Share

Oh Adrian...

Author: CitraAurora
last update publish date: 2026-02-23 22:55:32

Rosella mengangguk, menatap mata Adrian yang penuh dengan hasrat.

Tangan Adrian bergerak ke kancing Rosella, membukanya satu per satu dengan sangat perlahan, seolah menikmati setiap detik aktivitasnya itu.

Matanya tidak lepas dari mata Rosella, memastikan gadis itu nyaman dengan apa yang dia lakukan.

Kancing terakhir terbuka. Adrian menarik baju Rosella pelan, membiarkannya jatuh ke lantai. Lalu tangannya bergerak ke belakang, membuka pengait satu-satunya pelindung dengan gerakan yang terlatih.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (14)
goodnovel comment avatar
No Signal
paling juga si leon yg di pilh si ros
goodnovel comment avatar
CitraAurora
Oke kak sari
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
kkkkk entar siang up ea 1 bab aqu gk sabar ni baca lg kkk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Geli Sendiri

    Rosella mengangguk pelan mendengar jawaban Leon.Dia tidak bertanya lebih mengenai alasan Monica dipecat bukan karena dia tidak penasaran tapi dia tahu keluarga Toretto. Mereka memecat pelayan seperti mengganti saluran televisi, tanpa banyak pertimbangan, tanpa penjelasan panjang. Rosella sudah cukup lama tinggal di sini untuk memahami itu.Maka dia hanya melanjutkan makannya.Ruang makan tetap sunyi, hanya suara sendok dan cangkir yang sesekali berbunyi. Leon menyesap kopinya perlahan, matanya sesekali beristirahat di wajah Rosella."Habiskan." Kata Leon ketika melihat Rosella memperlambat makannya."Iya Tuan."Rosella menghabiskan sarapannya sampai bersih.######Pukul sebelas, di jam istirahat Rosella dan kelompoknya menuju lahan belakang kampus. Mereka ingin melihat tanaman mereka. "Tanaman kita tumbuh subur.” Kata Ane yang terperangah melihat tanaman yang tumbuh subur."Aku yakin nilai kita nanti pasti bagus!" Sahut Tom percaya diri.Rosella tersenyum, dan dia menyadari semua b

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Dipecat

    Dengan cepat Leon memompa tubuh Rosella, hentakannya cukup kuat sehingga membuat Rosella membuka dan memejamkan mata, dia merasakan nikmat yang begitu dalam.Rosella tak kuasa, tangannya mencengkeram rambut Leon dengan kuat, menciumi bibir pria itu dengan brutal juga. “Tuan…” Dia memanggil Leon diantara desahnya. Pria itu terus memburu, efek obat itu sudah menguasai dirinya membuatnya seperti robot yang begitu kuat tanpa rasa lelah. Hampir sepanjang malam Rosella mengeluarkan suara-suara nikmatnya hingga dia melambaikan tangan tak kuat lagi mengimbangi permainan Leon. “Tuan besok saya ada kelas pagi.” Bisiknya lemah. Meski dalam pengaruh obat untung lah Leon masih mendengarkan Rosella, dia ambruk di samping Rosella lalu memejamkan mata. Niatnya Rosella juga mau tidur tapi melihat darah di tangan Leon dia bangun, memakai pakaian lalu mengambil kotak obat. Rosella membersihkan darah yang sudah mengering, dia sedikit panik karena luka Leon cukup dalam. “Astaga Tuan.” Melihat luk

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Dikasih Obat

    Malam itu mansion terlihat sunyi, tak ada aktivitas pelayan karena tuan muda belum pulang. Rosella di kamarnya dengan laptop terbuka, catatannya tersebar di meja, lampu belajar menyala kuning ke halaman yang penuh tulisan tangannya sendiri.Sementara itu di lantai bawah, Monica menunggu, malam ini dia tidak ingin rencananya gagal, Leon harus dia dapatkan. Obat yang dia siapkan bukan obat perangsang biasa, ada efek candu di dalamnya, bahkan membuat orang semakin tergila-gila. Rencananya memang ingin membuat Leon tergila-gila dan kecanduan tubuhnya agar Leon membuang Rosella.Dia sudah hafal kebiasaan Leon, pria itu selalu minum susu hangat sebelum tidur, sudah jadi rutinitas yang tidak berubah sejak pertama Monica bekerja di sini.Jam sebelas kurang seperempat, suara pintu depan terbuka. Leon masuk dengan wajah lelahnya. Monica bergerak ke dapur, menyiapkan susu, menuangkannya ke gelas, dan tangannya bergerak ke saku bajunya mengeluarkan sesuatu kecil yang sudah disimpan berhari-h

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Rencana Monica

    Dua hari setelah operasi, kondisi ibu Rosella mulai stabil.Warna kulitnya kembali, nafasnya lebih teratur, dan saat Rosella diizinkan masuk ICU untuk pertama kalinya, wanita itu membuka matanya meski hanya sebentar dan tangannya merespons genggaman Rosella dengan lemah.Itu sudah cukup untuk membuat Rosella menangis lagi di sudut koridor setelahnya, kali ini dengan tangis yang berbeda dari sebelumnya.Lucas menghampiri Rosella, membawa wanita itu ke dalam pelukannya. "Kenapa menangis, bukankah keadaan ibu baik-baik saja?" Tanyanya."Ibu membuka mata Tuan, dan menggenggam tangan saya, hal itu membuat saya sangat senang." Rosella menyeka pipinya. Lucas mengangguk, senyum tipis di bibirnya. "Baguslah."Tapi kabar baik itu datang bersamaan dengan kabar lain.Malam itu Lucas mengumpulkan Rosella, Leon, dan Adrian di ruangan keluarga Toretto, mereka duduk di hadapan Rosella dengan berkas di tangannya."Kondisi ibumu membaik." Lucas memulai."Tapi untuk pemulihan penuh, dia butuh penangan

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Semakin Heran

    Beberapa waktu kemudian, pintu ruang operasi terbuka.Lucas keluar dengan masker bedah yang sudah diturunkan ke dagu, jas operasinya masih terpasang, rambutnya sedikit basah karena keringat.Wajahnya lesu, berbeda dari lelah biasa.Rosella langsung berdiri dari kursinya begitu melihat Lucas, melangkah cepat ke arahnya dengan mata yang sudah kembali berkaca.Lucas mengangkat tangannya sebelum Rosella sempat bertanya."Operasinya berhasil." Katanya.Rosella menghela nafas lega, senyumnya tersungging hingga mendengar kalimat Lucas berikutnya. "Tapi." Lucas melanjutkan, suaranya pelan dan hati-hati. "Kondisi ibumu masih kritis, Rosella. Dia harus dipindah ke ICU untuk dipantau ketat." Jelasnya. Rosella menatap Lucas dengan air mata yang tumpah. "Kritis artinya?""Artinya kita belum bisa bilang semuanya aman." Lucas menjawab jujur. "Tapi operasinya sendiri berjalan baik. Sekarang tergantung respons tubuhnya dalam dua puluh empat jam ke depan."Rosella mengangguk pelan, mencoba memahami

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Rama Heran

    Adrian meninggalkan kampus meninggalkan kelasnya. Dia langsung ke alamat yang Ane berikan, rumah ibu Rosella. Kawasan perumahan ibu Rosella berbeda dengan distrik tempat mansion Toretto berdiri, jalan-jalannya lebih sempit, rumah-rumahnya lebih rapat dan usang. Adrian berhenti di depan rumah kecil dengan cat yang sudah memudar, pagar besi yang sedikit berkarat, dan pot bunga di depan pintu yang tanahnya kering.Dia mengetuk berkali-kali namun tidak ada jawaban. Di depan rumah ada seorang wanita lewat dan memberitahu Adrian kalau pemilik rumah dibawa ke rumah sakit. Mendengar itu Adrian sangat panik, dia bergegas masuk ke dalam mobil dan pergi ke rumah sakit yang dimaksud wanita tadi. Dalam perjalan Leon menelpon, Adrian memasang headset dan menerima panggilan kakaknya. "Bagaimana Adrian?" Tanyanya. "Ibunya masuk rumah sakit, aku kesana sekarang." Jawabnya. Hening sebentar di ujung telepon lalu Leon memutuskan sambungan teleponnya."Tunda rapatnya." Kata Leon setelah menutup s

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Apa Kamu Yakin Rosella?

    Di kamar utama yang sangat luas dengan jendela besar menghadap lembah, Adrian menutup pintu dengan kaki sambil terus menatap Rosella yang berdiri dengan gugup."Relaks, tidak perlu tegang seperti itu,” bisik Adrian sambil melangkah mendekat.Rosella menelan ludah, jantungnya berdebar sangat kencang

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Frustasi

    Di kantornya yang mewah, Leon duduk di kursi besarnya sambil menatap layar ponsel dengan senyum tipis yang tidak biasa terlihat di wajahnya.Foto Rosella yang dia ambil diam-diam pagi tadi terpampang di layar. Gadis itu sedang tersenyum sambil menuangkan kopi, wajahnya berseri dengan kebahagiaan ya

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Villa Cinta

    Pagi itu, suasana di ruang makan sangat berbeda dari kemarin.Adrian duduk di sebelah kanan duduk dengan senyum cerah yang sangat tidak biasa. Wajahnya berseri, matanya berbinar penuh semangat.Rosella melayaninya dengan sangat telaten, menuangkan kopi, menyiapkan roti panggang, memotong buah denga

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Besok Dia Milikku

    Rosella terdiam, jantungnya berdebar sangat kencang mendengar perkataan Adrian. Kakinya seolah tidak mau bergerak, tapi tangan Adrian yang menariknya dengan lembut tapi pasti membuatnya mengikuti. Adrian menutup pintu, lalu berbalik menatap Rosella yang berdiri dengan tubuh gemetar."Kamu takut?"

    last updateLast Updated : 2026-03-25
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status