共有

Bab 309. Rencana

作者: Penadiary
last update 公開日: 2026-07-12 16:44:44

"Kau sungguh yakin ingin melakukannya?"

Zane menatap Clara dengan sorot mata yang tajam. Kedua lengannya terlipat di depan dada, sementara wajahnya dipenuhi keraguan yang jarang ia tunjukkan.

Ia mengenal Clara sebagai wanita yang cerdik, tetapi rencana kali ini menurutnya jauh lebih berisiko dibandingkan semua rencana yang pernah mereka jalankan.

"Apa kau benar-benar berpikir rencana itu akan berhasil? Kalau kita gagal, bukan hanya kau yang akan kehilangan segalanya, aku pun tidak akan bisa lag
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 351. Kunjungan

    “Sudah lama tidak bertemu, Ara, Kakak sangat merindukanmu.” Callister tersenyum hangat saat mengucapkan kalimat itu. Di sisi kanan dan kirinya, Celvin dan Celvan turut mengangguk setuju. Ketiganya tampak benar-benar senang melihat Chyara yang kini berdiri di hadapan mereka. Chyara tersenyum lebar, lalu perlahan melepaskan pelukan Azelia yang masih melingkari pinggangnya. Setelah itu, ia segera berjalan cepat ke arah Callister dan memeluk kakak tertuanya tersebut. Celvin dan Celvan ikut mendekat dan memeluk Chyara hingga gadis itu dikelilingi oleh ketiga kakaknya. “Kalian membuatku sulit bernapas,” keluh Chyara sambil tertawa kecil di tengah pelukan mereka. Meski mengeluh, kedua tangannya tetap membalas pelukan ketiga pria itu. Beberapa saat kemudian mereka akhirnya melepaskan pelukan, Callister menatap Chyara dengan ekspresi lembut. “Bagaimana kehidupanmu di istana? Apakah Darian memperlakukan

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 350. Tanda

    "Bagaimana kehidupanmu di istana? Apakah Darian memperlakukanmu dengan baik, Chyara?" Kaisar Eldrin tersenyum sambil menatap Chyara yang duduk di hadapannya. Pagi ini mereka sedang sarapan bersama di ruang makan utama keluarga kekaisaran. Beberapa anggota keluarga kerajaan lainnya juga hadir, membuat Chyara harus menjaga sikapnya sepanjang waktu. Chyara tersenyum kaku sambil menelan makanan yang baru saja masuk ke mulutnya. Entah mengapa, pertanyaan sederhana dari Kaisar Eldrin justru membuatnya merasa sedikit canggung. Ia kemudian meletakkan peralatan makannya sebelum menjawab dengan sopan. "Sejauh ini kehidupanku baik-baik saja, Yang Mulia Kaisar. Pangeran Darian juga memperlakukanku dengan baik." Kaisar Eldrin mengangguk puas mendengar jawaban tersebut. Namun, setelah itu pandangannya berpindah dari Chyara lalu ke Darian, lalu kembali lagi ke arah Chyara. Ekspresinya berubah seolah baru teringat sesuatu yang menurutnya jauh lebih penting. "Kalau begitu, apakah kalian berdua su

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 349. Ajakan

    "Chyara ... Chyara ... kenapa kau tidak memperhatikanku?"Arthur mengepalkan kedua tangannya erat-erat di dalam penjara besi. Aura sihir hitam yang mengelilingi tubuhnya terus bergejolak tanpa kendali, seolah mengikuti amarah dan kegelisahan yang memenuhi pikirannya. Semakin ia berusaha mengendalikan kekuatan tersebut, semakin kuat pula tekanan yang terasa di dalam tubuhnya."Chyara ...."Arthur mengangkat kedua tangannya lalu meremas rambutnya dengan frustrasi. Kepalanya terasa berdenyut hebat, sementara napasnya terdengar berat dan tidak beraturan. Di tengah rasa sakit yang menguasai pikirannya, hanya satu nama yang terus keluar dari bibirnya."Kenapa kau tidak memperhatikanku?"Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar dari ujung lorong penjara. Suara itu perlahan mendekat hingga sepasang sepatu yang terbuat dari sutra berhenti tepat di depan jeruji besi tempat Arthur ditahan.Arthur yang semula menundukkan kepala perlahan mengangkat wajahnya dan menatap sosok di balik jeruji."Chyara

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 348. Kesepakatan Sebelumnya

    "Kau melanggar kesepakatan, Pangeran Darian."Chyara kini sudah duduk di tepi ranjang dengan tubuh sedikit bersandar pada kepala ranjang. Sedangkan Darian berdiri di hadapannya sambil mengalirkan sihir penyembuhan melalui telapak tangannya ke arah leher Chyara. Perlahan, warna ungu kebiruan pada kulitnya memudar hingga hanya menyisakan kemerahan tipis.Darian tidak menjawab perkataan Chyara, ia tetap fokus pada luka di leher gadis itu. Setelah beberapa saat, ia akhirnya mengangkat pandangan dan menatap Chyara dengan ekspresi tenang."Aku tidak melanggar kesepakatan kita." Darian menarik tangannya sedikit setelah luka itu hampir sepenuhnya pulih. Tatapannya tetap tertuju pada Chyara sebelum ia melanjutkan dengan suara datar."Kaulah yang tidak memahami isi kesepakatan kita, Chyara."Chyara mengerutkan kening. Ia mencoba mengingat kembali percakapan mereka sebelum pernikahan berlangsung.Dalam kesepakatan itu, Chyara bersedia menikah dengan Darian untuk mencapai tujuannya, kemudian me

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 347. Berhasil

    "Kau datang terlambat, Pangeran Darian."Chyara perlahan bangkit dan menegakkan tubuhnya meskipun lehernya masih terasa nyeri. Bekas cengkeraman Arthur terlihat jelas pada kulit putihnya, meninggalkan warna ungu kebiruan yang membuat setiap gerakannya terasa tidak nyaman.Namun, Chyara tetap berusaha mempertahankan wajah tenang agar Darian tidak melihat seberapa buruk keadaan dirinya. Tatapannya kemudian beralih ke arah Arthur.Kedua tangan Arthur telah terikat oleh sihir pengekang, sementara beberapa pengawal kekaisaran menggiringnya keluar dari kamar. Sebelum melewati ambang pintu, Arthur sempat menoleh dan menatap Chyara untuk beberapa saat, ia terlihat masih ingin mengatakan sesuatu pada gadis itu.Namun, pada akhirnya ia hanya membuang pandangan dan membiarkan dirinya dibawa pergi.Tidak jauh dari sana, beberapa pengawal lain mengangkat tubuh Doreno yang masih tidak sadarkan diri. Tubuh pria itu terlihat lemas setelah terkena serangan sihir Arthur, sementara darah masih terlihat

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 346. Obsesi

    "Tenang saja, setelah ini aku akan menyusulmu, Chyara."Cengkeraman Arthur yang sebelumnya berada di rahang Chyara perlahan turun hingga mencapai leher gadis itu. Jemarinya kemudian mencengkeram leher Chyara dengan kuat, sementara aura hitam yang menyelimuti tubuhnya bergerak seperti asap pekat dan ikut melilit leher gadis itu.Dalam sekejap, napas Chyara terasa terputus dan suasana kamar berubah menjadi mencekam. Ia tersentak dan refleks mengangkat kedua tangannya. Dirinya mencoba melepaskan jemari Arthur dari lehernya, tetapi tenaga pria itu terlalu kuat.Semakin keras ia berusaha, semakin sulit udara masuk ke paru-parunya, hingga dadanya terasa sesak dan kosong. Tubuhnya perlahan kehilangan tenaga, sementara pandangannya mulai berkunang-kunang."Jangan takut, Chyara."Arthur berbicara dengan suara lembut, seolah tidak sedang melihat seseorang yang berada di ambang kematian. Tatapan matanya terpaku pada wajah Chyara dengan ekspresi yang begitu tenang, tetapi terasa lebih mengerikan.

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status