共有

Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur
Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur
作者: Helina

Bab 1

作者: Helina
Dada yang bidang itu hampir menempel ke wajah Aldo Antonio, sementara sebuah tangan meraba paha bagian dalam Aldo dengan gerakan menggoda yang nakal.

Aldo tidak menjauhkannya sama sekali.

Dia justru menyipitkan mata seolah menikmatinya, bahkan balik meremas pinggang Jessica dengan gemas.

Setelah itu, dia mengelus rambut panjangku dengan lembut, suaranya terdengar sangat penuh kasih sayang seperti biasanya, "Novi, tidur yang nyenyak ya. Ada berkas mendesak dari kantor yang harus segera aku urus, aku bakal sibuk sebentar di ruang kerja."

Lima tahun sudah dia terus bersandiwara di hadapanku.

Kalau saja penglihatanku tidak pulih, kalau saja aku tidak paham bahasa bibir.

Aku mungkin tidak akan pernah tahu kalau rasa cintanya yang begitu dalam sebenarnya sudah lama membusuk dan berulat.

Jessica berdiri di ujung tempat tidur dengan baju tidur renda yang transparan, persis seperti kado ulang tahun yang Aldo berikan untukku bulan lalu.

Dia sengaja menarik kerah baju tidurnya hingga memperlihatkan kulit putihnya yang mulus, lalu mengerling ke arah Aldo sambil berbisik tanpa suara, "Baju ini, kalau ibu yang pakai nggak bakal bisa seksi kayak gini."

Aldo meremas dadanya dan membalas tanpa suara, "Soalnya dia terbuat dari kayu, sedangkan kamu terbuat dari air."

Inilah sosok pria yang setelah aku buta, selalu dipuji oleh orang luar sebagai "suami sempurna".

Inilah pria yang sudah aku cintai selama 17 tahun, teman masa kecil yang tumbuh besar bersamaku.

Dia sudah lupa kalau dulu, saat dia tidak punya apa-apa karena pertikaian internal keluarganya, akulah yang mengerahkan seluruh sumber daya atas namaku untuk mendukungnya.

Dia sudah lupa, kalau demi bisa menikah dengannya, aku bahkan tidak segan bermusuhan dengan ayahku sendiri dan melepaskan status sebagai putri sulung keluarga mafia terbesar di Eropa.

Dia sudah lupa kalau selama bertahun-tahun ini, akulah yang menemaninya mempertaruhkan nyawa, membantunya hingga dia bisa mencapai posisi bos besar mafia seperti sekarang.

Aku bahkan kehilangan penglihatanku, karena menyelamatkannya dalam sebuah pertempuran saat musuhnya datang membalas dendam.

Saat itu Aldo berjanji, "Novi, mulai sekarang aku yang bakal jadi mata kamu. Aku bakal lindungi kamu seumur hidupku pakai nyawaku sendiri, nggak akan ada yang boleh sakitin kamu."

Namun kenyataannya, orang yang menyakitiku sekarang justru dirinya sendiri.

Rasa mual mendadak melonjak dari dalam perut hingga menyesakkan tenggorokan.

Aku pun mendadak mual dan ingin muntah, sementara air mata mulai mengalir membasahi wajahku.

Kemesraan mereka berdua seketika terhenti.

"Novi, apa matamu sakit lagi?"

Aldo langsung mendorong Jessica menjauh.

Hasrat di wajahnya hilang seketika, berganti dengan ekspresi penuh rasa khawatir dan kasih sayang.

Belum sempat aku membuka suara.

Jessica menyahut dengan suara yang terdengar sangat manis, "Ibu lagi lemas banget, jadi perlu istirahat total."

Aldo menyelimutiku dengan sangat hati-hati, lalu menatapku untuk terakhir kalinya.

"Aku pergi dulu ya. Dokter Jessica, tolong jaga istriku."

"Tenang aja, aku bakal 'jagain' dengan sangat baik kok."

Setelah Aldo pergi, Jessica mengganti perban mataku dengan asal-asalan dan melilitnya dengan sangat kencang sampai kulit kepalaku terasa mati rasa.

"Bu, mata Ibu ini sepertinya nggak akan pernah bisa sembuh selamanya."

Dia mengatakannya dengan nada mengejek, lalu membereskan barang-barangnya dan pergi.

Begitu pintu tertutup, ekspresi lemah di wajahku langsung menghilang tanpa bekas.

Bagus, bagus sekali.

Karena kalian sangat suka mencari sensasi, aku kasih kalian sebuah hadiah mewah yang tidak akan pernah kalian lupakan seumur hidup.

Aku meraba lemari dinding dengan lihai, lalu mengeluarkan botol pelumas khusus itu.

Jessica yang menaruh benda ini tiga bulan yang lalu.

Waktu itu aku masih buta, tapi jariku bisa merasakan huruf yang terukir di botolnya: Untuk rajaku.

Ironis sekali.

Aku membuka tutup botolnya, menuangkan seluruh isinya ke dalam toilet, lalu menggantinya dengan sesuatu yang sudah aku siapkan, lem perekat khusus untuk peredam senjata api milik internal mafia.

Hanya butuh beberapa detik untuk kering, daya rekatnya sangat luar biasa kuat, tidak akan mungkin bisa lepas kecuali jika dipotong.

Setelah selesai melakukan semuanya, tepat saat aku hendak berbaring kembali di tempat tidur, ponselku mendadak bergetar.

Aku segera mengambil ponsel itu dan memasukkan serangkaian kode rahasia.

Sebuah kotak dialog berwarna hitam langsung muncul di layar.

Ternyata ada pesan singkat dari Jonny, dia adalah konsultan Keluarga Antonio yang pernah aku selamatkan nyawanya. Dia sudah lama menjadi salah satu mata-mataku di Keluarga Antonio.

[Nona, proses pemindahan aset sudah mencapai ....]

Belum sempat aku selesai membacanya, tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka.

Suara serak Aldo terdengar,

"Novi, kok kamu udah bangun?"

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur   Bab 9

    Setahun kemudian, sinar matahari yang hangat menyinari kantor pusat Grup NJ di lantai teratas.Aku berdiri di depan jendela besar sembari memegang kopi, memandang kota yang dulunya dikuasai secara tiran oleh Keluarga Antonio, kini terukir namaku di setiap sudutnya.Tajuk utama surat kabar finansial internasional di atas meja tampak sangat mencolok, [Grup NJ Selesaikan Akuisisi Terakhir Aset Luar Negeri Milik Grup Antonio, Era Keluarga Antonio Berakhir Total].Jonny mengetuk pintu dan masuk, menyerahkan sebuah dokumen yang sudah menguning. Itu adalah surat nikahku dan Aldo dulu.Aku mendadak teringat, saat menikah dengan Aldo dulu, dia memegang dokumen itu dengan sangat hati-hati dan menyimpannya di dalam brankas.Dia berkata bahwa benda ini jauh lebih berharga daripada seluruh kekayaan di dunia.Namun akhirnya, dia juga yang menyeret aku ke neraka."Nona, semua prosedurnya udah beres. Sekarang udah nggak ada lagi aset legal atas nama Aldo."Aku mengambil dokumen itu, memantik pemantik

  • Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur   Bab 8

    Aldo menatapku, dia justru tersenyum.Dia berlutut di lantai, bahkan dalam situasi seperti ini, dia masih bersikap seolah sangat mencintai."Novi, asalkan itu kamu, kamu boleh lakuin aja apa pun ke aku.""Apa kamu mau bunuh aku? Kalau mati di tanganmu, aku udah ikhlas kok.""Bunuh kamu?" Aku tertawa."Itu sih terlalu enak di kamu."Aku menjentikkan jari.Jonny mengeluarkan sebuah pemutar suara.Terdengar rekaman suara Jessica sebelum tewas, rahasia terakhir yang berhasil orang-orangku paksa keluar dari mulutnya."Kecelakaan waktu itu sebenarnya udah diatur sama Bos.""Dia bilang, asalkan kamu buta, kamu cuma bakal bergantung sama dia dan nggak bakal bisa lepas dari dia.""Dia juga sengaja nunda-nunda waktu pengobatan ...."Rekaman itu menggema di dalam gereja yang kosong.Raut penuh kasih di wajah Aldo seketika membeku."Nggak, nggak mungkin kayak gitu.""Aku sayang banget sama kamu! Aku cuma takut kehilangan kamu aja!"Aku melangkah mendekat ke arahnya dengan pandangan dingin."Sayang

  • Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur   Bab 7

    Kasino terbesar di Salkana tampak sangat megah dan berkilauan.Aldo membawa rombongan besar anak buahnya menyerbu ke ruang VIP dengan aura membunuh yang kental."Suruh bos kalian keluar nemuin aku!"Sebelum manajer kasino sempat bicara, dari tangga melingkar di lantai dua terdengar suara ketukan sepatu hak tinggi yang nyaring."Tuan Aldo, jangan emosi begitu, nanti lukanya terbuka lagi, lho."Suara ini ....Aldo mendadak mendongak.Terlihat seorang wanita mengenakan gaun merah dengan punggung terbuka sedang berjalan turun perlahan.Aku melepas cadar hitam di wajahku, memperlihatkan wajah yang sangat cantik menawan.Mata yang dulu pernah dia kecup berkali-kali, yang kini bersinar tajam, menatap lurus ke arahnya.Aku, Novi Jovana.Namun, tidak seperti diriku yang dulu selalu penurut.Saat ini, auraku terpancar sepenuhnya, layaknya seorang ratu."Novi .…"Aldo menatapku dengan tatapan yang penuh keserakahan dan obsesi yang gila.Aku memerintahkan anak buahku untuk menodongkan senjata ke a

  • Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur   Bab 6

    Tiga bulan telah berlalu.Aldo mengerahkan seluruh kekuatannya hanya untuk menemukan keberadaanku.Namun, aku seolah menguap dari muka bumi, bahkan tidak meninggalkan jejak sedikit pun.Aldo makin temperamental.Cacat tubuh yang dideritanya membuat psikologinya sangat menyimpang. Ketidakpuasan sekecil apa pun akan berakhir dengan eksekusi anak buah kepercayaannya.Seluruh bawahannya hidup dalam ketakutan dan rasa saling curiga.Keluarga musuh, Cosnatra, memanfaatkan kesempatan ini untuk mencaplok wilayah kekuasaan Aldo secara besar-besaran.Keluarga Antonio yang dulu tak tertandingi kini mulai menunjukkan tanda-tanda keruntuhan.Larut malam, Aldo mabuk berat dan meringkuk di tempat tidur yang pernah aku tempati, sambil memeluk baju tidur yang tidak sempat aku bawa.Itu baju yang pernah aku pakai, masih menyisakan aroma melati yang samar."Novi ... kamu tega banget ...."Dia membenamkan wajahnya di pakaian itu sambil terisak pelan.Manusia baru sadar akan hal berharga setelah kehilangan

  • Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur   Bab 5

    Aldo terbangun di sebuah rumah sakit pribadi.Dia mencoba bergerak, tapi rasa nyeri yang menusuk segera menjalar dari bagian bawah tubuhnya.Saat selimut disingkap, perban tebal membungkus bagian vitalnya dengan noda darah yang samar-samar merembes.Dari kamar sebelah terdengar jeritan Jessica yang memilukan, seolah-olah perempuan itu sudah gila.Dokter utama berdiri di samping tempat tidur dengan perasaan waswas, kepalanya menunduk tidak berani menatapnya."Gimana kondisinya?" Suara Aldo terdengar lemah.Dokter itu langsung jatuh berlutut, "Bos, meskipun operasi pemisahannya berhasil, tapi ... karena robekan paksa dan luka bakar kimiawi yang terlalu parah sebelumnya, jaringan ereksi Anda rusak.""Ngomong pakai bahasa manusia!""Ke depannya, mungkin nggak akan bisa ereksi secara normal ...."Keheningan yang mematikan pun menyelimuti ruangan.Wajah Aldo yang tadinya pucat berubah menjadi sangat mengerikan.Cacat?Dia, seorang bos mafia yang disegani, malah dibuat cacat oleh seorang wani

  • Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur   Bab 4

    Di dalam kabin, gairah sedang memuncak.Aldo menyerang bagaikan binatang buas yang tidak kenal lelah, menuntut dengan penuh kegilaan.Suara Jessica terdengar liar dan melengking, memacu saraf Aldo makin kencang."Sayang, kok hari ini kamu sempit banget?"Aldo terengah-engah, merasakan sensasi jepitan yang belum pernah sekuat ini sebelumnya.Bahkan, ada sedikit rasa panas yang menyengat."Itu karena kamu hebat banget ... ah ... panas ...."Jessica pun mulai merasakan ada yang tidak beres.Bagian bawahnya terasa perih luar biasa secara bertubi-tubi, seolah-olah sedang terbakar api."Nggak beres ... kenapa panas banget?"Aldo mengernyitkan dahi dan gerakannya pun terhenti.Rasa terbakar itu dengan cepat berubah menjadi nyeri hebat, seakan kulit mereka sedang terkikis oleh asam pekat."Cepat ... cepat cabut!"Jessica menjerit histeris dengan wajah yang terdistorsi karena menahan sakit.Aldo pun panik, dia refleks mencoba menarik diri.Namun, di detik berikutnya, pupil matanya mengecil seke

  • Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur   Bab 3

    Karena harus "menjaga" kondisiku, di atas kapal pesiar itu hanya ada aku, Aldo, Jessica, serta para staf dan anggota keamanan keluarga.Sebelum jamuan makan malam dimulai, Jessica sengaja mendekat ke hadapanku.Aroma parfum di tubuhnya terasa sangat familier. Itu adalah parfum yang aku racik sendiri

  • Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur   Bab 2

    Aku terbatuk hebat, pura-pura masih meraba-raba dalam kegelapan dan bergerak panik hendak meraih gelas air di atas nakas.Terdengar bunyi "prang", gelas itu jatuh ke lantai dan hancur berkeping-keping."Ah ... air ..." teriakku dengan nada sangat panik.Aldo melangkah cepat ke sisiku, aroma parfum d

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status