Share

Boikot Jatah

Author: CitraAurora
last update publish date: 2026-06-16 16:22:09

"Ya, dia sedang menikmati es krim di taman bersamaku setelah kamu membuatnya seperti orang bodoh menunggumu yang sudah pergi!" bentak Leon dengan suara baritonnya, membuat Adrian di seberang telepon seketika bungkam dan tercekat.

​Mendengar perdebatan itu, Rosella perlahan mendongak. Dia menatap Leon dengan mata yang masih menyiratkan luka, lalu perlahan mengulurkan tangannya ke arah sang CEO.

​"Tuan Leon berikan ponselnya padaku. Biar aku yang bicara," pinta Rosella, suaranya terdengar tenang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
CitraAurora
ga papa kak biar kapok wkwkwk
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
kkk kasihan banget adrian tp ea adrian jgk keterlaluan siii
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Boikot Jatah

    "Ya, dia sedang menikmati es krim di taman bersamaku setelah kamu membuatnya seperti orang bodoh menunggumu yang sudah pergi!" bentak Leon dengan suara baritonnya, membuat Adrian di seberang telepon seketika bungkam dan tercekat.​Mendengar perdebatan itu, Rosella perlahan mendongak. Dia menatap Leon dengan mata yang masih menyiratkan luka, lalu perlahan mengulurkan tangannya ke arah sang CEO.​"Tuan Leon berikan ponselnya padaku. Biar aku yang bicara," pinta Rosella, suaranya terdengar tenang tapi itulah yang membuat Leon was was. ​Leon sempat ragu sejenak, dan dengan gerakan slow motion dia menyerahkan ponselnya kepada dalam Rosella.​Rosella menempelkan ponsel ke telinganya, baru kata halo yang terucap Adrian sudah menyahut. ​"Rose! Sayang, maafkan aku, tadi benar-benar darurat. Ayah Daisy kecelakaan dan meninggal di tempat, kondisinya sangat histeris aku ingin menghubungimu tapi ponselku tertinggal di kampus, sungguh aku tidak bermaksud—"​"Sudah selesai bicaranya, Tuan Adrian?"

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Es Krim Di Taman

    Rosella menggeleng, “Sudahlah Tuan jangan bicarakan Adrian itu!”​Leon terdiam selama beberapa detik. Tatapan matanya yang tajam meneliti gurat kekecewaan yang mendalam di wajah Rosella. Melihat wanitanya begitu murung dan enggan membahas sang adik, Leon benar-benar kehilangan minat untuk melanjutkan pekerjaannya hari ini. Baginya, senyuman Rosella jauh lebih berharga daripada meeting tadi. ​Leon mengulurkan tangan tegapnya, menekan tombol interkom yang terhubung langsung ke meja Rama. ​"Rama, batalkan sisa rapat hari ini. Jadwalkan ulang besok pagi. Dan kosongkan seluruh jadwalku sampai malam," perintah Leon dengan nada bariton yang dingin.​Dari seberang interkom, suara Rama terdengar sedikit terkejut namun tetap profesional. "Baik, Tuan. Saya akan kembali ke ruang rapat."​Rosella mendongak, matanya yang sedikit sembab menatap Leon dengan pandangan tidak enak. "Tuan Leon kenapa dibatalkan? Bukanlah Kata Tuan Rama itu rapat penting?"​Leon tidak menjawab dengan kata-kata. Dia jus

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Ke Kantor Leon

    ​“Tega kamu Adrian!” bisik Rosella lirih, menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.​Enggan pulang ke mansion sendirian dengan perasaan hancur dan digantung seperti ini, Rosella mengambil keputusan cepat. Dia menyeka sudut matanya, lalu berjalan keluar dari area parkir Dosen untuk memesan taksi.Tujuannya siang ini hanya satu, gedung pencakar langit Toretto Group di pusat kota London.​Sementara itu, di lantai teratas gedung Toretto Group, suasana di dalam ruang rapat utama tampak sangat formal dan tegang. Leon Toretto, sang CEO tertinggi, sedang duduk di ujung meja memimpin rapat krusial bersama para pemegang saham asing. Rapat besar itu sebenarnya sudah berjalan hampir tiga jam dan sudah memasuki tahap finalisasi kesepakatan hanya tinggal tiga puluh menit lagi sebelum resmi ditutup.​Tok, tok.​Pintu ruang rapat sedikit terbuka. Rama, asisten kepercayaan Leon, melangkah masuk dengan tergesa-gesa. Dia berjalan mendekati kursi Leon dan membungkuk untuk membisikkan ses

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Tega Kamu

    ​“Jangan ikut campur bagaimana maksud kamu! Malam ini dia milikku, kalau mau bicara tunggu jatahmu besok!” bentak Leon dengan suara menggelegar, telapak tangan kekarnya menggebrak meja makan hingga dentingan sendok dan garpu berdenting nyaring.Soal Rosella dia tidak mau mengalah sama sekali, tak peduli meski di cap Kakak egois. ​Adrian tidak bergeming. Cengkeramannya di pergelangan tangan Rosella tidak melonggar sedikit pun, sementara matanya masih menatap manik mata sang gadis dengan kilat frustasi. Namun, melihat Rosella yang mulai meringis kecil karena pegangannya yang terlalu kuat, Adrian akhirnya memejamkan mata perlahan, mencoba meredam egonya. ​Dengan helaan nafas berat, Adrian melepaskan tangan Rosella perlahan. Dia menatap Rosella sebelum berbalik dan melangkah meninggalkan ruang makan tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi.Malam itu, Adrian memilih mengalah demi ketenangan Rosella, meskipun hatinya serasa disayat melihat sang kekasih kembali duduk dan melanjutkan makan

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Adrian Frustasi

    ​"Bagaimana ini," gumam Adrian frustrasi, mengabaikan Daisy yang akhirnya pamit keluar dengan wajah penuh tanda tanya. Tanpa membuang waktu lagi, Adrian menyambar kunci mobil dan jasnya, lalu melesat pergi menuju mansion dengan kecepatan tinggi.Sesampainya di mansion dia langsung naik ke lantai atas, membuka kamar Rosella dengan terburu-buru. “Rose?” Adrian masuk dan mencari ke dalam tapi tak ada Rosella di kamar mandi pun tak ada. Dia keluar dengan wajah panik, apa mungkin belum pulang? Pikirnya. Dari kamar samping Lucas keluar dengan wajah segar, Adrian terkejut melihat sang adik yang sudah ada di rumah. “Lucas kamu sudah pulang?” Tanyanya. “Iya sudah, tadi Rosella memintaku menjemputnya.” Jawab Dokter tampan itu. Adrian terkejut mendengar jawaban sang adik, tadi sebenarnya dia lah yang seharusnya mengantar Rosella pulang. “Dia dimana sekarang?” Tanya Adrian lagi. Tatapan Adrian mengarah tajam ke adiknya, dan dia menemukan beberapa titik tanda merah di leher Lucas. “Tidur

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Agresif

    ​'Tuan Adrian... bercanda dan tertawa dengan wanita lain? Siapa dia?' batin Rosella dengan perasaan campur aduk.​Gadis itu menunduk sambil tersenyum kecut, menatap sekotak kue manis di genggamannya yang kini terasa tak berarti. Tanpa berniat mengetuk atau mencari tahu lebih jauh, Rosella perlahan membungkuk dan meletakkan kotak kue itu begitu saja di lantai, tepat di depan pintu ruangan Adrian yang sedikit terbuka.​Dia berbalik dengan cepat, melangkah lebar menyusuri koridor kampus dengan hati yang tak nyaman.“Kamu kenapa Rose?” Tanya Ane saat berpapasan di koridor.“Nggak Papa Ane, lagi pusing saja mikirin tugas, Mr Ronald ngasih kita tugas banyak sekali, gagal deh kencanku malam ini.” Rosella terkekeh, dia berusaha menyimpan rasa tak nyamannya.“Astaga kirain ada apa, memangnya jadwal kencan sama siapa malam ini?” Goda Ane. “Siapa lagi kalau nggak si Singa, Leon.” Keduanya tertawa, sambil berjalan keluar gedung. Rencananya tadi Rosella akan menunggu Adrian di ruangannya, tapi

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Besok Dia Milikku

    Rosella terdiam, jantungnya berdebar sangat kencang mendengar perkataan Adrian. Kakinya seolah tidak mau bergerak, tapi tangan Adrian yang menariknya dengan lembut tapi pasti membuatnya mengikuti. Adrian menutup pintu, lalu berbalik menatap Rosella yang berdiri dengan tubuh gemetar."Kamu takut?"

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Sore Dengan Lucas

    Rosella kembali ke kamar Leon dengan langkah yang terasa berat. Tangannya memegang obat-obatan yang diberikan Lucas, pikirannya masih berkecamuk dengan apa yang baru saja terjadi. Lucas memeluknya, mengaku cemburu dan mengklaimnya untuk sore ini. Sementara pagi tadi, Leon juga melakukan hal yang

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Tidur Bersamaku

    Malam itu, ruang makan semua Tuan Muda sudah duduk di kursinya masing-masing. Leon duduk di ujung meja seperti biasa, meski wajahnya masih terlihat sedikit pucat dari demam yang belum sepenuhnya hilang. Tapi dia bersikeras untuk tidak melewatkan makan malam, meskipun Lucas menyarankan dia untuk is

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Aku Ingin Bertemu Ibumu

    Lucas tersenyum miring, mencoba mengabaikan pikirannya, lalu dia menggenggam tangan Rosella lebih erat. Suasana hening menyelimuti mereka hingga dia melihat Rosella yang kurang tak nyaman dengan pakaian yang dikenakan. “Kamu kenapa Rosella?” Tanyanya. “Tidak ada-apa Tuan.” jawab Rosella kikuk.

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status