تسجيل الدخولSetahun kemudian, sinar matahari yang hangat menyinari kantor pusat Grup NJ di lantai teratas.Aku berdiri di depan jendela besar sembari memegang kopi, memandang kota yang dulunya dikuasai secara tiran oleh Keluarga Antonio, kini terukir namaku di setiap sudutnya.Tajuk utama surat kabar finansial internasional di atas meja tampak sangat mencolok, [Grup NJ Selesaikan Akuisisi Terakhir Aset Luar Negeri Milik Grup Antonio, Era Keluarga Antonio Berakhir Total].Jonny mengetuk pintu dan masuk, menyerahkan sebuah dokumen yang sudah menguning. Itu adalah surat nikahku dan Aldo dulu.Aku mendadak teringat, saat menikah dengan Aldo dulu, dia memegang dokumen itu dengan sangat hati-hati dan menyimpannya di dalam brankas.Dia berkata bahwa benda ini jauh lebih berharga daripada seluruh kekayaan di dunia.Namun akhirnya, dia juga yang menyeret aku ke neraka."Nona, semua prosedurnya udah beres. Sekarang udah nggak ada lagi aset legal atas nama Aldo."Aku mengambil dokumen itu, memantik pemantik
Aldo menatapku, dia justru tersenyum.Dia berlutut di lantai, bahkan dalam situasi seperti ini, dia masih bersikap seolah sangat mencintai."Novi, asalkan itu kamu, kamu boleh lakuin aja apa pun ke aku.""Apa kamu mau bunuh aku? Kalau mati di tanganmu, aku udah ikhlas kok.""Bunuh kamu?" Aku tertawa."Itu sih terlalu enak di kamu."Aku menjentikkan jari.Jonny mengeluarkan sebuah pemutar suara.Terdengar rekaman suara Jessica sebelum tewas, rahasia terakhir yang berhasil orang-orangku paksa keluar dari mulutnya."Kecelakaan waktu itu sebenarnya udah diatur sama Bos.""Dia bilang, asalkan kamu buta, kamu cuma bakal bergantung sama dia dan nggak bakal bisa lepas dari dia.""Dia juga sengaja nunda-nunda waktu pengobatan ...."Rekaman itu menggema di dalam gereja yang kosong.Raut penuh kasih di wajah Aldo seketika membeku."Nggak, nggak mungkin kayak gitu.""Aku sayang banget sama kamu! Aku cuma takut kehilangan kamu aja!"Aku melangkah mendekat ke arahnya dengan pandangan dingin."Sayang
Kasino terbesar di Salkana tampak sangat megah dan berkilauan.Aldo membawa rombongan besar anak buahnya menyerbu ke ruang VIP dengan aura membunuh yang kental."Suruh bos kalian keluar nemuin aku!"Sebelum manajer kasino sempat bicara, dari tangga melingkar di lantai dua terdengar suara ketukan sepatu hak tinggi yang nyaring."Tuan Aldo, jangan emosi begitu, nanti lukanya terbuka lagi, lho."Suara ini ....Aldo mendadak mendongak.Terlihat seorang wanita mengenakan gaun merah dengan punggung terbuka sedang berjalan turun perlahan.Aku melepas cadar hitam di wajahku, memperlihatkan wajah yang sangat cantik menawan.Mata yang dulu pernah dia kecup berkali-kali, yang kini bersinar tajam, menatap lurus ke arahnya.Aku, Novi Jovana.Namun, tidak seperti diriku yang dulu selalu penurut.Saat ini, auraku terpancar sepenuhnya, layaknya seorang ratu."Novi .…"Aldo menatapku dengan tatapan yang penuh keserakahan dan obsesi yang gila.Aku memerintahkan anak buahku untuk menodongkan senjata ke a
Tiga bulan telah berlalu.Aldo mengerahkan seluruh kekuatannya hanya untuk menemukan keberadaanku.Namun, aku seolah menguap dari muka bumi, bahkan tidak meninggalkan jejak sedikit pun.Aldo makin temperamental.Cacat tubuh yang dideritanya membuat psikologinya sangat menyimpang. Ketidakpuasan sekecil apa pun akan berakhir dengan eksekusi anak buah kepercayaannya.Seluruh bawahannya hidup dalam ketakutan dan rasa saling curiga.Keluarga musuh, Cosnatra, memanfaatkan kesempatan ini untuk mencaplok wilayah kekuasaan Aldo secara besar-besaran.Keluarga Antonio yang dulu tak tertandingi kini mulai menunjukkan tanda-tanda keruntuhan.Larut malam, Aldo mabuk berat dan meringkuk di tempat tidur yang pernah aku tempati, sambil memeluk baju tidur yang tidak sempat aku bawa.Itu baju yang pernah aku pakai, masih menyisakan aroma melati yang samar."Novi ... kamu tega banget ...."Dia membenamkan wajahnya di pakaian itu sambil terisak pelan.Manusia baru sadar akan hal berharga setelah kehilangan
Aldo terbangun di sebuah rumah sakit pribadi.Dia mencoba bergerak, tapi rasa nyeri yang menusuk segera menjalar dari bagian bawah tubuhnya.Saat selimut disingkap, perban tebal membungkus bagian vitalnya dengan noda darah yang samar-samar merembes.Dari kamar sebelah terdengar jeritan Jessica yang memilukan, seolah-olah perempuan itu sudah gila.Dokter utama berdiri di samping tempat tidur dengan perasaan waswas, kepalanya menunduk tidak berani menatapnya."Gimana kondisinya?" Suara Aldo terdengar lemah.Dokter itu langsung jatuh berlutut, "Bos, meskipun operasi pemisahannya berhasil, tapi ... karena robekan paksa dan luka bakar kimiawi yang terlalu parah sebelumnya, jaringan ereksi Anda rusak.""Ngomong pakai bahasa manusia!""Ke depannya, mungkin nggak akan bisa ereksi secara normal ...."Keheningan yang mematikan pun menyelimuti ruangan.Wajah Aldo yang tadinya pucat berubah menjadi sangat mengerikan.Cacat?Dia, seorang bos mafia yang disegani, malah dibuat cacat oleh seorang wani
Di dalam kabin, gairah sedang memuncak.Aldo menyerang bagaikan binatang buas yang tidak kenal lelah, menuntut dengan penuh kegilaan.Suara Jessica terdengar liar dan melengking, memacu saraf Aldo makin kencang."Sayang, kok hari ini kamu sempit banget?"Aldo terengah-engah, merasakan sensasi jepitan yang belum pernah sekuat ini sebelumnya.Bahkan, ada sedikit rasa panas yang menyengat."Itu karena kamu hebat banget ... ah ... panas ...."Jessica pun mulai merasakan ada yang tidak beres.Bagian bawahnya terasa perih luar biasa secara bertubi-tubi, seolah-olah sedang terbakar api."Nggak beres ... kenapa panas banget?"Aldo mengernyitkan dahi dan gerakannya pun terhenti.Rasa terbakar itu dengan cepat berubah menjadi nyeri hebat, seakan kulit mereka sedang terkikis oleh asam pekat."Cepat ... cepat cabut!"Jessica menjerit histeris dengan wajah yang terdistorsi karena menahan sakit.Aldo pun panik, dia refleks mencoba menarik diri.Namun, di detik berikutnya, pupil matanya mengecil seke







