Share

Tetap Rival

Author: CitraAurora
last update publish date: 2026-04-30 19:24:57
Sore itu sepulang dari kampus, Rosella dan Ane duduk di taman depan.

“Mana tuan muda kamu Rose?” Tanya Ane.

“Masih dalam perjalanan, kamu pulang dulu aja.” Jawab Rosella.

“Nggak tega aku mau pulang dulu.” Ane pun tertawa.

Mereka berdua bercanda bersama hingga terdengar suara klakson.

“Tuh pangeran pertama datang.” Kata Ane.

Leon turun dari mobil berjalan memutar membukakan pintu, untung lagi sepi coba kalau ada banyak mahasiswa pasti akan jadi berita heboh.

“Cintaku.” Leon menatap
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
CitraAurora
Maaf ya kak, ini versi yang belum aku edit. pasti agak bingung kan ya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Skripsi

    Beberapa bulan berlalu dengan cepat. Suasana di mansion Toretto mengalami perubahan besar sejak Rosella memasuki semester akhir dan mulai disibukkan dengan penyusunan skripsi. Gadis ceria itu kini menjelma menjadi mahasiswi tingkat akhir yang super sibuk, dikelilingi oleh tumpukan jurnal, buku tebal, dan revisi yang tiada habisnya.​Melihat wanitanya mulai sering begadang dan tampak stres menghadapi dosen penguji, ketiga pria Toretto akhirnya terpaksa sabar, demi menjaga fokus Rosella agar bisa lulus dengan nilai terbaik, Leon, Adrian, dan Lucas sepakat untuk tidak mengganggu Rosella."Adrian ingat jangan mengganggu Rosella, biasanya kamu yang selalu mangkir." kata Leon sambil menatap Adrian tajam. Adrian terkekeh, "Kali ini aku tidak akan curang." sahutnya. "Biasanya kamu mengajak Rosella ke ruanganmu dengan dalih urusan kampus dan ujung2nya minta jatah, keterlaluan memang kamu Kak!" Sahut Lucas kesal. "Itulah kenapa aku jadi Dosen karena aku lebih pintar dari kalian." Leon dan

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Berbagai Gaya

    ​"Kamu bisa mendesah yang suaramu bisa langsung hilang disapu angin, Sayang," bisik Adrian seksi sebelum menurunkan tubuh mereka berdua ke dalam air.​Sore itu, Adrian benar-benar berubah menjadi singa yang gila dan tak terkendali. Di bawah langit London yang luas, mereka melakukan banyak gaya percintaan tanpa rasa takut sedikit pun. Mulai dari pergulatan panas di dalam air kolam yang hangat, berpindah ke tepi kolam dengan dekapan yang semakin erat, hingga beralih ke atas kursi berjemur di mana Adrian menuntut haknya dengan sangat ugal-ugalan. Rosella mencengkeram bahu tegap Adrian, mendesah sekeras-kerasnya menumpahkan segala rasa pekat yang membakar dadanya. Seperti ucapan Adrian tadi suara desahan Rosella langsung hilang menguap terbawa angin. ​Setelah badai gairah itu mereda, Adrian bersiap untuk mengajak Rosella pulang bersama. Namun, menyadari bahwa Adrian saat ini masih dalam masa boikot oleh Leon dan Lucas, Rosella mulai merasa khawatir.​Di dalam mobil, Rosella menatap Adri

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Di alam Terbuka

    ​“Walah Walah habislah aku,” batin Rosella panik, merutuki mulutnya sendiri yang terlalu cepat luluh pada pesona sang dosen licik.​Tanpa memperdulikan jam kuliah Rosella yang masih tersisa, Adrian benar-benar bergerak cepat. Dia menggandeng tangan Rosella dengan erat, membawa gadis itu menyusuri koridor sepi dan gedung dosen agar tidak memancing perhatian mahasiswa lain. “Tuan, kamu ngajakin aku bolos, kalau dicari bagaimana?” Tanya Rosella. “Nanti aku akan bilang, lagian jadi mahasiswa jangan terlalu patuh, sesekali bolos tak masalah.” Pria itu tersenyum licik. ​Adrian menepati janjinya. Sebelum menuju tujuan utama, dia membawa Rosella mampir ke sebuah kedai gelato terkenal untuk membelikan dua kerucut es krim stroberi besar, lalu mengajak gadis itu berjalan-jalan santai di sepanjang tepi sungai demi mengembalikan suasana hatinya.Setelah senyuman manis Rosella kembali merekah sepenuhnya, barulah Adrian melajukan mobilnya membelah jalanan London menuju sebuah gedung apartemen pen

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Habislah Aku

    ​‘Tidak! Aku tidak mau memberikan jatah kepada mereka, enak saja,’ batin Adrian dengan rahang mengeras.Jika di mansion Leon dan Lucas memegang kendali penuh untuk mengawasinya, maka besok di kampus akan menjadi cerita yang berbeda. Kampus adalah wilayah kekuasaannya, dan tidak akan ada yang bisa menghalanginya untuk mendapatkan kembali Rosella. Keesokan paginya di kampus, Adrian benar-benar terobsesi untuk mendapatkan maaf dari Rosella.Adrian sudah berdiri menyandarkan tubuhnya di pilar koridor utama kampus, menunggu kedatangan Rosella sejak pagi-pagi sekali.​Tak lama kemudian, sosok yang ditunggunya muncul. Rosella melangkah memasuki koridor setelah diantar oleh Lucas tadi. Namun, begitu manik mata manis Rosella menangkap keberadaan Adrian yang berdiri menatapnya, wanita itu langsung memutar tubuhnya, berbalik arah untuk menghindar.​"Rose! Rosella, tunggu!" panggil Adrian panik. Pria itu langsung melebarkan langkahnya untuk mengejar.​Namun, Rosella sama sekali tidak mau berhent

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Boikot Jatah

    "Ya, dia sedang menikmati es krim di taman bersamaku setelah kamu membuatnya seperti orang bodoh menunggumu yang sudah pergi!" bentak Leon dengan suara baritonnya, membuat Adrian di seberang telepon seketika bungkam dan tercekat.​Mendengar perdebatan itu, Rosella perlahan mendongak. Dia menatap Leon dengan mata yang masih menyiratkan luka, lalu perlahan mengulurkan tangannya ke arah sang CEO.​"Tuan Leon berikan ponselnya padaku. Biar aku yang bicara," pinta Rosella, suaranya terdengar tenang tapi itulah yang membuat Leon was was. ​Leon sempat ragu sejenak, dan dengan gerakan slow motion dia menyerahkan ponselnya kepada dalam Rosella.​Rosella menempelkan ponsel ke telinganya, baru kata halo yang terucap Adrian sudah menyahut. ​"Rose! Sayang, maafkan aku, tadi benar-benar darurat. Ayah Daisy kecelakaan dan meninggal di tempat, kondisinya sangat histeris aku ingin menghubungimu tapi ponselku tertinggal di kampus, sungguh aku tidak bermaksud—"​"Sudah selesai bicaranya, Tuan Adrian?"

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Es Krim Di Taman

    Rosella menggeleng, “Sudahlah Tuan jangan bicarakan Adrian itu!”​Leon terdiam selama beberapa detik. Tatapan matanya yang tajam meneliti gurat kekecewaan yang mendalam di wajah Rosella. Melihat wanitanya begitu murung dan enggan membahas sang adik, Leon benar-benar kehilangan minat untuk melanjutkan pekerjaannya hari ini. Baginya, senyuman Rosella jauh lebih berharga daripada meeting tadi. ​Leon mengulurkan tangan tegapnya, menekan tombol interkom yang terhubung langsung ke meja Rama. ​"Rama, batalkan sisa rapat hari ini. Jadwalkan ulang besok pagi. Dan kosongkan seluruh jadwalku sampai malam," perintah Leon dengan nada bariton yang dingin.​Dari seberang interkom, suara Rama terdengar sedikit terkejut namun tetap profesional. "Baik, Tuan. Saya akan kembali ke ruang rapat."​Rosella mendongak, matanya yang sedikit sembab menatap Leon dengan pandangan tidak enak. "Tuan Leon kenapa dibatalkan? Bukanlah Kata Tuan Rama itu rapat penting?"​Leon tidak menjawab dengan kata-kata. Dia jus

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Besok Dia Milikku

    Rosella terdiam, jantungnya berdebar sangat kencang mendengar perkataan Adrian. Kakinya seolah tidak mau bergerak, tapi tangan Adrian yang menariknya dengan lembut tapi pasti membuatnya mengikuti. Adrian menutup pintu, lalu berbalik menatap Rosella yang berdiri dengan tubuh gemetar."Kamu takut?"

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Sore Dengan Lucas

    Rosella kembali ke kamar Leon dengan langkah yang terasa berat. Tangannya memegang obat-obatan yang diberikan Lucas, pikirannya masih berkecamuk dengan apa yang baru saja terjadi. Lucas memeluknya, mengaku cemburu dan mengklaimnya untuk sore ini. Sementara pagi tadi, Leon juga melakukan hal yang

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Tidur Bersamaku

    Malam itu, ruang makan semua Tuan Muda sudah duduk di kursinya masing-masing. Leon duduk di ujung meja seperti biasa, meski wajahnya masih terlihat sedikit pucat dari demam yang belum sepenuhnya hilang. Tapi dia bersikeras untuk tidak melewatkan makan malam, meskipun Lucas menyarankan dia untuk is

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Aku Ingin Bertemu Ibumu

    Lucas tersenyum miring, mencoba mengabaikan pikirannya, lalu dia menggenggam tangan Rosella lebih erat. Suasana hening menyelimuti mereka hingga dia melihat Rosella yang kurang tak nyaman dengan pakaian yang dikenakan. “Kamu kenapa Rosella?” Tanyanya. “Tidak ada-apa Tuan.” jawab Rosella kikuk.

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status