مشاركة

130.

مؤلف: Poepoe
last update تاريخ النشر: 2026-04-28 22:45:19

Ban mobil Arman melintasi jalan berkerikil yang tak rata. Di kanan-kirinya hanya terlihat bangunan-bangunan yang terbengkalai.

Sampai akhirnya dia melewati sebuah lapangan rumput yang kosong dan di sebelahnya terdapat bangunan tua yang cukup besar, lebih besar daripada deretan bangunan kosong yang tadi dilewatinya.

Mata Arman menyipit. Di depan gerbang karatan itu menggantung angka delapan.

“Ini dia,” gumam Arman. Sebelum turun, dia memeriksa sekali lagi pistol yang terselip di balik pinggangny
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   160. (END)

    Saat Naya melangkah di sepanjang lorong, dadanya terus berdebar gugup. Kedua tangannya kini sedikit berkeringat begitu suster mempersilakan dirinya masuk ke ruangan tempat Ardi dirawat.Naya pun tak sanggup menahan air matanya ketika tatapannya langsung beradu dengan Ardi yang tergolek lemah di atas ranjang.“Ardi…” Naya menghambur ke pinggir ranjang. Digenggamnya tangan suaminya yang begitu dingin.“Na-Naya… kamu baik-baik saja kan?” Suara yang keluar dari mulut pria itu terdengar parau. “A-anak kita?”“Semua baik-baik saja, Sayang…” balas Naya terisak. “Jangan cemaskan hal apapun. Yang penting sekarang, kamu harus fokus pada penyembuhanmu, oke?”Ardi tersenyum tipis dan menggerakkan kepalanya pelan. “Tentu… aku akan berusaha, Nay…”Naya mengecup punggung tangan Ardi dan menatapnya sekali lagi sebelum akhirnya keluar ruangan.Begitu dia bertemu dengan dokter, dokter itu pun bilang bahwa kesembuhan Ardi seperti keajaiban. Pukulan benda itu sebenarnya bisa melumpuhkan sebagian tubuhnya

  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   159.

    Petir menyambar lagi kali ini, menerangi sekejap ruang tengah yang temaram.Sementara itu, Shannon masih menatap tajam Naya yang tubuhnya menggigil ketakutan. Tiba-tiba saja, tawa Shannon berderai, tawa yang bengis dan menyeramkan di kuping Naya.Naya tak habis pikir, ada seorang perempuan yang begitu terobsesi dengan suaminya sampai melakukan hal gila seperti ini.“Selamat tinggal, wanita menyebalkan…” Shannon mengayunkan stik golf itu.“Ardi!” Naya tiba-tiba memekik kencang.Sontak Shannon menoleh ke belakang. Bukannya dia sudah memukul kepala pria itu berkali-kali?”PRANG!“Aaa!” Seketika Shannon menjerit kesakitan begitu sebuah vas keramik menghantam kepalanya. “Dasar, perempuan brengsek!”Rencana Naya berhasil. Begitu Shannon lengah, Naya pun langsung mengambil vas keramik yang ada di dekatnya.Stik golf itu terlepas dari tangan Shannon. Dan Naya langsung menendang stik itu jauh-jauh–sulit baginya untuk merunduk dan mengambil stik golf itu karena perutnya yang besar.Lantas, Naya

  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   158.

    BRAK!Suara gedebum keras disertai teriakan histeris itu sontak membuat Ardi tersentak kaget. Dia tak mungkin sanggup menghadapi kenyataan bahwa dirinya harus kehilangan orang-orang yang dicintainya dua kali.“Hmpft!” Sekuat tenaga pria itu menyeret tubuhnya yang terikat ke ambang pintu. Dia bertekad akan menghabisi Shannon bagaimanapun caranya!Sampai akhirnya, dia melihat bayangan yang bergerak di lorong depan. Jantung Ardi pun berdegup cepat.Dari balik tangannya yang terikat, dia mengepal dengan erat. Begitu Shannon hendak melepaskannya, dia akan memukul wanita sialan itu sampai babak belur.Dan ketika Ardi mendongak, sosok itu kini berdiri di ambang pintu. Kedua mata Ardi lantas membelalak tak percaya.“A-Ardi…” Naya bergerak dengan langkah gontai ke arah suaminya yang terikat di lantai. “A-aku… kurasa aku sudah membunuh Shannon…”Ardi menggerak-gerakkan kepalanya.Naya lalu membuka kedua ikatan itu dan mereka pun berpelukan erat. Sementara itu, Naya terisak di bahu suaminya.“N

  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   157.

    Haryasena meringkuk di balik selimutnya. Dalam tidurnya, wajah bocah itu masih terlihat muram.Bagaimana tak muram? Bayangan dirinya makan malam bersama kedua orangtuanya di sebuah restoran yang ada di gedung pencakar langit buyar seketika.Dua jam Naya dan Haryasena menunggu, Ardi tak kelihatan batang hidungnya sama sekali.“Astaga, apa yang terjadi padanya?” Naya berdecak gelisah setelah keluar dari kamar putranya. Sedari tadi, dia coba menghubungi suaminya namun hanya terdengar nada sambung tanpa jawaban.Kilatan petir seketika menyambar. Hujan yang tadinya turun rintik-rintik kini berubah lebat.Sejujurnya Naya gundah. Dia takut hal buruk menimpa suaminya.Ardi tak pernah tiba-tiba membatalkan janjinya seperti ini, apalagi ini adalah makan malam keluarga mereka yang spesial.Ini sungguh di luar perilakunya, pikir Naya dalam hati. Lalu, tiba-tiba saja sosok Shannon muncul di kepalanya.“Shannon…” mata Naya menyipit tajam. Buru-buru dia menghubungi Mardani, meminta alamat wanita t

  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   156.

    Kaki Ardi melangkah ringan di sepanjang koridor. Dia menyelesaikan semua pekerjaannya tepat waktu, tanpa ada meeting tambahan atau hal-hal mendadak lainnya.“Selamat bersenang-senang, Pak Ardi!” ucap Vita, sekretaris lamanya yang kini sudah kembali setelah cuti melahirkan. “Sampaikan salam saya pada Bu Naya dan Haryasena yang imut!”“Tentu,” Ardi mengangguk riang.Sebelum menjemput istri dan anaknya, dia berencana mampir ke toko bunga terlebih dahulu, mengambil pesanan buket bunga tulip untuk Naya.“Masih banyak waktu,” gumam Ardi saat melirik pergelangan tangannya. “Pasti Naya senang dengan kejutan kecil dariku,” lanjutnya lagi.Namun begitu Ardi baru saja masuk ke dalam mobilnya, ponselnya bergetar. Dia pikir itu telepon dari Naya, tetapi keningnya langsung mengerut tajam saat mengetahui bahwa Shannon yang meneleponnya.Ardi terdiam sejenak, membiarkan nama Shannon terus berada di layar ponselnya. Sampai akhirnya, ibu jarinya bergerak menerima panggilan itu.Tadinya, Ardi mau mengab

  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   155.

    Sedari tadi, jemari Naya mengetuk-ngetukkan jemarinya dengan gelisah di atas permukaan meja yang keras. Croissant dan air mineral di hadapannya tak tersentuh sama sekali.Jujur, dia begitu gugup menunggu kedatangan Mardani.Firasatnya mengatakan ada hal buruk yang terjadi pada suaminya dan wanita itu. Mungkin mereka benar-benar berselingkuh?Naya menarik napasnya pelan. Di lubuk hatinya, dia tak yakin Ardi tega melakukan itu. Tapi, kalau ternyata hal itu terjadi, apa yang harus dia lakukan?“Maaf, Nyonya Naya,” sosok Mardani akhirnya muncul juga di hadapannya. Pria itu langsung menarik kursi dan menghempaskan dirinya. “Jalanan macet siang ini.”“Silakan pesan minum dulu. Aku yang bayar,” tawar Naya.Setelah secangkir latte tersaji di hadapan detektif itu, jantung Naya pun berdebar cepat. Kini, saatnya wanita itu mengetahui apa yang terjadi.“Ceritakan padaku,” tandas Naya gugup. “Semuanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi.”Mardani menaruh cangkir itu dan mulai membuka mulutnya. “Semala

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status