Share

Eight

Author: Miy
last update publish date: 2026-06-18 18:13:48

"Maaf, Sera. Aku nggak sengaja."

Ara menundukkan kepalanya. Nada suaranya terdengar pelan dan sedih seperti biasa.

"Bisa nggak sih kamu berhenti ganggu Ara?" ucap Kazio sambil berdiri di samping gadis itu.

Sera menatap mereka bergantian, lalu tertawa kecil tanpa humor.

"What? Seriously? Aku ganggu Ara?" Ia menunjuk dirinya sendiri. "Cih. Buang-buang waktu banget. Lain kali jalan yang benar dan lihat ke depan."

Beberapa tamu yang berada di sekitar mereka mulai melirik. Ada yang memperhatikan ter
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Takdir di Balik kebohongan   Eight

    "Maaf, Sera. Aku nggak sengaja."Ara menundukkan kepalanya. Nada suaranya terdengar pelan dan sedih seperti biasa."Bisa nggak sih kamu berhenti ganggu Ara?" ucap Kazio sambil berdiri di samping gadis itu.Sera menatap mereka bergantian, lalu tertawa kecil tanpa humor."What? Seriously? Aku ganggu Ara?" Ia menunjuk dirinya sendiri. "Cih. Buang-buang waktu banget. Lain kali jalan yang benar dan lihat ke depan."Beberapa tamu yang berada di sekitar mereka mulai melirik. Ada yang memperhatikan terang-terangan, ada pula yang hanya sekilas sebelum kembali melanjutkan obrolannya.Namun ibu-ibu yang berdiri tidak jauh dari sana tampaknya jauh lebih tertarik pada keributan kecil itu.Sera bahkan bisa melihat mereka saling berbisik sambil sesekali melirik ke arahnya.Hebat.Baru beberapa menit datang, sudah jadi bahan gosip.Dari kejauhan, Marcell juga melihat kejadian itu. Namun pria itu tidak bergerak sedikit pun. Ekspresinya datar seolah sudah terlalu sering menyaksikan tingkah putrinya hin

  • Takdir di Balik kebohongan   Seven

    Padahal ia baru saja menjalani kehidupan asing yang bukan miliknya, tetapi musibah sudah datang silih berganti. Baru masuk sekolah, langsung berakhir di UKS karena terkena kuah bakso panas. Nasib pemilik tubuh pembuat onar memang tidak mudah.Jika dipikir-pikir lagi, kenapa harus dirinya?Kenapa dari sekian banyak orang, justru ia yang menjadi pilihan untuk menjalani kehidupan Seraphine Virellyn?Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya tanpa jawaban."Shh... sakit banget lagi nih punggung."Sera meringis pelan sambil menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang. Tangannya bergerak ke belakang, seolah ingin menyentuh bagian yang terluka. Meski tidak benar-benar menyentuh kulitnya, setidaknya gerakan itu sedikit mengurangi rasa tidak nyaman yang sejak siang terus mengganggunya.Tok.Tok.Tok.Pintu kamarnya diketuk pelan."Masuk aja," ucap Sera.Pintu terbuka dan Bi Asih masuk dengan langkah hati-hati. Seperti biasa, wanita paruh baya itu membungkukkan badan sedikit sebelum berbicara."Non

  • Takdir di Balik kebohongan   Six

    Sera menghabiskan sisa jam pelajaran di ruang UKS. Sendirian. Caroline sudah kembali ke kelasnya setelah memastikan keadaan Sera tidak terlalu parah.Awalnya ia berpikir bisa beristirahat dengan tenang. Namun ternyata tidak.Pintu UKS kembali terbuka dan beberapa orang masuk bersamaan. Ara berada di depan, disusul Kazio, Raka, Fyrian, Fyrion, serta seorang gadis yang tidak dikenalnya.Sera hanya melirik sekilas sebelum kembali menatap jendela."Aku baru lihat pembully handal masuk UKS," komentar Fyrian sambil menyilangkan tangan di dada.Nada suaranya terdengar mengejek."Iya tuh," sahut gadis di samping Ara. "Ratu bully juga bisa masuk UKS ternyata."Sera memperhatikan name tag yang terpasang di seragamnya.Bella Bianna.Oh.Jadi ini salah satu teman Ara."Jangan gitu..." Ara buru-buru memotong. Wajahnya terlihat sedih. "Kan Sera jadi begini gara-gara aku."Bella langsung terdiam.Ara kemudian melangkah mendekat ke arah ranjang UKS tempat Sera duduk."Em... Sera."Sera mengangkat pan

  • Takdir di Balik kebohongan   Five

    Saat Sera duduk dengan tenang sambil menikmati roti dan susu cokelatnya, Ara terlihat berjalan dari arah stand bakso menuju meja tempat Kazio dan teman-temannya berkumpul. Tangannya membawa semangkuk bakso yang masih mengepulkan uap panas. Seperti biasa, beberapa siswa memperhatikannya saat lewat. Ara memang selalu menjadi pusat perhatian tanpa perlu berusaha. Bahkan ketika hanya berjalan biasa, ada saja orang yang menoleh atau berbisik membicarakannya. Benar-benar kehidupan tokoh utama, pikir Sera dalam hati.Sera sendiri tidak terlalu peduli. Ia lebih sibuk mendengarkan Caroline yang terus mengoceh tentang berbagai hal daripada memperhatikan orang-orang di sekitar. Sesekali ia hanya mengangguk atau menjawab singkat. Jujur saja, pikirannya masih dipenuhi banyak hal yang lebih penting daripada urusan percintaan remaja. Sampai tiba-tiba seseorang menyenggol bahu Ara dari belakang.Semuanya terjadi terlalu cepat.Mangkok di tangan Ara miring.Kuah panas itu tumpah.Dan sepersekian detik

  • Takdir di Balik kebohongan   Four

    Keesokan harinya, Sera sudah berdiri di depan gerbang SMA Ardentia dengan seragam yang dikenakan rapi. Nama sekolah itu sangat ia kenal. Dalam novel Rosé Affection, tempat ini hampir selalu muncul di setiap bab penting. Tempat Kazio bersinar sebagai pusat perhatian semua orang, sementara Seraphine Virellyn hanya menjadi bayangan yang terus mengejar cahaya itu tanpa pernah berhasil meraihnya.Begitu melangkahkan kaki ke dalam area sekolah, bisik-bisik langsung terdengar dari berbagai arah."Itu Sera.""Habis bully kemarin masih berani datang.""Tumben nggak pasang muka angkuh."Sera mendengarnya dengan jelas, tetapi tidak memberikan reaksi apa pun. Dalam alur asli novel, Seraphine pasti sudah membalas tatapan mereka dengan sinis atau sengaja membuat keributan sebelum jam pelajaran dimulai. Namun hari ini ia hanya menarik napas pelan dan tetap berjalan seperti biasa."Tenang aja," gumamnya pelan. "Nggak usah dipikirin."Saat memasuki kelas, ia kembali menjadi pusat perhatian. Tidak ada y

  • Takdir di Balik kebohongan   Three

    Hari Minggu itu Sera habiskan di dalam mansion. Ia tidak keluar kamar hingga menjelang siang, sebagian karena masih bingung dengan keadaan yang menimpanya, sebagian lagi karena belum siap menghadapi orang-orang yang mengenal Seraphine jauh lebih baik daripada dirinya. Setiap kali menatap cermin, ia masih membutuhkan beberapa detik untuk mengingat bahwa wajah yang terlihat di sana bukan lagi wajah Sera Maheswari. Rasanya aneh. Bahkan setelah berulang kali menyentuh pipi dan rambutnya sendiri, kenyataan itu tetap sulit diterima.Meski begitu, ia tidak bisa terus berdiam diri. Setelah makan siang, ia mulai memberanikan diri keluar kamar dan menjelajahi mansion tempat tinggalnya sekarang. Rumah keluarga Virellyn jauh lebih besar daripada yang ia bayangkan saat membaca novel. Koridor-koridornya panjang, dihiasi lukisan dan pajangan mahal yang kemungkinan berharga lebih tinggi daripada seluruh tabungannya semasa hidup dulu. Beberapa ruangan bahkan tampak jarang digunakan. Ada ruang baca yan

  • Takdir di Balik kebohongan   Two

    Rosé Affection.Novel romansa remaja yang sebenarnya tidak terlalu istimewa. Alurnya sederhana dan mudah ditebak. Tokoh laki-laki utamanya tampan, berbakat, berasal dari keluarga terpandang, dan selalu menjadi pusat perhatian. Sementara tokoh perempuan utamanya digambarkan polos, baik hati, dan dic

  • Takdir di Balik kebohongan   One

    Sera menutup novel Rosé Affection dengan dengusan kesal. Tokoh antagonisnya, Seraphine Virellyn, memiliki segalanya- wajah cantik, keluarga kaya, dan kehidupan mewah. Tetapi justru menghabiskan hidupnya mengejar pria yang tidak mencintainya.“Kalau aku jadi dia, mending nikmatin hidup daripada ngem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status