공유

10. Kematian Ayahnya

작가: Pancur Lidi
last update 게시일: 2026-02-22 23:23:53

“Talang Mayan .., Ayahmu ..,” seorang pria tua mendekati bocah itu dengan nada bergetar.

Talang Mayan langsung berlari ke dalam rumah, mendapati Ayahnya sudah terbaring tidak bernyawa. Melihat hal ini, tubuh Talang Mayan langsung jatuh terkulai. Matanya meneteskan air mata kesedihan, dia menggigit bibirnya hingga berdarah hanya untuk menahan suaranya tidak terdengar oleh orang lain.

Dengan berjalan menggunakan lututnya, dia mendekati Mundru, mengusap wajahnya dengan tangan bergetar, “Ayah, aku
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Alguada
Apakabar Si Buta dari sungai ular thor???
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   116. Pengakuan Yang Jujur

    Di hari lain, Tiwas Kuncir keluar dari kamarnya dengan tatapan yang penuh dengan dendam. Keluarnya dia dari kamar, disambut oleh banyak pendekar Racun Hati, tapi aura pria itu kini berubah.Dia tidak nampak seperti pria tua yang bengis, tapi malah seperti wanita tua yang penuh dengan dendam kesumat. Sakunira mengiringi langkah kakinya dengan perasaan tidak menentu, dan sesekali melirik ke arah beberapa bawahannya agar tidak menyinggung Tiwas Kuncir.“Tuan ..,” salah satu bawahannya mendekat, sedikit berjalan membungkuk, “Begini Tuan, pertemuan antar anggota Bintang Kejora Merah akan berlangsung besok siang. Tuan..,”Wush.Tiwas Kuncir langsung membunuh pria itu dengan sadis. Semua orang langsung tercengang, dan sontak membuat ratusan pendekar ciut nyalinya.“Bintang Kejora Merah, aku tidak peduli lagi dengan semuanya, yang aku inginkan adalah kematian pemuda itu. Kerahkan semua orang untuk memburunya! Jelajahi setiap jengkal tanah Indraprasta, tangkap dia hidup-hidup, dan biarkan aku

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   115. Menjadi Wanita

    Aksi kejar-kejaran terjadi antara Talang Mayan dan pendekar Racun Hati. Hingga pada akhirnya, ke duanya berhasil menghindari mereka dengan bersembunyi di dalam jurang yang cukup gelap.Di sana, Talang Mayan menurunkan Intan Selake, sementara gadis itu hanya menangis cengeng sembari membenarkan seluruh pakaiannya. Saat itu, Talang Mayan langsung pergi menjauh, berdiri di antara celah-celah cadas sembari memantau ke adaan di permukaan atas.Dari pantauan Mata Batinnya, Talang Mayan menemukan beberapa pendekar Racun Hati sedang mengamati permukaan jurang. Di saat itulah, Talang Mayan langsung menarik tubuh Intan Selake, dan bersembunyi lebih dalam pada celah batu yang berukuran sangat cempit.Kedua tubuh mereka kini berhimpitan, “hussttt ..,” bisik Talang Mayan di telinga gadis itu, “mereka ada di atas sana.”Jantung Intan Selake berdebar-debar dengan situasi ini. Wajahnya mungkin memerah, mungkin malu, mungkin pula panik, tapi saat ini situasinya membuat gadis itu terus berpelukan denga

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   114. Kesucian Yang Terjaga

    Belati Dasaka keluar dari dalam telapak tangan Talang Mayan, dan roh senjata itu tertawa girang. Energi menakutkan menyeruak memenuhi seluruh bagian belati itu, menciptakan percikan kilatan hitam yang menggetarkan jiwa.Sesaat, getaran halus menjalar di dinding ruangan itu, sebelum akhirnya dinding-dingding itu menjadi retak seribu.“Hahahaa!!!” tawa Dasakala memekakan telinga Talang Mayan, “Aku merasakan lawan yang cukup sepadan.”Ya, semenjak Dasakala menyerap energi spiritual dari senjata pimpinan Jantung Iblis, tanpa disadari oleh Talang Mayan, ternyata kekuatan Dasakala meningkat sangat pesat. Aura haus darah yang kental kini hampir tidak bisa dikendalikan.Sementara itu, di kamar pribadinya, Ki Tiwas Kuncir memandangi sekujur tubuh Intan Selake yang tergeletak tidak berdaya di atas pembarian. Kaki dan tangan gadis itu terbelenggu oleh jaring laba-laba, dan meskipun dia meronta sekuat tenaga, gadis itu sudah jatuh dalam perngkap menjijikan pimpinan Racun Hati.“Yuhuhuhuh ..,” Pri

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   113. Tidak Beradab

    “Hoiii .., siapa yang mau jadi pasangan wanita menakutkan seperti dirimu!” teriak Talang Mayan yang langsung berusaha membebaskan diri dari jerat jaring laba-laba di dua tangannya, dan meskipun tidak berhasil, dia selalu berusaha sekuat tenaga.Melihat hal itu, Sakunanira malah tertawa semakin genit dan mulai mengelus leher hingga dada Talang Mayan. Di sisi lain, pemuda itu merasakan rasa jijik yang luar biasa, membuat seluruh bulu kuduknya berdiri, dan darahnya nyaris membeku.Seumur hidupnya, Talang Mayan tidak pernah dirayu oleh seorang gadis sebegitunya, dan hari ini, pengalaman pertamanya malah dilakukan oleh manusia setengah siluman yang jelas-jelas mengerikan. Ah, meskipun jika berada pada wujud manusia dia juga cukup cantik, tapi tetap saja, ketika dia berubah menjadi setengah laba-laba raut wajahnya lebih parah dari siluman itu sendiri.“Tolong cari pemuda lain saja ..,” kata Talang Mayan, hampir merengek di hadapan Sakunira, “sebenarnya, aku tidak menyukai .., aku tidak meny

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   112. Terjebak

    Sementara itu, Talang Mayan harus rela mengikuti Intan Selake yang penuh semangat saat menjelajahi goa yang begitu dalam. Meskipun ada perasaan khawatir, nyatanya rasa penasaran yang dimiliki gadis itu mengalahkan rasa takutnya.Talang Mayan menggunakan Mata Batin nya untuk menganalisa lorong goa yang begitu panjang, hanya untuk memastikan bahwa mereka berjalan di rute yang lebih aman.Semakin dalam, situasi di lorong goa menjadi semakin gelap. Udara bersih terasa menipis, membuat keduanya harus mengatur nafas sedemikian rupa.Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya kedua orang itu menemukan tiga cabang lorong yang dipenuhi oleh sarang laba-laba.“Kita akan menjelajahi lorong tengah ..,” kata Intan Selake.Talang Mayan mengedarkan mata batinya, dan meskipun dia tidak bisa melihat tanda-tanda bahaya, akan tetapi firasatnya mengatakan bahwa tempat ini sangat berbahaya.Tidak ada lorong yang lebih baik dari lorong yang lain. Semuanya menyimpan potensi yang sama-sama berbahaya, meskipun

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   111. Perguruan Racun Hati

    Talang Mayan berniat menambang kudanya pada batu sebesar paha yang berada tepat di depan pintu masuk goa. Namun, tiba-tiba hal tak terdua terjadi. Dua kuda itu langsung meringkih, mengangkat dua kakinya, dan meluncur secepat mungkin, meninggalkan dua tuannya di sana.“Hoi ..!” Talang Mayan berusaha memanggil dua kuda itu, tapi hewan sialan itu tidak peduli dengan panggilan, seolah telinganya menjadi tuli. “Sepertinya, mereka ketakutan ..,” gumam pemuda tersebut.Di satu sisi, Intan Selake hanya bisa menghela nafas panjang, melihat hewan tunggangannya perlahan menghilang di telan padang tandus yang kering dan panas.‘Sialan, penghianat keji itu pasti mati ..,’ Talang Mayan menyipitkan matanya sebelum kemudian menoleh ke arah Intan Selake yang tersenyum pahit.“Hemmm ..,” Talang Mayan mengelus dagunya berulang kali, “Aku penasaran kenapa kuda-kuda itu melarikan diri, pasti ada yang tidak beres dengan goa ini.”Intan Selake setuju, meskipun dia tidak tahu apa yang menghuni goa itu, tapi

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   69. Berita Buruk

    “Kenapa kau duduk di Kursi Kepala Keluarga, Putriku?!” tanya pria itu, wajahnya tampak panik.“Karena tidak ada yang layak untuk duduk di sana, selain putrimu,” ucap Nyi Loro Ati.“Rindu Ati, cepat ..,” pria itu sedikit membentak, mengatakan Ki Ribas akan menganggapnya sebagai pemberontak. “Sebelu

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   68. Membebaskan Ibu

    Bruak.Talang Mayan menerobos penjara bawah milik Keluarga Pedang. Namun alangkah pilu hatinya melihat kondisi seorang wanita yang duduk meringkuk di sudut penjara. Kakinya berdarah, karena borgol rantai yang mengikat wanita tersebut.Dia duduk mengadah ke atas, matanya yang putih seolah mampu mene

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   67. Kemenangan Talang Mayan

    Talang Mayan mengerahkan seluruh kemampuannya demi mendorong senjata itu. Sampai akhirnya, cakram sudra akhirnya menunjukan kekuatan aslinya di hadapan semua orang.Roh senjata siluman kepiting sepuluh ribu tahun akhirnya mengambil tindakan. Kekuatan sejatinya ditunjukan kepada tuannya.“Tuan, kau

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   66. Mayan vs Ki Ribas 3

    Dimana Talang Mayan saat ini? Rindu Ati adalah orang pertama yang bergerak untuk mencari keberadaan saudaranya, tapi langsung dihentikan oleh Gudalini. Masuk ke dalam arena pertandingan, artinya secara tidak langsung juga menantang Ki Ribas.“Namun, Kakang Mayan ..,” Rindu Ati hanya bisa terduduk d

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status