Compartir

36. Garis Datar

Autor: Angsa Kecil
last update Fecha de publicación: 2026-08-29 23:14:52

Kini mereka sudah berada dalam sebuah ambulans yang melaju kencang, yang berkali-kali menerobos lampu merah dengan sirene meraung tinggi. Di dalam ruangan sempit, Bima duduk tegang di samping. Di seberangnya, dokter dan petugas medis terus melakukan CPR pada tubuh Kiran.

Jantung Bima berdetak cepat tak terkendali, tangannya meremas tapi gemetar, matanya terus menatap nanar tubuh wanita yang entah akan gagal dia selamatkan atau tidak.

“Dokter! Garisnya datar! Tidak ada respon dari pasien!” ter
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   95. CUP CUP

    Megha sudah membuka mulut untuk menjawab. “Kami sudah–”“Kami sudah melewati malam pertama, Ma. Dan tentunya semalam tidur berpelukan.” Tapi, Bima sudah lebih dulu menyambar dengan santainya.Membuat Megha mengepalkan tangannya di balik dress, geregetan setengah mati dalam hati. Sedang Bima, memang sengaja menjawab asal dan provokatif karena tahu Mamanya membenci Megha. Pria itu dengan sengaja membentuk opini seolah-olah mereka telah melanggar batas kontrak perjanjian awal yang melarang adanya kontak fisik. Demi, agar Mamanya tidak berani memisahkannya.Rianti menunjuk wajah Megha dengan napas memburu. “Kurang ajar! Kamu memang wanita licik dan murahan, Megha! Kamu memanfaatkan tubuhmu untuk mengikat anakku!”Megha tak tinggal diam. Dia tidak mau terkesan murahan di mata mertuanya. “Tolong jaga ucapan Mama. Kalau ada yang harus disalahkan atas situasi ini, salahkan anak Mama sendiri.”Mata Rianti melotot. “Apa kamu, Bilang? Meski sekarang penampilanmu sudah seperti ini, tapi selera B

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   94. Buang Make up Istri

    Setelah dapat info siapa sebenarnya istri Bima, dia langsung datang untuk check langsung. Di lantai bawah, Rianti mondar-mandir dengan napas memburu dan wajah emosi. “Kalau benar Megha dan Kiran itu satu orang yang sama, aku tidak akan biarkan pesta malam nanti terlaksana. Dan jangan sampai mereka tidur satu kamar!” serunya seraya meremas kedua tangannya erat-erat.Dada Rianti naik turun bergetar menahan emosi. “Pasti bisa aku atur nanti. Aturan konyol si kakek itu pasti bisa digeser.”Bima melangkah tenang menyusuri anak tangga. “Harusnya Mama datang nanti malam. Soal persiapan pesta kecil makan malam keluarga, sudah aku urus semua.”Rianti menoleh cepat dan langsung mendekat dengan tatapan tajam nyalang. “Mana Megha? Mama mau lihat wajahnya sekarang juga!”Bima menoleh melirik ke arah atas dengan wajah santai. “Dia masih mandi sepertinya.”Rianti lalu memindai penampilan putranya dari atas ke bawah, makin kesal saat mendapati Bima yang masih mengenakan baju tidur. “Kenapa kamu masi

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   93. Rugi? Dada Masih Utuh

    Posisinya kini benar-benar terhimpit dalam dekapan Bima.Napas Megha seketika memburu. Kaget, geram membakar dadanya. Ternyata kata-kata Bima semalam kalau nggak mau tidur di ranjang itu, cuma akal-akalan saja.“Licik!!” jerit Megha. Mendorong dada Bima sekuat tenaga hingga pria itu tersentak bangun dari tidurnya.Bima tersentak dan masih setengah sadar. “Apa-apaan ini, pagi-pagi sudah teriak.” Dia beranjak duduk dengan wajah tanpa dosa.Megha bangun dan menunjuk wajah suaminya dengan mata nyalang. “Lihat kelakuanmu! Mana jarum-jarumku?! Kamu sengaja menenggelamkannya dan menyeberang ke areaku, kan?! Benar-benar mesum. Ini masuk pasal pelukan paksa, dan penganiayaan perasaan istri!”Bima tertawa kesal, dengan alis terangkat. Dia lalu merapikan posisi duduknya, sambil memasang wajah angkuh seolah tidak terjadi apa-apa. “Tuduhan konyol macam apa itu? Jarum-jarum itu tenggelam karena mereka nggak bisa melawanku. Dan aku tidak memaksamu masuk dalam pelukanku. Semalam kita sama-sama terlel

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   92. Analisa Cinta Tertahan

    Reaksi Bima seketika mengeras. Pria itu makin geregetan menatap layar ponselnya. “Perisai diri? Terancam? Memangnya aku penjahat! Dan masalah akan terselesaikan kalau dia jinak dan menurut. Sudah jelas aku adalah solusi cepat pada semua masalah hidupnya, bagaimana ceritanya aku dibilang ancaman!” Meski jengkel pada jawaban pertama, Bima masih mengetikkan pertanyaan kedua. [Lalu apa artinya kalau seorang istri yang selalu ingin membuat suaminya marah dan sengaja terus memancing emosi?] [Itu cara dia mencari perhatian tanpa harus mengakui perasaannya. Memancing emosi adalah bentuk komunikasi pasif-agresif agar Anda tetap berfokus sepenuhnya pada dirinya.] Mata Bima melebar dengan senyum tipis. Kata ‘Cari perhatian’ sangat disukainya. “Ck, sudah kuduga kalau tidak akan ada yang kuat menolak pesonaku. Mungkin Megha hanya terjebak rasa gengsinya saja, jadi dia malu mengakuinya. Baiklah, akan kumaklumi. Asal jangan lama-lama cari masalahnya,” ucapnya sangat percaya diri. Penasarannya ma

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   91. Jarum Pembatas

    Megha tetap diam dengan senyum tipis di bibirnya. Dia berjalan kembali ke ranjang, lalu mulai menata barisan jarum-jarum tajam itu secara sejajar di tengah-tengah kasur, membentuk garis lurus yang membelah area tidur mereka menjadi dua bagian.Bima membelalak menatap barisan logam kecil nan tajam itu di atas sprei mewahnya. “Kamu gila?! Jangan konyol, Megha?!”“Ini garis batas,” sahut Megha datar, menancapkan jarum terakhir sebagai penutup. “Perjanjiannya adalah kita tidur di satu ranjang yang sama, bukan saling menempel. Jadi siapa pun yang berani melewati batas ini saat tidur nanti, akan langsung mendapat hukuman tertusuk jarum-jarum ini.”Bima sampai geregetan dan frustasi setengah mati. “Ini ranjang milikku! Kamu pikir aku anak kecil yang harus kamu batasi dengan mainan tajam begini? Singkirkan benda-benda membahayakan itu sekarang! Kalau sampai aku terluka, kamu akan dapat masalah.”“Kalau kamu nggak berniat macam-macam atau melintasi batas, harusnya kamu nggak perlu takut, kan?”

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   90. Sekat Ranjang

    Saat ekor matanya melirik ke arah istrinya, Bima mendesis kesal dalam batinnya, ‘Kenapa wajahnya masih tetap seperti itu?! Apa dia nggak capek pasang wajah seperti itu?’ Megha melangkah tenang keluar dari kamar mandi. Pakaian tidurnya sangat tertutup rapat, serba panjang, dan dijamin anti seksi. Membuat Bima menarik napas pelan, berusaha mengendalikan diri sambil meyakinkan otaknya sendiri. ‘Megha itu Kiran, Bima. Megha itu Kiran, Bima. Megha itu Kiran, Bima.’ Seperti sedang merapalkan mantra dalam hati. Saat Megha hampir mendekati sisi ranjang, Bima meletakkan iPad ke nakas di sebelah. Lalu, Pria itu menurunkan kedua kakinya ke lantai, sambil menatap istrinya dari ujung atas kepala sampai ke ujung kaki. “Besok saat acara besar keluarga. Jangan sampai kamu berpenampilan konyol begini di depan mereka.” Megha menaikkan satu alisnya, menghentikan langkahnya tepat di sebelah ranjang. “Kenapa? Kamu takut aku tampil dengan penampilan seperti ini? Lagipula, gaya seperti ini adalah penampi

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status