Share

Bab 619

Author: Sora Archery
last update publish date: 2026-10-09 23:37:01

Hari kedua menikmati tempik Sekar dan Ayu yang sepet-sepet mampus memijat dan menelan batang Bimo hingga tetes terakhir. Kali ini mereka tidak genjotan di kamar melainkan di sungai.

Kebetulan semua ibu-ibu sudah habis nyuci dan mandi. Jadi mereka bisa genjotan tanpa takut ketahuan warga. Mayang berjaga-jaga agar tidak ada orang yang memergoki mereka sambil merekam aksi Bimo menikmati dua lubang wanita desa secara bergantian di atas batu besar.

“Gimana Bimo? Bagaimana rasa lembah madu mereka di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Viva Oke
mana tahan ya Sekar klo suruh diam di sodok belut Bimo yg besar koq
goodnovel comment avatar
AlbyMalik
lagian ya olohhh di sungai tempat terbuka rasanya lebih menantang kali yaaa
goodnovel comment avatar
AlbyMalik
ealaahhh sekar brisik daaaahhh wkwkwkwkkw kan jadi dicurigain
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 619

    Hari kedua menikmati tempik Sekar dan Ayu yang sepet-sepet mampus memijat dan menelan batang Bimo hingga tetes terakhir. Kali ini mereka tidak genjotan di kamar melainkan di sungai.Kebetulan semua ibu-ibu sudah habis nyuci dan mandi. Jadi mereka bisa genjotan tanpa takut ketahuan warga. Mayang berjaga-jaga agar tidak ada orang yang memergoki mereka sambil merekam aksi Bimo menikmati dua lubang wanita desa secara bergantian di atas batu besar.“Gimana Bimo? Bagaimana rasa lembah madu mereka di sungai seperti ini?” tanya Mayang sambil melihat ke sekitarnya.“Rasanya lebih legit dan menjepit Ma,” jawab Bimo tanpa mengurangi kecepatan pompaan batangnya di dalam lubangnya Sekar sementara dua jari besarnya mengocok goa kenikmatan Ayu.“Ouhhh enak banget Tuan. Sodok terus!!” desah Sekar dan Ayu bersamaan.“Stttt, jangan kencang-kencang! Nanti ada yang dengar,”Bimo langsung merunduk, merapatkan dada bidangnya ke dada montok Sekar lalu membungkam bibir wanita itu dengan ciuman panasnya. Slrr

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 618

    “Aduh gimana ini?! Ada Kang Didin datang ke Villa ini!! Aku lagi nggak pakai baju pula!!” seru Sekar panik.“Cepat kalian ke kamar dan pakai daster. Biar aku saja yang menemui suamimu di depan,” perintah Bimo.“Baik Tuan!” sahut Sekar dan Ayu sebelum ngacir ke kamar mereka masing-masing.Bimo meneguk minumannya sekali lagi sebelum bangkit lalu melangkah keluar dari Villa. Sesampainya di depan, dia melihat seorang pria berumur 40 tahunan, memiliki kulit sawo matang, tinggi sekitar 165 cm, berkumis agak tebal, dan tubuh agak berisi turun dari motor lalu berjalan menghampirinya.“Permisi Tuan, maaf mengganggu pagi-pagi. Saya kemari mau cari istri saya, Sekar,” ucap Kang Didin sopan.“Sekar masih ada di dalam nyuci piring. Sebentar lagi di keluar,” kilah Bimo dengan cepat.Tak lama kemudian Sekar datang lengkap dengan mengenakan daster batik terusan panjang di tubuhnya.“Kang Didin ngapain datang kemari?” Sekar hari Minggu baru balik ke rumah,” tanya Sekar seraya berjalan tergopoh-gopoh m

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 617

    Kalau lubang satunya tersumbat mama ada lubang lain yang bisa digalih. Begitulah peribahasa yang cocok menggambarkan Bimo saat ini.Jepitan lubang wanita desa memang ada sepet-sepetnya dibandingkan wanita di kota. Mungkin karena mereka lebih rajin bergerak daripada rebahan, makanya lebih legit dan enak.Tiap kali mendorong pinggulnya, area lubang Sekar dan Ayu ikut masuk ke dalam menelan batangnya yang super besar. “OUHH TUAN!! GENJOT LEBIH KERAS!! HANCURKAN TEMPIKKU!!” pekik Sekar yang sudah kehilangan kesadarannya.“Bimo sepertinya kamu menikmati sekali punya mereka. Lihat lubang mereka sampai memerah dan makin lebar gara-gara kamu genjot terus tanpa henti Sayang,” bisik Mayang seraya memainkan lato-latonya yang piawai.“Iya Ma…tapi masih enakan Mama kok,” jawab Bimo dengan nafas memburu.“Mama sengaja nyari pembantu wanita desa yang tempiknya tembem. Biasanya semakin tembem semakin enak. Mereka juga bersih dan jarang main sama suami mereka. Bukit kembar mereka juga gede jadi bisa

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 616

    Malam harinya Bimo sudah menunggu Mayang di atas ranjang. Dia hanya mengenakan sarung tanpa memakai celana dalam sama sekali.Ceklek Mayang masuk ke dalam kamar dengan mengenakan daster mini yang biasa dipakai oleh mama mertuanya itu di rumah. “Loh, Ma. Kenapa Mama cuma pakai daster?” tanya Bimo heran. Biasanya mama mertuanya itu pakai lingerie seksi jika ingin bercinta dengannya.“Maaf ya Bim, Mama semalam tiba-tiba datang tamu bulanan. Jadi kita gak bisa genjotan deh malam ini. Tapi…Mama punya kejutan lain buat kamu. Mama gak mau kamu kecewa selama berada disini,” Mayang menepuk tangannya beberapa kali seolah memberi kode pada seseorang.Tak lama kemudian, pintu kamar kembali terbuka lebar. Mata Bimo seketika terbelalak kaget saat melihat Sekar dan Ayu masuk ke dalam dengan mengenakan lingerie seksi menerawang berwarna merah dan pink.“Jadi Mana menyiapkan mereka berdua untuk memuaskanmu malam ini Bimo. Tenang saja, Mama masih gabung kok sama kalian. Sekar, Ayu ayo puasin Tuan sek

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 615

    Bimo mengajak Mayang ke Bogor untuk melihat Villa baru mereka sekaligus liburan kesana berdua saja.Mayang menyandarkan kepalanya di bahu Bimo selama dalam perjalanan. “Bimo, sudah lama Mama menantikan semua ini. Jalan-jalan cuma berdua saja denganmu tanpa diganggu oleh siapapun.” “Iya Ma, aku juga selalu memimpikan hari ini. Hanya ada aku dan Mama,” balas Bimo seraya tersenyum,namun matanya masih fokus melihat ke arah jalanan.“Iya Bimo, pokoknya matikan ponselmu ya. Mama gak mau kalau ada telpon dari orang-orang dirumah yang mengganggu,” pinta Mayang.“Siap Ma,”sahut Bimo seraya mengecup singkat puncak kepala Mayang.Tak terasa akhirnya mereka sampai di tujuan mereka. Bimo dan Mayang keluar dari mobil lalu menurunkan barang-barang dan koper mereka di bagasi. Setelah itu mereka masuk ke dalam Villa baru mereka.Udara di sekitar sangat sejuk sekali dikelilingi perkebunan teh dan pepohonan rindang. Sangat berbeda dengan Jakarta yang penuh hiruk pikuk dan asap kendaraan.“Wah Villanya

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 614

    Tiada hari tanpa bergenjot ria. Bimo sedang menikmati denyutan dinding kewanitaan Mayang yang sedang membungkus miliknya di dalam sana. Meskipun sudah beranak berkali-kali entah kenapa jepitan Mayang terus menjepit dan menyedot batang beruratnya seperti vacum cleaner.Setelah menyemprot cairan panasnya, dia mencabut batangnya yang masih tegang mengeras. Sementara mama angkatnya hanya bisa terkulai lemas sambil menyandarkan tubuhnya di meja makan.“Ouhh Bimo punya Mama sangat penuh dan panas…” desah Mayang dengan kedua kaki bergetar.Semua orang sudah pergi entah kemana. Mereka memilih sarapan di luar, membiarkan Bimo dan Mayang memadu kasih sejenak pagi itu.Bimo kembali menaikkan celananya ke atas dan memberikan ciuman di kening Mayang. “Makasih banyak ya Ma. Sekarang Mama istirahat saja. Biar aku yang masak untuk kita.” “OUHHH JUNOO!! IYA DISITU SAYANG!!” pekik Sella di dalam kamarnya Juno.“Loh, Sella nggak berangkat kerja ya? Ngapain dia di kamar Juno?” tanya Mayang seraya berdir

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status