk mendengar semua kebenarannya.”Hening.Tatapan Max bergeser sesaat, lalu kembali padaku.“Jadi… kotak kue itu, kau yang menjatuhkannya?” tanyanya menebak.Aku tidak menjawab.“Sayang sekali, kuenya terlihat enak,” lanjutnya terdengar menyesal. Mataku mulai terasa panas. Perih.“Itu buatan ibuku,” kataku pelan. “Dia berharap kau bisa memakannya dan cepat sembuh.”Suasana di ruangan i

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 56

    "Maaf membuat kalian menunggu," ucapku basa-basi. Berusaha terdengar santai, padahal jantungku hampir melompat karena sorot mata Sean yang terus menelusuri penampilanku. Reaksinya lebih dari yang kuduga."Aku hampir tak mengenalimu," katanya sambil tersenyum, memindai tubuhku dari atas ke bawah den

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 55

    “Audrey—” suara Sean tertahan ketika aku spontan melangkah mundur, menjaga jarak, menunjukkan bahwa aku merasa terganggu dengan kehadiran mereka. Terutama ibunya.“Maaf mengganggumu,” ucap Sean cepat, nada suaranya lembut, meski tergesa. “Kami tak bermaksud apa-apa.”Aku tak bisa menjawab. Lidahku

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 54

    "Kau bercanda?" tanyaku refleks. Namun Sam malah menggeleng tegas.Aku menatap pria itu dengan seksama. Sama sekali tak percaya dengan apa yang baru saja ku dengar. “Aku mungkin sedang bermimpi,” gumamku pelan. "Tidak, Audrey." Suara Berat Sam menyadarkanku bahwa ini memang nyata.“Kau sungguh aka

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 53

    Membuat malu keluarganya? Aku menegang sesaat. Mencoba menafsirkan maksud di balik kalimat itu. Wanita ini datang tanpa salam, tanpa izin, seolah ruangan ini adalah miliknya sendiri. Sialnya, Sam sedang rapat dengan investor di luar dan belum kembali. Aku tak punya pilihan selain menghadapi Cindy

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status