Partager

Bab 68 Kedatangan Pak Rangga

Auteur: Sora Archery
last update Date de publication: 2026-03-25 19:43:05

“Sayang? Apa kamu sedang ada di dalam?! Buka pintunya Sayang! “ Terdengar suara Pak Rangga, Bosnya Bimo yang tak lain adalah suaminya Bu Arini di balik pintu.

Bimo seketika panik saat mendengar suara Pak Rangga di luar sana.”B-Bu Arini, di luar a-ada Pak Rangga! Tolong lepaskan sekarang Bu!

Bu Arini seolah tidak mendengarkan perkataan Bimo, wanita itu bergerak cepat menghisap dan menjilati batang keperkasaan Bimo sambil memijatnya dengan sebelah tangannya. Bimo mendesis nikmat tatkala lidah B
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (12)
goodnovel comment avatar
Shafeeya Humairoh
bisa aja arini ngelez, yah sudahlah hampir ketahuan jiga kan
goodnovel comment avatar
Iin iin
apa Tiara jg nanti akan jdi korban Bimo?
goodnovel comment avatar
Iin iin
wah ketauan Tiara nih
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 494 Ilusi Sukma Kalbu

    Bimo melongo saat melihat pesan tersebut. Sejak kapan Kakek punya WA dan menyimpan nomornya? Makhluk gaib sekarang sudah mengikuti perkembangan zaman ternyata. “Godaan yang lebih besar dari godaan siluman ular kepala 7? Kira-kira godaan seperti apa ya?” batinnya. Sella sedikit mengguncang pelan bahunya Bimo.” Sayang, ada apa? Siapa yang kirim pesan?” Bimo menggeleng pelan seraya menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celana.”Bukan apa-apa, hanya pesan dari Staff kantor. Ayo kita pulang.” Sella tidak lagi banyak bertanya lalu mereka kembali melangkah pulang ke rumah. ***Malam Jum'at KliwonAngin malam bertiup amat dingin menusuk tulang. Bimo sampai di hutan larangan di pinggiran desa Sukosari. Suasana sunyi senyap, diiringi suara jangkrik dan kepakan sayap burung hantu yang bertengger di dahan pohon tua.​Bimo melangkah menembus kegelapan malam, berbekal senter di tangannya. Dia berjalan dengan hati-hati karena takut terperosok ke tebing yang begitu curam. Entah kenapa Datuk m

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 493 Tahan Nafsu

    “J-JANGAN PAK BIMO! SAYA MOHON JANGAN!!” teriak Pak RT dan Pak Budi berbarengan.​Tanpa memperdulikan gengsi dan harga diri lagi, Pak RT langsung menyusul Pak Budi berlutut di bawah lantai. Pria itu bersujud tepat di depan kaki Bimo dengan tubuh gemetar ketakutan. ​”Tolong kasihanilah saya, Pak Bimo! Saya mengaku salah! Saya khilaf... saya cuma gelap mata karena uang! Jangan laporkan saya ke polisi... bisa hancur nama baik saya sebagai ketua RT! Anak istri saya mau makan apa kalau saya masuk penjara?!”​Bu RT yang masih terduduk di atas bangsal ikut menatap Bimo dengan mata berkaca-kaca. “Iya, Pak Bimo... ampuni suami saya yang bodoh ini. Kasihanilah jabang bayi di perut saya, anak kita… “ _​Bimo menghentikan gerakan jarinya di layar ponsel seraya tersenyum miring menatap dua pria yang sedang berlutut tepat di bawah kakinya. ​”Saya bisa saja membatalkan niat saya untuk menelepon Polisi malam ini..." ucap Bimo sedikit memberikan jeda yang membuat nafas Pak RT dan Pak Budi tertahan d

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 492 Pemerasan

    Tubuh Bu RT digotong oleh para warga ke dalam gerobak beramai-ramai lalu didorong oleh Pak RT dan Pak Budi menuju klinik terdekat. Bimo juga terpaksa ikut karena tidak ingin dianggap lari dari tanggung jawab. Sesampainya di klinik, mereka bertiga bahu-membahu membawa Bu RT masuk ke dalam dan membaringkannya di atas bangsal. “Dok! Tolong istri saya Dok! Periksa apakah kandungannya baik-baik saja?!” seru Pak RT panik, lebih tepatnya panik karena akan kehilangan uang 10 Milyarnya. “Baik Pak, tolong sedikit menjauh dan berikan saya ruang untuk memeriksanya,”ucap Dokter tersebut seraya memakai stetoskop di kedua telinganya. Bimo dan yang lain sedikit menjauh, memberikan ruang agar Dokter itu bisa leluasa memeriksa keadaan Bu RT. Setelah menunggu beberapa lama, Dokter itu menurunkan stetoskopnya dan berbalik menghadap ke arah mereka bertiga. Pak RT mengguncang kedua bahu Dokter itu.”Dok?! Bagaimana?! Apa anak yang dikandung oleh istri saya selamat?! Saya tidak bisa kehilangan tambang e

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 491 10 Milyar Hampir Hilang

    “Bu RT?! Apa yang terjadi padanya?!” batinnya terperanjat saat melihat kondisi Bu RT saat ini. Di waktu yang bersamaan, Pak Budi yang baru saja keluar sambil memegang payung langsung berteriak dengan suara menggelegar mengalahkan gemuruh hujan yang semakin riuh. “TOLONGG!! BU RT DITABRAK OLEH PAK BIMO!!” teriak Pak Budi. Para warga berbondong-bondong keluar dan berdiri di halaman rumah mereka masing-masing dengan ekspresi syok dan terkejut. “IBU!!” Pak RT langsung berlarian menembus derasnya hujan lalu bersimpuh tepat di sebelah tubuh Bu RT yang masih tergeletak tak berdaya di atas aspal. Kedua tangan pria itu mengguncang kedua baju istrinya.”BU!! BANGUN BU!! APA YANG TERJADI PADAMU?!” Tidak ada sahutan yang keluar dari mulut Bu RT meski Pak RT sudah menabok wajahnya bolak-balik, tapi tetap saja wanita gemuk itu tergeletak tak berdaya seperti mermaid. Pak RT perlahan berdiri tegak seraya menatap Bimo dengan tajam, tanpa aba-aba pria itu memberikan pukulan telak hingga

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 490 Siapa Yang Tergeletak Di Jalan?

    “Papa! Papa kenapa, Pa?!” pekik Cindy panik melihat reaksi papanya yang mendadak kejang-kejang seperti orang epilepsi. ​Dengan sigap, Cindy menyambar tisu di atas nakas dan mengusap air liur yang menetes dari sudut bibir Pak Darsono. Wajahnya terlihat panik dan matanya berkaca-kaca saat menatap papanya. ​Tante Erni memutar bola matanya malas.”Duh, Darsono...sudah lumpuh begitu masih saja emosian. Nanti kalau pembuluh darahmu pecah lagi baru tahu rasa!” ​”Erni, jaga perkataanmu di depan anakmu,” tegur Pak Toto kepada mantan menantunya itu hingga membuat Erni seketika terdiam dan menutup rapat mulutnya. ​Pak Toto menepuk bahu Bimo seraya tersenyum tipis.​”Nak Bimo... terima kasih sudah menolong anakku, Darsono. Jika kamu tidak cepat-cepat membawanya kemari, mungkin Darsono sudah kehilangan nyawanya.” ​”Sama-sama Pak Toto. Bagaimanapun beliau adalah papa mertua saya. Jadi sudah menjadi kewajiban saya untuk menjaga dan merawatnya,” jawab Bimo seraya melirik ke arah Darsono yang tenga

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 489 Karma Pak Darsono

    Pak RT tersenyum licik seraya mencondongkan tubuhnya ke depan. ​”Saya meminta uang ganti rugi sebesar 10 Milyar!” seru Pak RT tanpa tahu malu. “Selain itu, tangani semua biaya persalinannya sampai anak itu lahir!”​Mendengar tuntutan gila itu, Mayang dan Sella langsung murka. ​”10 Milyar?! Pak RT sengaja ingin memeras kami?! Dasar tidak tahu diri!” seru Mayang naik pitam. ​Bimo mengangkat satu tangannya pelan, mengisyaratkan Mayang dan Sella untuk tetap tenang.“Baiklah, saya akan memberikan uang yang Pak RT minta,” jawab Bimo membuat senyum di wajah Pak RT semakin melebar.”Tapi sebelum saya memberikannya, saya ingin melakukan tes DNA setelah bayi itu dilahirkan.” Senyum di wajah Pak RT seketika menghilang.”Baiklah, kita tunggu selama 9 bulan lagi. Saat hari itu tiba, tolong siapkan uang 10 Milyar yang saya minta!” “Deal,”jawab Bimo singkat. “Ayo Bu, kita pulang sekarang!” ajak Pak RT seraya mencengkram lengan berlemak Bu RT. Setelah mereka pergi dan menghilang dari balik pint

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status