Share

Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat
Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat
Penulis: Larasati

Bab 1

Penulis: Larasati
"Kamu benar-benar mau batalkan pernikahanmu?"

Di seberang meja, seorang wanita paruh baya berpakaian rapi memasang tampang curiga.

Shella Winata mengambil surat perjanjian tunangan berwarna merah terang, lalu merobeknya. Dia menatap ibu Riady Swarma sambil bertanya, "Sudah percaya sekarang?"

Rossa terlihat sangat tercengang. Kemudian, dia mengerutkan bibir dan berkata, "Oke, aku akan aturkan identitas baru untukmu. Sebulan lagi, tinggalkan Kota Morkar selamanya."

Shella menggenggam erat gelas airnya dan mengangguk tanpa ragu, "Oke."

Shella mengambil tasnya dan berdiri, tetapi Rossa menghentikannya. "Ingat janjimu, jangan membuat masalah! Jangan sampai pamanmu tahu Riady selingkuh. Kalau nggak, dia benar-benar akan patahkan kaki Riady!"

Langkah Shella terhenti. Pikirannya melayang ke masa lalu.

Di mata orang lain, hubungan Shella dan Riady bagaikan kisah dongeng yang khas, Cinderella yang kurang beruntung bertemu pangeran tampannya.

Di universitas, Shella adalah mahasiswi teladan, sedangkan Riady adalah anak orang kaya yang berpengaruh. Dari segi mana pun, mereka berdua sebenarnya tidak mungkin berinteraksi.

Namun, Riady jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Shella. Jika menggunakan deskripsi orang lain, Riady telah disantet olehnya hingga rela melakukan apa saja untuk mengejarnya.

Riady tidak suka belajar, tetapi bersedia mencari sebuah buku panduan belajar yang diinginkan Shella di seluruh kota pada malam musim dingin yang bersalju. Riady tahu Shella suka makan ikan. Jadi, dia pergi memancing sebelum fajar dan hampir tenggelam di sungai.

Awalnya, Shella merasa status sosial mereka terlalu berbeda dan mereka tidak cocok untuk satu sama lain. Meskipun merasa terharu, dia juga berulang kali menolak Riady.

Namun, demi bisa bertunangan dengan Shella, Riady berlutut di rumah dan sebelah kakinya nyaris dipatahkan oleh ayahnya. Dalam perjalanan ke rumah sakit, Riady menelepon Shella dan bertanya bisakah Shella menikah dengannya.

Malam itu, Shella akhirnya membuka hatinya. Dia memutuskan bahwa Riady adalah pasangan sejatinya.

Dari masa kuliah hingga lulus dan bertunangan dua tahun, Shella dan Riady sudah menjalin hubungan selama enam tahun. Bahkan Shella juga tidak menyangka bahwa pria yang begitu mencintainya tiba-tiba berpindah hati menjelang pernikahan mereka.

...

Malam itu, Shella menunggu di ruang tamu. Tepat pukul sebelas, Riady masih belum pulang.

Shella mengambil ponselnya dan menelepon Riady. Setelah tiga kali panggilan, Riady baru menjawab.

"Shella, aku lagi hadiri acara sosial bisnis. Ada apa?" ​​tanya Riady dengan nada lembut dan penuh kasih sayang.

Shella mendengar musik keras di ujung telepon dan bertanya, "Kamu ada di bar?"

"Aku lagi di acara sosial bisnis dan sangat sibuk. Aku mungkin akan pulang larut malam," jelas Riady dengan sabar.

Kemudian, napas Riady menjadi sedikit lebih berat dan terdengar suara ciuman.

Suaranya sangat samar, tetapi telinga Shella yang tajam tetap dapat menangkapnya. Jantungnya berdebar kencang dan dia bertanya dengan susah payah, "Kamu ... bisa pulang sekarang?"

Riady menarik napas dalam-dalam. Dia sepertinya sudah bergairah karena digoda. Suaranya terdengar agak gemetar, "Kayaknya nggak bisa, mitra bisnisnya belum pergi. Aku janji aku akan kembali begitu acaranya selesai. Oke?"

Hati Shella sepenuhnya menjadi dingin. Dia tersenyum dan menjawab, "Oke. Kalau begitu, aku tutup dulu teleponnya."

Shella menutup telepon dan menggenggam ponselnya dengan erat.

Tiga hari yang lalu, Shella melihat noda lipstik di kerah baju Riady. Dia pun pergi menemui Riady bersama teman baiknya, Sophie Tanjaya.

Lokasinya juga di sebuah bar yang ramai. Riady merangkul Amila dan berkata dengan tampang muram, "Aku benar-benar sudah bosan. Dia nggak ceria, juga nggak punya kepribadian, macam tanah liat yang bisa dibentuk sesuka hati. Nggak menarik."

Mata Shella pun meredup. Tangannya yang hendak membuka pintu ruang privat membeku. Dia dapat dengan jelas mendengar suara hatinya yang hancur. Di belakangnya, Sophie yang merasa sedih dan tak percaya bertanya, "Ini ... benar-benar sesuatu yang mungkin dikatakan Riady?"

Shella tersenyum dan tidak yakin harus bagaimana menjawab pertanyaan itu. Sebenarnya, dia sudah lama tahu bahwa Riady tidak lagi menyukainya.

Setengah bulan yang lalu, Shella menyaksikan sendiri Riady yang merangkul seorang wanita cantik berperwarakan kecil berjalan masuk ke sebuah vila. Kemudian, dia menyewa seorang detektif swasta dan memperoleh banyak informasi serta foto.

Nama wanita itu adalah Amila Kestari. Dia baru lulus kuliah dan merupakan seorang pekerja magang di Grup Swarma. Pada hari pertama Amila bekerja, dia dan Riady sudah berinteraksi. Ada banyak foto mereka yang mengobrol gembira dan bermesraan di berbagai tempat kencan seperti hotel serta restoran.

Shella berada di rumah untuk mempersiapkan pernikahan mereka, juga bergadang sepanjang malam untuk mengkoordinasikan detailnya. Di sisi lain, Riady sama sekali tidak ikut campur dalam persiapan pernikahan mereka, malah berselingkuh dengan wanita lain.

Setiap kali pulang, Riady bahkan harus berperan sebagai tunangan yang sangat mencintai Shella. Dia memijat bahu dan membasuh kaki Shella sambil terus-menerus berkata, "Istriku sayang, kamu sudah bekerja keras."

Semua itu bohong dan busuk sampai ke akarnya.

Shella memejamkan mata dan naik ke lantai atas dengan tenang. Dia mengemas semua perhiasan di kamar dan memasukkannya ke dalam kotak.

"Halo? Tolong bantu aku jual beberapa perhiasan. Selain itu, batalkan juga tempat pernikahan yang kusuruh kamu pesan."

Sandy yang ada di ujung telepon agak terkejut. "Bu Shella, kamu dan Pak Riady bertengkar?"

"Nggak, biar aku saja yang pilih tempat pernikahannya."

Baru saja Shella selesai berbicara, terlihat lampu depan mobil melintas di jendela. Dia menutup telepon dan pergi ke samping jendela.

Riady keluar dari mobil. Dia masih terlihat setampan dan setinggi biasa, juga mengenakan setelan jas. Hanya kerahnya yang agak berantakan sehingga tulang selangkanya terlihat sedikit. Dia segera merapikan kerahnya, lalu menyemprotkan parfum yang biasa digunakannya. Setelah memastikan pakaiannya rapi, dia baru berjalan masuk.

Shella menyaksikan seluruh kejadian itu. Hatinya terasa sakit.

Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka dan Riady berjalan masuk. Dia memeluk Shella dari belakang dan membenamkan wajahnya di bahu Shella. "Sayang, aku sudah pulang. Apa kamu nggak senang karena aku minum sampai larut malam selama beberapa hari terakhir?"

Nada bicara Riady mengandung sedikit kehati-hatian.

Shella melepaskan diri dari pelukan Riady, lalu berbalik dan bertanya dengan tenang, "Bukannya kamu lagi temani rekan bisnis? Kok bisa pulang lebih awal?"

Riady tersenyum dan menggenggam tangan Shella. Dia menatap Shella dengan penuh kasih sayang dan kelembutan yang mendalam. "Berhubung kamu mau aku pulang, aku tentu saja harus batalkan semua jadwal dengan orang lain untuk temani kamu. Nggak ada rekan bisnis atau proyek yang lebih penting daripada istriku!"

Riady mengeluarkan kotak perhiasan dari sakunya, lalu menyerahkannya kepada Shella. "Aku bawakan kamu hadiah. Buka dan lihatlah."

Shella mengambilnya. Isinya adalah sebuah bros bertakhtakan berlian yang harganya cukup mahal. Namun, dia langsung teringat foto yang dikirim detektif swasta kepadanya tiga hari lalu. Amila mengenakan gaun hitam dengan bros serupa.

Kasih sayang Riady yang dulunya hanya untuk Shella, kini sudah dibagi dua. Yang paling ironis, Riady baru membelikannya hadiah yang sama tiga hari kemudian. Dia telah menjadi pihak yang tidak diinginkan.

Shella merasakan sakit yang tajam dan menusuk di hatinya. Wajahnya pun menjadi pucat. Riady menyadari ekspresinya yang aneh dan mengerutkan kening. "Shella, ada apa?"

Shella berusaha keras mengendalikan emosinya dan tersenyum. "Nggak apa-apa, aku suka banget sama hadiahnya. Aku suruh kamu pulang karena ada kontrak yang harus kamu tandatangani."

Shella berbalik dan mengeluarkan sebuah dokumen, lalu langsung menunjuk ke area tanda tangan. "Aku suka banget sama vila di pinggiran barat itu. Alihkan kepemilikannya padaku, ya?"

Riady tersenyum, lalu mengambil pena dan menandatanganinya tanpa ragu. "Mulai sekarang, kalau ada properti yang kamu inginkan, langsung saja suruh Sandy uruskan dokumennya untukmu. Kamu nggak perlu sengaja minta pendapatku. Bukankah semua milikku juga milikmu?"

Riady dengan santai menandatangani dokumen itu tanpa membaca isinya. Setelahnya, Shella diam-diam memasukkan dokumen itu ke laci. Riady mungkin tidak pernah menyangka apa makna di balik menandatangani dokumen itu ....
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 50

    Shella membayar biaya pengobatan Christoff, lalu berbalik untuk pergi. Sebelum berpisah, Christoff memberikan informasi kontaknya kepada Shella.Setelah agak malam, Amila mencoba menelepon Peter, tetapi nomor Peter tidak dapat dihubungi. Amila pun merasa bingung. Mengingat Shella tidak tewas hari ini, sepertinya pria tadi siang yang telah menyelamatkannya. Dia benar-benar beruntung! Namun, rencananya perlu dipercepat. Jika tidak, semuanya akan terlambat!Memikirkan hal ini, Amila sengaja mendekati Riady. "Riady, jangan marah lagi. Shella pasti nggak bermaksud begitu. Mungkin ada kesalahpahaman! Sebelumnya, kamu bilang Nenek sangat percaya sama mitos. Kebetulan, aku kenal seorang peramal yang bisa meramal dengan sangat akurat. Aku akan bawa dia untuk melakukan ritual buat Nenek besok. Gimana menurutmu?" ucap Amila dengan manja sambil merangkul lengan Riady.Mata Riady menjadi gelap. Rasa sakit hati karena Shella perlahan-lahan memudar. Dia berbalik dan mencium bibir Amila, lalu memper

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 49

    "Shella, kita akan segera menikah, apa gunanya kamu berbuat begini? Kamu sengaja pakai pria seperti ini untuk membuatku cemburu, 'kan?""Shella, kamu seharusnya minta maaf sama Riady. Bukan salahmu berselingkuh. Lagian, pria ini memang sangat tampan. Wajar saja kamu tergoda! Tapi karena kamu sudah berselingkuh, jangan berpegang teguh pada posisi istri Riady lagi."Hanya orang yang memfitnah orang lain yang tahu betapa tidak adilnya tuduhan itu.Tatapan dingin Shella tertuju pada Amila. Amila pun secara refleks merasa takut. Kemudian, entah sejak kapan, Shella telah berhasil menepis cengkeraman Riady dan menampar Amila dengan kuat."Ngomong soal ini, aku bahkan belum menyelesaikan urusanku denganmu. Amila, beraninya kamu menghasut kakakmu untuk menabrakku dengan mobil. Aku sudah lapor polisi, juga catat nomor pelatnya. Suruh dia siap-siap untuk masuk penjara!" Ekspresi Amila seketika berubah. Kemudian, dia menatap Riady dengan ekspresi sedih."Shella, apa-apaan kamu! Amila nggak punya

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 48

    "Dia pingsan karena gula darah rendah. Untungnya, dia dibawa ke rumah sakit tepat waktu. Berhubung pacarmu ada gula darah rendah, jangan lupa untuk tetap sediakan beberapa butir permen biar bisa antisipasi keadaan darurat," ujar dokter.Shella hendak menjelaskan bahwa Christoff bukan pacarnya. Namun, dokter itu sudah berbalik dan pergi.Kebetulan, Riady mendengar semua ini dari luar. Dia pun mengepalkan tangannya dan menerobos masuk.Shella seketika mematung. Riady menghampirinya, lalu meraih pergelangan tangannya dan menuntut, "Siapa dia?"Riady menunjuk ke arah Christoff yang bertelanjang dada. Amila yang baru saja masuk langsung merasakan aura mengesankan pria itu. Dia dapat menilai bahwa jam tangan di pergelangan tangan pria itu saja sudah bernilai miliaran. Shella juga mengenal orang sehebat itu?Amila menggigit bibir dan bertanya kepada Shella, "Shella, apa hubunganmu dengan orang ini? Kenapa kamu sampai secara khusus temani dia datang ke rumah sakit?"Shella sangat ingin merobek

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 47

    Bagi Amila, janji seperti itu hanyalah bentuk dari menguji kesabarannya. Perutnya sudah makin besar. Jika Riady benar-benar menikahi Shella, dia hanya bisa menjadi simpanan seumur hidupnya.Amila menarik napas dalam-dalam. Namun, sebentar lagi, dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya!Keesokan harinya.Shella bersiap untuk pergi memeriksa rumah di Kota Horion. Saat tiba di pintu masuk bandara dan baru saja dia keluar dari mobil, dia melihat sebuah mobil melaju kencang ke arahnya. Ekspresinya langsung berubah dan kakinya lemas secara refleks.Ada seseorang yang menarik Shella dari belakang. Dia pun jatuh ke pelukan orang itu. Kemudian, terdengar erangan tertahan.Shella menunduk dan melihat Christoff menahan jatuhnya. Lengan pria itu memeluknya dengan erat. Mobil yang sudah lewat itu tiba-tiba mengerem, lalu berbalik dan kembali melaju ke arah Shella.Ekspresi Shella seketika berubah. Ini adalah pembunuhan yang disengaja! Shella menggigit bibirnya dan meraih lengan Christoff. "Cep

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 46

    Pernikahan itu tidak pernah ada.Shella menarik napas dalam-dalam, lalu memaksakan senyum."Resepsi pernikahan kita akan diadakan di sebuah pulau. Ibu sudah mengatur semuanya. Kalau nggak percaya, tanya saja sama dia."Shella segera menyebut nama Rossa.Kecurigaan Riady mulai goyah lagi. "Sayang, aku juga cuma nanya."Dia melangkah maju dan meraih lengan Shella. "Aku takut banget kehilangan kamu. Kamu tahu aku sudah tunggu enam tahun penuh untuk hari ini." Shella mengerutkan bibir. Enam tahun bukanlah waktu yang lama, tetapi juga tidak singkat. Bagi Shella, ini terasa seperti mimpi. Setelah bangun, semuanya pun hilang."Apa kamu benar-benar berpikir kita bisa menikah?" tanya Riady untuk menguji.Shella terkekeh. "Selama kamu mau, kita pasti bisa menikah."Riady memeluknya. "Sayang, terima kasih kamu bersedia menikahiku!"Shella tersenyum getir. Berakting sangat melelahkan. Namun, dia tidak tahu kenapa Riady dapat melakukannya dengan santai."Masih ada urusan di perusahaan. Aku pergi

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 45

    Tubuh Amila sedikit gemetar. Entah kenapa, tatapan Riady terasa menakutkan baginya. Dia mendekat ke arah Riady, ingin menyenangkan pria itu seperti biasa. Namun, Riady langsung menghindar. Jarang-jarang dia bersikap sedingin ini."Kamu sudah capek. Aku akan mengantarmu pulang sekarang!"Riady seolah-olah menolak melakukan kontak fisik dengan Amila.Setelahnya, Amila mencoba mengulangi trik lamanya. Dia ingin menggunakan anak untuk mengikat Riady. Namun, Riady tetap tenang dan berujar, "Aku ada urusan di perusahaan. Aku pulang dulu."Entah kenapa, setiap kali melihat Amila, Riady akan teringat adegan mesra Amila dan Kenji. Kenji merangkul pinggang Amila, sedangkan Amila mencium Kenji. Dia merasa seolah-olah barang miliknya telah disentuh orang lain dan tidak lagi murni.Ketika mendengar suara pintu ditutup, Amila mengentakkan kaki dengan marah. Ada apa ini sebenarnya? Kenapa Riady bahkan tidak mau menyentuhnya lagi sekarang?Amila mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang seperti b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status