Share

TAS 288

last update publish date: 2026-05-13 23:58:31

"Ayah?" Sean menatap bingung pada Sam.

Sam melirik sekilas padaku yang duduk di kursi penumpang dengan wajah pucat dan tidak nyaman, lalu kembali menatap putranya.

“Sean.”

Sean menghela napas kecil dan menurunkan kedua tangannya dari bahuku.

"Cepat turun." Kali ini Sam beralih memerintahku.

Aku dengan cepat keluar dari mobil. Berdiri di belakangnya.

"Ayah, ada apa?" Nada suara Sean masih terdengar hormat meski sedikit berat.

"Ayah ada urusan dengan Audrey."

Sean langsung berkata dengan nada
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 288

    "Ayah?" Sean menatap bingung pada Sam. Sam melirik sekilas padaku yang duduk di kursi penumpang dengan wajah pucat dan tidak nyaman, lalu kembali menatap putranya.“Sean.”Sean menghela napas kecil dan menurunkan kedua tangannya dari bahuku. "Cepat turun." Kali ini Sam beralih memerintahku. Aku dengan cepat keluar dari mobil. Berdiri di belakangnya. "Ayah, ada apa?" Nada suara Sean masih terdengar hormat meski sedikit berat."Ayah ada urusan dengan Audrey."Sean langsung berkata dengan nada keberatan, “Kakek dan nenek yang menyuruhku mengantarnya pulang.”“Sekarang, Ayah yang ambil alih,” balas Sam singkat.Sean terdiam.Aku spontan memegang lengan Sam pelan. Jemariku mencengkeram kemeja pria itu dengan gugup sebelum berbisik lirih, “Sean sepertinya mabuk.”Sam langsung menoleh singkat. Tatapannya berubah lebih serius. Tanpa banyak bicara, dia mengeluarkan ponsel dan menelepon seseorang.Beberapa menit kemudian, sopir pribadi Sam turun dari mobil dengan tergesa lalu menghampiri ka

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 287

    Aku bahkan tidak sempat menyembunyikan keterkejutanku sendiri.“Anda bercanda?” tanyaku spontan, sedikit terdengar tidak sopan karena terlalu terkejut. “Hal seperti itu hanya bisa dilakukan oleh ahli. Sementara aku...”“Dari banyak ahli, hanya kau yang paling mengerti makna semua karya itu,” jelas Nyonya Miranda pelan, tapi penuh keyakinan.Aku langsung terdiam.“Tak ada yang pernah menyarankan pameran dan lelang hingga patung yang tak berharga itu bisa terjual mahal. Kau yang membuat semuanya terjadi.”Aku membuka mulut, ingin menyangkal lagi, tapi Tuan Henry ikut menambahkan,“Kau bisa melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda.”Pujian itu justru membuatku semakin tidak nyaman.Aku refleks menoleh ke belakang, mencari satu orang yang seharusnya ada di rumah ini.Sam.Namun pria itu benar-benar menghilang sepenuhnya setelah perdebatan kami tadi. Tidak ada langkah kaki. Tidak ada suara. Tidak ada tanda dia masih ada di sekitar sini.Dadaku terasa makin sesak.Apa dia tahu soal ini?B

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 286

    Aku masih berdiri canggung di dekat lorong ketika Nyonya Miranda menatapku dengan lekat. Gurat wajahnya sulit kutebak. Dadaku mulai terasa tidak nyaman akibat berdebar keras. Terlebih karena saat aku refleks menoleh ke belakang, Sean sudah tidak ada di sana.Dia menghilang sangat cepat. Padahal beberapa detik lalu dia masih berdiri di sana. Di tempat kami bicara. Panik mulai merayap perlahan di kepalaku. Apa yang harus kukatakan?“A-anda di sini?” tanyaku tergagap, berusaha terdengar normal meski tenggorokanku terasa kering.Nyonya Miranda mengangguk. “Ya, aku melihat semuanya.”Aku langsung terkesiap.Melihat semuanya?Pikiranku seketika kacau. Potongan percakapanku dengan Sean tadi berputar kembali dalam kepalaku.Wajahku langsung memucat. Kalau dia benar-benar mendengar semua, artinya... semua sudah selesai. "Aku sudah curiga sejak lama," lanjutnya menyipitkan mata. "Tapi baru kali ini aku menyaksikan sendiri."“A-aku minta maaf,” ucapku cepat sebelum sempat berpikir lebih jauh.

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 285

    Ruangan itu terasa semakin luas ketika aku dan Sean berdiri saling berhadapan.Jauh di belakang, suara tawa dari ruang tamu terdengar sayup. Sangat hangat, santai, bertolak belakang dengan ketegangan yang kini menekan dadaku."Kau menuduhku sekarang?" tanyaku dengan suara tercekat.Sean menatapku dalam dan tajam, seolah benar-benar yakin dengan tuduhannya."Aku tak bisa menyebut itu tuduhan atau bukan, kau yang lebih tahu apa niatmu.""Aku tidak-" kalimatku terhenti. Aku sadar. Aku memang punya tujuan tertentu mendekati keluarga besar mereka. Meski begitu, dia tak boleh seenaknya menyebut itu balas dendam. Aku hanya berusaha mendapatkan apa yang harusnya jadi milikku.Tanganku mengepal pelan di sisi tubuh. Ada dorongan untuk menjelaskan, untuk menyangkal. Tapi semua kata-kata itu terasa berantakan di dalam kepalaku."Kau menargetkan posisi ibuku, kan?" Pertanyaan Sean kali ini jauh lebih berani.Aku menatapnya tanpa berkedip. Bibirku terkatup rapat. Dia sudah tahu, kenapa masih berta

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 284

    "Bagaimana... kalau ada dokumen atau saksi, yang bisa menjelaskan kelalaiannya?" Ulangku bertanya dengan suara ditekan. Matanya menyipit sedikit, mencoba membaca wajahku, mencari celah apakah aku hanya menggertak atau benar-benar tahu sesuatu."Apa kau... menemukan sesuatu?" tanya Sam lirih. Aku tidak menjawab, juga tidak mengalihkan pandangan Keheningan di antara kami terasa berbeda sekarang. Penuh kecurigaan.Tapi yang dia lakukan selanjutnya justru mundur.“Aku tidak mau ikut campur lagi,” ucap Sam. Suaranya kembali datar, seperti pintu yang ditutup rapat. “Aku sudah mengajukan banding untuk pengajuan perceraian kami.”Aku terdiam dengan alis terangkat. Kalimat itu sungguh mengejutkanku. Kupikir dia sudah menyerah. Tapi sepertinya aku keliru. “Dia dan semua masalahnya, bukan urusanku lagi,” tandasnya. Tidak ada penjelasan tambahan. Setelah itu, dia berbalik pergi.Langkahnya tegas dan panjang, sangat jelas bahwa dia tidak ingin percakapan ini berlanjut. Aku menyusul dengan cepat

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 283

    Kedatangan Sam langsung mengubah pusat perhatian. Bahkan sebelum aku sempat menata ekspresiku kembali, Tuan Henry sudah melangkah mendekat dengan senyum lega yang jelas tidak dibuat-buat.“Ayo, Nak. Kita makan bersama,” ucapnya sambil menepuk bahu Sam. “Kau pasti belum makan setelah rapat tadi.”Di sampingnya, Nyonya Miranda ikut tersenyum, meski ada sedikit ketajaman di matanya yang tidak hilang begitu saja. “Jangan biasakan menunda waktu makanmu.”Sam mengangguk singkat. “Ini hanya sesekali, tidak selalu.”Tuan Henry menatap ke belakang, seolah mencari seseorang. “Kau datang sendiri? Di mana istrimu?”Pertanyaan itu menggantung. Nyonya Miranda langsung menyela dengan nada yang jelas tidak sabar. “Untuk apa mengharapkan wanita itu di sini?”Nada suaranya tidak tinggi, tapi cukup tajam untuk membuat siapa pun mengerti arah pembicaraan ini.“Pertama kali ikut acara keluarga saat lelang kemarin, dia langsung membuat ulah. Bahkan hampir mempermalukan kita di depan semua tamu,” lanjutnya

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 232

    Aku menggeleng cepat. “Bukan siapa-siapa.” Sepertinya paman dan ibu tidak menceritakan tentang hubunganku dengan Sam padanya. Lebih baik memang seperti itu. Aku langsung menyesal telah menyebut nama Sam di depan orang asing.Max berjalan ke sisiku. “Barusan kau menyebut namanya.”“Itu tidak pentin

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 229

    “Tuan, sepertinya ada yang mengikuti kami,” ucap sopir di telepon dalam bahasa asing. Aku yang mengerti maksudnya langsung waspada. Terutama saat dia tiba-tiba memutar setir lagi, keluar dari jalan besar menuju jalan yang jauh lebih sempit. Tanganku refleks berpegangan. “Eh?” ibu langsung meneg

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 228

    "Cepat pergi dari sini!" Suara ibu kembali melengking.Cindy mendengus kesal. Beberapa detik kemudian wanita itu benar-benar menghilang dari kamar bersama para perawat. Aku menjatuhkan tubuh kembali ke kasur. Kepalan tanganku menutup wajah dan tangisku pun pecah perlahan. Tubuhku bergetar menahan

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 226

    "Aku keluar untuk menyambut anda, tapi ternyata anda sudah masuk ke lift," ibu menjelaskan dengan antusias.“Maaf kalau kedatanganku sepagi ini mengganggu,” kata pria itu dengan nada hangat. “Aku kebetulan sedang ada urusan di sekitar sini. Jadi kusempatkan mampir.”Ibu langsung tersenyum lebar, te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status