공유

Kasian Lucas

작가: CitraAurora
last update 게시일: 2026-02-28 22:11:32

Adegan yang sama terjadi lagi di malam hari. Adrian dan Rosella hampir menghabiskan seluruh malam dengan cara yang luar biasa. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali sampai Rosella benar-benar kelelahan dan tertidur di pelukan Adrian.

Keesokan paginya, mereka kembali ke mansion, Rosella duduk di kursi penumpang dengan wajah yang masih berseri meski tubuhnya terasa sangat lelah.

Sampai di mansion, sudah pagi dan sarapan sudah disiapkan.

Di ruang makan, Leon dan Lucas sudah duduk menunggu. Ketika
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (4)
goodnovel comment avatar
CitraAurora
aku masih bingung nih kak hehe
goodnovel comment avatar
CitraAurora
kebanyakan memang gitu kak
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
kq aqu jadi sedih ea kk lihat lucas... dia yg pertama perhatian sm rosela tp dia jd bekas kakak nya krn terakhir yg nyentuh rosela
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Debat

    Dengan air mata yang masih mengalir di pipinya, Rosella menghapus jejak basah itu dengan kasar. Rasa sedihnya kini perlahan menguap, digantikan oleh kobaran amarah yang menuntut keadilan. Tanpa membuang waktu, Rosella melangkah lebar keluar dari rumah kaca menuju ruang administrasi untuk menemui staf senior yang mendapatkan jadwal piket jaga pada hari Sabtu dan Minggu kemarin.​Begitu pintu ruang administrasi didorong terbuka, Rosella langsung berdiri di depan meja mereka. "Mbak, kenapa dengan sistem kelembapan dan nutrisi di meja kompartemen? Tanaman varietas gunung saya mati semua!" protes Rosella dengan suara bergetar.​Mendengar protes tersebut, salah satu senior yang sedang asyik bermain ponsel hanya melirik malas, lalu mendengus kasar. Bukannya merasa bersalah, mereka justru balik memarahi Rosella.​"Hey, anak magang! Tugas kami di perkebunan ini sangat banyak, bukan hanya untuk mengawasi dan mengurus tanamanmu saja! Jangan egois dan manja!" bentak senior itu dengan nada ketus.

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Boleh Menjenguk

    Selama dua hari penuh, mansion mewah keluarga Toretto di London dipenuhi dengan suasana kecemburuan yang menggemaskan sekaligus menyesakkan.Ketiga Tuan Muda benar-benar tidak mau lepas atau berada jauh dari Rosella sedetik pun. Mereka mengikuti gadis itu layaknya bayangan, sampai Rosella mandi mereka jaga diluar. Hal ini membuat Rosella kesal, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa. ​Dua malam hari, dibagi antara Leon dan Lucas sementara, Adrian dilarang keras untuk berebut waktu dengan mereka mengingat Adrian sudah mencuri start di gunung. Adrian hanya bisa mendengus frustrasi dan terpaksa mengalah dengan menahan dendam dalam diam.​Tak terasa, waktu dua hari libur yang singkat itu berlalu begitu cepat. Hari Senin pagi pun tiba, menandakan waktu bagi Rosella untuk kembali ke wilayah perkebunan bawah Toretto Agro-Corp demi melanjutkan sisa masa magangnya.​Saat mobil jemputan resmi perusahaan sudah terparkir di halaman depan mansion, ketiga pria Toretto itu berdiri berjejer di lobi uta

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Gara-Gara Rosella Pulang

    Beberapa hari berlalu setelah insiden menegangkan di hutan timur, seluruh rangkaian penelitian lapangan di area pegunungan akhirnya resmi berakhir. Rombongan anak magang beserta para staf pengawas bergerak turun dan kembali ke wilayah perkebunan utama Toretto Agro-Corp.​Rosella tidak pulang dengan tangan kosong. Dia membawa beberapa sampel varietas tanaman merambat dan semak liar unik yang ia temukan di dekat tebing. Selama hari-hari pertama kembali di perkebunan bawah, Rosella mendedikasikan seluruh waktu dan fokusnya di dalam laboratorium botani khusus. Dengan ketelatenan yang luar biasa, ia mengatur kadar kelembaban, komposisi tanah, hingga nutrisi buatan agar tumbuhan gunung tersebut bisa beradaptasi di lingkungan dataran rendah.​Hasilnya sangat mengagumkan. Sementara sampel milik anak magang lain layu atau membusuk karena perbedaan suhu yang ekstrim, tanaman yang dirawat oleh Rosella justru mulai mengeluarkan tunas-tunas hijau baru yang segar. Tumbuhan itu hidup dan berkembang

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Rosella Marah

    Mendengar suara perdebatan yang semakin lama semakin jelas, Rosella tidak bisa lagi menahan rasa pening di kepalanya. Fokusnya untuk meneliti urat daun tanaman rambat itu buyar seketika. Dengan gerakan tegas, dia menutup buku catatannya dengan bunyi plak yang cukup keras, lalu meletakkan lensa pembesarnya ke dalam tas selempang.​Maya, teman magangnya yang berada beberapa meter di sampingnya, menoleh bingung. "Ada apa, Rose? Kamu menemukan sesuatu?"​"Maya, kamu duluan saja ikuti rombongan di depan. Ada beberapa sampel tanaman di belakang yang sepertinya terlewat olehku. Aku akan menyusul sebentar lagi," ujar Rosella, mencoba menyunggingkan senyum senormal mungkin.​"Oh, oke. Jangan lama-lama ya, Rose. Udara gunung masih agak rawan," sahut Maya tanpa curiga, lalu berjalan menyusul rombongan anak magang yang mulai menjauh.​Begitu sosok Maya menghilang di balik tikungan jalur timur, senyum di wajah Rosella langsung luntur. Dia membalikkan badannya, melipat kedua tangan di depan dada, d

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Debat Merebutkan Posisi Suami Pertama

    Keesokan harinya, kabut tipis perlahan terangkat dari tempat itu. Sinar matahari pagi yang menerobos celah-celah pepohonan membawa kesegaran baru bagi seluruh perkemahan. Namun, bagi Pak Jason, pagi itu justru diawali dengan kejutan yang hampir membuat jantungnya copot.​Di dalam pos koordinasi darurat, pria paruh baya itu berdiri kaku dengan mata melotot. Di depannya, berdiri tiga orang pria jangkung dengan postur tegap yang luar biasa berwibawa. Leon dan Lucas kini telah mengenakan seragam lapangan resmi Toretto Agro-Corp, lengkap dengan atribut penyamaran masing-masing.​"Sama seperti Adrian, mulai hari ini kami akan memantau jalannya penelitian lapangan. Saya akan mengambil alih posisi sebagai Kepala Keamanan Pusat, dan Lucas akan menjadi Kepala Tim Kesehatan Lapangan," ujar Leon dengan nada bariton yang mutlak dan tidak menerima bantahan. "Jangan bocorkan kedatangan dan identitas asli kami kepada siapa pun di perkemahan ini, Pak Jason."​"T-Tentu... tentu, Tuan," sahut Pak Jason

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Gagal Semua

    ​Di dalam tenda komando yang hangat, Adrian sedang memeluk Rosella. Udara di luar sangat dingin namun di dalam tenda justru memanas."Apa sudah lebih hangat?" tanya Adrian. "Sudah Tuan." Jawab Rosella yang semakin menenggelamkan wajahnya ke bidang datar Adrian. Entah dia harus senang apa tidak dengan semua ini, meski magangnya bisa dibilang sedikit hancur tapi dia tidak harus takut menghadapi senior-senior yang memiliki rencana busuk terhadapnya. "Rose." Panggil Adrian. Rosella mendongak, dan bibir manis gadis itu membuat Adrian tak tahan. Tangannya tergerak menyentuh bibir mungil yang menjadi candu buatnya. Tanpa basa basi, Adrian langsung menjatuhkan ciuman ke bibir Rosella, dia melumat habis bibir itu, dan memaksa lidah Rosella bertarung dengan lidahnya di dalam.Dia terus menciumi Rosella, dan tangannya mulai bergerak nakal, membuat Rosella tak berdaya melawan sentuhannya.​"Tuan, jangan... nanti ada yang masuk," bisik Rosella sambil menahan tangan Adrian. ​Adrian hanya ter

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Besok Dia Milikku

    Rosella terdiam, jantungnya berdebar sangat kencang mendengar perkataan Adrian. Kakinya seolah tidak mau bergerak, tapi tangan Adrian yang menariknya dengan lembut tapi pasti membuatnya mengikuti. Adrian menutup pintu, lalu berbalik menatap Rosella yang berdiri dengan tubuh gemetar."Kamu takut?"

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Sore Dengan Lucas

    Rosella kembali ke kamar Leon dengan langkah yang terasa berat. Tangannya memegang obat-obatan yang diberikan Lucas, pikirannya masih berkecamuk dengan apa yang baru saja terjadi. Lucas memeluknya, mengaku cemburu dan mengklaimnya untuk sore ini. Sementara pagi tadi, Leon juga melakukan hal yang

    last update최신 업데이트 : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Tidur Bersamaku

    Malam itu, ruang makan semua Tuan Muda sudah duduk di kursinya masing-masing. Leon duduk di ujung meja seperti biasa, meski wajahnya masih terlihat sedikit pucat dari demam yang belum sepenuhnya hilang. Tapi dia bersikeras untuk tidak melewatkan makan malam, meskipun Lucas menyarankan dia untuk is

    last update최신 업데이트 : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Aku Ingin Bertemu Ibumu

    Lucas tersenyum miring, mencoba mengabaikan pikirannya, lalu dia menggenggam tangan Rosella lebih erat. Suasana hening menyelimuti mereka hingga dia melihat Rosella yang kurang tak nyaman dengan pakaian yang dikenakan. “Kamu kenapa Rosella?” Tanyanya. “Tidak ada-apa Tuan.” jawab Rosella kikuk.

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status