Share

Rayu Aku

Penulis: CitraAurora
last update Tanggal publikasi: 2026-03-14 23:50:42

Rosella menatap Leon dengan alis yang masih mengernyit.

Pindah kamar?

Dia membuka mulutnya, sudah siap memanggil Leon kembali, tapi Leon sudah meninggalkanya.

Rosella berdiri di tengah kamarnya sendiri dengan pertanyaan yang tidak sempat keluar, dia berbalik ke laptopnya yang masih menyala di meja.

Dia duduk, menatap layar tapi pikirannya tidak mengikuti, berputar terus ke satu kalimat pendek yang Leon jatuhkan begitu saja sebelum pergi.

“Aku harus segera ke atas.” Rosella menutup laptopnya.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
CitraAurora
kak. ini suka mana wkwkwkw
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
waw leon kesayangan ku makin agresif ni
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Gagal Semua

    ​Di dalam tenda komando yang hangat, Adrian sedang memeluk Rosella. Udara di luar sangat dingin namun di dalam tenda justru memanas."Apa sudah lebih hangat?" tanya Adrian. "Sudah Tuan." Jawab Rosella yang semakin menenggelamkan wajahnya ke bidang datar Adrian. Entah dia harus senang apa tidak dengan semua ini, meski magangnya bisa dibilang sedikit hancur tapi dia tidak harus takut menghadapi senior-senior yang memiliki rencana busuk terhadapnya. "Rose." Panggil Adrian. Rosella mendongak, dan bibir manis gadis itu membuat Adrian tak tahan. Tangannya tergerak menyentuh bibir mungil yang menjadi candu buatnya. Tanpa basa basi, Adrian langsung menjatuhkan ciuman ke bibir Rosella, dia melumat habis bibir itu, dan memaksa lidah Rosella bertarung dengan lidahnya di dalam.Dia terus menciumi Rosella, dan tangannya mulai bergerak nakal, membuat Rosella tak berdaya melawan sentuhannya.​"Tuan, jangan... nanti ada yang masuk," bisik Rosella sambil menahan tangan Adrian. ​Adrian hanya ter

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Menyusul

    Belum sempat Sarah melancarkan kecurigaannya lebih jauh, tiba-tiba angin kencang berembus menyapu membawa hawa dingin yang luar biasa pekat. Dalam hitungan detik, kabut putih tebal turun dari puncak gunung, bergulung-gulung menutup jarak pandang hingga tersisa kurang dari tiga meter.​Suasana santai di tempat peristirahatan itu seketika berubah menjadi kepanikan. Suara gemuruh guntur mulai terdengar bersahut-bersahutan di langit yang mendadak menggelap.​Pak Jason yang beberapa waktu lalu baru sampai, berlari ke tengah area landai menggunakan pengeras suara darurat. "Semuanya perhatian! Cuaca memburuk secara ekstrem di atas! kita batalkan penelitian, karena rawan longsor! Kita terpaksa bermalam di tempat ini! Segera dirikan tenda darurat sekarang juga!"​Kekacauan tidak dapat dihindarkan, semua orang mulai sibuk membongkar logistik dan mendirikan tenda di tengah terpaan angin yang semakin kencang.​Di tengah situasi darurat itu, Sarah yang masih menyimpan dendam atas kegagalannya tad

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Kenapa Terlihat Sangat Bugar?

    Adrian tidak lagi berbicara, desahan pasrah dan permintaan eksplisit dari Rosella melenyapkan sisa-sisa kendali diri yang ia miliki. “Buka kakimu lebar-lebar Sayang.” Pinta Adrian dengan suara seraknya. Miliknya sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam lubang kenikmatan yang selama beberapa hari ini tidak dia rasakan. Dengan gerakan yang terencana namun sarat akan urgensi, ia menurunkan resletingnya, keadaan seperti ini cukup mengeluarkan yang perlu saja. Tak lupa Adrian memastikan hamparan mantel bulu tebal di bawah mereka menjadi alas yang cukup melindungi kulit sensitif Rosella dari permukaan batu tebing yang kasar. ​"Tatap aku, Sayang," bisik Adrian rendah, suaranya parau menahan desakan gairah yang masif. ​Begitu Rosella membuka matanya yang sayu dan berkabut, Adrian menuntaskan penyatuan mereka dalam satu hentakan dalam yang mantap. ​"Aaahh... Tuan...!" Rosella memekik pelan, tangannya refleks mencengkeram kuat pundak kokoh Adrian yang terbalut kaos hitam. Sensasi penuh,

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Ayo Masukkan Tuan

    Mendengar ucapan Rosella yang menggantung, Adrian seketika menghentikan gerakannya yang hendak meraih kamera. Ia menoleh perlahan, menatap lekat-lekat gadis yang saat ini sedang tenggelam di balik jaket gunung besarnya.​"Jadi apa, Rose?" tanya Adrian rendah, sepasang matanya mengunci pandangan Rosella.​Bukannya menjawab, Rosella justru menundukkan kepala sedalam-dalamnya. Kedua pipinya sudah semerah tomat, dan secara refleks, gadis itu menggigit bibir bawahnya, sebuah kebiasaan yang selalu ia lakukan setiap kali merasa gugup atau terdesak oleh pesona Adrian.​Melihat belahan bibir ranum yang digigit kecil itu, pertahanan Adrian yang semula sekokoh dinding batu tebing runtuh dalam satu kedipan mata. Akal sehat akademisnya menguap begitu saja. Hasrat posesif dan gairah yang sempat ia tekan sejak tadi mendadak meledak hebat di dalam dadanya.​Tanpa babibu lagi, Adrian mencengkeram lembut rahang Rosella, mengangkat wajah gadis itu, dan langsung menyambar bibir manisnya.​Cup.​Ciuman it

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Meneliti Varietas Langka

    Mendengar ucapan yang keluar dari bibir pria bermasker itu, senyum licik di wajah Sarah seketika membeku. Ia melongo kaku, menatap Adrian dengan tatapan tidak percaya.​"T-Tuan Pengawas mau ikut mendampinginya?" tanya Sarah terbata-bata, merutuki kebodohannya sendiri di dalam hati. Rencana awalnya adalah mengasingkan Rosella agar gadis itu menderita sendirian di tebing yang curam, bukan malah memberikan kesempatan emas dikawal secara eksklusif oleh pejabat pusat.​"Benar," jawab Adrian pendek, suaranya terdengar mutlak tanpa bantahan. "Sebagai perwakilan pusat, saya bertanggung jawab penuh atas keselamatan seluruh peserta magang. Mengirim anak magang ke medan berbahaya sendirian adalah pelanggaran prosedur keselamatan yang fatal. Jadi, saya sendiri yang akan turun ke lapangan untuk mengawasinya."​Tanpa menunggu balasan dari Sarah yang masih mematung menahan dongkol, Adrian langsung berbalik menatap Rosella. "Ayo jalan. Jangan membuang waktu."​Rosella mengangguk patuh sembari menyemb

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Hukuman

    Adrian kembali membetulkan letak kupluk dan kacamata hitamnya, memastikan penyamarannya kembali sempurna sebelum mereka keluar dari jalur pintas. Begitu vegetasi hutan mulai agak terbuka, sayup-sayup terdengar suara tawa dan denting alat makan dari kejauhan. Mereka telah tiba di tempat peristirahatan..​Rombongan anak magang dan para senior sedang duduk beristirahat di sebuah area landai sembari menikmati makan siang mereka. Kehadiran Rosella yang tiba-tiba dan tidak sendirian seketika menghentikan aktivitas di sana. Semua mata langsung tertuju pada mereka.​Sarah, yang sedang memegang botol air minum, langsung berdiri dengan mata menyipit tajam. Wajahnya yang semula puas karena mengira Rosella tertinggal jauh di bawah, kini berubah menjadi masam dan penuh rasa tidak suka.​"Wah, wah. Lihat siapa yang baru sampai," sindir Sarah dengan suara yang sengaja dikeraskan agar didengar semua orang. Ia melangkah mendekati Rosella dengan dagu terangkat angkuh.​"Hebat sekali ya kamu, Rosella. A

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Besok Dia Milikku

    Rosella terdiam, jantungnya berdebar sangat kencang mendengar perkataan Adrian. Kakinya seolah tidak mau bergerak, tapi tangan Adrian yang menariknya dengan lembut tapi pasti membuatnya mengikuti. Adrian menutup pintu, lalu berbalik menatap Rosella yang berdiri dengan tubuh gemetar."Kamu takut?"

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Malam Ini Rosella

    Rosella menggeleng pelan, tangannya mencengkeram bahu Lucas dengan erat. "Saya takut."Lucas tertawa lembut mendengar jawaban jujur itu. Tangannya berhenti bergerak, menatap wajah Rosella yang memerah dengan tatapan penuh kelembutan."Takut kenapa, sayang?" tanyanya sambil mengusap pipi Rosella den

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Sore Dengan Lucas

    Rosella kembali ke kamar Leon dengan langkah yang terasa berat. Tangannya memegang obat-obatan yang diberikan Lucas, pikirannya masih berkecamuk dengan apa yang baru saja terjadi. Lucas memeluknya, mengaku cemburu dan mengklaimnya untuk sore ini. Sementara pagi tadi, Leon juga melakukan hal yang

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Tidur Bersamaku

    Malam itu, ruang makan semua Tuan Muda sudah duduk di kursinya masing-masing. Leon duduk di ujung meja seperti biasa, meski wajahnya masih terlihat sedikit pucat dari demam yang belum sepenuhnya hilang. Tapi dia bersikeras untuk tidak melewatkan makan malam, meskipun Lucas menyarankan dia untuk is

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status