แชร์

Bab 37. Rencana yang Matang

ผู้เขียน: Penadiary
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-01 06:33:49
Tatapan Chyara tetap tenang. Tidak memohon, tidak pula terlihat menantang. Ia berdiri tegak, tenang, seolah baru saja meletakkan bidak terakhirnya di atas papan catur, tepat di hadapan satu-satunya orang di ruangan itu yang benar-benar memahami arti strategi.

Grand Chancellor Lucien terdiam beberapa saat. Untuk pertama kalinya sejak memasuki aula, sudut bibirnya terangkat tipis. Bukan senyum ramah, melainkan senyum tipis penuh penilaian.

Ia menatap Chyara lurus-lurus. “Apakah kau mampu, Lady
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 363

    Chyara mengerjapkan kedua matanya beberapa kali. Kalimat yang baru saja diucapkan oleh tabib itu justru membuat pikirannya semakin kosong. Ia menatap pria tua di hadapannya dengan wajah membeku, seolah belum mampu memahami apa yang baru saja didengarnya.“Apa?” Chyara menelan ludah pelan. “Aku ... mengandung?”Ruangan itu seketika dipenuhi keheningan. Chyara masih memandangi tabib di hadapannya, seakan berharap pria itu segera mengatakan bahwa dirinya hanya salah dengar. Namun, senyum tipis yang terukir di wajah sang tabib justru menegaskan bahwa ucapan tersebut bukanlah sebuah kesalahan.“Benar, Yang Mulia,” jawab tabib itu dengan hormat. “Putri Mahkota sedang mengandung.”Chyara membeku semakin lama. Tangannya yang berada di atas selimut perlahan mengepal, sementara pikirannya berusaha mencerna kenyataan yang terasa datang terlalu tiba-tiba. Ia bahkan belum sempat memikirkan kematian Arthur dan kejadian aneh yang baru saja dialaminya, tetapi kini sebuah masalah baru kembali muncul d

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 362

    Tiba-tiba sesuatu terjadi. Pedang yang berada di tangan algojo terlepas dari genggamannya seolah ditarik oleh kekuatan tak kasatmata. Tubuh algojo itu tersentak, ia bahkan tidak sempat memahami apa yang sedang terjadi. Dalam sekejap, pedang tersebut melayang di udara dengan kecepatan tinggi sebelum berbalik menuju Arthur.Sret!Chyara membelalakkan mata, pedang itu langsung menembus dada Arthur. Bilah tajam tersebut menghujam tepat ke arah jantungnya. Mata Arthur sedikit membelalak, sementara tubuhnya tersentak akibat serangan yang tidak terduga itu.Beberapa detik kemudian, darah segar mulai mengalir dari luka di dadanya. Percikan darah mengenai bagian depan gaun Chyara. Gadis itu langsung membeku, tatapannya tetap tertuju pada Arthur yang kini masih berlutut di hadapannya.Pria itu perlahan menundukkan pandangan ke arah pedang yang menembus tubuhnya, kemudian ia kembali mengangkat wajahnya, tatapannya langsung memandangi Chyara.Chyara tidak dapat menggerakkan tubuhnya, ia benar-be

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 361

    “Bunuh dia!”“Dasar pengkhianat!”Suara sorakan rakyat menggema di seluruh halaman istana. Berbagai sumpah serapah terus diarahkan kepada Arthur yang tengah berlutut di atas panggung eksekusi dengan kedua tangan terikat. Beberapa orang bahkan mengangkat tangan mereka dengan wajah penuh kemarahan, menuntut agar hukuman itu segera dilaksanakan.Chyara duduk di kursi yang berada di samping Darian sambil menatap ke arah panggung. Ini adalah kedua kalinya ia menyaksikan seseorang dieksekusi di hadapan banyak orang.Namun, meskipun kali ini dirinya hanya duduk sebagai penonton, perasaan tidak nyaman tetap menyelimuti hatinya. Sorakan kemarahan yang memenuhi halaman itu membuatnya teringat pada Chyara asli yang pernah berlutut di tempat serupa.Kira-kira bagaimana perasaannya saat itu?Chyara menundukkan pandangannya sejenak. Saat itu, Chyara asli tidak hanya menunggu kematiannya datang. Gadis itu juga harus mendengar orang-orang menyumpahinya sebagai pengkhianat, padahal tidak ada seorang p

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 360

    Darian terdiam beberapa saat. Tatapan merahnya masih tertuju pada Chyara, terutama pada bagian tangan gadis itu yang tersembunyi di balik lengan pakaiannya. Namun, setelah beberapa saat, ia akhirnya mengembuskan napas pelan dan mengalihkan pandangannya.“Bukan apa-apa.”Chyara tidak melanjutkan pertanyaan. Ia justru menoleh ke arah Permaisuri Elena yang masih berdiri di dekat pintu kamarnya. Senyum tipis kembali menghiasi wajah Chyara, seolah pembicaraan mereka sebelumnya tidak menyimpan sesuatu yang begitu penting.“Maaf, Yang Mulia.” Chyara sedikit menundukkan kepalanya. “Sepertinya aku tidak bisa menemani Anda lebih lama.”Elena mengangguk, ekspresi wanita itu terlihat jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Setelah melihat Chyara keluar tanpa terluka, setidaknya sebagian kekhawatiran yang sejak tadi membebaninya perlahan mulai berkurang.“Tidak apa-apa.” Elena tersenyum tipis. “Kau bisa kembali dan beristirahat terlebih dahulu. Kita bisa melanjutkan pembicaraan kita lain kali.”

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 359

    “Kenapa ada keributan di depan kamarku?” Suara Permaisuri Elena terdengar tenang, tetapi cukup tegas untuk membuat para pelayan yang berjaga segera menundukkan kepala. Ia melangkah keluar dari kamarnya dengan anggun, masih mengenakan pakaian kebangsawanan yang rapi. Tatapannya kemudian beralih ke arah Darian yang berdiri tidak jauh dari pintu dengan wajah dingin. Salah seorang pelayan segera maju. “Yang Mulia, Putra Mahkota bersikeras ingin masuk ke dalam kamar Anda.” Pelayan itu menundukkan kepalanya semakin dalam. “Beliau bahkan mengatakan akan menghancurkan pintu jika kami tidak membukanya.” Elena mengangkat sebelah alis. Ia kembali memandang Darian dengan ekspresi datar. Tidak ada sedikit pun keterkejutan di wajahnya, seolah tindakan putranya itu tidak lebih dari sesuatu yang sudah dapat ia duga. “Kenapa kau ingin menerobos masuk ke dalam kamarku tanpa izin?” Darian tidak menjawab pertanyaan tersebut. Tatapannya justru mencoba menembus celah pintu yang terbuka di bela

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 358

    “Apa ini berhasil?”Chyara menatap tubuh Eden dengan penuh perhatian. Kulit pria itu yang sebelumnya dipenuhi warna hitam perlahan mulai kembali normal, sementara bagian-bagian tubuhnya yang tampak membusuk sedikit demi sedikit mengalami perubahan. Bau busuk yang sebelumnya begitu menyengat pun mulai berkurang, meskipun belum sepenuhnya menghilang.Chyara mengembuskan napas pelan. “Sepertinya berhasil ....”Namun, senyum tipis di wajahnya segera menghilang. Perubahan pada tubuh Eden memang terlihat jelas, tetapi kondisinya belum sepenuhnya pulih. Chyara dapat melihat bahwa tubuh pria itu masih lemah, sementara beberapa bagian kulitnya belum kembali seperti semula. Setengah gelas darah ternyata hanya mampu memperlambat efek sihir hitam, bukan menghilangkannya."Ini tidak cukup, aku harus mencari cara lain.”Chyara terdiam beberapa saat. Tatapannya perlahan beralih ke arah pergelangan tangannya sendiri. Luka yang tadi ia buat sudah hampir menghilang, tubuhnya kembali memperbaiki dirinya

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status