Short
Membawa Anak Kembarku Dan Meninggalkan Kenangan Pahit

Membawa Anak Kembarku Dan Meninggalkan Kenangan Pahit

By:  BagelKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Mga Kabanata
4.6Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Saat cinta pertama suamiku sedang sekarat melahirkan, ayah mertuaku, bos mafia Keluarga Lantara, menempatkan sepuluh pria bersenjata di depan pintu kamarku. Mereka berjaga dengan siaga penuh, takut aku akan menerobos masuk ke ruang bersalin dan mengacaukan kelahiran pewaris pertama Keluarga Lantara. Namun, aku bahkan tidak menyentuh pintu itu. Bahkan ketika tangisan bayi yang baru lahir menggema di sepanjang lorong, Ibu Logan, nyonya keluarga itu, mengembuskan napas panjang penuh kelegaan sambil menggenggam erat tangan wanita yang terbaring di ranjang rumah sakit. "Calista, kami ada di sini. Si Stella mandul itu nggak akan bisa ganggu kamu ataupun cucuku." Logan membungkuk, lalu menyeka keringat dingin di dahi Calista. Tatapannya dipenuhi kelembutan. "Jangan khawatir. Ayah sudah perintahkan anak buahnya untuk kunci seluruh rumah sakit pribadi ini. Kalau dia berani bikin keributan, aku sendiri yang akan mencoret namanya dari catatan keluarga." Barulah setelah memastikan aku tidak akan datang membuat masalah, dia benar-benar merasa tenang. Logan tidak mengerti. Di matanya, dia hanya sedang membalas budi, memberi seorang wanita yang akan segera meninggal seorang anak untuk meneruskan namanya, membantu cinta pertamanya mewujudkan harapan terakhirnya. Mengapa aku tidak bisa menerimanya dengan lapang dada? Mengapa aku tidak bisa melihat gambaran yang lebih besar? Senyum puas terukir di bibir Logan saat dia memandangi bayi yang terbungkus selimut itu. Dia bahkan berpikir bahwa jika aku mau merendahkan harga diriku, mengakui kesalahanku, dan menunjukkan sedikit kebaikan kepada Calista, dia akan memaafkan sikap dinginku selama ini sepenuhnya. Dia akan menebus semuanya kepadaku, bahkan memberiku gelar sebagai ibu dari anak itu, membiarkanku tetap mempertahankan posisiku sebagai istrinya. Namun, yang tidak dia ketahui adalah bahwa aku sudah menandatangani surat cerai yang disiapkan pengacaraku. Dalam seminggu, aku akan memutus semua hubungan dengan Keluarga Lantara, membawa kedua bayi kembar yang tumbuh di dalam kandunganku dan pergi. Kami tidak akan pernah bertemu lagi, bukan di kehidupan ini maupun kehidupan berikutnya.

view more

Kabanata 1

Bab 1

Saat cinta pertama suamiku sedang sekarat melahirkan, ayah mertuaku, bos mafia Keluarga Lantara, menempatkan sepuluh pria bersenjata di depan pintu kamarku.

Mereka berjaga dengan siaga penuh, takut aku akan menerobos masuk ke ruang bersalin dan mengacaukan kelahiran pewaris pertama Keluarga Lantara.

Namun, aku bahkan tidak menyentuh pintu itu. Bahkan ketika tangisan bayi yang baru lahir menggema di sepanjang lorong, Ibu Logan, nyonya keluarga itu, mengembuskan napas panjang penuh kelegaan sambil menggenggam erat tangan wanita yang terbaring di ranjang rumah sakit.

"Calista, kami ada di sini. Si Stella mandul itu nggak akan bisa ganggu kamu ataupun cucuku."

Logan membungkuk, lalu menyeka keringat dingin di dahi Calista. Tatapannya dipenuhi kelembutan.

"Jangan khawatir. Ayah sudah perintahkan anak buahnya untuk kunci seluruh rumah sakit pribadi ini. Kalau dia berani bikin keributan, aku sendiri yang akan mencoret namanya dari catatan keluarga."

Barulah setelah memastikan aku tidak akan datang membuat masalah, dia benar-benar merasa tenang.

Logan tidak mengerti. Di matanya, dia hanya sedang membalas budi, memberi seorang wanita yang akan segera meninggal seorang anak untuk meneruskan namanya, membantu cinta pertamanya mewujudkan harapan terakhirnya.

Mengapa aku tidak bisa menerimanya dengan lapang dada? Mengapa aku tidak bisa melihat gambaran yang lebih besar?

Senyum puas terukir di bibir Logan saat dia memandangi bayi yang terbungkus selimut itu. Dia bahkan berpikir bahwa jika aku mau merendahkan harga diriku, mengakui kesalahanku, dan menunjukkan sedikit kebaikan kepada Calista, dia akan memaafkan sikap dinginku selama ini sepenuhnya.

Dia akan menebus semuanya kepadaku, bahkan memberiku gelar sebagai ibu dari anak itu, membiarkanku tetap mempertahankan posisiku sebagai istrinya.

Namun, yang tidak dia ketahui adalah bahwa aku sudah menandatangani surat cerai yang disiapkan pengacaraku. Dalam seminggu, aku akan memutus semua hubungan dengan Keluarga Lantara, membawa kedua bayi kembar yang tumbuh di dalam kandunganku dan pergi.

Kami tidak akan pernah bertemu lagi, bukan di kehidupan ini maupun kehidupan berikutnya.

....

Pada hari Logan mengantar Calista melewati gerbang utama kediaman keluarga dengan hati-hati, aku sedang berada di kamar mandi lantai atas. Aku menggigit punggung tanganku sendiri untuk menahan rasa mual yang begitu dahsyat.

Aku baru mengetahui bahwa aku mengandung bayi kembar Logan tepat setelah kembali dari perjalananku.

Aku membasuh wajah dengan air dingin dan meletakkan tangan di atas perutku yang masih rata, berusaha meredakan rasa mual sebelum membuka pintu utama rumah yang berat itu. Yang menyambutku adalah suara tawa ceria dan santai.

"Dia punya wajah Logan. Mirip sekali. Calista, kamu benar-benar ngasih hadiah besar bagi Keluarga Lantara!"

Ibu Logan sedang mengagumi bayi laki-laki yang terbungkus selimut, matanya dipenuhi kasih sayang, sementara Logan keluar dari dapur membawa semangkuk sup herbal khusus.

"Calista, kamu sudah banyak menderita. Aku suruh orang rebus ini semalaman. Kamu harus memulihkan tenaga." Dia duduk di sisi ranjang dan menyuapi Calista sesendok demi sesendok, dengan tatapan lembut.

Bagi siapa pun yang melihat, mereka adalah gambaran sempurna pasangan yang serasi dan saling mencintai.

Ayah Logan, bos mafia keluarga itu, sedang menghibur bayi tersebut dengan jam saku emas. Bayi itu tertawa riang dan ayah Logan pun tidak bisa berhenti tersenyum.

"Yang ini benar-benar menggemaskan. Untung dia nggak lahir dari Stella, perempuan yang cuma tahu cara megang pisau bedah. Wanita sedingin meja operasi itu nggak menyenangkan."

Jari-jariku mengencang di gagang pintu hingga buku-buku jariku memutih. Aku teringat saat pertama kali bertemu mereka sebagai dokter pribadi eksklusif keluarga.

Ayah Logan pernah menepuk bahuku dan berkata kepada para anak buah seniornya bahwa seorang istri yang mampu mengeluarkan peluru dan menjahit luka adalah aset terbesar Keluarga Lantara.

Sekarang, dia mengatakan aku dingin dan tidak menyenangkan.

Aku hanya meninggalkan keluarga itu selama sepuluh bulan untuk menghadiri konferensi medis di luar negeri. Aku melakukannya demi melayani keluarga dengan lebih baik, meningkatkan kemampuanku dalam menjaga kesehatan mereka dan mengobati luka-luka mereka. Namun ketika aku kembali, ternyata sudah tidak ada lagi tempat untukku di rumah ini.

Aku memaksakan senyum yang sama sekali tidak mengandung kehangatan. Masalahnya, selama tiga tahun pernikahanku dengan Logan, ini bukan kehamilan pertamaku.

Namun dua tahun lalu, saat terjadi penyerbuan dari keluarga saingan, aku mengalami cedera parah di bagian perut ketika mendorong Logan menjauh dari bahaya. Aku bukan hanya kehilangan anak kami yang belum lahir, tetapi cedera itu juga membuat dokter menyatakan bahwa peluangku untuk hamil lagi hampir mendekati nol.

Saat itu, aku menangis setiap malam.

Logan-lah yang memelukku, mencium kepalaku, dan bersumpah bahwa aku adalah satu-satunya istri yang akan dia miliki sepanjang hidupnya. Dia mengatakan bahwa dia lebih rela garis keturunan Keluarga Lantara berakhir daripada menyentuh wanita lain.

Namun sekarang, dia sendiri yang menghancurkan sumpah itu hingga berkeping-keping. Demi apa yang disebut sebagai utang kehormatan, dia telah melampaui semua batas.

Aku masih ingat sepuluh bulan lalu, pada hari aku hendak naik pesawat ke Eropa. Dia memelukku erat di landasan udara pribadi dan menolak melepaskanku. Napas hangatnya menyapu telingaku, sementara matanya dipenuhi keengganan untuk berpisah.

Selama kami berjauhan, kami melakukan panggilan video setiap hari, terus saling memberi kabar. Aku bahkan menyempatkan diri terbang pulang sebulan sekali hanya untuk menemuinya selama beberapa jam.

Semua orang di lingkungan kami mengatakan bahwa bos kecil Keluarga Lantara adalah orang gila, tetapi seluruh kelembutannya hanya diberikan kepada istrinya yang seorang dokter. Mereka sudah menikah tiga tahun, tetapi masih seperti pasangan pengantin baru.

Ketika proyekku selesai lebih cepat dari jadwal, aku segera pulang, bahkan tanpa memberi diriku waktu untuk menyesuaikan diri dengan jet lag. Tidak lama setelah pesawatku mendarat, tiba-tiba aku diserang rasa pusing yang hebat.

Naluri seorang ahli bedah langsung mengambil alih. Aku melakukan tes darah pada diriku sendiri dan hasilnya membuatku tercengang. Aku bukan hanya hamil, tetapi juga mengandung bayi kembar.

Aku sangat bahagia dan tidak sabar membagikan kabar baik itu kepada Logan. Aku ingin memberitahunya bahwa aku bersedia menghentikan karierku sementara waktu demi fokus pada kehamilan ini.

Namun ketika aku pulang ke kediaman keluarga dengan penuh kegembiraan, para penjaga malah menghalangiku di gerbang. Mereka menolak mengizinkanku masuk hanya karena Calista akan segera melahirkan.

Suara Calista yang manis berlebihan menarikku kembali ke kenyataan, "Stella? Kapan kamu pulang? Kenapa nggak bilang apa-apa?"

Semua orang langsung mengalihkan pandangan kepadaku. Saat ibu Logan yang duduk di sampingnya melihat dokumen di tanganku, yaitu surat pengunduran diriku sebagai dokter keluarga, wajahnya langsung berubah muram.

"Aku memang seharusnya nggak pernah membiarkan Logan menikahimu. Mengundurkan diri? Apa kamu pikir Logan berutang nafkah padamu? Apa Keluarga Lantara memelihara orang yang hanya menumpang hidup?"

Ayah Logan mendengus. "Kamu bahkan nggak bisa melahirkan pewaris untuk meneruskan garis keturunan keluarga. Untuk apa pertahankan kamu? Kalau sejak awal aku tahu kamu nggak bisa kasih Keluarga Lantara penerus berikutnya, aku nggak akan pernah membiarkanmu menginjakkan kaki di kediaman ini."

"Calista baru saja melahirkan, tubuhnya masih lemah. Bayinya juga masih rentan. Saat seperti ini semua orang harus turun tangan untuk membantu. Hal paling sederhana yang bisa kamu lakukan adalah membantu Logan mengurus semuanya. Tapi kamu malah merajuk di sini. Apa kamu sama sekali nggak punya kesadaran sebagai seorang istri?"

Ucapan mereka begitu tidak masuk akal hingga aku ingin tertawa. "Lalu bagaimana dengan Logan? Menghamili wanita lain saat aku sedang pergi. Apa itu yang seharusnya dilakukan seorang suami?"

"Stella, cukup!" Logan melangkah maju dengan cepat. Keningnya berkerut dan tatapannya sedingin es. "Aku melakukan semua ini demi dirimu!"

"Kamu nggak bisa punya anak, jadi aku meminta Calista melakukannya untukmu. Aku memberimu seorang pewaris dan kamu bahkan nggak bisa menghargainya?"

"Ini seharusnya menjadi situasi yang menguntungkan semua pihak. Calista bisa mewujudkan harapan terakhirnya sebelum meninggal dan kamu bisa tetap menjadi istri bos kecil tanpa harus menanggung beban kehamilan. Aku benar-benar nggak mengerti apa yang membuatmu begitu marah."

"Dalam penyergapan dua tahun lalu, kalau Calista nggak mendorongku, peluru itu akan mengenai kepalaku, bukan bahuku."

"Ayahnya meninggal demi keluarga saat dia masih kecil dan sekarang dia didiagnosis mengidap penyakit mematikan. Dia nggak akan bertahan lebih dari beberapa bulan lagi. Setelah dia pergi, nggak akan ada satu orang pun di dunia ini yang mengingat keberadaannya."

"Kalian sama-sama perempuan. Apa kamu nggak bisa menunjukkan sedikit empati? Kenapa kamu begitu menentangnya? Atau kamu benar-benar menganggapku pria yang nggak bisa mengendalikan nafsunya?"

Calista langsung memanfaatkan kesempatan itu dengan meraih lengan bajunya. Matanya memerah, membuatnya tampak seperti korban yang sangat teraniaya olehku.

"Stella, tolong, jangan bilang apa-apa lagi. Semua ini salahku. Aku berjanji akan menghilang setelah bayi ini lahir. Aku nggak akan mengganggu kalian lagi. Tapi tolong jangan bertengkar dengan Logan karena aku ...."

Mereka bersatu melawanku dan menjadikanku tokoh jahat dalam cerita ini. Sisa kehangatan terakhir di hatiku pun membeku. Jadi, di mata mereka, aku hanyalah barang rusak yang tidak mampu meneruskan garis keturunan keluarga.

Aku bukan seorang istri. Aku bukan anggota keluarga ini. Aku hanyalah alat yang sudah tidak berguna karena tidak mampu mempertahankan kekuasaan keluarga melalui keturunan.

Ironisnya, di dalam rahimku malah tumbuh dua pewaris paling sah dari keluarga ini. Namun pada saat itu, aku sudah tidak ingin mengatakan apa pun lagi.

Logan kembali berbicara. Suaranya rendah, tetapi dipenuhi ancaman yang tidak bisa disalahartikan. "Stella, kesabaranku ada batasnya. Kalau kamu berani menyusahkan Calista lagi, jangan salahkan aku kalau aku melupakan bahwa kita adalah suami istri."

"Kalau kamu masih ingin tetap menjadi istriku, tutup mulutmu. Pada upacara baptis minggu depan, aku akan mengumumkan kepada seluruh keluarga bahwa kamu adalah ibu dari anak ini."

Minggu depan?

Aku melirik dingin bayi yang sedang tertidur di dalam buaian.

Saat waktu itu tiba, aku sudah lama pergi.

Menghilang dari hidupnya tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Rebyu

Rere Pratiwi
Rere Pratiwi
semua cerita kok isinya sama yaa. Di awal aja ceritanya beda..makin ketengah modelannya sama. Dan endingnya sdh bisa di tebak.....SAMA !!! Gk kreatif.....
2026-07-26 16:43:56
1
0
Nanik Sriami
Nanik Sriami
cerita bagus
2026-07-08 10:40:20
0
0
Rere Pratiwi
Rere Pratiwi
cukup ini aja ..
2026-07-26 16:48:19
0
0
Oranye
Oranye
Hahaha..cerpen hasil AI. Tuh ada prompt yg ga dihapus. Aplikasi yg hanya modal mesin AI, pantas ceritanya 98% pada mirip semua
2026-07-05 20:20:59
0
0
8 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status