Share

Bab 180

Author: Ayudia
Raisa menjawab, "Saya mengerti."

"Duduklah."

Raisa akhirnya duduk, lalu teringat sesuatu dan bertanya, "Pak, kalau Pak Bobby nggak mengadakan pesta, apa Anda akan tetap pergi menemuinya?"

Bravi meliriknya dan berkata, "Iya."

Dia benar-benar memperlakukan Bobby seperti alat.

"Anda sudah memanfaatkan Pak Bobby demi saya. Kalau dia sampai tahu, apa dia akan menyimpan dendam pada Anda?"

Bravi berkata dengan tenang, "Nggak akan."

Raisa menafsirkan ini sebagai hubungan dekat mereka dan tidak memikirkannya.

Kapal di laut itu tidak terlalu stabil, terus bergoyang. Sudah hampir tengah malam, dan kejadian barusan telah terlupakan. Keramaian di luar masih terasa semarak seperti biasanya, membuat bagian dalam terasa sunyi tak wajar.

Bravi tidak berniat pergi, jadi Raisa hanya bisa tinggal bersamanya. Dia merenungi semua pelajaran yang didapatnya dari kedatangannya ke Monako, dan tiba-tiba sesuatu yang terlewatkan muncul di benaknya.

Ucapan Bravi, "Bukan nggak mungkin," merupakan jawaban atas perta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Suryat
kyknya si bobby sengaja tuh ngasih obat ke minuman bravi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 571

    Raisa tidak langsung pergi, dia ingin menghirup udara segar di luar sebentar.Hani tetap di sisinya, mengamati reaksinya.Melihat wajah Raisa tampak sedikit lebih baik, dia memberanikan diri bertanya, "Bu Raisa, apa kau mengenal Pak Kevin?"Raisa sudah menganggap Hani sebagai orang dekatnya, dia merasa tidak perlu menyembunyikan apa pun lalu menjawab, "Mantan suamiku."Selama keduanya mengobrol tadi, Hani telah menyelidiki latar belakang Kevin secara diam-diam. Penyelidikannya mengungkapkan bahwa sosok itu jauh lebih berpengaruh dari yang dia bayangkan.Keluarga konglomerat lama di Haidon itu telah berkembang pesat selama beberapa generasi. Generasi kakeknya menguasai bisnis properti di seluruh negeri, kemudian diikuti oleh industri berat. Kini di bawah kepemimpinan Kevin, keluarga tersebut telah berhasil melakukan transisi ke sektor-sektor industri baru, menjadikannya sebagai raksasa bisnis. Beberapa bangunan ikonik Haidon yang selalu dikunjungi wisatawan untuk berfoto, semua merupak

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 570

    Sementara Mario yang telah menikmati kemudahan terlalu lama, kini saat Kevin mulai mengabaikannya, dialah orang pertama yang kehilangan ketenangan.Aruna hanya menunggu Mario melakukan kesalahan.Persaingan di dunia kerja memang sekejam itu, dan Aruna tidak boleh lengah. Ini soal bertahan hidup....Setelah mengetahui Kevin pergi menemui Raisa, Bravi segera menghentikan rapatnya dan bergegas ke sana.Supir mengemudi.Angga duduk di sampingnya di belakang.Bagaimanapun Angga adalah teman Bravi, dia bisa merasa suasananya sangat mencekam. Dia tidak bisa menahan diri untuk memberi nasihat, "Bravi, kalau Kevin mau menemui Raisa, meski kau sudah menghalanginya, Kevin pasti akan mencari celah. Kau nggak bisa terus cemas seperti ini, nanti malah kacau sendiri."Raut wajah Bravi tampak biasa saja.Di balik tampilan tenangnya, tersembunyi kecemasan, kekhawatiran, dan ketakutan mendalam yang tertanam dalam jiwanya.Tangannya tergenggam, tatapannya tidak terbaca, auranya dingin penuh wibawa. Set

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 569

    Raisa berkata, "Aku nggak akan kasih janji apa pun padamu."Dia bukanlah orang yang akan memberi harapan palsu, sengaja bermain-main dengan perasaan Kevin.Dia membutuhkan kesabaran untuk menunggu Kevin bisa menerima kenyataan, sehingga tanpa perlu bersusah payah, dia bisa benar-benar mengucapkan selamat tinggal. Wajah Kevin menjadi muram. Dia bertanya tertahan, "Jadi aku harus menunggu lama?”Raisa menjawabnya dengan kepura-puraan, "Sabar!"Setelah berkata begitu, Raisa benar-benar berbalik untuk pergi.Kevin menatapnya berjalan menuju pintu, tanpa sadar mengepalkan tangannya erat. Tiba-tiba, dia tidak bisa menahan diri untuk memanggilnya, "Raisa."Tangan Raisa berada di gagang pintu, lalu dia menoleh ke belakang.Kevin berdiri, pandangan matanya dalam. "Jangan membuatku menunggu terlalu lama."Raisa merasa tersentak oleh tatapan matanya.Kevin masih bisa menatapnya dengan pandangan yang seolah-olah penuh perasaan?Apa pria itu menyadari apa yang dia lakukan? Harus diakui, seorang pe

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 568

    "Kau mau memaksaku lagi ya?" tanya Raisa dengan dingin.Kevin sangat tidak senang. Dia menuntut, "Kalau gitu, kau janji sama aku, kau akan menjauh dari Bravi, jangan terima uang darinya!"Raisa menjawab, " ... Oke.""Kau cuma asal jawab ya?" Kevin sangat tidak suka dengan sikapnya itu, lalu berkata, "Sama seperti di ulang tahun kakek, kau sedang mempermainkanku ya?"Raisa berkata, "Kau bisa menilai sendiri."Kevin tidak tahu apa yang bisa dia lakukan jika Raisa masih menolak. Setidaknya Raisa telah menuruti dan meredakan kekhawatirannya, sehingga emosinya sedikit stabil. Perjalanan ini tidak sepenuhnya sia-sia. Kevin membenci usaha yang sia-sia, dan lebih membenci lagi sudah bersusah payah tapi tidak ada hasil.Kevin berkata, "Raisa, aku nggak pernah bermaksud beli hatimu pakai uang. Aku lebih suka perasaan yang tulus, kau mencintaiku karena memang murni mencintaiku, tanpa alasan duniawi."Hanya kesetiaan yang tanpa cela yang bisa memengaruhinya, yang bisa mendapatkan kepercayaan Kevin

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 567

    Wajah Kevin tampak mendung karena sindiran tajam Raisa, dan bertanya dingin, "Kau peduli banget sama Siska?"Tatapan Raisa menjadi dingin. Mungkin karena kebiasaan, setiap Kevin menyebut tentang Siska, itu sedikit mengganggunya. Dia bukan benda mati, emosi bergejolak di dalam dirinya.Lagi pula, kata-katanya menunjukkan penghinaan terhadap Raisa. Kevin ingin memperbaiki keadaan tanpa pernah berusaha memahami dirinya, dengan percaya diri menilai karakternya berdasarkan pengalaman masa lalu.Raisa mendesis, "Nggak usah ikut campur urusanku."Kevin bahkan tidak bisa menghitung berapa kali tatapan dingin Raisa tertuju padanya hari ini. Meskipun dia benar-benar percaya Raisa sedang cemburu, mendesak lebih jauh hanya akan merugikan dirinya. Kevin pun menahan diri, lalu dengan dingin membalas, "Itu bukan maksudku. Aku nggak suka Siska."Suara Raisa semakin sinis, dia menimpali dingin, "Kalau begini saja disebut nggak suka, terus gimana kalau suka. Tapi terserah kau suka siapa, nggak perlu jel

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 566

    "Jangan gunakan kata-katamu untuk memancing emosiku," peringat Kevin sambil menarik napas dalam-dalam. Saat ini yang terpenting baginya adalah menenangkan Raisa, dia tidak keberatan memberi Raisa sedikit keuntungan."Kau kan sudah membuka perusahaan, aku bisa investasi modal buatmu, menyediakan sumber daya, dan tim biar perusahaamu jadi yang terbaik di industri ini. Apa pun yang kau mau, aku bisa menyediakannya."Kevin berkata, "Uang, mobil, rumah, apapun yang kau mau, aku akan memenuhinya. Aku juga bisa berinvestasi di perusahaan Rian. Raisa, aku akan memperlakukanmu dengan sangat baik, asalkan kau mau memberiku kesempatan."Raisa menatapnya dengan terkejut, berseru, "Kau mencoba menyuapku dengan uang?""Kau butuh uang, kan? Kenapa kau membuka perusahaan? Kau kira mengutak-atik usaha sampah itu bersama Suri bisa menghasilkan banyak uang? Raisa, kau butuh bantuanku."Wajah Raisa menjadi gelap, menolak tajam, "Aku nggak butuh!"Wajah Kevin kembali menegang. Dia menahan amarah dan berkat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status