Share

Dosen Baru

Author: CitraAurora
last update publish date: 2026-04-08 21:21:49

Leon menatapnya beberapa detik tanpa berkata apa-apa.

Lalu dia mengambil berkas tipis dari meja, membukanya, dan berkata dengan sangat tenang, "Tidak perlu minta maaf untuk hal yang benar Rosella, aku tahu kamu cemburu.”

Rosella mendongak, menatap Leon dengan kesal.

“Tidak, hanya kesal saja.” Cicitnya melemas.

Leon sudah menatap berkasnya, Adrian masih menyimpan senyumnya sedangkan Lucas meletakkan gelasnya, bangkit, dan duduk lebih dekat ke Rosella dari posisi sebelumnya.

"Tidurlah kamu ter
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
CitraAurora
Oke kak Sari
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
oke kk bab selanjut nya bikin yg seru ea kkk n yg panjang siang ku tunggu pinomat 1 bab
goodnovel comment avatar
CitraAurora
udha loh kak
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Kedatangan Tiga Toretto

    Pak Jason gemetar hebat di tempatnya berdiri. Keringat dingin bercucuran membasahi pelipisnya setelah mendengar semprotan kemarahan dari ketiga Tuan Muda Toretto secara bersamaan. Tanpa berani membuang waktu satu detik pun, pria paruh baya itu segera membungkuk dalam-dalam.​"M-Mohon maaf Tuan. Saya benar-benar lalai! Mari, biar saya antar ke area taman laboratorium sekarang juga!" jawab Pak Jason dengan suara yang bergetar ketakutan.​Leon tidak membalas. Dia hanya memberikan isyarat tangan yang dingin kepada barisan anak buahnya yang bertubuh kekar dengan setelan hitam.Langkah kaki tegap dari ketiga bersaudara itu, diikuti oleh derap langkah beberapa pengawal, seketika memecah keheningan koridor perkebunan, menciptakan suasana mencekam layaknya badai yang siap meratakan apa saja.​Sementara itu, di dekat bangku taman laboratorium, Rosella masih terduduk sendirian. Matanya yang indah tampak sembab, menatap nanar ke arah sisa-sisa pot tanamannya yang telah mati.Di sekitarnya, dari k

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Kedatangan Toretto

    Mendengar ucapan Rosella, tawa Sarah dan komplotannya justru semakin meledak keras. Mereka saling berpandangan dan memegangi perut masing-masing, menganggap pernyataan Rosella sebagai lelucon paling konyol yang pernah mereka dengar. ​"Hahaha! Calon istri Tuan Muda Toretto? Hebat sekali khayalanmu, Rose!" ejek keponakan ketua pengelola dengan ekspresi meremehkan. "Mana ada calon istri dari penguasa Toretto Group yang sudi capek-capek menjadi anak magang di perkebunan! Ada ada saja nih anak! ​Rosella tidak membalas makian itu dengan kata-kata. Wajahnya mendadak berubah sangat datar dan tenang, sebuah ketenangan yang justru menyimpan badai mematikan. Dengan gerakan anggun, dia merogoh saku bajunya, lalu mengeluarkan ponsel, dan langsung menekan sebuah nomor panggilan cepat. ​Hanya dalam dua kali nada sambung, panggilan itu langsung diangkat di seberang sana.​"Tuan... bisakah Anda ke perkebunan sekarang juga? Tolong…" ujar Rosella, suaranya terdengar bergetar namun sarat akan penekana

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Debat

    Dengan air mata yang masih mengalir di pipinya, Rosella menghapus jejak basah itu dengan kasar. Rasa sedihnya kini perlahan menguap, digantikan oleh kobaran amarah yang menuntut keadilan. Tanpa membuang waktu, Rosella melangkah lebar keluar dari rumah kaca menuju ruang administrasi untuk menemui staf senior yang mendapatkan jadwal piket jaga pada hari Sabtu dan Minggu kemarin.​Begitu pintu ruang administrasi didorong terbuka, Rosella langsung berdiri di depan meja mereka. "Mbak, kenapa dengan sistem kelembapan dan nutrisi di meja kompartemen? Tanaman varietas gunung saya mati semua!" protes Rosella dengan suara bergetar.​Mendengar protes tersebut, salah satu senior yang sedang asyik bermain ponsel hanya melirik malas, lalu mendengus kasar. Bukannya merasa bersalah, mereka justru balik memarahi Rosella.​"Hey, anak magang! Tugas kami di perkebunan ini sangat banyak, bukan hanya untuk mengawasi dan mengurus tanamanmu saja! Jangan egois dan manja!" bentak senior itu dengan nada ketus.

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Boleh Menjenguk

    Selama dua hari penuh, mansion mewah keluarga Toretto di London dipenuhi dengan suasana kecemburuan yang menggemaskan sekaligus menyesakkan.Ketiga Tuan Muda benar-benar tidak mau lepas atau berada jauh dari Rosella sedetik pun. Mereka mengikuti gadis itu layaknya bayangan, sampai Rosella mandi mereka jaga diluar. Hal ini membuat Rosella kesal, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa. ​Dua malam hari, dibagi antara Leon dan Lucas sementara, Adrian dilarang keras untuk berebut waktu dengan mereka mengingat Adrian sudah mencuri start di gunung. Adrian hanya bisa mendengus frustrasi dan terpaksa mengalah dengan menahan dendam dalam diam.​Tak terasa, waktu dua hari libur yang singkat itu berlalu begitu cepat. Hari Senin pagi pun tiba, menandakan waktu bagi Rosella untuk kembali ke wilayah perkebunan bawah Toretto Agro-Corp demi melanjutkan sisa masa magangnya.​Saat mobil jemputan resmi perusahaan sudah terparkir di halaman depan mansion, ketiga pria Toretto itu berdiri berjejer di lobi uta

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Gara-Gara Rosella Pulang

    Beberapa hari berlalu setelah insiden menegangkan di hutan timur, seluruh rangkaian penelitian lapangan di area pegunungan akhirnya resmi berakhir. Rombongan anak magang beserta para staf pengawas bergerak turun dan kembali ke wilayah perkebunan utama Toretto Agro-Corp.​Rosella tidak pulang dengan tangan kosong. Dia membawa beberapa sampel varietas tanaman merambat dan semak liar unik yang ia temukan di dekat tebing. Selama hari-hari pertama kembali di perkebunan bawah, Rosella mendedikasikan seluruh waktu dan fokusnya di dalam laboratorium botani khusus. Dengan ketelatenan yang luar biasa, ia mengatur kadar kelembaban, komposisi tanah, hingga nutrisi buatan agar tumbuhan gunung tersebut bisa beradaptasi di lingkungan dataran rendah.​Hasilnya sangat mengagumkan. Sementara sampel milik anak magang lain layu atau membusuk karena perbedaan suhu yang ekstrim, tanaman yang dirawat oleh Rosella justru mulai mengeluarkan tunas-tunas hijau baru yang segar. Tumbuhan itu hidup dan berkembang

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Rosella Marah

    Mendengar suara perdebatan yang semakin lama semakin jelas, Rosella tidak bisa lagi menahan rasa pening di kepalanya. Fokusnya untuk meneliti urat daun tanaman rambat itu buyar seketika. Dengan gerakan tegas, dia menutup buku catatannya dengan bunyi plak yang cukup keras, lalu meletakkan lensa pembesarnya ke dalam tas selempang.​Maya, teman magangnya yang berada beberapa meter di sampingnya, menoleh bingung. "Ada apa, Rose? Kamu menemukan sesuatu?"​"Maya, kamu duluan saja ikuti rombongan di depan. Ada beberapa sampel tanaman di belakang yang sepertinya terlewat olehku. Aku akan menyusul sebentar lagi," ujar Rosella, mencoba menyunggingkan senyum senormal mungkin.​"Oh, oke. Jangan lama-lama ya, Rose. Udara gunung masih agak rawan," sahut Maya tanpa curiga, lalu berjalan menyusul rombongan anak magang yang mulai menjauh.​Begitu sosok Maya menghilang di balik tikungan jalur timur, senyum di wajah Rosella langsung luntur. Dia membalikkan badannya, melipat kedua tangan di depan dada, d

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Besok Dia Milikku

    Rosella terdiam, jantungnya berdebar sangat kencang mendengar perkataan Adrian. Kakinya seolah tidak mau bergerak, tapi tangan Adrian yang menariknya dengan lembut tapi pasti membuatnya mengikuti. Adrian menutup pintu, lalu berbalik menatap Rosella yang berdiri dengan tubuh gemetar."Kamu takut?"

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Sore Dengan Lucas

    Rosella kembali ke kamar Leon dengan langkah yang terasa berat. Tangannya memegang obat-obatan yang diberikan Lucas, pikirannya masih berkecamuk dengan apa yang baru saja terjadi. Lucas memeluknya, mengaku cemburu dan mengklaimnya untuk sore ini. Sementara pagi tadi, Leon juga melakukan hal yang

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Tidur Bersamaku

    Malam itu, ruang makan semua Tuan Muda sudah duduk di kursinya masing-masing. Leon duduk di ujung meja seperti biasa, meski wajahnya masih terlihat sedikit pucat dari demam yang belum sepenuhnya hilang. Tapi dia bersikeras untuk tidak melewatkan makan malam, meskipun Lucas menyarankan dia untuk is

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Aku Ingin Bertemu Ibumu

    Lucas tersenyum miring, mencoba mengabaikan pikirannya, lalu dia menggenggam tangan Rosella lebih erat. Suasana hening menyelimuti mereka hingga dia melihat Rosella yang kurang tak nyaman dengan pakaian yang dikenakan. “Kamu kenapa Rosella?” Tanyanya. “Tidak ada-apa Tuan.” jawab Rosella kikuk.

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status