Compartilhar

81.

Autor: Poepoe
last update Data de publicação: 2026-03-29 23:12:41

Ardi buru-buru memutuskan sambungan teleponnya, menyelipkan ponselnya ke saku celana sebelum akhirnya turun dari mobil dan membukakan pintu belakang untuk Rahmat Kartajaya.

“Silakan, Tuan…” Ardi berujar sopan.

Setelah Rahmat duduk dengan nyaman, Ardi kemudian melajukan mobilnya dari lobi depan gedung di mana Kartajaya Grup berkantor.

“Langsung ke mansion, Tuan?” Tanya Ardi dari balik kemudi.

“Tidak, antarkan aku ke Nusantara Logistik.”

Tiba-tiba saja Ardi tercekat. “PT. Nu-Nusantara Logistik?”

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   145.

    “Selamat pagi, Pak Ardi,” senyum cerah mengembang di wajah wanita muda itu. Rambut lurusnya tergerai indah dengan setelan blus yang sedikit ketat tetapi masih terlihat profesional.“Kamu pasti Sania, sekretaris sementaraku. Iya kan?” Balas Ardi saat hendak menuju ke ruangannya.Sania mengangguk. “Mbak Vita sudah memberi tahu saya segala sesuatunya. Jadi, Bapak tak perlu khawatir.”“Yah, sebaiknya begitu,” Ardi tersenyum ramah sebelum akhirnya menghilang dari balik pintu ruangannya.Tepat setelah itu, Sania menghela napasnya. Dia tak menyangka ternyata bos barunya memang setampan itu!“Hah, tapi sayang sekali… Dia sudah menikah,” keluh Sania dari balik mejanya. Untuk menghalau pikiran-pikiran aneh di benaknya, maka wanita muda itu menyibukkan diri dengan pekerjaanya. Sampai akhirnya, saat menuju jam makan siang, Ardi minta dibuatkan kopi. Sebenarnya Ardi meminta Sania agar OB yang membuatkan kopi untuknya, tetapi kali ini wanita itu ingin membuktikan pada Ardi kalau dia bisa membuat k

  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   144.

    TIGA TAHUN KEMUDIAN…Angin malam berembus disertai suara deburan ombak yang tepat berada di depan cottage mereka.Mengenakan gaun hitam yang menawan, Naya nampak luar biasa malam ini. Rambutnya disanggul ke atas, menyisakan anak-anak rambut yang menggantung di lehernya yang jenjang.Satu tangan Ardi menjulur dari kursi seberang, meraih dagu istrinya.“Happy anniversary pernikahan kita yang ketiga, Sayang…” ucapnya sambil terus menatap sepasang mata jernih Naya yang memantulkan cahaya lilin yang ada di tengah meja mereka.Naya membalasnya dengan senyuman manis seraya mengangkat gelas wine di tangan kanannya. “Mari bersulang…”Bibir gelas itu pun saling berdenting. Suasana makan malam private di balkon cottage ini sungguh sempurna. Tak ada siapapun selain mereka.“Belum apa-apa, aku sudah merindukan Sena di rumah…” keluh Naya setelah menenggak habis wine di gelasnya.“Tenang saja… sudah ada ibu dan nanny yang mengawasinya,” balas Ardi. “Jadi…” Pria itu lantas bangkit dari kursinya, memu

  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   143.

    Angin sore yang sejuk berembus pelan, menggerakkan helaian rambut Naya.Di tangannya ada secangkir teh hangat. Mata wanita itu kini tertuju ke arah taman rumah sakit.“Kemungkinan besar Arman mengalami kelumpuhan, itu yang dikatakan dokter,” terang Sophia dengan parau. Wanita itu lalu mengusap matanya yang basah. “Tapi persidangan tetap dilanjutkan. Bukti-buktinya cukup lengkap, begitu pula dengan vonis Arman nantinya…”Naya menyesap teh itu. “Kurasa… aku akan bertahan.”Sophia langsung menoleh, menatap Naya yang masih memandang lurus ke arah taman. “Be-Bertahan? Maksudmu?”“Sepertinya, Arman masih membutuhkan keberadaanku. Lagi pula, kesepakatan kami tak bocor ke publik. Jadi, orang-orang tahunya Haryasena memang anaknya Arman,” tandas Naya datar.“Naya, kamu serius?” Kening Sophia mengerut dalam.“Iya, Ma.” Naya lalu menatap ibu mertuanya yang nampak terkejut. “Aku… akan menarik gugatan ceraiku di pengadilan.”Sophia masih tak bisa mempercayai apa yang baru saja dia dengar.Lalu mere

  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   142.

    Dua minggu setelah kedatangan Nirma, Arman diizinkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit.Setelah selesai, dia kembali ke selnya yang sempit. Dan sepanjang dia menunggu hasilnya, dia merasa begitu merana. Berkali-kali dia coba menanamkan pikiran positif bahwa semua bakal baik-baik saja.“Aku tak akan tertular penyakit itu dari Nirma… Tidak… Aku yakin,” gumam Arman.Tetapi tetap saja, rasa takut itu nyata. Sampai akhirnya, asisten pribadi Arman yang setia datang menjenguknya.Di ruangan itu, ekspresi Wira tak bisa ditebak. Dia terlihat datar, tapi Arman bisa melihat bola mata pria itu bergerak gelisah.“Jadi, bagaimana?” Tanya Arman. “Kamu sudah mendapatkan hasilnya kan?”Wira mengangguk. Dia lantas menjulurkan sebuah amplop besar ke hadapan Arman. “Hasilnya ada di situ, Tuan. Saya sendiri belum memeriksanya.”Arman mengembuskan napas keras-keras sebelum dia mengambil amplop itu. Membuka amplop ini seperti menentukan nasibnya ke depan.Degup jantung Arman menjadi-jadi

  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   141.

    Naya berjalan di sepanjang lorong rumah sakit. Wajahnya nampak lelah.Dia tak tahu kejadian apa yang menimpa ibu mertuanya sampai wanita itu tak sadarkan diri di teras belakang. Padahal Naya baru saja berbicara dengan Sophia beberapa saat sebelum kejadian.Kepala Naya terasa berat sekarang. Maka, dia memutuskan untuk membeli kopi di kafetaria rumah sakit.Setelah memastikan keadaan Haryasena baik-baik saja, Naya duduk di salah satu bangku yang kosong yang ada di kafetaria itu. Dia menyisip kopi hitam yang masih mengepul dan pandanganya mengarah keluar jendela.Dirinya termenung, sampai-sampai dia tak menyadari ada sesosok bayangan yang mendekat ke arahnya.Saat Naya menoleh, ulu hatinya seperti dihantam sesuatu.“Nay,” Suara berat dan lembut itu mengalun. “Aku boleh duduk di sini?”Naya tak bisa berkata-kata. Dia tidak sedang bermimpi kan? Ardi, pria itu tiba-tiba muncul di hadapannya.“Se-sedang apa kamu di sini?” Tanya Naya sambil tergagap.“Aku membuntutimu dari mansion,” balas Ard

  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   140.

    Ekspresi Naya sontak melongo. Matanya membulat kaget dengan mulut yang setengah menganga.“A-Arman?!” Desis Naya.Dengusan sinis keluar dari mulut pria itu. “Jangan pikir aku akan melepasmu begitu saja, Naya…”Kini giliran Naya yang menatapnya nyalang. “Kamu tak akan bisa menahanku selamanya. Walau kamu tak mau menandatangani berkas perceraian itu, aku bisa memakai pengacara untuk menggugatmu ke pengadilan.”Pandangan Arman menyipit. Pria itu nampak jengkel dengan pemberontakan istrinya.“Mudah bagiku untuk bercerai denganmu, Arman. Bukti-bukti perselingkuhanmu begitu jelas dan tentu saja hak asuh Haryasena jatuh ke tanganku,” tandas Naya dengan nada tajam.“Oh.. Jadi sekarang kamu berperan sebagai istri yang durhaka, hah?” Dagu Arman menukik ke atas, coba mengintimidasi Naya.“Terserah kamu mau mengasumsikanku sebagai apa. Aku tak peduli. Tapi satu hal yang pasti, kita akan bercerai,” tegas perempuan itu sambil bangkit dari kursinya. “Dan tenang saja, kita sudah membuat perjanjian p

  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   13.

    Suara dentingan gelas beradu. Obrolan-obrolan samar terdengar memenuhi sudut restoran. Hujan di luar sudah reda, menyisakan titik-titik air yang membasahi kaca jendela.Naya memutar-mutar gelasnya, memperhatikan gelembung wine yang meletup-letup. Tatapannya mulai sayu dan pipinya nampak memerah.“L

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   9.

    Naya mendesah berat. Rambutnya berantakan karena kepalanya terus bergerak ke sana kemari. Dadanya berdebar, naik turun dengan napas yang tak beraturan.Tubuhnya sedari tadi menggeliat di atas ranjang hotel yang empuk, m

    last updateÚltima atualização : 2026-03-17
  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   69.

    Pintu ruangan VIP itu menggeser terbuka. Rahmat berdiri di ambang pintu dengan matanya yang berkilat-kilat penuh amarah. Dada pria enam puluh lima tahun itu nampak naik turun, berusaha menahan gejolak yang bergumul di dalamnya.

    last updateÚltima atualização : 2026-04-05
  • Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi   68.

    Saat Ardi berada di ruang televisi paviliun, tiba-tiba saja ponselnya berdering.“Dari siapa tuh, Mas?” Ujang melirik ingin tahu. “Pacar ya??” Godanya lagi.Buru-buru, Ardi menjauhkan ponselnya dari si tukang kebun itu karena yang menghubunginya ternyata Mardani, detektif swasta sewaannya.“Bukan,

    last updateÚltima atualização : 2026-04-05
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status