Share

68. Membebaskan Ibu

Author: Pancur Lidi
last update publish date: 2026-03-12 09:45:23

Bruak.

Talang Mayan menerobos penjara bawah milik Keluarga Pedang. Namun alangkah pilu hatinya melihat kondisi seorang wanita yang duduk meringkuk di sudut penjara. Kakinya berdarah, karena borgol rantai yang mengikat wanita tersebut.

Dia duduk mengadah ke atas, matanya yang putih seolah mampu menembus tebalnya langit-langit ruangan itu.

“Ibu ..,” Rindu Ati membelawai wajah wanita tua yang pucat dengan rambut berantakan itu, “Ini Rindu Ati, Bu ..,” ucap gadis itu dengan air mata yang berlinanga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
nissan leaf
Episode mengandung bawang...
goodnovel comment avatar
Alguada
Jangan sungkan-sungkan Thor. Lanjut part berikutnya...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   84 Di Antara Musuh

    Berjalan bersama dengan para budak, kini Talang Mayan tiba di dapur utama. Ada puluhan pekerja dapur, diawasi oleh lusinan pendekar yang bermata tajam. Talang Mayan segera meletakan bakul beras. Diam diam memotong rantai di kakinya, lalu menyelinap pergi dari ruangan itu. Dia berjalan di antara ruangan dan lorong, mengikuti aliran energi alam yang terpantau melalui Indra Spiritual. Sampai akhirnya, dia keluar melalui pintu dan mendapati halaman utama yang dipenuhi oleh ratusan pendekar aliran hitam. Para pemuda dan pemudi yang kini berlatih bela diri. "Ini adalah pasukan utamanya.., " Talang Mayan dapat merasakan energi spiritual yang mereka miliki rata rata lebih dari 40 cakra spiritual. Jumlah yang sangat banyak untuk seorang pendekar muda. Jika menghadapi ratusan pendekar dengan cakra sebanyak itu, hanya ada satu kemungkinan yang terjadi dengan Talang Mayan. Kematian. Dari indra spiritualnya, Talang Mayan melihat semua pendekar muda itu menyerap energi alam. Jadi bukan hal

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   83 Markas Jantung Iblis

    Di hari itu, para warga dibantu oleh para budak-budak menciptakan kendaraan angkut sederhana untuk meninggalkan desa. Sementara itu, di saat yang sama pula, Talang Mayan pergi ke perbatasan bersama dengan pendekar Jantung Iblis,-yang sudah dilumpuhkan.Bukan gila dengan niat menyerang markas besar musuh, tapi Talang Mayan ingin memastikan keberadaan Markas tersebut, sebelum kemudian kembali ke Istana dan melaporkan situasinya.Setelah beberapa hari, akhirnya Talang Mayan dan pemuda yang menjadi tahanan tiba pula di antara tiga gunung. “Disana ..,” ucap pemuda di sebelahnya, “apa kau melihat pintu masuknya?”Pendekar itu berkata dengan rasa khawatir, sembari memelas agar Talang Mayan membebaskan dirinya sebelum pendekar Jantung Iblis akhirnya menyadari keberadaan mereka.Talang Mayan mengelus dagunya, dan keningnya berkerut. Dia sedang memikirkan sesuatu. Dari yang dia rasakan, tempat ini memiliki kandungan energi alam yang cukup melimpah.Jika dia berhasil mencapai pusat perkumpulan

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   82. Jalan Terbaik

    Pendekar muda Jantung Iblis awalnya tidak ingin memberi tahu informasi apapun tentang Perguruan mereka. Dia bersikeras menutup mulut meskipun Talang Mayan menyiksa pemuda tersebut. Benar benar memiliki prinsip yang cukup teguh. Namun, ketika Talang Mayan menggunakan bakat spiritual untuk menakut nakutinya, pemuda itu mulai merasa takut. "Aku bisa menyiksamu sampai kau memohon untuk mati daripada hidup." Talang Mayan mengancamnya sembari tersenyum tipis. Dengan nafas memburu, dan suara yang serak, pendekar itu akhirnya membuka mulut pula. "Aku hanya tahu sedikit informasi..," katanya dengan ketakutan. Informasi pertama. Ada seorang petinggi Bintang Kejora Merah di Istana Indraprasta, tapi bukan berasal dari Jantung Iblis. Orang ini sudah lama di Istana Indraprasta, menjadi salah satu dari sedikit orang yang dipercaya oleh Raja. "Siapa orang itu?" tanya Talang Mayan. Dia menatap Talang Mayan dengan mata yang bengkak, lalu menggelengkan kepalanya, "aku tidak tahu, tapi dia bukan

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   81. Tahanan

    Untuk menjamin perkataanya, Talang Mayan melepaskan sayap sayap lebah yang melekat di kaki dua gadis tersebut. Dia kemudian meminta mereka untuk menyerang para pendekar Jantung Iblis dengan menggunakan cambuk.Tanpa energi spiritual.Meskipun ke dua gadis itu merasa ragu -apakah cambuk mereka bisa bekerja di hadapan formasi perlindungan musuh, tapi pada akhirnya ke dua itu tetap mengikuti perintah Talang Mayan.Wush.Cambuk dilecutkan, tanpa energi spiritual, murni hanya menggunakan serangan pisik. Setelah berulang kali melakukan serangan, pendekar-pendekar itu mulai kehilangan fokusnya. Formasi bertahan mulai melemah. Hingga tiba-tiba.Satu cambuk berhasil melilit di kaki satu pendekar Jantung Iblis. Menyadari akan terjadi masalah yang besar, pendekar itu sekuat tenaga bertahan. Namun, dua gadis tidak kehilangan akal, mereka berdua bersama sama menarik kaki pria tersebut.“Tarik!” ucap mereka.Di sisi lain, Talang Mayan mulai menyiapkan serangan, sambil menunggu momen untuk menyeran

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   80. Demang Melarikan Diri

    “Formasi bertahan!” Mereka mengalirkan energi spiritual ke tanah dengan telapak tangannya. Di saat itulah, energi spiritual semuanya bergabung menjadi satu menciptakan ratusan benang halus yang saling terikat membentuk jala atau jaring.Selain dapat menahan serangan lawan, di dalam formasi itu, energi spiritual Talang Mayan dapat ditekan hingga lebih dari 70%, yang artinya segala jenis tindakan serangan dengan kekuatan energi spiritual hanya akan sia-sia.Talang Mayan tidak bisa mengendalikan senjatanya -setelah belati atau sayap lebah masuk ke dalam formasi bertahan, aliran energi spiritualnya akan melemah.“Sekarang kau tidak bisa menggunakan energi spiritualmu untuk menyerang kami.”Ya, ternyata ucapan mereka benar. Saat Talang Mayan berusaha menyerang mereka dengan dua belati yang dialiri dengan energi spiritual, tiba-tiba belati itu langsung berhenti bergerak setelah masuk ke dalam formasi bertahan milik pendekar Jantung Iblis itu.Artinya, segala serangan yang mengandalkan ener

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   79. Permainkan Musuh

    Dua gadis itu langsung terjaga, setelah sayap sayap lebah kini sudah menempel pada kaki-kaki mereka. Salah satu dari dua gadis itu, mencoba membebaskan diri dari senjata kecil itu, tapi Talang Mayan memberikan isyarat agar keduanya tidak banyak melakukan gerakan, karena kurang dari satu detik saja, kaki itu akan putus.Senjata kecil ternyata sangat efektif untuk menjebak musuh, dibandingkan dengan senjata yang lebih besar meskipun daya hancurnya tidak begitu kuat.“Bunuh dia!” Demang Raya Keling tanpa sadar memberikan perintah kepada belasan pendekar Jantung Iblis yang sejak tadi hanya menonton pertandingan antara Talang Mayan dengan anak buah Demang.Tindakan ini bukan hanya membuat para pendekar itu menurutinya, tapi juga langsung mencengkram batang leher Demang Raya Keling sembari berkata, “kau pikir siapa dirimu yang asal memberi perintah kepada kami?!”“Tu Tu Tuan, aku minta maaf.” Demang Raya Keling berusaha melepaskan cengkraman di lehernya yang membuat nafasnya mulai terasa se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status