Share

Bab 68 Kedatangan Pak Rangga

Penulis: Sora Archery
last update Tanggal publikasi: 2026-03-25 19:43:05

“Sayang? Apa kamu sedang ada di dalam?! Buka pintunya Sayang! “ Terdengar suara Pak Rangga, Bosnya Bimo yang tak lain adalah suaminya Bu Arini di balik pintu.

Bimo seketika panik saat mendengar suara Pak Rangga di luar sana.”B-Bu Arini, di luar a-ada Pak Rangga! Tolong lepaskan sekarang Bu!

Bu Arini seolah tidak mendengarkan perkataan Bimo, wanita itu bergerak cepat menghisap dan menjilati batang keperkasaan Bimo sambil memijatnya dengan sebelah tangannya. Bimo mendesis nikmat tatkala lidah B
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (12)
goodnovel comment avatar
Shafeeya Humairoh
bisa aja arini ngelez, yah sudahlah hampir ketahuan jiga kan
goodnovel comment avatar
Iin iin
apa Tiara jg nanti akan jdi korban Bimo?
goodnovel comment avatar
Iin iin
wah ketauan Tiara nih
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 326 Meloloskan Diri

    “Diam dan duduk tenang di belakang!” bentak Polisi yang duduk di bangku kemudi tanpa menoleh sedikitpun ke belakang. ​”Saya mohon, Pak! Anak saya ada di atas pohon itu! Dia mengikuti mobil ini!” seru Bimo panik, sudut matanya terus bergerak mengikuti pergerakan bayangan Baby Juno yang sedang melompat dari satu dahan ke dahan lain.​Kedua Polisi di kemudi depan serentak tertawa meremehkannya. “Kamu sudah gila ya? Mana ada bayi bisa bergelantungan di pohon malam-malam begini? Sudah, jangan cari alasan buat kabur!” sahut polisi di sebelah kemudi dengan nada sinis.Bimo mengepalkan tangannya di belakang punggung dengan kuat. “​Aku tidak punya waktu untuk berdebat dengan mereka!” batin Bimo seraya meredam amarahnya. Luka cakaran di bahunya mendadak bergejolak. Rasa perih yang membakar tadi kini bertransformasi menjadi aliran energi panas, yang mengalir deras ke seluruh pembuluh darahnya. Rasa panas itu menuntut untuk dilepaskan, memicu kekuatan tak kasat mata di dalam struktur tulang

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 325 Kembali Menghilang

    Bimo membeku di tempatnya. Jantungnya berdegup kencang tanpa melepaskan cengkramannya pada Baby Juno. “Sial, kenapa para Polisi itu datang di situasi yang tidak tepat seperti ini?!” batinnya kesal. ​Lampu senter yang disorot oleh pihak kepolisian begitu menyilaukan, membuat mata Bimo perih. Tiba-tiba saja Baby Juno memekik histeris karena sensitif pada cahaya. Para Polisi spontan menutup telinga mereka karena kesakitan saat mendengar teriakannya. ​”Tembak! Makhluk apa itu?! Tembak!” teriak salah satu Polisi yang panik dan ketakutan saat melihat wujud mengerikan Juno dengan mulut berlumuran darah di bawah sorotan lampu.​”Jangan tembak! Dia anakku!” jerit Bimo mencegah mereka agar tidak melepaskan tembakan ke arah Baby Juno. ​DOR! DOR! ​Dua tembakan peringatan menggema dan menghantam atap plafon gedung ini hingga meruntuhkan sebagian puing-puing bangunan yang berdebu.Suara tembakan peluru itu membuat Baby Juno menggila. Dengan satu sentakan kaki kecilnya yang kuat, Baby Monster

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 324 Serangan Baby Juno

    “Awas!” teriak Baskoro dengan sigap. ​Pria itu langsung merangsek maju, pasang badan di depan Bimo dan Angel. Baskoro menyilangkan kedua lengannya di depan dada tepat saat Baby Juno menerjang dari kegelapan.​Sret! ​Kuku tajam Baby Juno langsung mencakar lengannya Baskoro. Jaket tebal yang dipakainya langsung terkoyak memperlihatkan guratan luka gores yang sangat dalam. “AHKKK!!” teriak Baskoro meringis kesakitan. “Baskoro!!” pekik Bimo dan Angel bersamaan saat melihat Baskoro terluka. Angel segera bersimpuh dan menaruh asal senter yang dipegangnya di bawah lantai. Setelah itu, Angel mengoyak bajunya sendiri untuk menutupi luka Baskoro yang terus mengeluarkan darah segar. Setelah berhasil menyerang Baskoro, Bayi Monster itu melompat dan berputar di udara lalu mendarat mulus di atas tumpukan palet kayu tua tak jauh dari mereka.​Bayi Monster itu merangkak rendah seperti seekor anjing kelaparan yang siap melahap mangsanya. ​”Juno... tenanglah ini Papa, Nak!” panggil Bimo seraya p

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 323 Bantuan Angel dan Baskoro

    “Vanya?! Apa kamu mendengarku disana?! Apa yang terjadi?” tanya Bimo khawatir karena Vanya tak lekas menjawab pertanyaannya. “Maaf menunggu lama Mas Bimo, tadi aku membersihkan pecahan gelas di dapur karena disenggol oleh kucing tetangga,” jawab Vanya di ujung sana. Bimo perlahan menghembuskan nafas lega. Dia kemudian masuk ke dalam mobil agar tidak ada orang yang mendengar percakapan mereka. “Vanya apa maksudmu tadi. Apa yang akan terjadi pada Baby Juno jika kita tidak menemukannya dalam waktu dekat?” tanya Bimo penasaran. “Jika dalam waktu tiga hari setelah kebangkitannya dia tidak mendapatkan penawar darah dari inang aslinya—yaitu kamu, Mas—maka sel-sel monsternya akan memakan seluruh sisa kemanusiaannya! Serum yang kita berikan waktu itu membuatnya menjadi semakin kuat,” jelas Vanya panjang lebar. ​”Dia tidak akan pernah bisa kembali menjadi bayi normal lagi. Dia akan tumbuh menjadi monster seutuhnya yang dikendalikan oleh insting membunuh!” lanjut Vanya dengan nada

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 322 Kemarahan Bu Arini

    “Bu Arini!” pekik Bimo saat melihat Bu Arini jatuh pingsan tak sadarkan diri di bawah lantai. Dia dengan cepat bersimpuh dan menepuk-nepuk pipi wanita itu berkali-kali untuk membangunkannya. “Bu Arini, bangun Bu!” Karena tidak kunjung sadar, Bimo akhirnya menggendong Bu Arini ala bidal dan merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan hati-hati. “Maafkan aku, Bu Arini. Aku berjanji akan mencari Juno sampai ketemu,”gumamnya menyesal karena tidak dapat membawa Baby Juno pulang bersamanya. ***Bu Arini dan Pak Rangga sudah melaporkan kehilangan Baby Juno ke Polisi. Tim gabungan kepolisian dan tim SAR langsung bergerak menyisir sungai di bawah jembatan layang untuk mencarinya. Namun sampai saat ini, Baby Juno tidak ditemukan. Bimo ditetapkan sebagai saksi dan diinterogasi oleh pihak kepolisian hari ini untuk dimintai keterangan. “Pak Bimo, kenapa Anda bisa berada di ruangan Baby Juno pada malam Jumat tanggal 4 Juni 2026 pukul 21.05 WiB di Rumah Sakit Kasih Bunda?” tanya Polisi itu seray

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 321 Mengejar Baby Juno

    Bimo terpaksa menaiki sepeda yang terparkir di dekat pos Rumah Sakit untuk mengejar Baby Juno. Dia mengayuh sepedanya dengan sekuat tenaga dan melewati beberapa kendaraan yang ada di depannya. Sayangnya tiba-tiba saja lampu lalu lintas berubah menjadi merah di perempatan jalan. Mobil pikap yang membawa Baby Juno sudah lebih dulu melaju kencang ke depan. Dia langsung menerobos lampu merah, memanfaatkan celah sempit di antara deretan motor dan mobil yang lewat di depannya. ​Tiit! Tiit!“Woi! Cari mati kamu, ya?!” teriak salah seorang pengendara motor dengan emosi karena jalurnya dipotong.​Bimo sama sekali tidak memperdulikan makiannya. Kedua matanya terus fokus melihat lampu belakang mobil pikap yang kian menjauh menuju ke arah jembatan layang. Jalanan menanjak yang cukup curam itu membuatnya kesulitan mengayuh sepedanya. ​Namun, Bimo enggan menyerah. Dia terus mengayuh sepeda itu dengan sekuat tenaga, melawan gravitasi di tanjakan curam tersebut. Otot-otot kakinya menegang keras, m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status