แชร์

BAB 103

ผู้เขียน: Rainina
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-13 12:00:28

"Ponselku."

Satu kata itu langsung menyambut Victor saat ia baru saja melangkah masuk ke dalam kamar utama di kediamannya. Adriana berdiri di sana dengan tangan terulur dan wajah kaku, seolah wanita itu telah menghabiskan seharian penuh hanya untuk mondar-mandir menunggu momen ini.

"Tidak ada padaku." balas Victor santai tanpa menghentikan langkahnya. Ia berjalan melewati Adriana begitu saja, melepas kancing jasnya sambil menuju walk in closet.

"Victor!" seru Adriana tidak terima.

Ia berbalik dan mengejar pria itu, langkah kakinya berdentum di lantai saat ia mengikuti Victor masuk ke dalam ruangan luas berisi lemari-lemari kaca itu.

"Kau tidak bisa terus memperlakukanku seperti ini!" protes Adriana. "Mengambil barangku, memutus aksesku..."

Victor melepas jasnya dan melemparkannya ke keranjang, sama sekali tidak terganggu oleh amarah Adriana.

"Bisa." jawab Victor datar. Ia berbalik, menyandarkan pinggangnya pada meja di tengah ruangan sambil mulai melonggarkan dasinya. Ia menatap Adria
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 103

    "Ponselku."Satu kata itu langsung menyambut Victor saat ia baru saja melangkah masuk ke dalam kamar utama di kediamannya. Adriana berdiri di sana dengan tangan terulur dan wajah kaku, seolah wanita itu telah menghabiskan seharian penuh hanya untuk mondar-mandir menunggu momen ini."Tidak ada padaku." balas Victor santai tanpa menghentikan langkahnya. Ia berjalan melewati Adriana begitu saja, melepas kancing jasnya sambil menuju walk in closet."Victor!" seru Adriana tidak terima.Ia berbalik dan mengejar pria itu, langkah kakinya berdentum di lantai saat ia mengikuti Victor masuk ke dalam ruangan luas berisi lemari-lemari kaca itu."Kau tidak bisa terus memperlakukanku seperti ini!" protes Adriana. "Mengambil barangku, memutus aksesku..."Victor melepas jasnya dan melemparkannya ke keranjang, sama sekali tidak terganggu oleh amarah Adriana."Bisa." jawab Victor datar. Ia berbalik, menyandarkan pinggangnya pada meja di tengah ruangan sambil mulai melonggarkan dasinya. Ia menatap Adria

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 102

    "Theo...?"Suara itu terdengar lirih, pecah oleh tangis yang tertahan.Evelyn, yang masih berusaha mengatur napasnya di atas meja, menatap wanita asing itu dengan kening berkerut. Otaknya bekerja lambat, mencoba mencerna situasi. Siapa wanita ini? Kenapa dia menatap Theo dengan tatapan terluka layaknya seorang istri yang dikhianati?Theo perlahan menarik dirinya menjauh dari tubuh Evelyn. Pria itu sama sekali tidak terlihat panik. Dengan ketenangan yang mengerikan, ia mulai membenahi celana dan kemejanya yang berantakan."Kau..." Wanita itu melangkah maju, tangannya gemetar hebat. "Bagaimana bisa kau... di rumah orang tuamu sendiri... dengan… dengan wanita ini?!"Tanpa peringatan, wanita itu menerjang Theo. Pukulan-pukulan kecil namun bertubi-tubi mendarat di dada bidang pria itu."Bajingan! Kau bajingan, Theo!" jerit wanita itu histeris. "Kita akan menikah sebentar lagi! Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku?!"Menikah?Kata itu menghantam Evelyn lebih keras daripada tamparan fisik

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 101

    Theo tidak membuang waktu. Ia melumat bibir Evelyn dengan dominasi penuh, seolah menuntut bayaran di muka atas jasa yang akan ia berikan. Evelyn, didorong oleh keputusasaan dan adrenalin, membalasnya dengan kegilaan yang sama. Ia mencengkeram rambut belakang Theo, menariknya kuat-kuat, melampiaskan frustrasinya melalui ciuman yang terasa seperti perkelahian itu.Napas mereka memburu, bercampur dengan aroma alkohol dan parfum mahal yang menguar di udara panas ruang kerja itu.Tanpa melepaskan tautan bibir mereka, Theo tiba-tiba berdiri. Lengan kekarnya memegang pinggang Evelyn dan mengangkatnya dengan mudah, seolah bobot tubuh Evelyn bukan apa-apa bagi dirinya.Theo melangkah, lalu dengan sentakan kasar, ia melemparkan tubuh EVelyn di atas meja kerjanya yang luas.Brak!Tumpukan dokumen meluncur jatuh ke lantai. Namun Theo tidak peduli. Ia menahan Evelyn di sana, mengungkung tubuh wanita itu di antara kedua lengannya yang bertumpu pada meja.Tangan Theo yang besar dan hangat mulai ber

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 100

    Julian membanting pintu mobilnya dengan begitu keras hingga supir pribadinya tersentak kaget di kursi depan. Tanpa memperdulikannya, Julian melonggarkan dasinya dengan kasar, napasnya memburu menahan amarah yang sejak tadi ia pendam di hadapan Victor.Ia merogoh ponselnya, menekan nomor satu-satunya orang yang bisa ia jadikan alat sekaligus tempat pelampiasan saat ini."Kenapa kau begitu lama memberikan keputusan?!" bentak Julian tanpa basa-basi begitu panggilan tersambung.Di ujung sana, suara Evelyn terdengar histeris dan begitu frustasi. "Sudah kubilang aku tidak bisa keluar dari rumah ini! Ibuku mengurungku di rumah ini!“Carilah cara, sialan!” bentak Julian “Sebelum aku yang datang ke sana dan menyeretmu keluar!""Kau kira aku sedang tidak berusaha mencari cara, hah?!" pekik Evelyn, suaranya melengking menyakitkan telinga. "Kau kira aku bisa tenang ketika tahu jalang itu dengan santainya berada di rumahku?! Memakai barang-barangku dan tidur di kamar Ayahku?!"Napas Evelyn terdeng

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 99

    Tepat pukul dua siang, pintu ruang kerja Victor terbuka.Sekretaris baru Victor, yang dipilih dengan cepat setelah kepergian Adriana membuka pintu. Mempersilahkan masuk Julian yang kali ini hanya datang sendiri.Julian melangkah masuk dengan setelan jas abu-abu terang yang kontras dengan nuansa ruangan Victor yang gelap dan mengintimidasi. Senyum di wajah Julian terlihat santai, namun matanya menyapu sekeliling ruangan seolah sedang mencari sesuatu."Tuan Sterling," sapa Julian, mengulurkan tangan. "Terima kasih sudah meluangkan waktu ditengah jadwal Anda yang padat."Victor tidak langsung berdiri. Ia membiarkan Julian menunggu beberapa detik dengan tangan terulur di udara, menatap pria muda itu dengan tatapan datar. Sebelum akhirnya membalas jabatan tangan itu."Vance," balas Victor singkat. Ia memberi isyarat agar Julian duduk di kursi hadapannya.Julian duduk, dan menyilangkan kakinya dengan gaya arogan seolah ia adalah pemilik tempat itu. Saat June, sekretaris Victor yang baru men

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 98

    Victor perlahan menarik diri, menyudahi ciuman yang memabukkan itu. Namun, ia tidak benar-benar menjauh. Wajahnya hanya beberapa senti dari wajah Adriana, membiarkan napas mereka yang sama-sama memburu saling beradu.Mata tajam pria itu menelusuri wajah Adriana dengan begitu intens. Ia memperhatikan bagaimana dada wanita itu naik-turun dengan cepat, berusaha meraup oksigen sebanyak mungkin untuk menenangkan jantungnya yang berpacu liar. Bibir Adriana yang kini sedikit bengkak dan memerah tampak begitu jelas, menjadi bukti atas apa yang baru saja terjadi."Untuk seseorang yang mengaku membenciku..." gumam Victor. Ibu jarinya bergerak pelan, mengusap sudut bibir Adriana yang basah. "...kau membalas ciumanku dengan sangat baik, Adriana."Wajah Adriana seketika memerah hebat, seolah seluruh darah di tubuhnya naik ke kepala. Rasa malu dan panas menjalar hingga ke telinganya yang ikut memerah saat menyadari betapa mudahnya ia luluh pada sentuhan pria itu."Itu... itu..." Adriana tergagap,

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status