Home / Pendekar / Talang Mayan / 9. Rahasia Dalam Jimat

Share

9. Rahasia Dalam Jimat

Author: Pancur Lidi
last update Last Updated: 2026-02-22 22:29:20

Mundru mendengar kabar bahwa putranya kini telah diterima sebagai murid resmi Sekte Empu, tidak bisa menahan rasa bahagia di tengah-tengah luka dalam yang dialaminya. Seolah, kabar baik itu menjadi obat bagi dirinya, dan seakan setengah beban hidupnya mulai terangkat.

Sebagai Ayah, kini dia tidak perlu memikirkan apapun tentang Talang Mayan lagi. Dia hanya fokus menjalani kesehariannya bersama dengan buruh-buruh tambang yang lain.

Dia sudah memberikan peringatan kepada Talang Mayan untuk tidak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Talang Mayan   21. Bangunan Kuno

    Satu hari lamanya di dalam goa tersebut, tapi gerombolan para siluman belum juga menyurut. Talang Mayan berfikir keras, apa yang memicu para siluman ini keluar dari sarangnya. Atau apakah ada jenis siluman yang memiliki kesadaran seperti manusia yang memberikan perintah kepada siluman-siluman ini?“Aku belum pernah mendengarnya,” gumam Talang Mayan, “siluman yang memiliki kesadaran. Sekarang tidak ada yang bisa aku lakukan di sini, keluar dari goa hanya akan membuatku tewas di makan siluman. Dengan kemampuanku seperti ini, aku hanya bisa membunuh 10 siluman level rendahan saja.”Di kehidupan pertamanya, Talang Mayan meningkatkan level energi sepiritual dengan menyerap mustika siluman. Hal itu bisa dia lakukan karena darah iblis yang mengalir di dalam nadinya, dapat menetralkan efek samping mustika tersebut.Namun, di kehidupan ini, jangankan darah iblis, hanya untuk memiliki 30 cakra spiritual harus berlatih tahunan di dalam ruangan tersembunyi.“Saudara Mayan, apa yang kau pikirkan?”

  • Talang Mayan   20. Rahasia Sekte

    Talang Mayan menemukan goa cukup luas setelah dia berhasil menghindari para siluman. Sekarang, di dalam goa itu, dia meletakan Rindu Ati di atas batu. Kondisi gadis itu masih lemah, tapi racun di tubuhnya telah menghilang.Hanya menunggu waktu, dia akan sadar. Namun di sisi lain, perasaan Talang Mayan menjadi tidak menentu. Dia masih tidak mengerti, kenapa membantu Rindu Ati. Dia adalah putri dari keluarga Pedang, keluarga yang menginginkan dirinya mati.Jika bukan Gurunya, Nyi Loro Ati telah menyembunyikan keberadaan Talang Mayan selama 6 tahun lamanya, remaja itu mungkin sudah menyatu dengan tanah. 6 tahun tinggal di ruang rahasia, itu seperti penjara yang menyiksa.Dia tidak pernah melihat matahari, tidak pula rembulan malam. Talang Mayan bahkan tidak lagi mengetahui bedanya siang dan malam saat di ruang rahasia tersebut. Namun, tekadnya untuk bertahan hidup, membuat Talang Mayan bertahan, berlatih dan patuh terhadap Nyi Loro Ati.Sekarang di hadapannya, sosok gadis dari keluarga P

  • Talang Mayan   19. Kepungan

    Talang Mayan kembali memeriksa beberapa mayat untuk mencari penawar racun dari senjata yang mereka miliki. Dengan pengalamannya yang cukup banyak, Talang Mayan akhirnya mendapatkan penawar itu yang di simpan di dalam gigi palsu.‘Cara yang cerdik,’ ucap Talang Mayan.Untuk berjaga-jaga di hari depan, Talang Mayan segera mengambil semua penawar racun dari gigi-gigi palsu para pendekar aliran hitam, sebelum kemudian dia berlari lagi menunju murid Sekte Empu.“Kau sudah kembali?” Pelisik menatap Talang Mayan yang pergi dan kembali hanya dalam beberapa detik saja.Talang Mayan tidak menjawab apapun, dia langsung menyerahkan satu penawar kepada Wayang Sari untuk diberikan kepada Rindu Ati. Lalu menyerahkan satunya lagi kepada Duguk Ireng.Merasa tidak diperhatikan, Pelisik merasa kesal. Dia menduga apakah Talang Mayan sengaja mengacuhkan dirinya, karena statusnya yang bukan berasal dari keluarga inti Sekte Empu? Atau karena kekuatannya berada di level yang lebih rendah dari Rindu Ati dan W

  • Talang Mayan   18. Siluman Kepiting

    Ada gejolak bergerak liar di dalam pantai, sementara Duguk Ireng masih sibuk berburu ikan di antara terumbung karang.Talang Mayan menarik dua belati miliknya, kemudian bergegas mendekati pantai, tapi di saat yang sama pula, muncul sosok monster ikan dari dalam air. Seperti kepiting tapi memiliki ekor kalajengking.Hanya satu jengkal saja, ya satu jengkal saja! jarak antara kematian dengan kepala Duguk Ireng, sebelum kemudian Talang Mayan berhasil tiba tepat waktu, dan memotong ekor kepiting tersebut.Mahluk itu meraung kesakitan, terdengar seperti suara desisan ular besar yang bersiap melahap mangsanya. “Pergi ke daratan!” Talang Mayan berkata dingin, dijawab balik dengan suara gemetar dari mulut Duguk Ireng.Ketika Duguk Ireng berlari pontang-pangting meninggalkan bibir pantai, Talang Mayan harus berhadapan dengan kepiting itu untuk ke dua kalinya. Sial, mahluk mengerikan ini meskipun sudah terluka, tapi dua capit besar miliknya sangat berbahaya.Hanya dengan satu kali capitan saja,

  • Talang Mayan   17. Perjalanan Bersama

    Esok paginya, Talang Mayan sudah meninggalkan Kota Pagar Banyu untuk melanjutkan perjalannya. Namun siapa sangka, dia kembali bertemu dengan rombongan murid Sekte Empu di gerbang kota.“Tuan Pemburu ..,” Rindu Ati menyapa pemuda bertopeng itu lebih dulu, “sepertinya kita bertemu lagi.”Talang Mayan menatap gadis itu beberapa saat, kemudian dia menyapukan pandangan ke arah empat remaja yang lain. Pandangan Talang Mayan jatuh ke wajah Pelisik, ada rasa kesal di hati pemuda itu setiap kali melihat wajah sepupunya tersebut. Ibu gadis ini sudah membuat banyak masalah dengan Ayahnya, dan bahkan gadis itu sering kali merendahkannya setiap kali mendapatkan kesempatan.Mendapat tatapan sedingin embun pagi, Pelisik langsung menundukan kepalanya, benar-benar tidak berani menatap balik mata Talang Mayan.“Senior ..,” seorang pemuda yang dua tangannya sedang terikat oleh perban, kini memberi hormat, “terima kasih, kau sudah menyelematkan kami semua. Saya, Murantang tidak akan melupakan budi baik S

  • Talang Mayan   16. Bandul Melati

    Rindu Ati dan empat temannya tidak berani melawan perintah Talang Mayan. Mereka, mengambil harta rampasan di tangan jasad perampok, dan pergi meninggalkan Talang Mayan.Urusan mayat, itu soal mudah. Talang Mayan mengumpulkan semua mayat menjadi satu tumpukan besar, melucuti semua harta yang mereka miliki, dan mengambil uang yang ada di saku celananya.Dengan ekspresi datar, Talang Mayan membakar seluruh mayat itu. Membiarkannya membusuk hanya akan menjadikan sarang penyakit dan virus yang menular. Lagipula, paling tidak jasad mereka akan berguna untuk menyuburkan tanah atau memberi makan pohon-pohon di dalam hutan ini.“Lumayan,” ucap Talang Mayan, saat menghitung kepingan uang logam yang dikumpulkan menjadi satu, “ratusan gepeng.”Gepeng adalah sebutan uang koin di dataran Indraprasta. Terbuat dari perak bercampur emas.Meninggalkan kobaran api yang melahap tubuh para perampok, Talang Mayan kembali ke Kota Pagar Banyu. Dengan kepingan gepeng di sakunya, dia tidak lagi khawatir untuk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status