Share

Kecewa

Author: CitraAurora
last update publish date: 2026-10-07 20:57:32

"Bukan begitu, Fir. Hanya saja... bulan depan untuk sebuah pertunangan itu terasa sangat cepat," tutur Devan pelan, berusaha menjelaskan posisinya dengan hati-hati.

​"Bukankah semakin cepat itu semakin baik, Mas?" potong Fira cepat, menatap iris mata Devan yang menyiratkan keraguan. "Kalau kita sama-sama yakin, mau tunggu apa lagi?"

​"Aku harus mempersiapkan semuanya dulu, Fir. Kamu harus mengerti posisiku," bujuk Devan lembut, mencoba meraih simpati gadis di hadapannya. "Kita jalani penjajakan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terapi Gila Atasanku   Kambuh Lagi

    Meskipun sempat bersenang-senang dan mencoba beberapa wahana permainan di pasar malam, nyatanya bayang-bayang ucapan sang nenek peramal tidak pernah benar-benar pergi dari benak Alya.​Sesampainya di kamar hotelnya, benak Alya justru semakin riuh. Otaknya dipenuhi ketakutan yang kian liar. Dia benar-benar takut jika penerawangan peramal itu kenyataan—bagaimana jika dirinya tidak bisa hamil? Bagaimana jika Dewa perlahan menjauh dan meninggalkannya? Kalaupun Dewa tak mempermasalahkan dirinya yang tidak hamil, lantas bagaimana dengan mertuanya? Papa dan Mama Erlangga jelas sangat merindukan kehadiran seorang cucu sebagai penerus takhta keluarga.​Pikiran-pikiran buruk itu terus merayap, membuat Alya merasa sangat frustrasi dan tertekan. Dan entah mengapa, penyakit lama yang sudah sangat jarang kambuh itu tiba-tiba merayapi tubuhnya malam ini. ​"Nggkh... sakit..." cicit Alya lirih.​Jari-jari Alya mulai meremas kain bantal dengan kencang. Ia mencoba menahan denyutan nyeri yang meremukkan

  • Terapi Gila Atasanku   Naik Bianglala

    "Apa, Nek? Kesulitan hamil? Apa maksudnya saya mandul?!" tanya Alya dengan mata nanar dan suara bergetar menahan tangis.​Nenek tua itu tersenyum tipis penuh arti. "Menurut penerawanganku, jalan keturunan kalian memang tidak mudah..." jawab wanita tua itu tenang.​Mendengar itu, emosi Dewa seketika tersulut. Tanpa membuang waktu, ia merogoh dompetnya dan meletakkan beberapa lembar pecahan uang Poundsterling dalam jumlah besar ke atas meja. "Sudah ayo pergi dari tempet ini!"Tanpa aba-aba lagi, Dewa langsung menarik tangan Alya untuk segera keluar dari tenda remang-remang tersebut."Mas apa mungkin aku tidak akan punya anak?" Kata Alya. ​"Sudah, jangan didengarkan ramalan itu," bujuk Dewa begitu mereka tiba di luar tak jauh dari tenda peramal tersebut."Kita ini manusia beragama, kita percaya penuh kepada Tuhan. Urusan takdir dan keturunan, siapa yang tahu selain Dia?"​Alya masih terdiam seribu bahasa. Langkah kakinya terasa berat, hingga akhirnya perlahan air matanya tetes demi tet

  • Terapi Gila Atasanku   Sulit Hamil

    ​"Iya, Mas... pasti," sahut Alya tersenyum haru, matanya berkaca-kaca.​"Katanya pria itu nanti akan mengalami masa puber kedua. Mereka akan merasakan jatuh cinta kembali... Dan kalau saat itu tiba, aku berharap orang yang membuatku jatuh cinta tetaplah kamu. Aku ingin berkali-kali jatuh cinta pada wanita yang sama, yaitu kamu, Alya," ungkap Dewa dengan tatapan mendalam.​Mendengar ucapan manis dari suaminya, Alya menatap Dewa penuh haru. "Aku juga sama, Mas. Aku juga ingin berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama... yaitu kamu."​Keduanya pun saling merengkuh erat di depan pagar cinta tersebut, menikmati kehangatan di tengah sejuknya angin kota London.​Usai menyematkan gembok cinta, Dewa dan Alya berjalan santai menuju stasiun kereta terdekat. Dewa ingin mengajak istrinya mencoba pengalaman berbeda dengan menaiki kereta antarkota secara acak.​"Kita mau ke mana lagi, Mas?" tanya Alya saat mereka berdiri di peron.​"Sudahlah, kita ikuti saja ke mana kereta ini membawa kita. Nant

  • Terapi Gila Atasanku   Pagar Cinta

    "Ah, sial! Kenapa aku tak kunjung mendapatkan pekerjaan?!" gerutu Sinta frustrasi. Kakinya terasa pegal luar biasa setelah berjam-jam berjalan membagikan lamaran kerja ke sana kemari tanpa hasil.​Saat melepas lelah di depan sebuah minimarket, Sinta tak sengaja disapa oleh seorang wanita paruh baya berpakaian rapi yang baru saja keluar membawa kantong belanjaan. Wanita itu menyerahkan sebuah kartu nama.​"Saya tadi tidak sengaja mendengar keluhan Anda. Apa Anda benar-benar sedang butuh pekerjaan?" tanya wanita itu ramah.​"Iya, aku memang sangat perlu pekerjaan," jawab Sinta cepat.​"Apa Anda mau bekerja di rumah majikan saya?"​Mendengar tawaran itu, alis Sinta bertaut. "Maksudmu... aku jadi Asisten Rumah Tangga?"​Wanita itu mengangguk. "Meskipun jadi ART, gaji di sana sangat besar. Semua pengeluaran ditanggung penuh. Tempat tinggal gratis, makan gratis. Bukankah uang gajinya nanti utuh tanpa terpotong untuk biaya hidup?"​Sinta terdiam, mencerna penjelasan itu. Benar juga sih... ba

  • Terapi Gila Atasanku   Syukurlah Jadi Tak Perlu Bersaing Dengan Masa Lalu

    Sebagai pria yang selama ini hidup mandiri dan tinggal seorang diri di apartemen, Devan tentu sangat mahir dalam urusan dapur.​Meski ia hanya memasak kwetiau goreng sederhana dengan campuran telur dan suwiran ayam, hasil masakannya terlihat begitu menggoda. Aroma harum minyak bawang dan racikan bumbu gurih yang ditambahkan benar-benar memanjakan indra penciuman, membuat Fira tak sabar untuk mencicipinya.​Setelah kwetiau goreng hangat itu tersaji cantik di atas piring, Fira langsung mendekatkan wajahnya untuk menghirup aroma yang menggugah selera.​"Mas, wangi banget baunya!" puji Fira dengan mata berbinar.​"Kamu coba dulu saja, takutnya ada yang kurang," ujar Devan tersenyum seraya menyodorkan sebuah garpu.​Fira tanpa ragu menyambar garpu tersebut dan menyuap segumpal kwetiau ke dalam mulutnya. Saat cita rasa gurih dan lezat itu menyapa lidahnya, mata Fira seketika membelalak sempurna.​"Mas, ini enak banget!" serunya kagum. Tanpa menunggu lama, ia kembali menyuap kwetiau itu deng

  • Terapi Gila Atasanku   Sampai Tak Bisa Jalan

    ​"I Love you too, Mas," sahut Alya.Dewa mengendus leher sang istri gemas, aroma parfum campur keringat Alya membuat Dewa ingin terus mengendus istrinya. "Mas geli kena bulu kamu." Alya nampak kegelian. Bukannya menyudahi Dewa malah semakin menempelkan wajahnya. "Mas...." Teriak Alya sambil tertawa. Melihat Alya bahagia seperti ini Dewa pun sangat bahagia pula. ​Lalu tanpa kata, Dewa langsung menggendong Alya secara bridal style, membawa sang istri menuju ranjang mereka. ​"Mas, kamu mau apa?" tanya Alya terkejut.​"Menunjukkan rasa cintaku," jawab Dewa lembut.​"Mas, kita baru saja sampai dan masih lelah. Masa iya kamu mau 'bekerja'?" Alya berusaha menolak dengan manja.​"Aku enggak lelah. Setiap kali dekat denganmu, rasa lelahku langsung hilang." Sahut Dewa. ​"Ah, gombal banget."​Tak ingin berlama-lama, Dewa pun mengeluarkan jurus andalannya. Dia mulai menyatukan bibirnya dengan bibir sang istri, melumatnya dengan lembut dan menikmati kehangatan peraduan mereka.​"Engh..." er

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status