Share

Bab 3

Penulis: Larasati
Shella sedang minum air. Ketika mendengar ini, gerakan menelannya bahkan menjadi lebih lambat. Dia menoleh ke arah Riady dan menjawab, "Nggak batal. Aku cuma nggak suka sama lokasi itu. Ganti saja tempatnya."

Riady melonggarkan dasinya dan berjalan mendekat sambil tersenyum. "Apa yang salah dengan tempat itu? Tempat itu dijuluki tempat cinta sejati. Menurut legenda, jika orang yang benar-benar saling mencintai mengucapkan sumpah pernikahan di sana, mereka baru bisa bersama selamanya. Memangnya kamu nggak merasa itu pertanda baik?"

Seberkas sarkasme muncul di mata Shella. 'Benar, cuma orang yang benar-benar saling mencintai yang dapat tetap bersama selamanya. Tapi Riady, coba tanyakan pada dirimu sendiri dan jawab dengan jujur, memangnya kamu masih mencintaiku seperti dulu?'

Shella tidak melontarkan kata-kata itu. Dia hanya mendengar suara lembutnya sendiri berkata, "Ganti saja tempatnya. Bukannya kamu bilang akan serahkan segala sesuatu seputar pernikahan kepadaku?"

Riady tertegun sejenak, lalu tertawa. "Baiklah, semuanya terserah istriku saja. Aku akan nantikan pernikahan romantis penuh kejutan darimu sebulan lagi."

Shella tersenyum, tetapi tetap diam. Dia duduk dengan sikap lembut dan terlihat tenang sehingga terlihat secantik lukisan.

Riady pun terpesona. Dia berjalan mendekat dan berbisik di telinga Shella, "Sayang, karena aku sibuk bekerja belakangan ini, kita sepertinya sudah lama nggak melakukannya."

Tubuh Shella langsung menegang. Dia diam-diam menghindar dan bangkit. "Aku agak lelah. Lain hari saja."

Sebelum Riady sempat bereaksi, Shella langsung naik ke lantai atas. Setelah kembali ke kamar, dia menelepon seseorang.

Begitu panggilan tersambung, Shella menyebutkan namanya dan berkata, "Aku nggak mau jual lukisan itu lagi, tolong bantu aku hapus fotonya."

Setelah menutup telepon, Shella duduk di depan meja, menyalakan laptop, dan masuk ke situs lelang. Lukisan bernama "Nuansa Musim Semi" telah hilang dari etalase lelang.

Shella membuka file lain yang tersimpan di desktop laptopnya dan memasukkan kata sandi. Setelah masuk, ratusan gambar muncul di hadapannya.

Shella menggulir ke bawah dan mengklik buka lukisan "Nuansa Musim Semi".

Itu adalah karya yang sepenuhnya dilukis dengan tangan. Bunga pir berwarna putih tertiup angin awal musim semi, membentuk siluet burung murai yang samar. Lukisan itu terlihat hidup dan tanpa dibuat-buat. Sangat jelas bahwa lukisan ini adalah sebuah karya yang penuh dengan jiwa dan kepekaan.

Lukisan ini adalah karya yang paling dicari di lelang. Harganya sudah mencapai 8 miliar.

Di bagian kiri bawah lukisan itu, terdapat dua huruf "SR". Itu adalah singkatan dari nama Shella dan Riady, juga nama pelukis yang dipakainya selama bertahun-tahun.

Setengah bulan yang lalu, Shella mengumumkan dirinya akan berhenti berkarya selama tiga tahun karena akan menikah. Dia awalnya berencana menggunakan tiga tahun itu untuk mempersiapkan kehamilan, memiliki anak, dan sepenuhnya mengabdikan diri pada rumah tangganya bersama Riady.

Oleh karena itu, Shella secara khusus melukis "Nuansa Musim Semi" sebagai pertanda kabar baik yang akan datang, lalu menjualnya. Sekarang, itu tidak lagi diperlukan.

Shella menghela napas dan memosting pengumuman di akun SR.

[ Halo semuanya, ini SR. Berhubung ada perubahan besar dalam keluarga, aku mau mengumumkan pengunduran diri sepenuhnya. Lukisan "Nuansa Musim Semi" lahir dari harapanku terhadap pernikahan. Kini, mimpi itu sudah hancur. Lukisan itu tidak akan lagi muncul di publik. ]

[ Di dunia ini, tidak ada yang abadi. Aku harap semua orang bisa lebih mencintai diri sendiri. Mulai sekarang, tidak akan ada lagi SR di dunia seni lukis. Selamat tinggal. ]

Setelah memosting pengumuman itu, Shella sekaligus mendaftarkan akun pelukis baru dengan hanya menggunakan nama "Shel". Ini mewakili awal baru dalam karier dan hidupnya. Mulai sekarang, hidupnya tidak akan pernah lagi terjerat dengan Riady.

Ketika Shella sedang melamun, tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering di luar. Itu adalah nada dering ponsel Riady. Namun, setelah berdering berulang kali, masih tidak ada yang menjawab.

Shella bangkit dan pergi ke luar untuk memeriksanya. Dia mendapati Riady sudah pergi, tetapi ponselnya tertinggal di rumah. Dia mengambil ponsel itu dan melihat sepatah kata "Sekretaris" terpampang di layar. Itu adalah panggilan dari Amila!

Shella menggenggam ponsel itu erat-erat. Setelah nada deringnya berhenti, terdapat sebuah pesan masuk.

[ Kak Riady, kamu jadi datang ke Nocturne untuk temui aku? Kak Yanisa juga lagi tungguin kamu. ]

Nocturne adalah bar yang sering dikunjungi Riady. Sementara itu, Yanisa adalah kakak sepupu Riady. Biasanya, Yanisa juga sangat dekat dengan Shella.

Napas Shella tercekat. Apa bahkan Yanisa juga tahu tentang keberadaan Amila? Yanisa tahu bahwa Riady telah mengkhianatinya?

Memikirkan hubungan baiknya dengan Yanisa di masa lalu, Shella menggenggam erat ponsel itu, lalu bergegas keluar dan mengemudi ke Nocturne. Sesampainya di sana, dia langsung pergi ke ruang VIP 11 di lantai atas.

Begitu sampai di lantai atas, Shella langsung mendengar tawa familier seorang wanita dari dalam.

"Sudah, sudah. Riady, jangan minum sebanyak itu. Kami akan temani kamu minum segelas. Itu sudah pas."

Itu adalah suara Yanisa. Shella tidak salah dengar.

Shella berjalan ke depan ruang privat itu. Melalui celah pintu yang sedikit terbuka, dia melihat wanita berambut keriting yang mengenakan gaun merah. Wanita itu duduk di seberang Riady. Dia memandang Riady dan Amila sambil tersenyum, seolah-olah sedang menyaksikan pasangan yang saling mencintai.

Beberapa hari yang lalu, mereka bertiga baru makan bersama. Yanisa juga memandang Shella dan Riady dengan tatapan penuh restu seperti itu. Dia mengatakan bahwa dirinya belum pernah melihat pasangan yang begitu saling mencintai dalam hidupnya. Dia bahkan mengatakan bahwa jika Shella dan Riady tidak menikah dan hidup bersama sampai tua, dia tidak akan pernah percaya pada cinta lagi.

Shella sangat ingin tahu apakah Yanisa menganggapnya orang bodoh ketika berbohong begitu terang-terangan. Apakah Yanisa diam-diam mengejeknya dan menganggapnya sebagai orang idiot yang tidak mengetahui apa-apa?

Hati Shella benar-benar hancur dan terasa sangat dingin.

Sementara itu, Amila dengan malu-malu memegang perutnya dan tersenyum tipis. "Kalau mau minum, kamu minum saja sama Kak Riady. Aku nggak boleh minum alkohol."

Melihat gerakannya, Yanisa yang berada di dalam ruangan dan Shella yang ada di luar pintu sama-sama membeku.

Yanisa berseru kaget, "Apa maksudnya itu? Jangan bilang kamu sudah hamil anak adikku?"

Amila menggigit bibirnya dan wajahnya memerah. Dia mengangguk malu-malu.

"Emm, Kak Riady bilang, anak ini adalah buah cinta kami. Dia pasti akan perlakukan kami dengan baik. Dia bahkan suruh aku pilih salah satu propertinya dan tinggal di sana selama hamil."

Yanisa berkata dengan asal, "Gimana kalau Vila Blue Moon saja? Letaknya di tepi sungai, pemandangannya indah, dan udaranya juga segar. Tempat itu paling cocok buat ibu hamil."

Shella yang berada di luar pun terhuyung-huyung .... Vila Blue Moon adalah rumah pengantin yang akan ditinggali mereka setelah resepsi pernikahan yang akan berlangsung pada akhir bulan depan.

Dalam cahaya redup, profil wajah Riady terlihat tajam. Dia hanya tertegun sejenak sebelum tersenyum dan menjawab, "Oke, aku akan urus hal ini dalam beberapa hari ini, lalu biarkan Amila pindah ke Vila Blue Moon."

Yanisa mengedipkan mata pada Riady, lalu mengubah postur duduknya dan menyilangkan kaki. "Gimana dengan yang ada di rumahmu itu? Bukannya dia juga mau tinggal di Vila Blue Moon?"

Ekspresi Riady mengeras. Dia memberi peringatan dengan sungguh-sungguh, "Jangan beri tahu dia tentang ini. Aku nggak ingin Shella mengetahui apa pun sebelum menikah. Aku akan cari tempat yang lebih baik lagi sebagai rumah pengantin kami."

Wajah Amila menegang dan senyumnya menjadi agak dipaksakan. Di luar ruang privat, Shella hanya merasa ironis saat mendengar ucapan itu.

Riady masih berencana merahasiakan hal ini darinya? Setelah menikah, pria itu akan lanjut memiliki selingkuhan dan anak haram. Apa dalam hati Riady, dia adalah seseorang yang bisa diinjak-injak dengan mudah?

Seorang pekerja magang berjalan mendekat. Mata Shella menjadi dingin. Dia menoleh dan meninggikan suaranya untuk bertanya pada orang itu, "Permisi, apa Riady ada di bar ini?"

Ketiga orang di ruang privat itu bisa mendengar suara Shella dengan jelas dan seketika tercengang.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 50

    Shella membayar biaya pengobatan Christoff, lalu berbalik untuk pergi. Sebelum berpisah, Christoff memberikan informasi kontaknya kepada Shella.Setelah agak malam, Amila mencoba menelepon Peter, tetapi nomor Peter tidak dapat dihubungi. Amila pun merasa bingung. Mengingat Shella tidak tewas hari ini, sepertinya pria tadi siang yang telah menyelamatkannya. Dia benar-benar beruntung! Namun, rencananya perlu dipercepat. Jika tidak, semuanya akan terlambat!Memikirkan hal ini, Amila sengaja mendekati Riady. "Riady, jangan marah lagi. Shella pasti nggak bermaksud begitu. Mungkin ada kesalahpahaman! Sebelumnya, kamu bilang Nenek sangat percaya sama mitos. Kebetulan, aku kenal seorang peramal yang bisa meramal dengan sangat akurat. Aku akan bawa dia untuk melakukan ritual buat Nenek besok. Gimana menurutmu?" ucap Amila dengan manja sambil merangkul lengan Riady.Mata Riady menjadi gelap. Rasa sakit hati karena Shella perlahan-lahan memudar. Dia berbalik dan mencium bibir Amila, lalu memper

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 49

    "Shella, kita akan segera menikah, apa gunanya kamu berbuat begini? Kamu sengaja pakai pria seperti ini untuk membuatku cemburu, 'kan?""Shella, kamu seharusnya minta maaf sama Riady. Bukan salahmu berselingkuh. Lagian, pria ini memang sangat tampan. Wajar saja kamu tergoda! Tapi karena kamu sudah berselingkuh, jangan berpegang teguh pada posisi istri Riady lagi."Hanya orang yang memfitnah orang lain yang tahu betapa tidak adilnya tuduhan itu.Tatapan dingin Shella tertuju pada Amila. Amila pun secara refleks merasa takut. Kemudian, entah sejak kapan, Shella telah berhasil menepis cengkeraman Riady dan menampar Amila dengan kuat."Ngomong soal ini, aku bahkan belum menyelesaikan urusanku denganmu. Amila, beraninya kamu menghasut kakakmu untuk menabrakku dengan mobil. Aku sudah lapor polisi, juga catat nomor pelatnya. Suruh dia siap-siap untuk masuk penjara!" Ekspresi Amila seketika berubah. Kemudian, dia menatap Riady dengan ekspresi sedih."Shella, apa-apaan kamu! Amila nggak punya

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 48

    "Dia pingsan karena gula darah rendah. Untungnya, dia dibawa ke rumah sakit tepat waktu. Berhubung pacarmu ada gula darah rendah, jangan lupa untuk tetap sediakan beberapa butir permen biar bisa antisipasi keadaan darurat," ujar dokter.Shella hendak menjelaskan bahwa Christoff bukan pacarnya. Namun, dokter itu sudah berbalik dan pergi.Kebetulan, Riady mendengar semua ini dari luar. Dia pun mengepalkan tangannya dan menerobos masuk.Shella seketika mematung. Riady menghampirinya, lalu meraih pergelangan tangannya dan menuntut, "Siapa dia?"Riady menunjuk ke arah Christoff yang bertelanjang dada. Amila yang baru saja masuk langsung merasakan aura mengesankan pria itu. Dia dapat menilai bahwa jam tangan di pergelangan tangan pria itu saja sudah bernilai miliaran. Shella juga mengenal orang sehebat itu?Amila menggigit bibir dan bertanya kepada Shella, "Shella, apa hubunganmu dengan orang ini? Kenapa kamu sampai secara khusus temani dia datang ke rumah sakit?"Shella sangat ingin merobek

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 47

    Bagi Amila, janji seperti itu hanyalah bentuk dari menguji kesabarannya. Perutnya sudah makin besar. Jika Riady benar-benar menikahi Shella, dia hanya bisa menjadi simpanan seumur hidupnya.Amila menarik napas dalam-dalam. Namun, sebentar lagi, dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya!Keesokan harinya.Shella bersiap untuk pergi memeriksa rumah di Kota Horion. Saat tiba di pintu masuk bandara dan baru saja dia keluar dari mobil, dia melihat sebuah mobil melaju kencang ke arahnya. Ekspresinya langsung berubah dan kakinya lemas secara refleks.Ada seseorang yang menarik Shella dari belakang. Dia pun jatuh ke pelukan orang itu. Kemudian, terdengar erangan tertahan.Shella menunduk dan melihat Christoff menahan jatuhnya. Lengan pria itu memeluknya dengan erat. Mobil yang sudah lewat itu tiba-tiba mengerem, lalu berbalik dan kembali melaju ke arah Shella.Ekspresi Shella seketika berubah. Ini adalah pembunuhan yang disengaja! Shella menggigit bibirnya dan meraih lengan Christoff. "Cep

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 46

    Pernikahan itu tidak pernah ada.Shella menarik napas dalam-dalam, lalu memaksakan senyum."Resepsi pernikahan kita akan diadakan di sebuah pulau. Ibu sudah mengatur semuanya. Kalau nggak percaya, tanya saja sama dia."Shella segera menyebut nama Rossa.Kecurigaan Riady mulai goyah lagi. "Sayang, aku juga cuma nanya."Dia melangkah maju dan meraih lengan Shella. "Aku takut banget kehilangan kamu. Kamu tahu aku sudah tunggu enam tahun penuh untuk hari ini." Shella mengerutkan bibir. Enam tahun bukanlah waktu yang lama, tetapi juga tidak singkat. Bagi Shella, ini terasa seperti mimpi. Setelah bangun, semuanya pun hilang."Apa kamu benar-benar berpikir kita bisa menikah?" tanya Riady untuk menguji.Shella terkekeh. "Selama kamu mau, kita pasti bisa menikah."Riady memeluknya. "Sayang, terima kasih kamu bersedia menikahiku!"Shella tersenyum getir. Berakting sangat melelahkan. Namun, dia tidak tahu kenapa Riady dapat melakukannya dengan santai."Masih ada urusan di perusahaan. Aku pergi

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 45

    Tubuh Amila sedikit gemetar. Entah kenapa, tatapan Riady terasa menakutkan baginya. Dia mendekat ke arah Riady, ingin menyenangkan pria itu seperti biasa. Namun, Riady langsung menghindar. Jarang-jarang dia bersikap sedingin ini."Kamu sudah capek. Aku akan mengantarmu pulang sekarang!"Riady seolah-olah menolak melakukan kontak fisik dengan Amila.Setelahnya, Amila mencoba mengulangi trik lamanya. Dia ingin menggunakan anak untuk mengikat Riady. Namun, Riady tetap tenang dan berujar, "Aku ada urusan di perusahaan. Aku pulang dulu."Entah kenapa, setiap kali melihat Amila, Riady akan teringat adegan mesra Amila dan Kenji. Kenji merangkul pinggang Amila, sedangkan Amila mencium Kenji. Dia merasa seolah-olah barang miliknya telah disentuh orang lain dan tidak lagi murni.Ketika mendengar suara pintu ditutup, Amila mengentakkan kaki dengan marah. Ada apa ini sebenarnya? Kenapa Riady bahkan tidak mau menyentuhnya lagi sekarang?Amila mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang seperti b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status