Beranda / Zaman Kuno / Takdir sang Nona Pewaris / Bab 29 Hasil yang Sama Saja

Share

Bab 29 Hasil yang Sama Saja

Penulis: Nadira Dewy
last update Tanggal publikasi: 2026-07-10 19:49:02
Gruduk!

Kereta bergoyang keras, sepertinya terjadi sesuatu.

“Turun kalian semua!!”

Mereka semua terkejut. Wulien membuka tirai, melihat pengawal dari Hideria sedang bersiap menghadapi orang yang mencoba menghentikan mereka.

“Siapa?” tanya Suran, waspada.

Dia kembali mengingat, sepertinya memang ada momen di mana dia bertemu para perampok, tapi saat itu kalau tidak salah adalah saat dia akan menuju ke istana untuk membujuk keluarga istana agar menerima Luderin sebagai pejabat yang mas
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 151 Menolak Perjodohan

    Suran menghela napas, menggeleng heran dengan Greyson yang mengirimkan hadiah Banyaka sekali. Wulien menatap kotak-kotak perhiasan dan peti uang yang melimpah di hadapannya dengan sorot mata yang berbinar. “Nona, pangeran ke-9 benar-benar mengirimkan semua ini untuk anda? Dia... sudah gila atau bagaimana? Mengirimkan hadiah sebanyak ini apa bedanya mengalihkan seluruh hartanya untuk anda?” Pada akhirnya, perlahan bibir Suran tertarik membentuk senyuman. Rasanya ingin sekali ia menahan dan tidak tersenyum, tapi sungguh sulit untuk melakukannya. “Dia sedang menunjukkan padaku bahwa dia tidak main-main,” ucap Suran pelan. Wulien pun tersenyum lega. Dia tahu kalau pangeran ke-9 yang selama ini menyamar sebagai Rey adalah orang yang bicara tanpa dipikirkan dulu, tapi dia memang adalah orang baik. “Nona, Pangeran Greyson banyak membantu anda secara diam-diam, saya harap dia benar-benar tulus seperti yang saya pikirkan,” ujar Wulien. Suran tidak mengatakan apapun, tapi kali ini d

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 150 Kemana Pangeran Greyson?

    Brak! Pangeran ke-6 memukul meja, melampiaskan emosi yang tidak bisa dia tahan. “Kenapa aku selalu gagal untuk melumpuhkan Suran? Dia seperti bisa memprediksi apa saja yang akan aku lakukan. Perempuan itu ternyata orang yang sangat sulit dihadapi. Kalau begini terus... makin sulit untuk bisa menikah dengannya,” ucap pangeran ke-6 begitu mendengar kabar dari salah satu pengawal pribadinya yang mengatakan kalau rencana mereka untuk menjebak Suran gagal total, bahkan sebelum rencana itu sampai dipertengahan jalan. Pengawal itu pun tertunduk, merasa gagal tapi kali ini gagal yang dirasakan seperti sangat aneh. “Pangeran, menurut saya, Nona Suran pasti memiliki mata-mata di istana ini. Entah kenapa saya merasa setiap gerakan dan rencana yang kita susun begitu cepat untuk diketahui,” ucap pengawal pangeran. Mendengar itu, Pangeran ke-6 pun mengepalkan tangannya. Tidak ada yang tidak mungkin, bagaimanapun pengaruh yang dimiliki oleh keluarga Hideria memang sangat besar di istana

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 149 Sepenggal Cerita

    Wulien ingin mendorong pintu, tapi dia justru lebih dulu mendengar suara aneh dari orang yang ada di dalam sana. “Ahhhh...” Seketika membeku, Wulien bahkan sempat lupa bernapas untuk beberapa saat. Ia pun menggigit bibir bawahnya, mencoba menguping lebih dalam lagi suara siapa yang ada di dalam. Tidak berani masuk, bagaimanapun jelas kalau Suran tidak sedang mengeluarkan suara kesakitan. Terlalu aneh bagi Wulien sampai gadis itu hanya bisa diam membeku. “Greyson, jangan menjilat di sana! Ahhhh... hen... hentikan... ahhh...” Wulien merasakan tubuhnya merinding hebat, bahkan sampai panas dingin tak tentu. Glek... Beberapa kali ia menelan ludah hingga akhirnya menggelengkan kepalanya, lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. “Gila... apa yang dilakukan Nona Suran dan pangeran ke-9 di dalam sana? Aku... kenapa wajahku panas sekali?” Beberapa saat kemudian, Suran tengah mengatur nafasnya yang memburu, begitupun dengan Greyson. Pria itu masih di atasnya, enggan untuk

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 148 Sesuatu Terjadi

    Suran ingin melepaskan ciuman itu, menjauhkan Greyson darinya, tapi pria itu justru mencengkram erat tu ibunya, enggan untuk melepaskan. “Ugh...!” keluh Suran karena merasa sesak. Saat itulah Greyson mulai tersadar bahwa dia tidak boleh kelewatan. Dengan cepat ia melepaskan tubuh Suran, membiarkan Suran selamat dari rasa haus yang keterlaluan itu. “Maaf, maafkan aku... aku...” Greyson melepaskan pakaian luarnya, kali ini dia benar-benar berharap hal itu bisa mengurangi rasa panas yang terus muncul dari tubuhnya. Meskipun saat ini cuaca cukup dingin, hal itu sama sekali tidak bisa lagi Greyson rasakan. Suran benar-benar tercengang melihat bagaimana keadaan Greyson. Sebenarnya, yang ingin dia lakukan tadi begitu Greyson bisa sadar dan melepaskannya adalah langsung memaki pria itu, tetapi melihat bagaimana kondisinya sekarang tentu saja mustahil untuk dia lakukan. “Kau kenapa?” tanya Suran. Greyson terengah-engah, wajahnya semakin merah, matanya bahkan sampai berair.

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 146 Rencana Pangeran Ke-2

    “Greyson, bagiamana perasaan mu setelah tahu akan menikah dengan salah satu putri dari petinggi istana?” tanya sang Raja dengan ekspresi yang penuh harap seolah-olah keputusan untuk menikahkan Greyson dengan salah satu putri petinggi istana adalah hal yang begitu dia inginkan. Sejenak Greyson terdiam. Sebenarnya, dia paling tidak suka basa basi seperti ini, tapi apa boleh buat? Orang yang mengajaknya bicara memang Ayah kandungnya, tapi dibanding sosok Ayah, tentu saja dia adalah Raja yang pasti tidak menginginkan cara bicara antar anak dan Ayah. Greyson meletakkan cangkir di tangannya, menatap Raja dengan tenang dan berkata, “Perjodohan itu belum dibicarakan secara langsung dengan saya, bingung untuk merespon pasti sudah anda perkiraan, Yang Mulai.” Sang Raja tersenyum. “Putri Kirina tidak memiliki keberatan sedikitpun untuk pernikahan ini, aku harap kau juga merasakan yang sama.” Pangeran ke-6 tersenyum dengan ekspresi mengejek pada Greyson. “Mau sok jual mahal? Sadarlah de

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 145 Kesempatan Baru

    Sejak Greyson mengutarakan keinginannya untuk menikah, pikirannya terus dipenuhi berbagai pertanyaan. Pria itu bahkan sudah memintanya memberikan jawaban. Namun Suran belum mampu mengatakannya. Ia masih membutuhkan waktu. Bukan karena dirinya membenci Greyson, justru sebaliknya, Suran mulai menyadari bahwa perasaannya terhadap pria itu sudah jauh berbeda dari sebelumnya. Hanya saja, bayangan masa lalu masih terlalu kuat. Pernikahan. Kata itu saja sudah cukup membuat hati Suran terasa berat. Di kehidupan sebelumnya, pernikahan justru menjadi awal dari kehancurannya, ia pernah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada seseorang, dan sebagai balasannya, ia mendapatkan pengkhianatan. Suran menghela napas. “Aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama.” Namun kali ini ada sesuatu yang membuatnya penasaran. Greyson. Suran kemudian mulai mencari tahu lebih banyak tentang Pangeran Kesembilan. Ia meminta orang kepercayaannya mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Ha

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status