Share

Bab 416 Menjemput Rosa

Author: Sora Archery
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-13 22:00:25

Mayang reflek bangkit dari pangkuan Bimo dan langsung menghampiri Sella.”Apa yang terjadi pada Rosa?! Katakan yang jelas Sella!”

Bimo ikut berdiri dan ikut menghampiri mereka dan berdiri tepat di sebelah mama mertuanya itu.

Sella mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah video pada mereka.

Mata mereka seketika terbelalak saat melihat video mesum Rosa bersama salah satu anggota DPR yang sudah memiliki tiga orang istri.

Mayang menutup mulutnya dengan tatapan tak percaya.”R-Rosa?! Tidak
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (11)
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
ampun dah Rosa ini. pengen ku getok
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
nah lho kena grebek kan
goodnovel comment avatar
AlbyMalik
naaahhh kan rosaaa bukannya tadi langsung pulang akhirnya kena labrak luu ama bini tuaaa tambah viral dahh luu
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 435 Kejutan

    Datuk Maringgi mengisap rokok kreteknya dalam-dalam hingga baranya menyala terang, lalu menyemburkan asapnya seraya menyunggingkan senyum penuh arti.​”Kuncinya hanya satu, Cucuku... Kendalikan pikiran dan pusat energimu. Kunci semuanya dengan erat di bawah pusarmu!” jawab Datuk Maringgi seraya mengetukkan ujung tongkat kayunya tepat ke arah perut Bimo.​”Saat tujuh siluman ular itu mulai merayap, melilit tubuhmu dan menyemburkan hawa perangsangnya, jangan sekali-kali kamu membiarkan matamu menikmati keindahan tubuh semok mereka. Begitu kamu memandangnya dengan bergairah, maka energi Tapa Bayu Sukma-mu akan langsung bocor dan mengalir ke lubang-lubang penghisap milik mereka!” jelas Datuk panjang lebar. ​“Jadi... aku harus memejamkan mata dan menahan gejolak nafsu itu sampai pertapaan selesai, Kek?” tanya Bimo dengan alis berkerut heran. Datuk kembali menghembuskan asap rokoknya. ​“Bukan cuma memejamkan mata, tapi alirkan seluruh gairah yang bergejolak itu menjadi tenaga dalam!”“Uba

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 434 Cara Terbebas dari Empot-empot Ular

    “D-dia adalah orang yang… . “ belum sempat Ari menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba seekor ular cobra muncul di tengah mereka. “AHKKK ULAR!! AHKKKK!! TOLONGG!!” teriak Ari ketakutan dan tanpa sadar melepaskan pegangan tangannya dari Bimo. “ARIII!!” teriak Bimo saat melihat karyawan yang sudah mengkhianati dirinya jatuh ke dalam jurang yang sangat dalam dan gelap. Tangannya seketika gemetar. Tubuhnya membeku di tempat, mengabaikan ular cobra yang masih berada di dekatnya. Kejadiannya begitu cepat, perlahan dia menarik kembali tangannya dan terduduk lemas di pinggir jurang. Di waktu yang bersamaan, Datuk Maringgi dan kedua khodam harimaunya kembali muncul di hadapannya. “A-aku gagal menyelamatkannya, Kek. Padahal sebentar lagi, dia akan mengatakan siapa orang yang sudah membantunya untuk menghancurkanku,”ucap Bimo dengan masa suara bergetar. Datuk Maringgi sedikit menunduk dan menepuk bahunya Bimo.”Cucuku, hidup dan mati seseorang adalah takdir sang Maha pencipta. Jangan salahkan d

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 433 Dalang Utama

    ​”Uhukk... Uhukk!” Ari terbatuk-batuk seraya menyemburkan sedikit bercak darah dari sudut bibirnya yang robek. Mata pria itu mendelik menatap Bimo, terlihat rasa takut dan kebencian di dalamnya. ​Bimo tidak membiarkan pegangannya mengendur sedikitpun dan menatap tajam pada Ari. “Jawab, bajingan! Jangan pura-pura tuli! Kamu yang menyabotase bahan kopi dan bubuk matcha yang ada di pabrikku waktu itu, kan?! Kamu adalah dalang yang sebenarnya dan mengkambinghitamkan si Ujang?!” “Ahahaha... Uhuk! Kalau iya... memangnya kenapa, Pak?” kekeh Ari dengan susah payah. ​”Ya! Memang…saya pelakunya! Saya…yang sudah merusak….bahan baku….dan bubuk matcha…itu dengan bahan….kimia di dalam…gudang penyimpanan! Saya juga….yang sudah memasukkan….zat pewarna tekstil…di kopi varian terbaru kita!” “Kenapa kamu melakukan semua ini?! Katakan?! Apa semua yang saya berikan padamu tidak cukup?! Kamu benar-benar sangat mengecewakan Ari!” ucap Bimo kecewa sekaligus hancur. Selama ini Ari selalu menemaninya dari

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 432 Pengkhianat

    ​”Mampus kamu, Bimo! Matilah kamu malam ini!” seru pria berpakaian hitam itu dengan nada lantang di tengah kegelapan malam. “Suara ini…seperti suara… tidak mungkin… “gumamnya tak percaya. Tepat saat Kuncen itu hendak menancapkan kerisnya keatas foto Bimo, hembusan angin yang sangat kencang menghempaskan papan altar hingga hancur berkeping-keping. Api lilin pemujaan juga ikut padam dalam hitungan detik. “AHKKK!!” si Kuncen dan pria berpakaian hitam itu langsung terpental ke belakang. Tubuh mereka terjerembab tepat di atas tanah bebatuan. Bahkan keris yang dipegang si Kuncen ikut terjatuh dan menghilang entah kemana. ​”APA-APAAN INI?!” teriak Kuncen itu seraya berusaha untuk bangkit dan menatap ke sekelilingnya dengan waspada. ​Pria berbaju hitam itu ikut terperanjat dan buru-buru menyalakan pemantik api di tangannya dengan tubuh gemetar.Klik! Saat api dari pemantik itu menyala, terlihat dua sosok harimau hitam dan putih mengaum keras tepat di hadapan si Kuncen dan pria berpakai

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 431 Siapa Dia?

    Di bawah cahaya lilin, dia dapat melihat dengan jelas foto dirinya di balik dupa yang baru saja dibakar, mengepulkan asap tipis yang tertiup oleh semilir angin. Aromanya bercampur dengan aroma kemenyan dan bau amis yang sangat menusuk, membuat perutnya seketika bergejolak dan ingin muntah saat menciumnya. “Siapa pria itu? Dan kenapa fotoku ada disana? Apa dia berniat buruk padaku?” batinnya resah. Ada seorang Kuncen yang berdiri pria berbaju hitam itu. Si Kuncen memakai baju jarik dan blangko yang sering dipakai Datuk Maringgi. Beliau menggoyangkan sebuah lonceng kuningan di tangannya. ​Kuncen tua itu menghentakkan keris kecilnya ke bawah tanah, lalu kembali merapalkan mantra Jawa kuno. ​”Anila banyu gondo mayit, ingsun celuk sakabehing khodam panyedot nyawa... Niat ingsun ngiket sukmane, ngrusak ragane... Bimo!” Bimo tersentak kaget saat mendengar namanya disebut dalam mantra itu. Apakah dia akan ditargetkan sebagai korban pesugihan?! ​”Rontokna balung getihe, leme

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 430 Foto Dibalik Dupa

    Ke-enam siluman ular itu secara bersamaan menjulurkan lidah panjang dan bercabang mereka lalu menjilati keperkasaan monster milik Bimo yang masih keras dan menegang sempurna. “Ouhh… . Eummm…” desah Bimo seraya merem melek menikmati jilatan mereka yang licin, basah, dan hangat. Lidah mereka yang sangat panjang sesekali membelit batang beruratnya dengan erat, menciptakan sensasi geli dan nikmat yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hisapannya jauh lebih mantap dibandingkan saat dihisap oleh wanita biasa. “Ya, hisap seperti itu ular-ular jalang…siapa yang duluan membuatku keluar akan mendapatkan giliran selanjutnya,” geram Bimo yang kini sepenuhnya dirasuki monster racun Gaharu Hitam. Datuk dan kedua khodam harimaunya hanya bisa menelan ludah saat melihatnya. “Apes-apes, menang banyak cucuku itu. Kasihan milikku ini belum sempat muntah tapi dicampakkan begitu saja,” ucap Datuk seraya tertunduk lemas menatap ke arah batangnya yang sudah layu dan keriput. “AUMMMM!!” lolong kedu

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status