Beranda / Romansa / Ta'aruf Rahasia Sang CEO / BAB 76: Senyum yang Menyimpan Racun

Share

BAB 76: Senyum yang Menyimpan Racun

Penulis: MomZa
last update Tanggal publikasi: 2026-06-24 22:06:08

Hari pelaksanaan syukuran tahunan Oma Aisyah tinggal menghitung jam. Di dalam apartemen, ketenangan pagi terusik oleh getaran gawai yang bertubi-tubi. Berita miring dari grup internal keluarga besar Al-Fahri mulai merembes keluar. Cynthia dan para sepupu yang loyal kepada Tante Rania telah meluncurkan strategi baru mereka yang jauh lebih rapi. Tidak ada teriakan atau konfrontasi fisik yang kasar, melainkan penyebaran narasi manipulatif yang dibungkus dengan senyuman sosial yang manis.

Potongan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   BAB 140: Tenang yang Ternyata Palsu

    Langkah kaki Reyhan terasa sedikit lebih ringan saat melangkah keluar dari halaman rumah keluarga besar. Pengumuman dimajukannya rapat pemegang saham luar biasa memang seperti vonis mati bagi kariernya, tetapi respons tenang yang ia tunjukkan di hadapan para paman setidaknya berhasil menahan gelombang prasangka buruk yang lebih parah.Di dalam mobil dalam perjalanan kembali ke rumah lama pinggiran kota, Malikha duduk di sampingnya. Ia melirik suaminya dengan binar mata yang dipenuhi rasa bangga."Mas Reyhan luar biasa tadi," tutur Malikha lembut, memecah keheningan di antara mereka. "Mas berhasil mengendalikan ego dan tidak terpancing provokasi Om Burhan. Cara Mas menerima pembekuan itu dengan adab yang tinggi justru membungkormu mulut orang-orang yang menuduh Mas tidak objektif."Reyhan tersenyum tipis, menghembuskan napas panjang sembari menatap jalanan di depannya. "Aku tidak akan bisa melakuka

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   BAB 139: Ditekan dari Arah yang Salah

    Pagi hari di halaman samping rumah keluarga Al-Fahri terasa begitu mencekam. Pertemuan keluarga besar yang mendadak digelar oleh Om Burhan tidak bertempat di ruang rapat kantor pusat, melainkan di kediaman senior keluarga. Keputusan ini diambil secara cerdik untuk menciptakan tekanan sosial yang kuat dari sanak saudara, sekaligus menghindari pengawasan publik.Reyhan dan Malikha berjalan berdampingan memasuki ruangan. Tatapan dingin dan bisik-bisik miring dari para paman, bibi, serta sepupu langsung menyambut kehadiran mereka. Malikha menggenggam jemarinya sendiri di depan gamisnya, mencoba menata debaran dada sembari mempertahankan adab dan ketenangannya. Di sampingnya, Reyhan melangkah dengan rahang yang mengeras, berusaha menahan amarah yang bergolak di dalam batin."Terima kasih sudah datang, Reyhan, Malikha," panggil Om Burhan dari ujung meja kayu panjang, tersenyum dengan raut prihatin yang dibuat-buat di hadapan belasa

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   BAB 138: Retak Kecil di Depan Orang

    Surat panggilan sidang pleno darurat yang terpampang di layar gawai membangkitkan badai baru sebelum fajar menyingsing. Tanpa menunggu pagi, Reyhan langsung menggunakan akses akun pimpinan senior miliknya untuk menahan draf keputusan pencopotan permanen tersebut melalui portal resmi yayasan. Namun, harapan itu hancur berantakan dalam hitungan detik. Layar gawai hanya menampilkan pesan merah tebal: Akses Ditolak. Kewenang Hak Asah Anda Telah Dinetralkan oleh Sekretariat Komisaris.Reyhan mendengkus kasar, melempar gawai itu ke atas meja kayu hingga berdentang nyaring. "Sistem portal pimpinan sudah mengunciku keluar, Malikha! Om Burhan mencabut seluruh hak akses eksekutifku sebelum sidang pleno bahkan dimulai besok pagi. Ini bukan lagi ancaman, ini pembantaian wewenang secara sepihak!"Malikha yang berdiri di dekat lemari pendingin segera menghampiri suaminya. Wajahnya tet

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   BAB 137: Canggung yang Menghangatkan

    Pintu depan tertutup pelan, meninggalkan keheningan tebal setelah kepulangan Pak Maman. Saksi kunci yang paling mereka harapkan telah mundur karena termakan narasi palsu Om Burhan. Kekalahan itu memukul telak benteng pertahanan mental Reyhan. Di ruang tengah rumah lama, pria itu duduk di lantai berbingkai karpet tipis, menyandarkan punggungnya pada kaki sofa kayu dengan tatapan kosong.Malikha berjalan dari arah dapur membawakan segelas air putih hangat. Ia menaruh gelas itu di meja kecil, lalu ikut duduk bersila di atas lantai, menjaga jarak beberapa jengkal dari suaminya demi memelihara adab dan kesantunan yang anggun."Mas Reyhan, minum dulu," panggil Malikha dengan nada bicara yang begitu lembut, mencoba mengurai ketegangan yang membeku di wajah sang suami.Reyhan meraih gelas tersebut, jemarinya bergetar pelan. Suara seraknya memecah keheningan. "Aku gagal lagi, Malikha. Satu-satunya saksi ku

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   BAB 136: Senyum yang Menyimpan Racun

    Suasana pagi di rumah lama pinggiran kota terasa begitu menenangkan saat mentari menembus celah jendela. Di meja makan kayu, Malikha baru saja menuangkan teh hangat ke cangkir Reyhan. Namun, ketenangan privat itu mendadak terusik ketika Hendra datang membawa lembaran draf cetakan dari grup komunikasi internal yayasan Al-Fahri."Ada apa, Hendra?" tanya Reyhan, menghentikan gerakannya yang hendak menyesap teh.Hendra menunduk ragu, lalu meletakkan lembaran draf tersebut di atas meja. "Mohon maaf, Pak Reyhan, Bu Malikha. Om Burhan dan tim dewan baru saja memublikasikan narasi resmi mengenai alasan pembekuan jabatan Anda. Pesannya dikemas sangat halus, seolah-olah dewan sedang berusaha menyelamatkan reputasi keluarga."Reyhan mengambil kertas itu dan membacanya. Wajahnya perlahan memerah, rahangnya mengetat menahan amarah yang meletup. Dalam narasi tersebut, Om Burhan tidak menggunakan kata tuduhan kr

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   BAB 135: Menang Kecil yang Manis

    Malam beranjak hangat di rumah lama pinggiran kota. Sebuah lampu gantung menyala temaram di atas meja kayu sederhana, menerangi dua piring nasi goreng telur buatan Malikha. Aroma bumbu tumis yang harum memenuhi ruang makan kecil itu, menggantikan atmosfer kaku yang biasa menyelimuti meja rapat Al-Fahri."Mas Reyhan, dicoba dulu," tutur Malikha lembut sembari menarik kursi kayu untuk duduk di hadapan suaminya. Ia tetap menjaga jarak dan adab kesantunan yang anggun, menatap Reyhan dengan binar mata yang Teduh.Reyhan memegang sendoknya, lalu menyuapkan porsi kecil ke dalam mulutnya. Sebuah senyuman tulus yang sudah lama menghilang akhirnya terbit di wajah pria itu. "Masakanmu selalu punya cara untuk menenangkan pikiranku, Malikha. Di sini, tanpa gelar CEO dan riuk-piuk kantor pusat, rasa makanannya justru jauh lebih nikmat.""Alhamdulillah jika Mas menyukainya," balas Malikha dengan rona merah tipis

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   BAB 69: Bayangan Bab Berikutnya

    Malam kembali turun menaungi kota, membawa sisa-sisa ketegangan dari ruang sidang pleno yang baru saja ditunda. Manuver agresif Tante Rania untuk menggabungkan paksa aset panti asuhan berhasil ditahan untuk sementara waktu berkat intervensi mendadak dari dewan penasihat hukum senior Al-Fahri. Meski

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   BAB 29: Bayangan Bab Berikutnya

    Malam yang tenang kembali menyelimuti apartemen setelah badai pesan singkat dari Clarissa meredakan tawa kecil mereka. Di atas meja makan, cangkir teh yang mulai mendingin menjadi saksi bisu dua pasang mata yang menatap lurus ke depan, merenungi bayangan konflik baru yang mulai bersemi sebelum lu

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   Bab 7: Demi Melindungimu

    "Pak Reyhan, apa Anda sadar dengan apa yang baru saja Anda ucapkan?"Petugas berwajib menatap Reyhan dengan pandangan serius. Ruangan itu kini dilingkupi keheningan yang mencekam. Semua orang menahan napas, tidak percaya dengan keputusan gila yang diambil oleh sang CEO muda."Saya sadar sepenuhnya,

  • Ta'aruf Rahasia Sang CEO   Bab 6: Jebakan Sempurna dan Pengorbanan Suami

    Ruang pemeriksaan di lantai eksekutif terasa sedingin es. Malikha duduk di sebuah kursi kayu dengan kedua tangan yang saling meremas di atas pangkuan. Di hadapannya, bukan lagi sekadar auditor internal, melainkan dua orang petugas berwajib berseragam lengkap yang sengaja didatangkan oleh kubu Ibu K

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status