Home / Horor / TEROR SINDEN GHAIB / Bab 120 – Wajah di Balik Tirai

Share

Bab 120 – Wajah di Balik Tirai

Author: Vika moon
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-22 08:53:55

Hujan turun sejak pagi.

Kota tampak abu-abu, seperti menahan sesuatu yang belum diucapkan. Aruna berdiri di depan jendela kosnya, menatap tetes-tetes air yang meluncur lambat di kaca.

Sudah seminggu sejak ia dan Alvaro menemukan nama itu.

Seorang pria yang kini dipanggil dengan hormat di berbagai acara budaya. Seorang donatur besar, pemilik jaringan bisnis, dan tokoh terkemuka di kota.

Nama yang pada tahun 1974 tercatat sebagai ketua yayasan penyelenggara pentas tempat Ratih menghilang.

Aruna m
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • TEROR SINDEN GHAIB    BAB 254 - SISA YANG TIDAK TERLIHAT

    Keheningan yang tertinggal setelah gerbang itu tertutup terasa berbeda dari sebelumnya. Bukan lagi sunyi yang penuh beban atau penantian, melainkan seperti ruang kosong yang baru saja ditinggalkan sesuatu yang penting. Tidak menyakitkan, namun juga tidak sepenuhnya biasa.Pelangi masih berdiri di tempatnya, menatap ke arah gerbang yang kini kembali menjadi batas yang tenang.“Aneh ya…” katanya pelan.Aruna menoleh.“Apa?”Pelangi menarik napas dalam.“Harusnya aku ngerasa selesai… tapi kok kayak masih ada yang nyisa…”Sosok besar langsung merespon.“Residu proses.”Pelangi menoleh.“Residu?”Sosok besar mengangguk.“Sisa energi atau efek yang belum sepenuhnya hilang.”Pelangi mengangguk pelan.“Iya… mungkin itu…”Aruna memperhatikan dengan lebih serius.“Perasaanmu tidak salah. Setelah proses besar seperti itu, biasanya memang ada jejak yang tertinggal.”Pelangi menatap ke depan lagi.“Jejak… ya…”Sunyi.Namun kali ini…sunyi itu seperti mengajak untuk mendengar sesuatu yang lebih hal

  • TEROR SINDEN GHAIB    BAB 254 - DI BALIK GERBANG YANG TERBUKA

    Cahaya itu tidak langsung menyilaukan. Ia justru muncul perlahan, seperti sesuatu yang sangat lama menunggu untuk tidak mengejutkan siapa pun yang melihatnya. Gerbang yang selama ini hanya terlihat sebagai batas kini mulai benar benar terbuka, bukan dengan suara keras atau perubahan tiba tiba, melainkan dengan keheningan yang dalam dan penuh arti.Pelangi berdiri diam, matanya tidak berkedip sedikit pun. Ia tidak ingin melewatkan satu detik pun dari apa yang sedang terjadi.“Ini… beda banget dari yang aku bayangin…” katanya pelan.Aruna berdiri di sampingnya, wajahnya tetap tenang.“Karena ini bukan sesuatu yang dipaksa terbuka,” jawabnya.Sosok besar menambahkan.“Pembukaan alami menghasilkan stabilitas tinggi.”Pelangi menoleh sambil tersenyum kecil.“Iya sih… kerasa lebih… damai.”Di depan mereka, sosok itu dan perempuan itu masih berdiri berhadapan. Tangan mereka masih saling menggenggam, dan tidak ada lagi keraguan di antara mereka. Cahaya yang muncul dari sentuhan itu mengalir m

  • TEROR SINDEN GHAIB    BAB 252 - JANJI YANG HAMPIR SELESAI

    Jarak itu kini tinggal seujung rasa. Tidak lagi terbentang luas seperti sebelumnya, tidak lagi dipenuhi kabut yang membingungkan. Kini hanya tersisa ruang tipis yang memisahkan dua sosok yang perlahan kembali saling mengenali.Pelangi berdiri diam, namun hatinya terasa penuh. Ia bisa merasakan semuanya dengan sangat jelas. Getaran emosi dari dua sisi itu tidak lagi bertabrakan, melainkan mulai selaras dalam satu aliran yang sama.“Aku ngerasa… ini bener bener udah dekat banget…” katanya pelan.Aruna mengangguk.“Iya. Ini titik yang paling menentukan.”Sosok besar berdiri di sisi mereka.“Konvergensi hampir selesai,” katanya.Pelangi menoleh.“Kamu kalau ngomong itu bikin deg degan tau.”Sosok besar tidak menjawab, namun tidak juga membantah.Di depan mereka, sosok itu dan perempuan itu kini berdiri saling berhadapan. Tidak lagi samar seperti sebelumnya. Bentuk mereka mulai lebih jelas, meskipun masih diliputi cahaya yang lembut.Sosok itu menatap perempuan itu dengan mata yang penuh k

  • TEROR SINDEN GHAIB    BAB 251 - SAAT INGATAN MENJADI JEMBATAN

    Getaran yang sebelumnya terasa rapuh kini mulai berubah menjadi sesuatu yang lebih stabil. Tidak lagi hanya sekadar sambungan tipis, melainkan seperti jembatan yang perlahan terbentuk di antara dua sisi yang selama ini terpisah.Pelangi masih berada di titik itu. Ia bisa merasakan keduanya dengan jelas. Di satu sisi perempuan yang selama ini menunggu, di sisi lain sosok yang perlahan mulai mengingat.Dan di tengah itu semua, ia menjadi penghubung.“Aku masih di sini… kalian berdua juga…” bisiknya pelan.Aruna berdiri dengan tenang, mengawasi tanpa mengganggu.“Biarkan prosesnya berjalan,” katanya lembut.Sosok besar tetap memperhatikan setiap perubahan.“Stabilitas meningkat. Risiko menurun,” ucapnya.Pelangi tersenyum tipis.“Nah… ini baru kabar baik.”Di hadapannya, sosok itu kini tidak lagi tampak kosong. Matanya bergerak lebih hidup, seperti seseorang yang sedang mengumpulkan potongan potongan ingatan yang tercecer.“Aku… ingat suara itu…” katanya pelan.Pelangi langsung merespon.

  • TEROR SINDEN GHAIB    BAB 250 - SUARA YANG KEMBALI DIINGAT

    Kontak itu tidak langsung berubah menjadi sesuatu yang jelas. Justru sebaliknya, ia terasa rapuh, seperti benang tipis yang baru saja ditemukan setelah lama hilang. Namun meskipun rapuh, keberadaannya tidak bisa disangkal.Pelangi masih berdiri di batas itu. Kesadarannya berada di dua sisi sekaligus. Di belakangnya, Aruna, sosok besar, dan perempuan penjaga. Di depannya, sosok yang selama ini hilang.Ia menahan napas, takut jika terlalu banyak bergerak, semuanya akan kembali menghilang.“Aku… masih di sini…” bisiknya pelan.Sosok itu tidak langsung menjawab. Namun tatapannya tidak lagi kosong seperti sebelumnya. Ada gerakan kecil, seperti seseorang yang baru saja terbangun dari tidur yang sangat panjang.“Aku… mendengar…” suara itu kembali terdengar, sangat pelan, hampir seperti bisikan yang tertahan.Pelangi menahan air matanya.“Kamu beneran dengar…” katanya.Di belakangnya, Aruna memperhatikan dengan penuh fokus.“Pertahankan koneksinya,” ucapnya lembut.Sosok besar menambahkan.“S

  • TEROR SINDEN GHAIB    BAB 249 - SAAT DUA DUNIA SALING MENYENTUH

    Getaran itu semakin jelas. Tidak lagi hanya terasa sebagai jarak yang menyusut, tetapi seperti dua sisi yang mulai saling mengenali keberadaan satu sama lain. Ruang di antara mereka tidak lagi kosong. Ia dipenuhi oleh aliran yang bergerak pelan namun pasti, seperti sesuatu yang selama ini terpisah akhirnya menemukan arah pulang. Pelangi berdiri dengan mata terpejam, napasnya teratur, namun jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya. “Aku masih ngerasain dia…” katanya pelan. Aruna tetap di sampingnya. “Pertahankan.” Sosok besar berdiri dengan fokus penuh. “Koneksi stabil, namun belum sempurna,” katanya. Pelangi membuka matanya sedikit. “Dia masih jauh… tapi nggak sejauh tadi…” Perempuan itu melangkah lebih dekat, hampir sejajar dengan Pelangi. “Dia… mulai mendengar…” suaranya bergetar halus. Nyanyian dari dua arah itu kini tidak lagi bertabrakan. Mereka mulai selaras, meskipun belum sepenuhnya menyatu. Ada harmoni yang terbentuk, rapuh namun nyata. Pelangi men

  • TEROR SINDEN GHAIB    BAB 170 - BAYANGAN YANG MENELAN CAHAYA

    Langit di atas hutan Sumberrejo perlahan menggelap.Bukan karena malam yang datang.Melainkan karena sesuatu yang jauh lebih buruk.Energi gelap yang dilepaskan Zareth menyelimuti langit seperti kabut pekat. Cahaya matahari yang tersisa tertelan sedikit demi sedikit, meninggalkan suasana suram yang

  • TEROR SINDEN GHAIB    BAB 169 - BAYANGAN YANG MENELAN CAHAYA

    Udara di hutan Sumberrejo berubah menjadi semakin berat.Makhluk bayangan yang sebelumnya menyerang secara terpisah kini telah menyatu menjadi satu sosok raksasa. Tubuhnya seperti kabut hitam yang padat, berputar perlahan, seolah hidup. Mata merahnya menyala terang, memandang langsung ke arah Aruna

  • TEROR SINDEN GHAIB    BAB 168 - API YANG MENANTANG KEGELAPAN

    Ledakan energi dari serangan Zareth masih menyisakan getaran di seluruh hutan Sumberrejo.Debu perlahan turun.Daun-daun yang tadi beterbangan kini jatuh satu per satu ke tanah yang retak.Di tengah kehancuran itu, Aruna berdiri.Cahaya merah keemasan di tangannya menyala semakin terang.Seperti ap

  • TEROR SINDEN GHAIB    BAB 165- RAJA DARI BAYANGAN

    Hutan Sumberrejo berubah menjadi sunyi yang mencekam. Tidak ada lagi suara ranting patah. Tidak ada gerakan makhluk bayangan. Bahkan angin yang tadi berputar di antara pepohonan kini berhenti total, seolah seluruh alam menahan napas. Sosok tinggi yang baru keluar dari kegelapan berdiri denga

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status