Partager

Bab 2

Auteur: Helina
Aku terbatuk hebat, pura-pura masih meraba-raba dalam kegelapan dan bergerak panik hendak meraih gelas air di atas nakas.

Terdengar bunyi "prang", gelas itu jatuh ke lantai dan hancur berkeping-keping.

"Ah ... air ..." teriakku dengan nada sangat panik.

Aldo melangkah cepat ke sisiku, aroma parfum dari tubuhnya tercium sangat menyengat.

Itu adalah aroma Hermes, favorit si pelakor.

"Novi, kok nggak panggil aku?"

Dia menghindari serpihan kaca di lantai, lalu hati-hati mengangkat tubuhku.

Nada bicaranya sangat lembut.

Aku tetap menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong, jari-jariku mencengkeram erat lengan bajunya.

"Aldo, aku mimpi buruk, aku mimpi kamu nggak mau sama aku lagi."

Aldo terkekeh pelan, lalu mengecup keningku.

"Bodoh, mana mungkin aku nggak mau sama kamu lagi? Kamu itu hidupku."

Aku menundukkan pandangan untuk menyembunyikan kilatan dingin di mataku.

Aldo menyandarkan dagunya di puncak kepalaku.

"Novi, malam ini aku harus ngurus pengkhianat, mungkin pulangnya agak telat."

Aku bersandar di pelukannya, jemariku meraba-raba saku setelan jasnya.

"Kalau begitu cepat pulang ya, aku takut kalau sendirian."

Suaraku terdengar penuh ketergantungan dan rapuh.

Aldo mencium keningku lagi, "Nurut ya, nggak usah tunggu aku."

Dia tidak sadar, aku baru saja memasukkan alat penyadap berukuran mikro ke dalam sakunya.

Setelah Aldo pergi, aku segera membuka ponsel.

"Nona, progres pemindahan aset sudah mencapai 80%, dalam tiga hari semuanya akan masuk ke rekening. Selain itu, hadiah besar yang Nona siapkan untuk Jessica sudah disembunyikan di bawah karpet kamar Anda."

"Percepat gerakannya."

Sambil membalas pesan, aku membuka aplikasi pelacak yang terhubung dengan alat penyadap mikro tadi.

Di layar ponsel, sebuah titik merah yang mewakili Aldo sedang berkedip, lokasinya tepat di kamar tamu sebelah kamarku.

Menatap titik merah yang jaraknya begitu dekat itu, aku menyeringai dingin lalu mengenakan earphone bluetooth.

Suara aktivitas dari kamar sebelah terdengar sangat jelas di telingaku.

"Pelan sedikit ... kamu mau bunuh aku, ya?"

Suara genit Jessica terdengar sangat manja dan menggoda.

Aldo terkekeh pelan, "Dasar nakal, malam ini aku bikin kamu puas banget."

Kemudian terdengar suara pakaian yang robek, dibarengi dengan suara cambukan sabuk.

Ternyata apa yang dia sebut sebagai "ngurus pengkhianat" hanya pindah kamar untuk berselingkuh.

Dengan wajah datar, aku membuka laptop dan memasukkan kata sandi akun Aldo.

Angka itu adalah gabungan hari ulang tahunnya dan hari ulang tahunku.

Ironis sekali, dia menggunakan tanggal lahirku sebagai kata sandi, tapi menusukku dari belakang dengan begitu kejam.

Aku menempelkan cetakan sidik jari Aldo yang sudah aku siapkan sebelumnya ke alat pemindai.

Tiitt ....

Layar menampilkan tulisan hijau, [Verifikasi Berhasil].

Aset senilai 200 triliun milik Aldo kini telah sepenuhnya berpindah ke rekening luar negeriku.

Tepat saat itu, terdengar langkah kaki terburu-buru dari luar pintu.

Carlos, wakil Aldo, menggedor pintu dengan keras dari luar.

"Bu! Apa Bos ada di sini? Barang di Wilayah Timur dihadang, aku nggak bisa menghubungi teleponnya, di ruang bawah tanah juga nggak ada orang!"

Aku segera merapikan laptop, lalu berlari tertatih-tatih menuju pintu.

Saat melewati karpet Persia tebal di balik pintu, aku sengaja membuat ujung kakiku tersangkut, sehingga dokumen palsu bertuliskan Jessica adalah mata-mata polisi sedikit menyembul dari bawah karpet.

Brak!

Aku jatuh tersungkur ke lantai, lutut dan sikutku sampai lebam kebiruan.

Sambil tengkurap di lantai, aku berusaha payah mengangkat tangan untuk membuka pintu.

"Bu!" Carlos bergegas mendorong pintu dan masuk ke dalam.

Pada saat yang sama, pintu kamar tamu di sebelah mendadak terbuka lebar.

Aldo berlari masuk dengan pakaian berantakan, "Ada apa ini?"

"Ibu nggak sengaja terjatuh."

Carlos melapor sambil menundukkan kepala, tapi matanya menatap penuh curiga ke arah sudut dokumen yang menyembul di bawah karpet.

Melihat darah di tanganku, Aldo langsung memaki Carlos habis-habisan.

Aku memegang tanganku yang berdarah sambil memasang raut wajah linglung dan terkejut.

"Aldo? Bukannya kamu pergi ngurus pengkhianat? Kok udah pulang secepat ini?"

Gerakan Aldo sempat membeku sejenak.

Dia segera merapikan kerah kemejanya yang terbuka, "Aku ... aku mau ambil beberapa dokumen, baru mau berangkat."

Jessica muncul tepat di belakangnya dengan leher yang penuh tanda merah.

Carlos beralih menatap mereka berdua, lalu dia segera menunduk dan melapor, "Bos, ada masalah di Wilayah Timur."

Aldo mengibaskan tangannya dengan kesal, "Oke, tunggu aku di bawah."

Dia membopongku kembali ke tempat tidur, lalu mengambil tisu untuk menekan lukaku.

Aku meringkuk di pelukannya sambil meneteskan air mata, "Aku takut banget, tadi Carlos bilang nggak bisa nemuin kamu, aku takut kamu kenapa-kenapa."

"Bodoh, aku nggak akan kenapa-kenapa. Besok ulang tahun pernikahan kita yang kelima, apa kamu udah terpikir mau pergi ke mana?"

Aku mendongak, "Gimana kalau melaut? Aku udah lama nggak merasakan embusan angin laut."

Aldo mengusap air mata di sudut mataku dengan nada sangat memanjakan.

"Besok malam aku jemput kamu, aku kasih hari jadi yang paling spesial untuk kamu."

Keesokan paginya, aku beralasan ingin menyiapkan kado ulang tahun untuk Aldo dan meminta Jonny menjadi sopir untuk menemaniku keluar.

Di dalam mobil, aku melemparkan sebuah tas penuh berisi perhiasan mewah dan jam tangan mahal ke pelukannya.

"Jual semuanya lewat jalur pasar gelap. Selain itu, apa bom di kapal pesiar sudah terpasang?"

"Nona, semuanya berjalan lancar."

Jonny menyerahkan sebuah alat pemicu ledakan berukuran mikro kepadaku.

"Tinggal nunggu pesta perayaan terakhir di tengah laut malam ini."

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur   Bab 9

    Setahun kemudian, sinar matahari yang hangat menyinari kantor pusat Grup NJ di lantai teratas.Aku berdiri di depan jendela besar sembari memegang kopi, memandang kota yang dulunya dikuasai secara tiran oleh Keluarga Antonio, kini terukir namaku di setiap sudutnya.Tajuk utama surat kabar finansial internasional di atas meja tampak sangat mencolok, [Grup NJ Selesaikan Akuisisi Terakhir Aset Luar Negeri Milik Grup Antonio, Era Keluarga Antonio Berakhir Total].Jonny mengetuk pintu dan masuk, menyerahkan sebuah dokumen yang sudah menguning. Itu adalah surat nikahku dan Aldo dulu.Aku mendadak teringat, saat menikah dengan Aldo dulu, dia memegang dokumen itu dengan sangat hati-hati dan menyimpannya di dalam brankas.Dia berkata bahwa benda ini jauh lebih berharga daripada seluruh kekayaan di dunia.Namun akhirnya, dia juga yang menyeret aku ke neraka."Nona, semua prosedurnya udah beres. Sekarang udah nggak ada lagi aset legal atas nama Aldo."Aku mengambil dokumen itu, memantik pemantik

  • Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur   Bab 8

    Aldo menatapku, dia justru tersenyum.Dia berlutut di lantai, bahkan dalam situasi seperti ini, dia masih bersikap seolah sangat mencintai."Novi, asalkan itu kamu, kamu boleh lakuin aja apa pun ke aku.""Apa kamu mau bunuh aku? Kalau mati di tanganmu, aku udah ikhlas kok.""Bunuh kamu?" Aku tertawa."Itu sih terlalu enak di kamu."Aku menjentikkan jari.Jonny mengeluarkan sebuah pemutar suara.Terdengar rekaman suara Jessica sebelum tewas, rahasia terakhir yang berhasil orang-orangku paksa keluar dari mulutnya."Kecelakaan waktu itu sebenarnya udah diatur sama Bos.""Dia bilang, asalkan kamu buta, kamu cuma bakal bergantung sama dia dan nggak bakal bisa lepas dari dia.""Dia juga sengaja nunda-nunda waktu pengobatan ...."Rekaman itu menggema di dalam gereja yang kosong.Raut penuh kasih di wajah Aldo seketika membeku."Nggak, nggak mungkin kayak gitu.""Aku sayang banget sama kamu! Aku cuma takut kehilangan kamu aja!"Aku melangkah mendekat ke arahnya dengan pandangan dingin."Sayang

  • Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur   Bab 7

    Kasino terbesar di Salkana tampak sangat megah dan berkilauan.Aldo membawa rombongan besar anak buahnya menyerbu ke ruang VIP dengan aura membunuh yang kental."Suruh bos kalian keluar nemuin aku!"Sebelum manajer kasino sempat bicara, dari tangga melingkar di lantai dua terdengar suara ketukan sepatu hak tinggi yang nyaring."Tuan Aldo, jangan emosi begitu, nanti lukanya terbuka lagi, lho."Suara ini ....Aldo mendadak mendongak.Terlihat seorang wanita mengenakan gaun merah dengan punggung terbuka sedang berjalan turun perlahan.Aku melepas cadar hitam di wajahku, memperlihatkan wajah yang sangat cantik menawan.Mata yang dulu pernah dia kecup berkali-kali, yang kini bersinar tajam, menatap lurus ke arahnya.Aku, Novi Jovana.Namun, tidak seperti diriku yang dulu selalu penurut.Saat ini, auraku terpancar sepenuhnya, layaknya seorang ratu."Novi .…"Aldo menatapku dengan tatapan yang penuh keserakahan dan obsesi yang gila.Aku memerintahkan anak buahku untuk menodongkan senjata ke a

  • Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur   Bab 6

    Tiga bulan telah berlalu.Aldo mengerahkan seluruh kekuatannya hanya untuk menemukan keberadaanku.Namun, aku seolah menguap dari muka bumi, bahkan tidak meninggalkan jejak sedikit pun.Aldo makin temperamental.Cacat tubuh yang dideritanya membuat psikologinya sangat menyimpang. Ketidakpuasan sekecil apa pun akan berakhir dengan eksekusi anak buah kepercayaannya.Seluruh bawahannya hidup dalam ketakutan dan rasa saling curiga.Keluarga musuh, Cosnatra, memanfaatkan kesempatan ini untuk mencaplok wilayah kekuasaan Aldo secara besar-besaran.Keluarga Antonio yang dulu tak tertandingi kini mulai menunjukkan tanda-tanda keruntuhan.Larut malam, Aldo mabuk berat dan meringkuk di tempat tidur yang pernah aku tempati, sambil memeluk baju tidur yang tidak sempat aku bawa.Itu baju yang pernah aku pakai, masih menyisakan aroma melati yang samar."Novi ... kamu tega banget ...."Dia membenamkan wajahnya di pakaian itu sambil terisak pelan.Manusia baru sadar akan hal berharga setelah kehilangan

  • Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur   Bab 5

    Aldo terbangun di sebuah rumah sakit pribadi.Dia mencoba bergerak, tapi rasa nyeri yang menusuk segera menjalar dari bagian bawah tubuhnya.Saat selimut disingkap, perban tebal membungkus bagian vitalnya dengan noda darah yang samar-samar merembes.Dari kamar sebelah terdengar jeritan Jessica yang memilukan, seolah-olah perempuan itu sudah gila.Dokter utama berdiri di samping tempat tidur dengan perasaan waswas, kepalanya menunduk tidak berani menatapnya."Gimana kondisinya?" Suara Aldo terdengar lemah.Dokter itu langsung jatuh berlutut, "Bos, meskipun operasi pemisahannya berhasil, tapi ... karena robekan paksa dan luka bakar kimiawi yang terlalu parah sebelumnya, jaringan ereksi Anda rusak.""Ngomong pakai bahasa manusia!""Ke depannya, mungkin nggak akan bisa ereksi secara normal ...."Keheningan yang mematikan pun menyelimuti ruangan.Wajah Aldo yang tadinya pucat berubah menjadi sangat mengerikan.Cacat?Dia, seorang bos mafia yang disegani, malah dibuat cacat oleh seorang wani

  • Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur   Bab 4

    Di dalam kabin, gairah sedang memuncak.Aldo menyerang bagaikan binatang buas yang tidak kenal lelah, menuntut dengan penuh kegilaan.Suara Jessica terdengar liar dan melengking, memacu saraf Aldo makin kencang."Sayang, kok hari ini kamu sempit banget?"Aldo terengah-engah, merasakan sensasi jepitan yang belum pernah sekuat ini sebelumnya.Bahkan, ada sedikit rasa panas yang menyengat."Itu karena kamu hebat banget ... ah ... panas ...."Jessica pun mulai merasakan ada yang tidak beres.Bagian bawahnya terasa perih luar biasa secara bertubi-tubi, seolah-olah sedang terbakar api."Nggak beres ... kenapa panas banget?"Aldo mengernyitkan dahi dan gerakannya pun terhenti.Rasa terbakar itu dengan cepat berubah menjadi nyeri hebat, seakan kulit mereka sedang terkikis oleh asam pekat."Cepat ... cepat cabut!"Jessica menjerit histeris dengan wajah yang terdistorsi karena menahan sakit.Aldo pun panik, dia refleks mencoba menarik diri.Namun, di detik berikutnya, pupil matanya mengecil seke

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status