Beranda / Romansa / Tawanan Cinta Queen Mafia / Bayang Kelam Masa Lalu

Share

Tawanan Cinta Queen Mafia
Tawanan Cinta Queen Mafia
Penulis: Blue Angel

Bayang Kelam Masa Lalu

Penulis: Blue Angel
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-26 16:56:36

"Seret dia ke hadapanku! Masih mau bermain-main dengan wanitaku sekarang? Jawab, bedebah!"

Hugo berteriak dengan garang sambil menyeret lelaki paruh baya itu tanpa belas kasihan.

Ia membanting lelaki tersebut ke arah pintu setelah mengangkatnya dengan kedua tangannya.

"Ampun… ampun, Hugo. Tolong hentikan kesalahpahaman ini. Aku harus kembali, ada seseorang yang menanti ku pulang."

Lelaki paruh baya itu berlutut di kaki mafia yang paling ditakuti di kota tersebut.

Namun bukan pengampunan yang ia dapatkan, melainkan tendangan demi tendangan yang memecah keheningan malam, disertai jeritan rintihan yang mengerikan.

Sesaat kemudian, suasana kembali hening setelah tembakan menghujani tubuh tak berdaya itu.

"Tidaaaaak! Ayah… jangan tinggalkan aku, Ayah! Aku cuma punya Ayah sekarang!"

Tangis seorang anak yang beranjak remaja pecah melihat kejadian nahas itu tepat di depan matanya.

"Ayaaaaah!"

Elshi terbangun dari mimpi buruk yang terus menghantuinya setiap malam.

Ia mengusap wajahnya yang dipenuhi keringat, meneguk segelas air, lalu berjalan keluar kamar.

Elshi menuju ruang latihan di sudut rumahnya, ruangan yang para pelayan sebut sebagai tempat olahraga dan tidak sembarang orang boleh memasukinya.

Ia memasang sarung tinju, lalu memukul samsak besar yang tergantung di ruangan itu. Keringat dan air matanya bercampur; matanya memerah dan mulai bengkak karena terlalu sering menangis. Ia hidup, tetapi merasa seperti mati.

Setiap malam, Elshi hanya tidur beberapa jam. Ketika ia terlelap, mimpi-mimpi tentang masa lalunya datang kembali dan membangunkannya.

Elshi berteriak sekeras-kerasnya di dalam ruangan kedap suara itu sambil menangis tersedu-sedu.

Tiba-tiba pintu ruang latihan terbuka. Tampak bayangan gadis langsing, tinggi, dan cantik melangkah masuk.

"Zea? Kenapa ke sini? Kamu belum tidur? Tolong jangan seperti aku. Cukup aku saja, Zea."

Elshi tampak lemas ketika mengucapkan itu kepada adiknya.

"Kak Elshi, tolong jangan terus-menerus tersiksa seperti ini. Aku berjanji akan membantu Kakak membalas dendam, tetapi jangan hidup hanya dengan kebencian. Kakak harus punya semangat hidup dan rasa cinta."

Elshi menatap wajah cantik adiknya dan tersenyum.

"Adikku ternyata sudah dewasa. Bukankah aku juga punya cinta di dunia ini? Kamulah cinta nyata ku. Melihatmu tumbuh bahagia adalah kebahagiaan tanpa batas."

Zea mendekat, menggenggam kedua tangan kakaknya, lalu berbicara dengan serius.

"Kak Elshi, aku tahu kakak menyayangiku. Tapi bukan itu yang ku maksud. Kakak terlalu sibuk dengan dendam hingga lupa bagaimana menikmati hidup. Aku tidak pernah lupa pembunuh Ayah, tetapi Ayah tidak akan bahagia di sana jika tahu anaknya hidup dalam penderitaan masa lalu. Kakak harus punya tujuan hidup, cinta, dan cita-cita."

Elshi melepaskan genggamannya, lalu memalingkan badan membelakangi Zea.

"Apa maksudmu? Aku hidup hanya untuk membahagiakanmu dan membalas kematian Ayah. Selebihnya… mati pun aku tidak peduli."

Zea mulai menangis.

"Kak Elshi, aku ingin Kakak mencari pasangan… agar Kakak bisa bahagia dan berbagi rasa."

Elshi tertawa terbahak.

"Adikku sayang, siapa sebenarnya kakak dan siapa adik di sini? Kamu menasihati ku seperti lebih dewasa dariku. Aku tidak butuh lelaki. Bukankah cinta justru membuat seseorang lemah?"

Elshi menarik tangan Zea dan mengantarnya ke kamar.

"Zea, tidurlah. Aku juga ingin tidur."

Zea mengangguk lalu masuk ke kamarnya. Sementara itu, Elshi berjalan menuju balkon untuk menikmati heningnya malam dari ketinggian rumahnya.

Tiba-tiba matanya terbelalak ketika melihat mobil modifikasi bergambar Naga Merah melintas di jalan raya dekat rumahnya. Jam menunjukkan pukul 02.30. Ia sangat mengenal komplotan yang berada dalam mobil tersebut.

Elshi segera turun menuju pintu utama, lalu ke garasi. Ia mengambil mobil pribadinya dan diam-diam mengikuti mobil bergambar Naga Merah itu.

Setelah cukup lama, mobil itu berhenti di sebuah pedesaan. Elshi mengirim lokasi kepada Zay, salah satu orang kepercayaannya di dunia mafia. Zay kemudian memerintahkan anak buahnya untuk tidak jauh dari lokasi.

"Kalian bergerak ke daerah ini, tapi jangan mendekati Gadis Rubah jika aku tidak memerintahkan."

"Baik, Bos," sahut ketua anak buah Zay.

Gerombolan lelaki berkulit gelap dan berbadan kekar itu bergerak pergi, sementara Zay terus memantau Elshi dari jauh melalui aplikasi pelacak.

Kelompok mobil modifikasi Naga Merah adalah anak buah Hugo, mafia paling ditakuti di kota tersebut.

Tok! Tok! Tok!

Terdengar suara ketukan di pintu rumah Dara. Ayah Dara mencoba mengintip dari balik jendela dan terkejut melihat gerombolan orang bersenjata tajam dan beberapa pistol.

Sesaat kemudian, pintu didobrak.

"Tolong, ambil saja semua harta kami dan segera pergi. Jangan sakiti keluargaku!" teriak ayah Dara dengan gemetar.

"Cepat kumpulkan semua harta bendamu!" teriak komplotan Naga Merah.

Keributan itu membangunkan Dara dan ibunya; mereka segera keluar kamar. Dara menjerit ketika melihat pisau diletakkan di leher ayahnya.

"Dara, kamu tenang. Ibu, tolong ambilkan semua harta kita," pinta Pak Zoom, ayah Dara.

"Siapa kalian?! Lepaskan Ayahku!" Dara menangis histeris.

"Bos Doni, gadis ini sangat cantik. Bagaimana kalau kita gilir ramai-ramai?"

Mendengar itu, muncul ide busuk di kepala Doni, salah satu tangan kanan Hugo.

Keributan di rumah Dara membuat para tetangga berdatangan, tetapi pasukan Naga Merah membawa banyak orang untuk beraksi malam itu. Beberapa dari mereka menyekap Dara dan menyeretnya ke dalam mobil.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Blue Angel
🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Rahasia Kelam

    Aku manajer di sebuah perusahaan. Gajiku lumayan, ditambah sering diberi bonus oleh bosku jika berhasil mencapai target." Roy terlihat belum siap memberi tahu siapa dirinya sebenarnya.Roy mengambil sebatang rokok, kemudian menyalakannya dan mengisapnya, khas lelaki dewasa di drama mafia. Axel melirik ke arah Roy."Roy, sejak kapan kamu merokok? Bukannya biasanya tidak suka?""Axel, kamu pura-pura polos atau bagaimana? Kamu saja tidur dengan perempuan yang bukan kekasihmu, aku tidak terkejut. Oh ya, bagaimana menurutmu Vita dan Kak Elshi? Apa mereka termasuk tipemu?" balas Roy."Beberapa tahun tidak bertemu, kamu sudah mulai banyak omong, ya. Tidak pendiam seperti biasanya. Elshi dan Vita biasa saja, mereka membosankan. Zea justru lebih menantang dan menarik," kata Axel menggoda Roy.Roy menatap Axel dengan tajam, kemudian melayangkan tinju ke dada kekar Axel. Axel menepi, lalu menahan tangan Roy."Serius sekali, aku hanya bercan

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Roy, kamu......

    Beberapa saat kemudian, mereka tiba di kediaman Zea. Saat itu, Zea mengajak Roy dan Axel masuk terlebih dahulu ke dalam untuk minum kopi. Saat pintu dibuka, tampak Elshi dari balik pintu. Axel terpaku. Bagaimana mungkin dunia ini begitu sempit? Elshi adalah wanita yang pernah lomba balap dengannya waktu itu. Elshi dikenal dengan kemampuan balap terbaik di kelompok tersebut. "Kamuuuu..." Elshi dan Axel berkata serempak. "Kak Elshi, kamu kenal dengan Axel?" tanya Roy. "Elshi pernah lomba balap denganku dulu, waktu aku masih di sana. Elshi, apa kamu masih ikut balap liar tersebut?" tanya Axel. Roy terkejut. Ternyata sahabatnya itu pernah bergabung dengan dunia tersebut. Axel rupanya tidak kalah nakal darinya. Dengan mengetahui hal ini, Roy semakin mantap ingin bercerita banyak tentang dirinya kepada Axel. Sebelumnya, ia mengira Axel adalah seorang pebisnis andal, sehingga ia ragu untuk menceritakan siapa dirinya saat ini. "Ternyata kalian sudah saling kenal. Ayo kita masuk, bi

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Aku Hanya Teman Masa Lalu Dara

    "Damian, saat Dara membuka ranselnya, tiba-tiba ada kelabang. Dia ketakutan dan refleks berlari lalu memelukku seperti yang barusan kalian lihat tadi. Jangan salah paham, asal kamu tahu orang yang kusukai adalah wanita yang berada di mobilku saat ini," kata Jerry sambil berbisik agar Zea tidak mendengar."Aku percaya Pak Jerry bukan orang yang suka merebut tunangan orang lain. Kalau begitu, selamat senang-senang dengan Bu Zea. Silakan Pak Jerry kembali ke mobil!" kata Damian sambil tersenyum puas.Jerry menepuk pundak Damian, kemudian bergegas pergi menyusul Zea kembali."Zea, ayo kita berangkat. Aku yakin kamu bakal suka resto tersebut," kata Jerry.Setengah jam kemudian, mereka tiba di Resto Lover. Zea tampak antusias saat memilih kue yang tersedia di sana. Tiba-tiba, lengan kekar berotot menarik tangan mungil Zea dan mendekapnya ke dalam pelukan. Zea terkejut dan mendapati wajah tampan Roy di hadapannya. Lelaki tersebut tampak memasang wajah ce

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Zea kamu Yang Ku Mau

    Jerry segera menurunkan Dara, dan berlari ke arah Zea yang membungkuk memungut bekas beling yang berserakan."aau sakit sekali." Seru Zea"Zea, kenapa, tanganmu berdarah, sudah lepaskan belingnya biar aku yang bersihkan." Kata JerryJerry tampak mengecup tangan kanan Zea yang terluka, dan membalutnya agar darah tidak menetes lagi."Kak Jerry, aku tidak apa-apa, terimakasih ya." Kata Zea"Zea kamu sudah tidak apa-apa kan, ayo kita segera ke ruang rapat!" Pinta Elshi sambil membantu adiknya berdiri.Sementara Damian memandang ke arah Dara dengan tatapan mematikan, dia sebenarnya ingin bertanya ada apa sebenarnya, kenapa bisa Dara memeluk Jerry dalam ruangan tersebut, tetapi dia merasa tidak cocok membicarakan nya saat jam kerja begini.Bu Dara, Mari!" Kata ElshiDara, Damian, Zea dan Jerry segera membuntuti Elshi di belakang menuju ruang rapat.di barisan paling belakang ada Jerry dan Zea, Jerry terliha

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Elshi Kamu Kemana

    "Pak Jerry, kenapa pak Jerry ada di sini, apa Bu Elshi sedang ke luar negeri?" Tanya Damian"Damian, Bu Elshi yang memintaku agar bekerja di ruangannya, Bu Elshi sedang keluar kota, besok baru masuk kembali, Damian apapun yang terjadi di antara kita, tolong jangan bawa ke pekerjaan ya, di sini kita sama-sama berkarier, baik kamu atau saya adalah orang terdekat Bu Elshi di kantor, kita pasti akan sering berinteraksi dan membutuhkan." Kata Jerry"Pak Jerry tenang saja, saya tidak mencampurkan urusan pribadi dan pekerjaan, Oya ini berkas yang harus di periksa dan tanda tangani." Kata Damian sambil menyerahkan berkas di tangannyaDamian kemudian menunggu di luar ruangan, tiba-tiba terlihat sosok familiar, ya benar saja Dara datang ke kantor tersebut."Sayang, kamu ke sini, ada apa? apa ada sesuatu pekerjaan." Tanya Damian yang segera berdiri dari tempat duduknya kemudian memegang tangan kekasihnya."Damian, iya aku di minta menemui Bu Elshi u

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Aku Tidak Akan Lupa Kebaikan Kalian

    Zea, Pak Damai adalah kepala pelayan dari keluarga kita. Dia adalah kepercayaan ayah. Bahkan beberapa kali aku mendengar ayah bercanda manis kepada Pak Damai. Dia bilang jika anak kita tumbuh besar, aku tidak keberatan jika mereka berjodoh. Aku yakin anak Pak Damai adalah anak baik seperti ayahnya." Pak Damai biasanya hanya membalas dengan senyum dan berkata, "Terima kasih, Tuan, tapi Non Elshi berhak mendapat yang terbaik, yang lebih dari anaknya.""Kak Elshi mau menjalin hubungan sama anak Pak Damai? Lalu siapa Bibi Uty?" tanya Zea."Ah, kamu ini. Aku mau silaturahmi sama keluarga Pak Damai. Oya, Zea, saat kejadian naas malam itu, orang terakhir yang mencoba menyelamatkanku adalah Pak Damai. Dia memohon kepada Hugo agar tidak membunuhku dengan mengaku bahwa aku adalah anaknya. Jika Hugo tahu aku adalah anak ayah, dia pasti menghabisi ku juga. Hugo membolehkan aku dan Pak Damai pergi, tetapi di depan pintu dia menembak kepala Pak Damai, sementara aku jatuh tersung

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status