LOGINTalang Mayan mengerahkan seluruh kemampuannya demi mendorong senjata itu. Sampai akhirnya, cakram sudra akhirnya menunjukan kekuatan aslinya di hadapan semua orang.Roh senjata siluman kepiting sepuluh ribu tahun akhirnya mengambil tindakan. Kekuatan sejatinya ditunjukan kepada tuannya.“Tuan, kau tidak akan menyesal karena memilihku!” kata Siluman kepiting itu.Tiba-tiba, arua biru menyelimuti seluruh cakram sudra. Seluruh senjata yang dimiliki Talang Mayan mulai mendekati benda tersebut, seolah-oleh cakram sudra merupakan pusat medan magnet yang menarik seluruh senjata miliknya.Dua belati level tinggi melesat menuju Cakram Sudra, dan mulai berputar sebagai cincin ke dua senjata tersebut. Lalu, seluruh sayap-sayap lebah yang dibuat dari tungku perapian tiba-tiba juga ditarik olehnya.Jadi ada tiga jenis senjata yang bergerak mengelilingi cakram sudra saat ini. Belati pusaka yang berputar sebagai cincin pertama, dua belati sebagai cincin ke dua, dan seluruh sayap lebah sebagai cincin
Dimana Talang Mayan saat ini? Rindu Ati adalah orang pertama yang bergerak untuk mencari keberadaan saudaranya, tapi langsung dihentikan oleh Gudalini. Masuk ke dalam arena pertandingan, artinya secara tidak langsung juga menantang Ki Ribas.“Namun, Kakang Mayan ..,” Rindu Ati hanya bisa terduduk di tanah, pikirannya mendadak kosong, air matanya mngalir lebih deras, dan kini dia merasa semuanya sudah berakhir.Sementara itu, Nyi Loro Ati mendadak melepaskan tekanan energi spiritual yang membuat semua tetua di dekatnya terkejut. Wanita ini menghabiskan arak di dalam kendinya, kemudian melempar kendi itu ke samping dengan tatapan penuh amarah dan kebencian.Melihat murid terbaiknya dibunuh di hadapannya sendiri, sebagai seorang Guru, Nyi Loro Ati tidak akan membiarkan Ki Ribas hidup di dunia ini. Dia akan masuk ke dalam pertandingan, menghabisi pria tua itu sendirian dengan tangannya.“Loro Ati!” Ki Pamanahan mencegah wanita itu untuk melakukan tindakan bodoh yang pasti akan membahayaka
“Ki Pamanahan, pemuda ini memiliki kemampuan bela diri yang sangat baik,” ucap Ki Wukung, kepala keluarga Tombak. “Dengan level spiritualnya yang jauh di bawah Ki Ribas, dia bisa memberikan perlawanan dan bertahan dari serangan-serangan mematikan.”Ki Wukung merupakan orang yang jarang sekali memberikan komentar terhadap murid-murid berbakat di Sekte Empu. Tidak ada yang terlalu menarik untuk diperhatikan olehnya, tidak ada yang membuat hatinya benar-benar menyukai anak muda.Bahkan, Wayang Sari yang merupakan murid terbaik di Keluarga Tombak tidak mendapatkan perhatian yang begitu khusus dari Ki Wukung. Singkatnya, orang ini penuh dengan banyak rahasia, jarang bergaul, dan jarang berbicara dan selalu masa bodoh dengan semua hal di Sekte Empu.Namun malam ini, untuk pertama kalinya, dia akhirnya tertarik dengan seorang pemuda.“Sekte Empu terlalu pasif di dunia persilatan,” ucap Ki Pamanahan dengan mengelus dagunya berulang kali, “Talang Mayan hidup dan besar di luar sekte, menjalani
Rindu Ati adalah cucu kandung Ki Ribas, membenarkan semua yang diucapkan oleh Talang Mayan. Lebih jauh, Rindu Ati mengatakan, Ki Ribas menggunkan ibunya untuk mengendalikan Rindu Ati, agar gadis ini tunduk demi kepentingan keluarga mereka.“Rindu Ati, fitnahmu sungguh membuat hati orang tua ini hancur! Semua yang aku lakukan semata-mata untuk dirimu sendiri, aku tidak mengendalikanmu, aku hanya ingin kau menjadi pewaris keluarga, tidak seperti Anggar Sukma yang lebih memilih orang dari luar, sebagai suaminya, dan melahirkan anak haram ini!”“Bukankah Kakek tadi menginginkan Kuncoro sebagai suamiku, bukankah dia juga orang luar?” timpal Rindu Ati dengan air mata yang berlinangan karena merasa sangat kecewa.Mendengar hal itu, Ki Ribas langsung terdiam. Tidak terduga, jika tindakan cerobohnya barusan malah membuat aibnya terbuka di hadapan semua tetua sekte dan murid-murid di sini.“Apa lagi yang kau inginkan, bukti apa lagi yang kau butuhkan?!” ucap Nyi Loro Ati yang kini tiba-tiba angk
Serangan yang dilakukan oleh Kuncoro, -dengan rasa percaya diri, dihentikan oleh belati yang berputar seperti cincin. Kekuatan yang dikatakan tidak memiliki tandingannya itu, kini benar-benar ditahan oleh Talang Mayan.“Aku tidak akan kalah!” Kuncoro berteriak, mengalirkan energi spiritual kepada busur panahanya. Ukuran anak panah itu menjadi lebih besar, mendorong putaran belati yang menahannya.Energi emas terlihat mendominasi, menekan dan mencoba menghancurkan jurus Lingkaran Maut yang digunakan oleh Talang Mayan.“Kuncoro, buktikan kau bisa mengalahkannya, dan kau akan mendapatkan Rindu Ati sebagai istrimu!” Ki Ribas berkata pelan, tapi ucapannya terdengar oleh Kuncoro karena pria tua itu menggunakan kekuatan spiritualnya.Kuncoro semakin bersemangat, menguras habis energi spiritualnya, sebagai bahan bakar jurus Bayang-bayang elang. Namun di sisi lain, Talang Mayan yang berdiri di atas lantai arena, -hanya menggunakan satu telapak tangan kanannya saja, mendadak tersenyum lebar.S
Kuncuro mulai frustasi, serangannya membabi buta, tapi Talang Mayan masih berdiri di tempatnya, memainkan jari telunjuk sambil sesekail menggaruk kepalanya. Sebagai seorang pendekar pilih tanding yang sudah menghabisi siluman berusia sepuluh ribu tahun, melawan Kuncuro tentu bukan masalah bagi Talang Mayan.Kemampuan dirinya dalam menempa senjata sudah dibuktikan malam ini. Belati, yang dianggap lemah dan tidak berguna, ternyata dapat menahan semua serangan yang dikirim Kuncuro ke arah pemuda tersebut.Bukan satu kali benturan, hampir lebih dari 20 kali benturan, tapi belati itu masih tetap bertahan.“Jurus Bayang-Bayang Elang.” Kini Kuncor akhirnya menggunakan jurus terkuat yang dimiliki oleh Keluarga Panah. Dia melompat ke udara, kemudian dua atau tiga detik kemudian, burus di tangannya mulai diselimuti oleh cahaya berwarna ke emasan.Sesaat, muncul bayangan busur raksasa di atas kepala pemuda tersebut.“Jurus yang kuat,” gumam beberapa murid di pinggir Arena, “hanya dalam satu hari







