LOGINDi kota Madrid yang dipenuhi keluarga bangsawan, konglomerat, dan rahasia kekuasaan, Academia Real de Velmora berdiri sebagai simbol prestise tertinggi. Tempat para pewaris kerajaan bisnis dididik untuk menjadi penguasa masa depan. Dan tempat orang miskin seperti Valeria Flores seharusnya tidak berada. Valeria hanya ingin lulus dengan tenang. Setelah keluarganya hancur karena perjudian ayahnya, ia hidup bersama ibunya yang trauma terhadap pria kaya dan dunia penuh kekuasaan. Dengan sisa tabungan dan kerja kerasnya, Valeria berhasil masuk akademi elit paling bergengsi di Spanyol. Namun semuanya runtuh saat seorang pria duduk di sebelahnya pada hari pertama sekolah. Alejandro Valencia—pemimpin Elite Council. Pewaris keluarga Valencia. Pria kaya yang bahkan guru tidak berani lawan. Dan jugamasa lalu yang paling ingin Valeria lupakan. Pria yang lebih suka menghancurkan masalah daripada membicarakannya. “Aku tidak butuh kau menyelamatkanku,” ujar Valeria dingin. “Tapi aku ingin,” jawab Alejandro tenang. bagi Alejandro, masa depan tidak pernah rumit. Hanya akan ada Valeria pada kehidupan yang sudah ia rencanakan diam-diam untuk mereka berdua sejak lama. Di tempat paling elit dan paling kejam untuk jatuh cinta, kebencian lama, luka masa lalu, dan cinta yang tidak pernah mati perlahan bertabrakan.
View MorePagi itu, Valeria datang ke Academia Real de Velmora dengan perasaan yang jauh dari kata tenang.Tidurnya tidak nyenyak. Sejak malam sebelumnya, pikirannya terus dipenuhi berbagai kejadian yang membuatnya muak. Ia masih teringat bagaimana namanya dicantumkan dalam catatan pengamatan keluarga Valencia, seolah-olah seluruh perjuangannya selama ini hanya bagian dari eksperimen seseorang.Hari yang buruk ternyata belum selesai.Pagi-pagi sekali, Isabella meneleponnya. Pemilik tempat tinggal mereka meminta pembayaran yang tertunda, sementara pekerjaan tambahan yang selama ini diandalkan ibunya terpaksa dihentikan karena pemilik usaha mengalami masalah keuangan. Isabella berusaha terdengar biasa saja, bahkan sempat melontarkan candaan agar Valeria tidak khawatir.Namun, Valeria mengenal suara ibunya.Ia tahu perempuan itu sedang menahan kecemasan.Setelah telepon berakhir, Valeria hanya mampu menatap layar ponselnya cukup lama.
Valeria tidak tidur nyenyak malam itu.Dokumen yang diterimanya dari panel evaluasi terus terbayang dalam pikirannya. Namanya tercantum berdampingan dengan Alejandro, disertai catatan yang menyebutkan bahwa respons laki-laki itu harus diamati selama simulasi berlangsung.Semakin lama membacanya, semakin besar rasa muak yang memenuhi dadanya.Selama berminggu-minggu, ia menghabiskan waktu untuk menganalisis laporan, memeriksa angka, dan mempertahankan keputusan tim. Ia bahkan harus menghadapi tuduhan yang tidak pernah dilakukannya.Sekarang, ia mengetahui bahwa mungkin sejak awal ada orang yang sengaja menjadikan keberadaannya sebagai bagian dari pengamatan.Apakah semua kerja kerasnya hanya menjadi alat untuk menguji seorang pewaris?Tidak.Ia menolak menerima kemungkinan itu.Valeria meletakkan ponsel di meja dengan gerakan kasar. Rahangnya mengeras, sementara jemarinya mengepal di atas selimut.Ia membenci hasil seperti itu. Hasil yang menghapus nilai kerja keras seseorang dan mengg
Pukul tujuh lewat lima belas menit, Valeria sudah berdiri di depan ruang kepala akademi.Ia datang lebih awal karena tidak ingin membicarakan dokumen itu di tengah keramaian. Nama Dr. Emilio Vargas tercantum sebagai pihak yang menyetujui distribusi ringkasan Aurelia Global sebelum simulasi dimulai. Namun, sebuah tanda tangan tidak cukup untuk membuktikan adanya pelanggaran.Valeria memahami itu.Justru karena itulah ia ingin mendengar penjelasan langsung.“Kau datang lebih awal.”Suara Alejandro terdengar dari belakang.Valeria menoleh. Laki-laki itu berjalan mendekat dengan seragam hitam yang rapi dan rambut yang masih sedikit basah, seolah baru selesai mandi sebelum berangkat.“Kau juga,” balas Valeria.“Aku tidak bisa tidur nyenyak.”“Karena memikirkan sidang?”“Karena seseorang mengirim pesan bahwa kami perlu berbicara dengan kepala akademi, lalu tidak menjelaskan lebih jauh.”Vale
Amplop itu terasa lebih berat daripada selembar kertas biasa.Valeria berdiri di depan ruang Dr. Emilio Vargas, menimbang apakah ia harus langsung mengetuk pintu atau menunggu sampai pikirannya lebih tenang.Rafael Valencia telah menyerahkan dokumen tersebut untuk diperiksa secara resmi. Itu berarti Valeria tidak memiliki alasan untuk membukanya sendiri.Ia mengetuk tiga kali.Tok! Tok! Tok!“Masuk.”Dr. Vargas sedang berbicara dengan seorang staf administrasi ketika Valeria memasuki ruangan. Begitu melihat amplop di tangannya, ia menghentikan percakapan.“Apa itu?”“Pak Rafael Valencia meminta saya menyerahkannya kepada Anda. Katanya, dokumen di dalamnya harus diperiksa secara resmi.”Dr. Vargas segera berdiri.“Apakah Anda membukanya?”“Tidak.”“Bagus. Letakkan di sini.”Valeria menyerahkan amplop tersebut. Staf administrasi mencatat waktu penerimaan, kemudian memer
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.