Share

Harga Sebuah Kepercayaan

Author: Chatrin
last update publish date: 2026-10-27 13:18:51

“Kalau kita tidak bisa membuktikan siapa yang bersalah, kita juga tidak berhak menunjuk siapa yang harus disalahkan.”

Valeria Flores meletakkan laporan simulasi bisnis di tengah meja.

Pagi itu, ruang diskusi Academia Real de Velmora terasa lebih panas daripada biasanya. Bukan karena pendingin ruangan rusak, melainkan karena empat mahasiswa di dalamnya mulai menyadari bahwa tugas akademik mereka telah menyentuh sesuatu yang lebih rumit daripada angka-angka di atas kertas.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TUAN MUDA AKADEMI TEROBSESI PADAKU   Pelukan yang Tidak Bisa Menyembuhkan

    Pagi itu, Valeria datang ke Academia Real de Velmora dengan perasaan yang jauh dari kata tenang.Tidurnya tidak nyenyak. Sejak malam sebelumnya, pikirannya terus dipenuhi berbagai kejadian yang membuatnya muak. Ia masih teringat bagaimana namanya dicantumkan dalam catatan pengamatan keluarga Valencia, seolah-olah seluruh perjuangannya selama ini hanya bagian dari eksperimen seseorang.Hari yang buruk ternyata belum selesai.Pagi-pagi sekali, Isabella meneleponnya. Pemilik tempat tinggal mereka meminta pembayaran yang tertunda, sementara pekerjaan tambahan yang selama ini diandalkan ibunya terpaksa dihentikan karena pemilik usaha mengalami masalah keuangan. Isabella berusaha terdengar biasa saja, bahkan sempat melontarkan candaan agar Valeria tidak khawatir.Namun, Valeria mengenal suara ibunya.Ia tahu perempuan itu sedang menahan kecemasan.Setelah telepon berakhir, Valeria hanya mampu menatap layar ponselnya cukup lama.

  • TUAN MUDA AKADEMI TEROBSESI PADAKU   Aku Bukan Bagian dari Permainanmu

    Valeria tidak tidur nyenyak malam itu.Dokumen yang diterimanya dari panel evaluasi terus terbayang dalam pikirannya. Namanya tercantum berdampingan dengan Alejandro, disertai catatan yang menyebutkan bahwa respons laki-laki itu harus diamati selama simulasi berlangsung.Semakin lama membacanya, semakin besar rasa muak yang memenuhi dadanya.Selama berminggu-minggu, ia menghabiskan waktu untuk menganalisis laporan, memeriksa angka, dan mempertahankan keputusan tim. Ia bahkan harus menghadapi tuduhan yang tidak pernah dilakukannya.Sekarang, ia mengetahui bahwa mungkin sejak awal ada orang yang sengaja menjadikan keberadaannya sebagai bagian dari pengamatan.Apakah semua kerja kerasnya hanya menjadi alat untuk menguji seorang pewaris?Tidak.Ia menolak menerima kemungkinan itu.Valeria meletakkan ponsel di meja dengan gerakan kasar. Rahangnya mengeras, sementara jemarinya mengepal di atas selimut.Ia membenci hasil seperti itu. Hasil yang menghapus nilai kerja keras seseorang dan mengg

  • TUAN MUDA AKADEMI TEROBSESI PADAKU   Orang yang Mereka Percayai

    Pukul tujuh lewat lima belas menit, Valeria sudah berdiri di depan ruang kepala akademi.Ia datang lebih awal karena tidak ingin membicarakan dokumen itu di tengah keramaian. Nama Dr. Emilio Vargas tercantum sebagai pihak yang menyetujui distribusi ringkasan Aurelia Global sebelum simulasi dimulai. Namun, sebuah tanda tangan tidak cukup untuk membuktikan adanya pelanggaran.Valeria memahami itu.Justru karena itulah ia ingin mendengar penjelasan langsung.“Kau datang lebih awal.”Suara Alejandro terdengar dari belakang.Valeria menoleh. Laki-laki itu berjalan mendekat dengan seragam hitam yang rapi dan rambut yang masih sedikit basah, seolah baru selesai mandi sebelum berangkat.“Kau juga,” balas Valeria.“Aku tidak bisa tidur nyenyak.”“Karena memikirkan sidang?”“Karena seseorang mengirim pesan bahwa kami perlu berbicara dengan kepala akademi, lalu tidak menjelaskan lebih jauh.”Vale

  • TUAN MUDA AKADEMI TEROBSESI PADAKU   Harga dari Sebuah Pengakuan

    Amplop itu terasa lebih berat daripada selembar kertas biasa.Valeria berdiri di depan ruang Dr. Emilio Vargas, menimbang apakah ia harus langsung mengetuk pintu atau menunggu sampai pikirannya lebih tenang.Rafael Valencia telah menyerahkan dokumen tersebut untuk diperiksa secara resmi. Itu berarti Valeria tidak memiliki alasan untuk membukanya sendiri.Ia mengetuk tiga kali.Tok! Tok! Tok!“Masuk.”Dr. Vargas sedang berbicara dengan seorang staf administrasi ketika Valeria memasuki ruangan. Begitu melihat amplop di tangannya, ia menghentikan percakapan.“Apa itu?”“Pak Rafael Valencia meminta saya menyerahkannya kepada Anda. Katanya, dokumen di dalamnya harus diperiksa secara resmi.”Dr. Vargas segera berdiri.“Apakah Anda membukanya?”“Tidak.”“Bagus. Letakkan di sini.”Valeria menyerahkan amplop tersebut. Staf administrasi mencatat waktu penerimaan, kemudian memer

  • TUAN MUDA AKADEMI TEROBSESI PADAKU   Rahasia yang Tidak Pernah Diketahui Alejandro

    Valeria membaca kalimat itu untuk ketiga kalinya.Permintaan salinan khusus untuk keperluan evaluasi pewaris.Tulisan tersebut tidak membuktikan bahwa Alejandro melakukan kecurangan. Namun, keterlibatan Rafael Valencia membuat persoalan ini jauh lebih rumit daripada sekadar keberatan akademik.“Apakah dokumen ini membuktikan bahwa Alejandro mengetahui isi ringkasan tersebut sebelum simulasi dimulai?” tanya Valeria.Perempuan dari panel evaluasi menggeleng.“Belum. Kami baru memastikan bahwa ringkasan pernah diminta dan dikirim. Kami masih harus memeriksa waktu penerimaan, isi dokumen, serta apakah informasi tersebut memengaruhi keputusan tim.”“Kalau begitu, saya tidak bisa memberikan kesimpulan tentang Alejandro.”“Kami tidak meminta Anda menjatuhkan kesimpulan. Kami hanya membutuhkan keterangan yang sesuai dengan apa yang Anda ketahui.”Valeria mengangguk.“Kalau begitu, saya ingin mencatat satu hal.

  • TUAN MUDA AKADEMI TEROBSESI PADAKU   Pewaris yang Dituduh

    Nama Alejandro Valencia tercetak jelas di halaman pertama berkas keberatan.Namun, alasan yang menyertainya membuat Dr. Emilio Vargas mengernyit.Dugaan konflik kepentingan yang tidak diungkapkan.Pukul delapan pagi, Alejandro, Valeria, Gabriel, dan Catalina dipanggil ke ruang administrasi akademi. Di luar ruangan, beberapa mahasiswa telah berkumpul. Kabar tentang keberatan terhadap pewaris keluarga Valencia rupanya menyebar lebih cepat daripada pengumuman resmi.Alejandro masuk tanpa menunjukkan kegelisahan. Seragam hitamnya rapi, dasinya terpasang sempurna, dan wajahnya setenang biasanya. Hanya gerakan ibu jarinya yang sesekali mengusap sisi telunjuk mengisyaratkan bahwa ia sedang menahan sesuatu.Valeria mengenali kebiasaan itu.Dahulu, Alejandro melakukannya setiap kali menghadapi masalah yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan uang atau perintah.Aneh, pikirnya. Aku masih mengingat hal-hal kecil tentang dirinya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status