THE HOT-TEMPERED HUSBAND

THE HOT-TEMPERED HUSBAND

last updateDernière mise à jour : 2025-03-31
Par:  RhymezaenaEn cours
Langue: Filipino
goodnovel18goodnovel
Notes insuffisantes
26Chapitres
816Vues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Even though she was born into a rich family and was the only daughter. Her lifestyle was simple. Mitch Alcantara wanted a peaceful life. Until one day she met the most unpredictable and hot-tempered man. And to her surprise, this man is her fiancé. Can she escape her fate?

Voir plus

Chapitre 1

CHAPTER ONE

“Ah ...”

Sebuah suara aneh tiba-tiba terdengar oleh Widuri yang saat itu sedang turun ke lantai satu untuk mengambil minum. Suara siapa? Bukannya biasanya Emran, suaminya, sudah tertidur pulas di jam-jam larut seperti ini?

Widuri mengedarkan matanya ke depan, sembari menegakkan telinga untuk melihat ke arah ruang tengah yang temaram.

“Nggh …”

Suara yang Widuri yakini sebagai erangan seorang wanita itu justru semakin terdengar di telinganya.

Tak hanya sekali, namun berkali-kali, suara desahan dan juga deruan napas itu terus mengganggunya. Yang membuat Widuri terheran, adalah suara itu bukan terdengar dari kamar tidur, namun ruang tamu.

Seketika, Widuri tersadar, siapa pemilik suara rintihan tersebut. Suara siapa lagi kalau bukan suara Mawar Rosdiana. Detik itu juga, Widuri semakin sadar akan posisinya di rumah milik sang suami. Dia lupa, bahwa sang suami kini sudah memiliki istri lain yang lebih dicintai olehnya.

Mawar adalah istri kedua Emran yang ia nikahi satu bulan setelah ia menikah dengan Widuri. Ya, Widuri kini terjebak dalam kehidupan pernikahan poligami yang tidak dia inginkan. Andai saja dia tahu akan berakhir seperti ini, pasti Widuri tidak akan mau menerima perjodohan yang diajukan kedua orang tuanya saat itu.

Kedua orang tua Emran dan Widuri yang membuat perjanjian aneh sehingga menyebabkan putra putri mereka diikat dalam pernikahan. Widuri yang polos saat itu mengiyakan saja permintaan orang tuanya sebagai bukti baktinya. Dia tidak tahu jika Emran dan Mawar sudah berpacaran lama serta merancang pernikahan. Dia yang menjadi orang ketiga di hubungan mereka, dia yang seharusnya tidak berada di sini dan Widuri sangat menyesal. Widuri menarik napas panjang sambil menggelengkan kepala mencoba menghalau beberapa ingatan di benaknya.

“Untuk apa juga aku di sini. Aku balik kamar saja,” lirih Widuri, mencoba tak peduli. Namun, wanita itu jelas tahu, bahwa dia hanya mencoba membohongi dirinya sendiri.

Siapa yang tak merasakan perih di hatinya ketika melihat sang suami bergumul dengan wanita lain di depan matanya? Terlebih ketika Widuri sendiri bahkan tak pernah terlelap di ruangan yang sama dengan Emran.

Baru saja ia hendak membalikkan badan kembali ke kamarnya di lantai dua. Tiba-tiba lampu di ruang tengah menyala dan Widuri sontak menyembunyikan tubuhnya di belakang lemari es.

“Mas Emran memang hebat. Aku sampai kewalahan,” ujar Mawar dengan suara manjanya. Mawar memang seorang wanita cantik, berambut panjang dengan paras ayu dan suara lembut nan manja.

Siapa saja yang melihat Mawar pasti akan terpesona dengan visualnya. Mungkin itu juga yang membuat Emran begitu mencintainya. Beda dengan Widuri. Dia bahkan tidak pandai merawat diri. Kulitnya sawo matang tidak seputih Mawar, belum lagi banyak jerawat tumbuh menghiasi wajahnya. Widuri sendiri juga tidak tahu mengapa wajahnya selalu berjerawat. Padahal dia sudah sering menghabiskan waktu ke salon kecantikan.

“Hmm ... kamu juga hebat, Sayang. Jadi besok mau gaya apa lagi?” Kini terdengar suara Emran menyahut.

Widuri hanya diam sambil mencoba menutup telinganya. Dia tidak mau iri, tapi kalau mau jujur dia merasa dianaktirikan oleh Emran. Bahkan hingga sekarang, Emran tidak pernah menyentuhnya. Saat malam pertama dulu, mereka langsung tidur saling memunggungi dan tanpa berkata sepatah kata pun.

“Kamu tuh, Mas. Gak capek apa minta tiap hari.”

Terdengar tawa renyah Emran. Tanpa disadari Widuri sangat suka tawanya. Sayangnya Emran tidak pernah memperlihatkan tawa itu saat bersama dengan Widuri. Emran selalu menjadi pendiam dan bersikap dingin pada Widuri berbanding terbalik saat bersama Mawar.

“Yang pasti kalau mau begituan jangan di sini, Mas. Di kamar saja, kalau Widuri lihat, gimana?”

“Alah ... dia sudah tidur gak bakal bangun. Kalau lagi sama aku, kamu gak perlu memikirkan tentang Widuri. Fokus saja ke aku, Mawar.”

Terdengar decakan keluar dari bibir Mawar.

“Mas ... kamu gak boleh gitu. Bagaimanapun Widuri juga istrimu. Bukankah kamu sudah janji padaku akan berlaku adil pada kami berdua. Kenapa sekarang kamu seakan tidak memenuhi janjimu itu?”

Widuri terdiam, tanpa disadari tubuhnya sudah merosot dan duduk di lantai. Sepertinya Emran dan Mawar sedang membicarakan dirinya. Widuri pikir Mawar selama ini yang memonopoli Emran, ternyata tebakannya salah.

“Iya, Sayang. Aku minta maaf.”

“Janji besok kamu juga akan berlaku manis ke Widuri?” Emran tidak menjawab hanya menganggukkan kepala.

Sayangnya gestur tubuh Emran tidak bisa dilihat Widuri. Gadis berwajah manis itu tampak terpekur sambil memeluk lutut melihat pantulan wajahnya di lantai. Kenapa juga mereka terus membahas tentang dirinya? Apa mereka tahu yang sedang dirasakan Widuri saat ini?

Tak lama Widuri mendengar suara langkah menjauh bersamaan bunyi suara pintu kamar terbuka kemudian tertutup. Widuri menghela napas lega sambil perlahan mengangkat kepala

“Sepertinya mereka sudah masuk kamar. Ya Tuhan ... kenapa juga tadi aku turun? Kenapa juga aku haus? Kalau harus mendengar semua ini.”

Widuri bersiap bangkit dan hendak kembali ke kamar saja. Cukup sakit hatinya melihat sekaligus mendengar interaksi mesra suaminya. Ia tidak mau membuat hatinya semakin terluka. Widuri perlahan bangkit dan membalikkan badan hendak ke kamar.

Namun, langkahnya segera terhenti dan mematung di tempatnya saat melihat Emran sedang berdiri bertelanjang dada di depannya. Widuri pikir Emran sudah masuk kamar, ternyata dia masih di sana dan kini hendak mengambil minum di kulkas.

Widuri bergeming di tempatnya sambil menatap Emran. Dia tidak pernah melihat suaminya bertelanjang dada di depannya. Widuri juga baru tahu jika tubuh suaminya sangat indah. Dada bidang, bahu lebar dengan jajaran roti sobek menghias perutnya. Tanpa sadar, Widuri menelan ludah mencoba menahan sebuah rasa aneh yang tiba-tiba merasuki tubuhnya.

Emran malah menatapnya dengan tatapan setajam pisau dan wajah yang tegang. Widuri merasa kalau suaminya saat ini sedang marah. Dia menyesali kebodohannya kali ini. Lalu tanpa diminta suara tanya yang menyakitkan telinga terlontar dari mulut Emran.

“Ngapain kamu di sini? Ngintip aku?”

 

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang  manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.


Pas de commentaire
26
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status