Share

Bab. 239.

Auteur: Zayn Z
last update Dernière mise à jour: 2025-09-20 17:36:34

Bab. 239.

“Katakan…kau siapa? Dari suaramu aku tahu jika kau bukanlah Tu Man!” ujarnya dengan dingin, Ming Zu memancarkan aura ranahnya yang berada di ranah Pertapa Sakti tingkat akhir untuk mengintimidasi Shizi dan semua orang yang datang bersamanya.

Dengan tenang Shizi menjawab, “ Orang yang kau cari sudah mati olehku. Sekarang aku Patriark Klan Tufu yang baru,” jawabnya dengan tenang.

Ming Zu menunjukan wajah terkejutnya.

“Bagaimana mungkin Tu Man bisa mati? Selain itu aku tidak bisa melihat ranah orang ini!” batinnya.

Ming Zu akan berkata namun Shizi mendahuluinya.

“Maaf aku tidak ada waktu untuk berbasa basi, kedatanganku kemari untuk mengembalikan tiga anggota klan mu yang berulah di klan Tufu kami.”

“Aku akan menyambut siapapun yang datang dengan hormat jika bersikap selayaknya tamu. Namun, jika bertingkah, maka bisa Patriark lihat sendiri apa akibatnya,” ujarnya dengan tenang.

Ming Zu yang mendengar kata-kata Shizi tahu jika pemuda tersebut sedang mengejeknya.

“Apa kau sad
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
cerita yg sangat bagus dan menarik
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 303. Tanda bintang dan dunia kecil.

    Bab 303. Tanda bintang dan dunia kecil.Chapter - Flashback.Setelah pertarungan dengan pemimpin Klan Mu, Mu Rong berakhir, Shizi melihat bola miasma hitam yang sebelumnya diserap Mu Rong kini keluar dari tubuhnya.Array delapan pilar dewa yang dibuatnya kembali dikendalikan olehnya untuk memenjarakan bola miasma hitam tersebut.Xiao Mei dan Yue Hua tertegun di tempatnya, mereka benar-benar tak mengerti apa yang sedang dilakukan pemimpin Klan Tufu tersebut.Namun mereka bisa melihat raut wajah serius Shizi yang menandakan jika bola miasma itu pastinya tidak sesederhana yang mereka pikirkan.“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Xiao Mei cepat.“Aku akan menyegel miasma iblis ini karena jika dibiarkan akan menyebar di udara dan itu akan menjadi bencana!” jawabnya tanpa melirik kedua Matriark.Tentunya mereka paham dengan maksud perkataan Shizi dimana pasukan iblis yang sebelumnya mereka lawan pasti akan kembali bangkit oleh miasma tersebut.Terbayang oleh mereka bagaimana miasma iblis itu

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 302. Picatrix

    Bab 302. Picatrix Bugh….Bruk. "Argh!" "Apa yang kau lakukan padaku?" teriak Ning Wen saat melihat di salah satu lengannya terdapat satu mantra yang menempel dan membakar kulit tangannya. Shizi yang mengunci pergerakan Ning Wen di tanah dan yang menempelkan mantra tersebut langsung menyeringai padanya. "Apa perlu kau bertanya padaku sedangkan kau sendiri sudah mengetahui jawabannya?" jelas Shizi yang tak mampu dijawab kembali oleh Ning Wen. Shizi kembali mengangkat kepalan tangannya untuk memukulinya kembali. Tanpa ampun ia menghantamkan kepalan tangannya pada wajah dan tubuh cultivator kegelapan berparas tampan tersebut. "Hentikan, anak muda! L" seru Ning Gang pada Shizi dengan emosi. "Kenapa kau memukulnya?" tanya Ning Gang tampak kesal. "Menurutmu kenapa?" Shizi balik bertanya dengan santai tanpa memperdulikan seruan dari Ning Gang. "Anak muda, jaga ucapanmu! Ia adalah Patriark kami!" jelas seorang pria paruh baya yang yang berada di dekat Ning Gang. Shizi bersikap acuh

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 301. Arti warna

    Bab 301. Arti warnaShizi segera menuju cultivator kegelapan yang berkulit merah. Hal itu dilakukan karena setelah ia memeriksa dua cultivator kegelapan berbeda warna itu, ia menemukan satu hal yang menjadi perbedaan mencolok pada racun yang ada di tubuh para cultivator kegelapan tersebut.Cultivator kegelapan dengan kulit berkulit merah memiliki kadar racun yang terbilang setengah matang. Dengan kata lain, makhluk hidup berkulit hitam yang menjadi parasit di dantian cultivator kegelapan yang dijadikan inangnya baru menguasai setengah dari kesadaran sang inang.Sedangkan cultivator kegelapan dengan kulit berkulit hitam, telah dikuasai sepenuhnya oleh makhluk hidup tersebut. Meski begitu, Shizi masih merasakan keanehan kenapa para cultivator kegelapan berkulit hitam ini karena tidak bersikap agresif seperti yang Matriark Wu Chan sampaikan."Ada hal yang aneh! Berpikir Shizi, berpikir!" ujar Shizi bermonolog sambil memasukan pil pil anti kutukannya pada para cultivator kegelapan berwa

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 300. Merah dan hitam.

    Bab 300. Merah dan hitam.Shizi tertegun karena masih terkejut dengan apa yang terjadi. Ia benar benar tak menyangka jika ada teknik perpindahan jarak jauh tanpa menggunakan media bantu. Kini ia dan Wu Lin, Yu Yan, Yinxuan dan Ninghuan serta Wu Chan berada di satu aula yang luas dengan ornamen indah di tembok dan di sekeliling aula tersebut."Ini adalah teknik perpindahan khusus milik Sekte Bintang Hitam kami, " Ujar Wu Chan yang tau Shizi masih penasaran dengan apa yang terjadi.Wu Chan menatap Shizi untuk beberapa saat lalu angkat bicara setelahnya, “ Master Shizi, kenapa kau begitu saja menolong kami? Padahal sedari awal kau tahu jika aku adalah Cultivator Kegelapan?” tanya Wu Chan penasaran.Dengan tenang Shizi menjawab, “ Tetua Wu Lin dan ketiga nona muda ini saja yang berasal dari aliran putih dan juga berasal dari Sekte Raja Obat tidak mempermasalahkan hal ini. Tentunya itu menjadi pertanda untukku jika Matriark bisa dipercaya.”“Selain itu…jelas ada ikatan tersembunyi diant

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 299. Satu.

    Bab 299. Satu.Shizi mengernyitkan keningnya saat satu pesan telepati dari Wei Lan membuyarkan segala pemikirannya. Tanpa berlama lama, ia bangkit dari tempatnya duduknya.Ia kemudian keluar dari dunia kecilnya lalu menuju ke satu tempat dimana Yu Yan, Yinxuan dan Ninghuan telah menunggunya.Wei Lan di kegelapan antara dua bangunan telah menunggu Shizi di salah satu lorong bangunan tepat di arah bangunan dimana ketiga murid Sekte Raja Obat itu berada. " Tuan, mereka datang membawa dua orang cultivator aliran hitam. Salah satu dari mereka memiliki Raja Pertapa Sakti dan satu lainnya kuperkirakan seorang alkemis." "Selain itu, tampaknya cultivator aliran hitam yang berada di ranah Pertapa Sakti itu mengenal ketiganya," jelas Wei Lan pada Shizi.Shizi mengangguk paham, ia hanya terdiam sambil menatap ke arah kelima orang itu berada dan menunggunya."Apa perintahmu tuan?" potong Wei Lan kembali."Tidak ada, terima kasih atas informasinya," jawab Shizi sambil tersenyum pada Wei Lan.

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 298. Dalang besar.

    Bab 298. Dalang besar.Shizi segera memberikan beberapa saran pada Hao Rang yang ditunjuk sementara sebagai pemimpin dari kota Xian. Semua patriark sepakat menjadikannya pemimpin kota sementara mengingat kedekatannya dengan Shizi.Shizi sendiri memberi saran untuk perbaikan dari dalam terlebih dahulu yang artinya apa yang terjadi di dalam kota menjadi prioritas utama untuk diperbaiki. " Master Shizi, lalu bagaimana dengan para cultivator aliran hitam itu?" tanya Ceng Da. "Lebih baik melihat dulu pergerakan apa yang akan mereka lakukan! Dengan apa yang terjadi saat ini kukira belum tentu cultivator aliran hitam ini akan menyerang." "Namun untuk berjaga jaga, aku menyarankan pemasangan array kota untuk mengantisipasi serangan yang ada," ujar Shizi santai namun tidak bagi para patriark yang ada."Sayangnya kita tak memiliki ahli array seperti itu!" Ujar Hao Rang apa adanya"Ya, kota Xian ini hanya memiliki ahli array bintang dua. Meski kita bisa membuat pembatas, namun itu hanya arra

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status