Home / Romansa / TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF / Bab 22. Rahasia dibaliknya

Share

Bab 22. Rahasia dibaliknya

Author: Lym&tora15
last update publish date: 2026-09-25 12:53:11
“Akan kupikirkan.” Damian menjawab tenang, tanpa sedikit pun mengubah ekspresinya.

Violet langsung menatapnya. Ia merasa lega sekaligus cemas, tapi setidaknya Damian tidak langsung menolak.

“Kau serius akan membayar biayanya?” Violet bertanya lagi untuk memastikan ucapan Damian.

Belum sempat Damian menjawab pertanyaan Violet, tiba-tiba suara ponsel miliknya berdering. Ia berjalan menuju tempat tidur, mengambil ponselnya yang tergeletak di atas kasur.

Ia melihat nama Derren tertera di laya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 43. Elena

    Violet kembali menatap penampilannya di cermin sebelum benar-benar berangkat ke perusahaan. Ia masih tidak menyangka Damian menyiapkan begitu banyak pakaian di lemari kamar yang sekarang ditempatinya. “Apa semua baju ini milik ibunya Damian?” tanya Violet sambil menatap kembali penampilannya di cermin.Pakaian yang dikenakannya terlihat sangat cocok dan pas di tubuhnya. Kalau memang semua ini milik ibu Damian, berarti selera wanita itu masih cukup muda.Violet memandangi pakaiannya sekali lagi.“Tidak mungkin Damian sengaja menyiapkannya untukku.”Ngomong-ngomong soal ibunya, selama tinggal di mansion, ia belum pernah melihat siapa pun dari keluarga Damian selain Zeus.Ia sedikit mengernyit memikirkan dimana orang tuanya Damian. Ia berpikir sambil menatap pantulan dirinya sendiri di cermin. “Apa mereka bekerja di luar negeri?” tanyanya pada dirinya sendiri.Violet mengangkat bahunya pelan. Untuk apa aku memikirkan hal itu?Huft!Helaan nafas pelan keluar dari mulutnya. Ia bergerak

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 42. Jangan biarkan Delon mati

    Setelah seminggu berlalu dirinya dikurung di tempat itu, Delon tidak menyangka laki-laki itu datang lagi. Ia mendadak terkena serangan panik, jantungnya berdegup kencang, dan keringat bercucuran sebesar biji jagung. “M-mau apa kau kesini?” Damian hanya menatapnya dingin tanpa menjawab sepatah kata pun. Ia datang kesini hanya untuk melihat kondisi Delon yang menurut anak buahnya sudah seperti orang gila.“Bagaimana kondisimu?” tanya Damian datar.Pertanyaan itu membuat Delon merasa tersinggung. Wajahnya yang semula dipenuhi ketakutan perlahan berubah menjadi penuh amarah.Cuih!Delon meludah ke samping sebelum menatap Damian bengis.“Kau bisa melihatnya sendiri!”Damian tidak memperdulikan tatapannya. Ia kemudian menatap Delon dari atas hingga bawah. Rambutnya berantakan, pakaiannya kusut, dan wajahnya terlihat jauh lebih kacau dibanding terakhir kali ia melihatnya.Seperti yang dikatakan anak buahnya, pria tua itu memang terlihat gila dan mulai kehilangan kendali. Damian menarik sa

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 41. Dijadikan umpan

    Suasana di ruang investigasi itu mendadak hening. Anak buahnya yang bernama Tedy itu hanya bisa menunduk ketika Damian mengumpat. Sedangkan Derren tampak santai bersandar di kursinya sambil melipat kedua tangan di dada. “Kakek tidak mungkin memberi tugas ini jika dia tidak percaya padamu,” ucapnya. Damian berdecak pelan. Perkataan Derren justru membuatnya kembali teringat pada perdebatan dengan Zeus tadi. “Dia menyepelekan rencana kita.” “Maksudmu?” tanya Derren sambil mengerutkan kening. Entah apa yang terjadi di antara kakek dan cucu itu, tapi satu hal yang pasti saat di mansion tadi mereka pasti bertengkar. “Tidak perlu dibahas,” jawab Damian malas. Derren pun hanya mengangguk tanpa bertanya lebih lanjut. Damian mengalihkan pandangan pada berkas yang tergeletak di atas meja. Setelah beberapa saat, ia menariknya mendekat. “Kita sudah punya petunjuk. Lebih baik kita fokus pada langkah selanjutnya.” Derren mengangguk dan ikut melihat berkas tersebut. “Jadi, apa

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 40. Semakin dibuat rumit

    Setelah mengirimkan pesan itu, tanpa menunggu balasan dari Damian, ia segera menemui anak buahnya di markas. Semoga pencarian mengenai penyusup perusahaan kali ini menemukan titik terang. Beberapa menit kemudian, setelah Derren tiba di markas ia merasa ada getaran kecil di ponselnya. Sambil terus berjalan masuk ke dalam markas, ia merogoh ponselnya dan membaca balasan itu. [Damian: Sebentar lagi.]Tidak lama setelah itu, mobil Damian keluar dari gerbang mansion melaju menuju markas Devereaux yang berada di pinggir kota. Damian duduk di kursi belakang dengan wajah serius. Ia sudah tahu dari pesan Derren bahwa penyelidikan mereka akhirnya menemukan sesuatu.Malam ini, ia seharusnya menemui Elena atas perintah kakeknya. Namun, untuk sementara, urusan penyusup jauh lebih penting. Mobil mulai memasuki area yang lebih sepi, melewati jalan berbatu di tengah pepohonan. Tak lama kemudian, sebuah bangunan besar terlihat menjulang di dalam hutan yang gelap itu. Damian menginjakkan kakinya d

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 39. Markas Devereaux

    “Sepertinya kehadiranku di tempat ini menjadi masalah,” Violet sedang berbicara sendiri. Ia duduk di dekat jendela menatap keluar mansion yang gelap. Sejak tadi ucapan kakeknya Damian terus berputar di kepalanya. Tatapannya jelas menunjukan kalau Zeus tidak menyukai kehadirannya. “Aku juga tidak suka ada disini,” ucap Violet membalas perkataan yang ada dikepalanya. “Tapi mau bagaimana lagi? Kabur juga tidak mungkin, bisa-bisa aku membusuk dipenjara.” Violet menghela nafas panjang sambil melemaskan otot pundaknya. Ia kemudian menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi sambil melamun. Tidak lama kemudian terdengar pintu kamarnya di ketuk dari luar. Ia menoleh sambil menyipitkan matanya menatap ke arah pintu. Siapa yang datang ke kamarnya malam-malam begini? Tok! Tok! Tok!Ketukan di pintunya kembali terdengar. Ia pun memutuskan untuk bangkit dan berjalan menuju pintu. Begitu pintu dibuka, ia melihat satu orang pelayan perempuan berdiri dengan kepala menunduk. Ia menghela napa

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 38. Rencana kakek yang belum terungkap

    Zeus tidak langsung menjawab pertanyaan cucunya. Ia hanya menatapnya selama beberapa detik, sedang mempertimbangkan apakah Damian benar-benar perlu mengetahui semuanya atau tidak. Damian menunggu jawaban kakeknya dengan rasa penasaran yang semakin tinggi. Ia tahu tindakannya di pesta tadi telah menimbulkan masalah, tetapi ia tidak mengerti mengapa kakeknya sampai semarah itu. Lalu apa maksud dari ucapan kakeknya tadi. Kau hampir menggagalkan rencanaku? Rencana apa? Damian semakin tidak mengerti. Ia kira selama ini urusan mereka hanya berkaitan dengan penyusup yang sedang ia cari. Lantas, rencana apa yang sebenarnya sedang disusun kakeknya? Ia menatap penuh kepada kakeknya dengan kening yang semakin berkerut, menunggu penjelasan dari perkataannya tadi. Karena Zeus belum mengatakan apa pun, Damian kembali mendesaknya. “Apa yang sebenarnya Kakek rencanakan di belakangku?” tanya Damian. Zeus tidak langsung menjawab. Ia justru mengembuskan napas panjang, lalu memalingkan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status