LOGINWaktu telah menunjukkan pukul 01.00 tengah malam. Pasukan yang dipimpin oleh Wanita Srigala tiba di lokasi target. Rumah besar yang tampak tua itu berdiri sunyi, seolah telah lama ditinggalkan. Wanita Srigala mengetuk pintu dengan tenang. Tidak ada respons. Tak terdengar langkah kaki, tak terlihat tanda-tanda pintu akan dibuka.
Beberapa saat kemudian, Wanita Srigala memberi isyarat. Pasukannya segera bersembunyi di balik taman yang ada di pekarangan. Dari dalam rumah, seseorang tampak mengintip melalui lubang kecil di dekat pintu yang dibuat khusus untuk mengamati tamu.Tak lama berselang, pintu akhirnya terbuka.Paman Hendri berdiri di ambang pintu dengan senyum sinis terpatri di wajahnya. Matanya menatap Henni yang berdiri tegak di depannya. Dalam sekejap, Hendri mengangkat tangannya dan menodongkan pistol tepat ke kepala Henni.Namun Henni sama sekali tidak gentar. Dia justru tersenyum tipis.“Pamanku sayang,” ucapnya santai. “Kamu mau"Cepat katakan, biadab, biar aku segera menjauh dan menikmati bagaimana api melahap tubuh kalian berdua,” sahut Henni dingin.Jason menelan ludah, suaranya bergetar.“Sayangku, Henni… aku rela mati untuk menebus dosa masa laluku. Selama ini aku berpikir aku masih punya waktu untuk menemukanmu dan menjelaskan bahwa aku benar-benar menyesal. Aku baru sadar, satu-satunya wanita yang sungguh mencintaiku hanyalah kamu. Mengingat bagaimana dulu kamu mencintaiku dengan begitu tulus, aku pikir perlahan kamu bisa mengampuniku, lalu kita bisa merebut kembali harta ayahmu yang telah direbut ayahku.”Dia menarik napas dengan susah payah.“Henni, aku sangat mencintaimu. Flora ternyata hanyalah simpanan ayahku. Saat itu aku sadar, kamulah wanita yang benar-benar tulus padaku. Aku menyadari bahwa aku jatuh cinta padamu… aku mencintaimu, Henni.”“Sekali lagi aku ulang,” lanjut Jason dengan suara nyaris habis, “aku sangat mencintaimu. Aku tidak akan membencimu seka
Waktu telah menunjukkan pukul 01.00 tengah malam. Pasukan yang dipimpin oleh Wanita Srigala tiba di lokasi target. Rumah besar yang tampak tua itu berdiri sunyi, seolah telah lama ditinggalkan. Wanita Srigala mengetuk pintu dengan tenang. Tidak ada respons. Tak terdengar langkah kaki, tak terlihat tanda-tanda pintu akan dibuka.Beberapa saat kemudian, Wanita Srigala memberi isyarat. Pasukannya segera bersembunyi di balik taman yang ada di pekarangan. Dari dalam rumah, seseorang tampak mengintip melalui lubang kecil di dekat pintu yang dibuat khusus untuk mengamati tamu.Tak lama berselang, pintu akhirnya terbuka.Paman Hendri berdiri di ambang pintu dengan senyum sinis terpatri di wajahnya. Matanya menatap Henni yang berdiri tegak di depannya. Dalam sekejap, Hendri mengangkat tangannya dan menodongkan pistol tepat ke kepala Henni.Namun Henni sama sekali tidak gentar. Dia justru tersenyum tipis.“Pamanku sayang,” ucapnya santai. “Kamu mau
Damian dan Elshi saling bertatapan. Damian menyadari wajah Elshi memang benar-benar sempurna. Dia memiliki wajah kecil berbentuk oval, dagunya tirus, dan pipinya tampak menggemaskan. Hidung Elshi mancung, matanya benar-benar cantik karena bulu matanya yang lentik alami dan bola matanya yang berwarna coklat muda. Di bawah matanya terdapat tahi lalat yang semakin membuatnya terlihat seperti Wonyoung, idol Korea. Kulitnya glowing dan mulus. Damian sadar Elshi benar-benar gadis dengan speak bidadari. Begitu juga dengan Elshi. Saat memandang wajah Damian, Elshi tambah mencintainya. Wajah Damian benar-benar sempurna. Dalam karakter wajahnya ada sosok lelaki maskulin, tetapi juga ada manis-manisnya. Wajah Damian benar-benar susah dijelaskan dengan kata-kata, yang jelas siapapun yang melihatkan pasti akan berdecak kagum dan terpana. "Damian, aku rindu kamu, aku masih rindu," kata Elshi. "Bagaimana caranya mengobatinya, bukankah kita sudah bertemu dan bersama semalaman ini," Damian tersen
Damian kemudian pergi mencuci wajahnya, lalu mengambil jaket dan bergegas ke halaman rumah. Dia mengeluarkan motornya dan pergi buru-buru.Sementara itu, di jalanan, Elshi terlihat ikut balapan kembali. Hampir setiap malam dia tidak pernah absen ikut balapan liar.Saat Elshi bersiap di garis start, semua orang bersorak ramai meneriakkan namanya. Kedua pembalap sedang bersiap untuk segera memacu adrenalin mereka di tempat yang tidak seharusnya digunakan balapan.Tiba-tiba sekali Damian berdiri di depan mobil Elshi. Elshi begitu kaget, dia tidak menyangka Damian ada di depannya saat ini. Elshi mendongak keluar pintu mobil dan meminta Damian untuk minggir.Damian hanya mematung dan berkata, “Ikut aku pulang sekarang juga!”“Aku akan menabrak mu kalau kamu masih berdiri di situ,” jawab Elshi.“Silakan!” Damian menimpali.Elshi kemudian keluar dari mobil. Beberapa lelaki tampak menghadang Damian agar dia menyingkir dari sana.
Hari ini Roy berniat menemui Damian untuk membantu Elshi keluar dari lingkaran hitam yang menjeratnya. Roy sengaja menunggu Damian pulang bekerja. Saat Damian keluar dari kantor dengan menaiki kendaraanya, tiba-tiba saja Roy mencegatnya. Roy bilang dia ingin berbicara serius dengan Damian. Mereka akhirnya menuju kafe terdekat. Damian memesan kopi latte dengan tambahan Roti Burger, sementara Roy memesan Kopi Americano. "Roy, ada apa? Apa ada hal penting yang ingin kamu bicarakan?" tanya Damian. "Damian, maaf langsung saja. Apa kamu tidak punya perasaan apa pun kepada kak Elshi? Kak Elshi memiliki wajah bidadari dan memiliki status soal yang tinggi. Dia juga baik dan menerima apa adanya, kak Elshi juga terlihat tulus. Apa kamu melihat itu semua di diri kak Elshi?" "Roy, aku tahu kamu calon adik ipar Elshi, tapi apa menurutmu pantas bertanya hal ini kepada orang yang telah bertunangan dan terikat dengan wanita lain?" jawab Damian. "Kenapa selama ini kamu seakan memberi harapan k
Di tengah badai yang akhir-akhir ini turun di Kota Merida, tidak menyurutkan aksi balap liar yang marak terjadi belakangan ini. Polisi cukup kewalahan dengan aksi yang merugikan banyak orang dan pengguna jalan lain.Vita yang tengah berada di luar kota karena urusan pekerjaan tidak luput dari terjebak di tengah badai dan cuaca extrem belakangan ini."Bu Vita, mobilnya tetap tidak bisa hidup. Saya memang harus memanggil bantuan ahli untuk memperbaikinya," kata supir pribadi Vita.Vita turun menggunakan payung berwarna merah miliknya untuk melindungi tubuhnya dari rintik hujan. Angin benar-benar bertiup kencang hingga membuat tubuhnya sedikit terdorong ke arah kanan. Rambut hitam lurusnya tampak berantakan karena amukan angin, namun tidak mengurangi kecantikan gadis muda yang memilki wajah kecil berbentuk oval tersebut. Kulit putihnya yang sedikit berurat merah tampak lebih pucat karena kedinginan."Pak, aku pesan taxi saja kalau begitu," jawab Vita







