Share

bab 3

Author: SingoRanu
last update Last Updated: 2024-10-31 10:13:14

"Berhenti! Mau ke mana kamu Lily! Kau tak boleh pergi! Berhenti."

Tak memperdulikan teriakan sang papa, Lily terus melangkah keluar. Tepat saat itu, pintu utama di buka dengan kasar dari luar.

BRAK!

Lily terkejut hingga reflek mundur ke belakang. Beberapa orang berbadan kekar dengan setelan jas hitam yang melengkapi penampilan sangar mereka menerjang masuk. Lily terlalu bingung dan kaget sampai ia hanya mematung di tempat.

Seorang pria masuk bersama wanita yang berpenampilan glamor nan seksi. Mereka lah paman dan bibi Axelo, Ervan dan Camellia.

"Lukas?"

Wajah Lukas menjadi pias dan tegang. Tubuhnya seketika lemas dan luruh. Keringat dingin membasahi punggungnya.

"Kami tagih janjimu!"

"Sa-saya tuan." Lukas terbata karena takut. Lalu menunjuk Lily yang berdiri tak jauh dari Ervan dan Camellia. "Dia- dia anakku yang aku maksud."

Mata Lily membelalak tak percaya. Papanya benar-benar menjualnya sebagai penebus hutang. Lalu lily menatap papa dan dua pasangan yang baru datang itu bergantian.

"Maaf, saya tidak bersedia," tegas Lily tanpa menoleh lagi pada papanya.

Lalu menunduk memberi hormat pada orang yang lebih tua, bukan atas dasar takut.

"Saya bukan anaknya, sejak aku pergi dari rumah, dia menipuku sedang sakit, dan aku terpaksa pulang. Jika ingin meminta ganti hutang, minta saja pada nya dan dua orang di sana." Lily menunjuk Clarissa dan ibunya. Mereka terlihat begitu terkejut dan takut.

"Lily!" Lukas dengan nada memohon menatap anak sulungnya, Lily bergeming.

"Lukas!"

Wajah Lukas semakin pias dan tegang. Keringat berjatuhan dari wajahnya.

"Lily, tolong Papa, Nak," mohon Lukas menangkup kedua tangannya dan wajah yang mengiba.

"Mintalah pada anak papa di sana," cetus Lily menatap sinis pada Bella dan Clarisa yang masih terduduk dan ikut gemetar. Mereka pernah mendapat tekanan sebelum nya, hingga untuk menegakkan kepala saja mereka sudah tak berani.

"Lily! Please."

Ervan tertawa.

"Seperti nya, anakmu keberatan ya, Lukas?"

Lukas menatap Ervan dengan sangat ketakutan, merasa tak siap untuk kehilangan jari juga nyawanya.

"Ti-tidak. Sa-saya akan membujuknya, tolong, beri saya waktu," pinta nya mengiba.

Ervan tertawa lagi. Tawa yang menggelegar hingga membuat bulu kuduk merinding.

"Kenapa dengan orang ini?" gumam Lily heran, "apa dia salah makan?"

"Lily, papa mohon." Lukas mengiba.

"Tidak, Pa. Mereka yang menikmati uangmu, kenapa tidak mereka saja?" Lily menunjuk jengah dua wanita di tengah ruangan. "Mereka lebih pantas."

"Anak sialan! Berani kau..."

"Diam Bella! Jika Lily tidak bersedia, maka kau dan anak-anak mu yang akan menanggung semua," bentak Lukas mengancam.

Ervan tertawa semakin kencang. Lalu ia menggerakkan kepalanya. Memberi isyarat pada para bodyguard nya. Dengan cepat mereka bergerak menahan tubuh Lukas dan memukulinya.

"Papa!"

"Lukas!"

Suara pekikan Clarisa dan Bella bersamaan merasa ngeri melihat Lukas tak berdaya.

"Kau lihat itu Lily!" pekik Bella dengan mata berderai dan tubuh gemetar."Cepat lakukan sesuatu! Jangan hanya diam saja!"

"Kau sendiri bagaimana Tante? Apa kau melakukan sesuatu?" sindir Lily menatap sengit. Ia marah, kenapa harus dirinya? Sudah di tipu tentang penyakit ayahnya, Lily masih harus berkorban lagi untuk menutup hutang sang papa? Sementara dua anak lain dan istri yang sudah menikmati hartanya? Apa yang sudah mereka lakukan untuk Lukas?

Lily menatap Lukas yang mendapat pukulan dan tendangan bertubi-tubi. Hingga pria itu memuntahkan darah. Hati anak mana yang tak terluka melihat papanya mendapat siksaan sedemikian rupa. Tentu saja Lily merasa iba.

"Lukas.....!!" tangis Bella memeluk Clarisa yang juga menangis tanpa bergerak dari tempatnya.

Clarisa menggeleng, lalu berdiri, "Tidak, Ma! Aku tidak mau! Aku tidak mau terlibat!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 45

    Waktu bergerak lebih cepat dari yang Lily sadari.Perutnya kini bulat penuh, berat, dan selalu bergerak—tiga kehidupan kecil yang tak pernah benar-benar diam. Kehamilan memasuki bulan kesembilan dengan segala campur aduknya: lelah, bahagia, dan cemas yang kadang datang diam-diam di malam hari.Axelo justru semakin gelisah.“Lily, kamu yakin enggak kontraksi?”“Lily, kamu pusing?”“Lily, tadi bayinya gerak semua, kan?”Lily hanya bisa tersenyum sambil mengelus perutnya.“Axelo… kalau kamu terus tegang begini, yang mau melahirkan kamu atau aku?”Axelo mengusap wajahnya kasar, napasnya berat.“Aku cuma takut. Kamu bawa tiga nyawa sekaligus.”Dan ketakutan itu terbukti ketika suatu malam, Lily meringis sambil memegang perutnya.“Ax… kayaknya… ini bukan cuma kram biasa.”Axelo langsung berdiri. Wajahnya pucat.“Kita ke rumah sakit. Sekarang.”Dokter memutuskan induksi.“Kondisi ibu stabil, tapi kehamilan kembar tiga terlalu lama

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 44

    Malam itu, ruang rawat Lily terasa berbeda. Lampu-lampu tampak lebih hangat, bau obat tak lagi menyengat, dan detak jantung Lily seolah berdetak seirama dengan senyum Axelo yang tak kunjung luntur.“Axelo…” panggil Lily pelan, suaranya manja, seperti ketika ia ingin dimanjakan tanpa harus meminta banyak.Axelo yang sejak tadi duduk di sisi ranjang, langsung menoleh. “Kenapa, Sayang? Kamu kenapa? Sakit? Pusing?”Lily tertawa kecil. “Kamu kenapa panik begitu? Aku cuma mau bilang… aku lapar.”Axelo terdiam sepersekian detik, lalu wajahnya berubah cerah. “Lapar? Kamu mau makan apa? Aku panggil perawat sekarang!”“Jangan perawat,” Lily menggeleng lemah. “Aku pengin… sup bening. Tapi yang kamu buat.”Axelo mengerjap. “Aku?”“Iya. Aku mau buatan ayah dari anak-anakku,” ucap Lily sambil tersenyum nakal.Axelo tertawa kecil, lalu berdiri dan mencium kening istrinya penuh cinta. “Baik, Nyonya Whites. Aku akan membuat sup terbaik di dunia.”Beberapa hari kemudian, Lily sudah diizinkan pulang. Ru

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 43

    "Keluarga Nyonya Lilyana whites." Axelo segera berlari mendekat, dengan tatapan penuh harap untuk istrinya baik-baik saja. "Saya suaminya." "Pasien tidak mengalami luka dalam, Tuan. Beberapa luka luar pasien juga sudah ditangani. Kami juga melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada pasien dan semua organ normal tanpa gangguan," terang dokter. "Syukurlah! Itu artinya, Istriku baik-baik saja, kan, dok?" Dokter mengangguk sembari mengulas senyum. "Benar, Tuan. Dan dari hasil pemeriksaan ... kami menemukan sesuatu," ungkap sang dokter. "M-menemukan apa?" "Ada janin di rahim pasien, Tuan. Pasien tengah mengandung," ujar dokter membuat Axelo terdiam seketika. "A-apa?" "Pasien hamil, Tuan!" axelo diam seribu bahasa. Ia benar-benar tak menyangka akan mendapatkan kabar mengejutkan ini setelah dibuat geger ole

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 42

    "Apa mau mu, Russell?" Russell menyeringai, "Mau ku? Tembak kepalamu sendiri, Axelo!" Hening, Axelo masih menggeretakkan giginya saling beradu. Ia sangat tau Russell memang membencinya, sejak dulu Russell memang selalu berusaha mengambil apapun yang menjadi haknya. Bahkan, Angelica pun tak luput dari Russell. Sayangnya, Angelica memang wanita jallang yang mudah tergoda. Axelo tidak mempermasalahkan karena memang ia tak segila itu mempertahankan wanita yang dengan suka rela menyerahkan tubuhnya pada pria lain. Tapi, Lily berbeda, wanita yang satu ini berperan besar dalam mengumpulkan bukti kejahatan Camelia dan Elvan. Dia juga menjaga diri dari bujuk rayu Russell sampai mendapatkan pelecehan dari sepupunya. "Ayo! Kenapa ragu? Atau kau lebih suka melihat kepala wanitamu menyentuh aspal dengan keras?" Russell sedikit mengangkat kakinya yang berpijak pada tali yang menggantung tubuh Lily. Karena berat badan Lily, otomatis tubuh Lily yang meng

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 41

    Lily membuka matanya, ruang remang dan berbau pengap. Kepalanya terasa sangat pusing, Lily terus mencoba mengumpulkan kesadarannya. Melihat lebih jelas meski sulit untuk melihat dalam ruangan yang minim pencahayaan itu. Lily menyadari gerak tubuhnya terbatas, merasakan ikatan yang kuat di tangan dan tubuhnya. Rasa cemas dan gelisah menghinggapi nya seketika, saat ingatan akan pertemuan dengan Russel. Masih lekat dalam ingatannya, tentang pelecehan yang Russell lakukan padanya. Tubuh Lily menggigil seketika, matanya berkeliaran mencari pria yang sudah menculiknya kali ini. Lily takut, tapi, meski berteriak meminta tolong, tak akan ada yang datang karena ia yakin, Russel bukan pria bodoh yang menyekap tawanannya di tengah kota. Saat ini Lily hanya berharap, Axelo akan datang menolongnya. Segaris cahaya terlihat menyinari ruangan yang perlahan melebar sebesar pintu. Pertanda, seseorang memasuki ruang remang itu. Lily menajamkan penglihatan, sosok yang tamp

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 40

    "Apa kamu bilang? Russell kabur?" Suara kakek Douglas menggema di seluruh ruangan. Ada gelisah yang tersisip amarah. Amarah untuk para penjaga yang teledor hingga Russell sampai lolos dari pulau pengasingan, dan rasa gelisah jika sampai Axelo tau, sudah pasti dia tak akan melepaskan Russell. Mengingat Axelo seorang pendendam. "Russell, jangan sampai kau mendkati Lily lagi. Kakek tak bisa melindungi mu jika kau sampai nekat." Gumam tuan Douglas. Mau semarah apapun tuan Douglas, dan seburuk apapun Russell, tetaplah cucu. Darah daging tuan Douglas juga. Ia tak akan Setega itu jika sampai Russel membuat ulah dan Axelo sampai melewati batasnya. Tuan Douglas memijit pelipisnya, sangat mudah menangani orang lain. Tinggal buang dan hancurkan, tapi Russell keluarga nya. Tak mungkin juga ia akan berlaku sama. "Temukan Russel sebelum Axelo mendengar kabar tentang bocah yang kabur itu." Perintah kakek Douglas tegas dengan sorot mata

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status