Share

HARGA SEBUAH ANCAMAN

Author: Luz Picillya
last update publish date: 2026-09-10 10:13:09

“Bawa mereka ke markas.”

Asisten Lee menunduk. “Baik, Tuan.”

Keempat pria yang menyerang Alsava tadi diseret masuk ke dalam mobil. Tangan mereka sudah diborgol. Wajah mereka masih menyimpan kesombongan, seolah yakin Ken tidak akan berani melakukan apa pun.

Mereka salah! Mereka baru saja masuk ke kandang serigala lapar.

Beberapa saat kemudian, mobil berhenti di sebuah bangunan tua yang tersembunyi di kawasan industri. Pintu besi terbuka.

Keempat pria itu dibawa masuk dan dipaksa berlutut di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Tiga Hari Lagi, Penyerangan Dimulai

    "Ken sedang membangun perangkap dari dalam, dengan cara mengajak kerjasama kembali dengan Marveen. Ken mengambil kepercayaan Marveen, dia sengaja membuat Marveen merasa aman.” Alsava menjelaskan rencana yang sedang dijalankan Ken di markas Tiger Dark. “Dan kau yakin?” Adrian sanksi. Alsava mengangguk. “Karena aku melihat sendiri apa yang Ken lakukan.” “Bahkan orang-orang Ken sudah menyusup ke jaringan Tiger Dark.” Davin menambahi. “Ken sedang mempersiapkan kehancuran Marveen dengan mencari semua bukti kejahatannya.” Adrian menyandarkan tubuhnya.“Kalau begitu... semuanya mulai masuk akal.” “Memangnya apa yang tidak masuk akal?” Ketiganya menoleh ke arah pintu. Ken berdiri di ambang pintu. Tatapannya langsung tertuju kepada Adrian. “Sepertinya aku datang di waktu yang tepat.” Alsava tersenyum kecil. Menyambut kedatangan suaminya dengan perasaan lega. Kalau Ken telah kembali, artinya semua rencana mereka telah berhasil. “Ken.” Ken berjalan mendekat. “Siapa tamu kita ini sayang

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Aset Yang Diwasiatkan

    “Jadi, apa sebenarnya yang papa tinggalkan untukku?”Pertanyaan Alsava membuat Adrian terdiam beberapa detik.“Aku tahu itu berupa aset. Tapi aset yang seperti apa Om?” lanjut Alsava mencecar. Selain penasaran, dia juga heran kenapa Ayahnya sampai kepikiran membagi aset kekayaannya dan sebagian diserahkan ke Adrian. Apakah Ayahnya sudah tahu apa yang akan terjadi setelah beliau tiada?“Bukan aset biasa, Alsava. Nilainya cukup besar untuk mengubah seluruh hidupmu,” jawab Adrian membuat Alsava menyerngit kaget.Alsava menatap Adrian dengan serius.“Seberapa besar?”Adrian menarik napas pelan. “Cukup besar untuk membuatmu tidak perlu memikirkan uang lagi seumur hidup.”Alsava terdiam.“Dan Marveen juga mengincar aset itu. Karena aset itu bukan hanya kekayaan tapi juga koneksi dan jaringan yang bisa membuat Marveen makin kuat dan menguasai segalanya.”“Itulah sebabnya Anda diminta menghilang?” Davin memperjelas status yang terjadi.“Benar Tuan Davin. Sebab aset itu harus diserahkan pada p

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Dua Laporan Dalam Satu Jalan

    “Tuan, ada dua kabar yang harus Tuan dengar segera,” ujar Mateo begitu Ken masuk ke mobilnya. Ken mengatur napas. Dia tak mau terburu-buru mendengar laporan apapun sebelum dia tenang. “Katakan!”“Asisten Lee berhasil menemukan bukti keterlibatan Marveen atas kematian Tuan Cavan. Bukti sudah diamankan.”Ken terkesiap. Dia bukan kaget soal dokumen itu, karena dia sudah menduga kalau kematian Tuan Cavan alias Mertuanya itu memang ulah Marveen. Tapi sampai Asisten Lee menemukan dan mengamankan bukti itu, tentu itu adalah usaha yang tidak mudah yang sudah Asisten Lee lakukan.“Bergerak! Bantu Asisten Lee mengamankan bukti itu. Nyawanya akan dalam bahaya kalau sampai ada yang menyadari pergerakannya.”“Mengerti Tuan. Setelah ini saya akan langsung mengirim orang dan berkoordinasi dengan Asisten Lee.” Mateo mengangguk patuh. Kinerjanya juga tak perlu diragukan lagi.“Lalu apa laporan kedua?” Ken meminta Mateo melanjutkan laporannya. Sebelum menjawab, Mateo melirik Tuannya dari balik spion.

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Kesepakatan Lima Puluh-Lima Puluh

    “Sudah kembali Tuan Muda Ken.. saya sudah menunggumu sejak siang tadi.” Begitu melihat Ken tiba di ruangannya, Marveen langsung tersenyum lebar. Senyum seseorang yang seolah baru saja bertemu sahabat lama setelah bertahun-tahun berpisah.“Kupikir kau tidak langsung menemuiku sore ini.” Marveen mempersilahkan Ken duduk di sofa ruangannya. Ken tersenyum datar, matanya tetap diam tidak menggambarkan senyuman yang sebenarnya.“Mana mungkin aku berani pergi tanpa menemuimu dulu Tuan. Jelas saya akan datang untuk menghadap Anda,” saut Ken merendah, tetapi bukan menjatuhkan diri.“Hmm.. laporan pengiriman sudah saya terima. Saya tinggal menunggu kabar barang itu sudah sampai ditangan Tuannya.” “Yah, akupun menunggu kabar itu. Aku tidak meragukan penjagaan Tiger Dark, hanya saja sedikit kelengahan bisa membuat pergerakan kita terendus pemimpin di daerah sekitar.” Ken juga menimpali. Mereka sama sama duduk berseberangan dan saling tatap sejajar.“Jangan khawatir Tuan Ken, kau tahu kalau aku

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Bukti Di Dalam Kotak Besi

    Di saat yang sama, di markas Tiger Dark, Asisten Lee masih berada di ruang arsip.Kali ini dia tidak sendirian. Salvator duduk di sebuah kursi sambil memutar-mutar pulpen di antara jarinya.“Kau dengar, kan?” tanyanya. “Tuan kita sudah deal dengan Tuan Ken.”Raka mengangguk. “Iya. Saya mendengar kabar itu,” balas Raka alias Asisten Lee datar. Seolah tak begitu peduli.“Kau tahu artinya apa?” tanya Salvator lagi. Raka mendongak, menatap Salvator datar. “Mulai besok kita akan sibuk.” “Sibuk? Apa kita diterjunkan untuk mengawal hal itu,” Raka pura-pura memastikan.Salvator bangkit dari kursinya, lalu berjalan mendekati Raka. “Bukan. Kita tidak diterjunkan disana. Tuan X meminta kita untuk lebih waspada.”“Untuk?”“Menjaga arsip ini.” Salvator menatap Raka serius. “Dan aku butuh orang yang bisa dipercaya untuk menjaga arsip ini. Orang yang tidak banyak bicara.” Tatapannya meneliti Raka. “Seperti kau.”Raka menundukkan kepala. “Terima kasih atas kepercayaannya, Bos.” Asisten Lee tak bany

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Adrian Bertemu Alsava

    “Biarkan dia masuk!”Suara Alsava membuat dua penjaga yang sedang mendorong Adrian berhenti seketika. Keduanya menoleh ke belakang dan langsung menunduk begitu melihat Alsava berdiri beberapa langkah dari mereka.“Dia tamuku dan dia tidak berbahaya. Jadi biarkan dia masuk,” tegas Alsava. Tatapannya berpindah dari satu penjaga ke penjaga lainnya. Nada suaranya cukup jelas untuk membuat keduanya tidak berani mengajukan pertanyaan lagi.“Baik, Nona.”Kedua penjaga itu segera bergeser dan memberi jalan.Adrian tersenyum tipis. Namun, di balik wajah tenangnya, ada kebingungan yang cukup jelas. Dia sama sekali tidak menyangka putri Tuan Cavan Mallory mengenal dirinya, apalagi sampai menganggapnya sebagai tamu.Adrian kemudian berjalan mendekati Alsava.Tatapan mereka bertemu. Beberapa detik berlalu tanpa satupun dari mereka berbicara. Ada banyak pertanyaan yang sebenarnya ingin mereka lontarkan, tetapi keduanya seolah memilih menunggu waktu yang tepat.“Silakan masuk, Tuan. Aku yakin Anda m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status